Halaman Utama > Fokus Internasional > 15 Maret 2020 Upacara Agung Homa Tara Peredam Wabah di Rainbow Temple Seattle Amerika Serikat


15 Maret 2020 Upacara Agung Homa Tara Peredam Wabah di Rainbow Temple Seattle Amerika Serikat

Transmisi Perdana Sadhana Adinatayoga Tara Peredam Wabah

 

【Liputan True Buddha News dari Seattle #TBS】

WHO Mengumumkan bahwa COVID-19 Merupakan Pandemi
Dharmaraja Berpesan Jalankan Langkah Pencegahan secara Lahiriah maupun Spiritual sebab Pandemi Tidak Akan Terlalu Cepat Berakhir

Demi para insan di dunia, pada tanggal 15 Maret 2020 bertempat di Rainbow Temple (彩虹雷藏寺), Dharmaraja Liansheng memimpin Upacara Agung Homa Tara Peredam Wabah. 

Di masa upaya penanggulangan wabah, demi melindungi keselamatan dan kesehatan umat dan masyarakat, Rainbow Temple sebagai pihak penyelenggara mematuhi aturan pemerintah negara bagian Washington dan King County untuk membatasi jumlah peserta, serta mendirikan beberapa pos untuk pemeriksaan kesehatan di pintu utama Rainbow Vila. 

True Buddha Foundation dan Seattle Ling Shen Ching Tze Temple juga turut mengirimkan perwakilan, semenjak pagi para relawan telah bersiap, semua anggota rombongan mesti menjalani tes suhu tubuh, mengisi kuesioner kesehatan dengan jujur. Di area Rainbow Vila juga dibuat tempat parkir dan area isolasi, demi berjaga-jaga jika terjadi hal-hal darurat. Patut disyukuri, berkat perlindungan berlapis ini, semua berjalan dengan aman. 

Pukul 3 sore, terlebih dahulu ketua Rainbow Temple : Acarya Lianyin (蓮印上師), didampingi oleh Acarya Lianseng (蓮僧上師), Acarya Lianman (蓮滿上師), Acarya Lianchuan (蓮傳上師), Acarya Lianwang (蓮旺上師), Acarya Lianhua Bizhen (蓮花璧珍上師), beserta segenap biksu dan biksuni, mewakili keempat golongan siswa memohon Dharmaraja Liansheng untuk mentransmisikan Sadhana Adinatayoga Tara Peredam Wabah. 

Upacara pun dimulai, di tengah alunan suara mantra, api homa berkobar, Dharmaraja Liansheng membentuk mudra santika, paustika, vasikarana, dan abhicaruka. Welas asih agung Bhagavati Tara melebur dalam sanubari semua umat yang hadir. 

Saat melimpahkan jasa, Dharmaraja Liansheng sepenuh hati bersembah puja kepada Sita Tara, Syama Tara, dan 21 Tara, serta memanjatkan permohonan kepada Tara Peredam Wabah supaya berwelas asih memenuhi ikrar agung untuk mengatasi sakit-penyakit para insan, meredam segala petaka penderitaan dan kematian, mengadhisthana supaya wabah COVID-19 dapat segera berakhir, supaya para umat siang dan malam senantiasa manggala, dalam enam waktu senantiasa manggala. Memohon para Buddha dan Bodhisattva menjemput para arwah yang didaftarkan supaya terlahir di alam suci. Mengadhisthana para umat supaya bekal bersadhana dapat terpenuhi, kebijaksanaan bertumbuh, memancarkan terang spiritual, sehat sentosa, selalu manggala dan semua diliputi keharmonisan kasih sayang yang sempurna. 

Dalam Dharmadesana, Dharmaraja Liansheng mengupas perihal tanda-tanda yang muncul dari api homa : Saat menyalakan api, apinya sekecil kacang, jauh lebih kecil dari biasanya, kertas mulia yang digunakan untuk menyalakan api homa pun baru bisa menyala setelah dibakar dalam waktu cukup lama. Ini merupakan pertanda bahwa wabah kali ini tidak mudah untuk diatasi. Sama seperti yang dikatakan oleh Bapak Chen Shih-chung, menteri kesehatan Taiwan sekaligus pejabat penanggulangan COVID-19, bahwa wabah kali ini tidak bisa sekaligus diatasi dalam waktu cepat, saat ini belum bisa diketahui kapan dapat berakhir. Akan tetapi, Dharmaraja juga menjelaskan, walau tidak akan berakhir dalam waktu yang sangat cepat, namun perlahan ia pasti akan berakhir.   

Dharmaraja Liansheng mengenang peristiwa di akhir tahun 2019, saat menerima wawancara untuk acara Awal Musim Semi Tahun Tikus Logam di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, dalam wawancara, Dharmaraja memprediksikan dua hal : 

1.    Tahun 2020 adalah tahun kekacauan yang paling besar, merupakan tahun di mana wabah ( virus superbugs ) akan muncul.
2.    Nilai dari perekonomian dunia tahun ini adalah 20, banyak bidang usaha yang lesu, dan mengalami kemerosotan.

Media televisi Taiwan sampai menyebut prediksi Dharmaraja Liansheng sungguh akurat.

Dharmaraja Liansheng mengatakan, jika sebuah prediksi menjadi sangat akurat, ini tidak baik, namun jika tidak akurat, juga tidak baik, sungguh patut disesalkan benar-benar terjadi. Sebagai sadhaka kita mesti menekuni Mantra dan Sadhana Tara Peredam Wabah untuk melimpahkan jasa supaya segera ditemukan cara menyelesaikan persoalan dunia ini. 

Dharmaraja mengatakan, bakteri, kuman, dan virus tidak bermata, tidak peduli siapa Anda, takdir hidup - mati, dan berkah, semua telah ada ketetapan sesuai karma masing-masing.

Dharmaraja mengasihani para insan, diri sendiri rela memberikan adhisthana jamah kepala kepada mereka yang menderita di Tiongkok. Dharmaraja juga memanjatkan syukur atas perlindungan Tara Peredam Wabah, sehingga dalam masa padat aktivitas ini, masih dapat memiliki jasmani yang sehat. 

Sehari sebelum upacara, Tara Peredam Wabah turun hadir mentransmisikan metode untuk transmisi sadhana kepada Dharmaraja. Dharmaraja menggambarkan bahwa saat Tara hadir, Beliau menjelma menjadi titik-titik cahaya merah yang banyak, kemudian berputar menjadi utas demi utas garis cahaya pancawarna, kemudian garis-garis cahaya pancawarna menjelma menjadi jala cahaya pancawarna, di atas jala cahaya pancawarna terdapat jala cahaya merah yang membungkus Dharmaraja, sehingga jala cahaya ini berbentuk bulat. Bhagavati Tara memberitahu, ini adalah jala pelindung, semua sumber penyakit akan mundur begitu bersentuhan dengan jala pelindung ini, tidak akan bisa memasukinya. 

Kemudian, Dharmaraja mengajarkan Sadhana Tara Peredam Wabah yang ditransmisikan secara langsung oleh Bhagavati Tara Peredam Wabah ; Dapatkan enam jenis obat ( Obat Tradisional Tiongkok ) dalam kuantitas yang sama : 

蛇床子 ( shechuangzi ) - Cnidium monnieri(L.)Cuss.
製附子 ( zhifuzi ) - Radix Aconiti Lateralis
遠志 ( yuanzhi ) - Polygala tenuifolia
甘草 ( gancao ) - Glycyrrhiza uralensis
桂心 ( guixin ) - Ramulus Cinnamomi
雄黃 ( xionghuang ) – Realgar

Semua dihaluskan menjadi bubuk, letakkan di depan altar, lakukan Sadhana Tara Peredam Wabah, setelah bersadhana boleh dibawa sebagai perlindungan. 

Dharmaraja mengajarkan, sadhana mesti dilakukan sesuai dengan tata ritual, saat visualisasi, terlebih dahulu visualisasi di tengah matahari muncul bijaksara Tara, yaitu aksara ‘Dang’ ( ཏཱྃ༔  ), aksara ‘Dang’ berputar, muncul Tara Peredam Wabah. 

Visualisasi wujud Tara beserta ratnakalasa, ratnakalasa terbuka, di dalamnya terdapat amerta tirta, visualisasi amrta tirta memancarkan cahaya menyinari bubuk enam jenis obat, pada saat yang sama, visualisasi amerta tirta mengadhisthana sekujur tubuh sadhaka. Kemudian lakukan visualisasi “Memasuki Aku dan Aku Memasuki”, masuk samadhi. 

Saat sadhaka telah berkontak batin amerta tirta Tara mengadhisthana bubuk enam jenis obat, maka obat tersebut sudah mengandung daya perlindungan. Bungkus bubuk obat tersebut dengan aman, kemudian bawa serta ( tidak boleh ditelan, dan tidak boleh dibaui ), dengan demikian dapat melindungi diri sendiri. 

Ambil ¼ bubuk obat tersebut, kemudian letakkan, di keempat sudut apartemen atau wilayah Anda tinggal, dengan demikian dapat melindungi wilayah tersebut. Semua yang berada di dalam ruang lingkup wilayah tersebut dapat memperoleh perlindungan Tara Peredam Wabah. Dharmaraja menjelaskan enam jenis obat ini berelemen ‘Yang’, sedangkan wabah berelmen ‘Yin’ ; Oleh karena itu, bubuk obat yang telah diadhisthana melalui sadhana dapat menjadi elemen ‘Yang’ yang menaklukkan elemen ‘Yin’.

Sebelum akhir Dharmadesana, cerita humor dikisahkan untuk menyampaikan bahwa daya karmavarana sangat hebat, banyak hal yang nampak sebagai kebetulan, namun di baliknya terdapat daya karma, sehingga pada suatu waktu tertentu bisa terjadi sebuah peristiwa tertentu pula. Kebetulan pula, dahulu buku yang ditulis Dharmaraja pernah dibajak oleh satu penerbit yang terletak di lokasi yang sama dengan lokasi yang disebutkan dalam cerita humor. Sisi negatifnya adalah, ia menerbitkan buku tanpa persetujuan ; Sisi positifnya adalah, melalui peristiwa tersebut puluhan ribu insan berhasil dibimbing dalam Dharma. 

Usai Dharmadesana, Dharmaraja menganugerahkan Abhiseka Sadhana Adinatayoga Tara Peredam Wabah. Upacara berjalan dengan sempurna dan manggala, sanubari semua memperoleh pancaran terang Buddhadharma. 

Catatan :
Selain menekuni Sadhana Tara Peredam Wabah, sadhaka wajib mematuhi peraturan tindakan pencegahan wabah yang dirumuskan oleh negara atau wilayah setempat, serta menjaga kebersihan, kesehatan, dan upaya cegah wabah demi diri sendiri dan orang lain. Semoga setiap insan mengalami apa yang disebutkan oleh Dharmaraja Liansheng : “Setiap saat senantiasa manggala !”

Judul Asli :
2020年03月15日 美國西雅圖彩虹雷藏寺救瘟疫度母護摩大法會

Klik di sini untuk versi bahasa Mandarin

◎ Situs TBSN Terbaru ( Mandarin ) :
https://ch.tbsn.org/

Siaran Langsung Kebaktian dari Ling Shen Ching Tze Temple, setiap Minggu pukul 10:00 ( WIB )
Siaran Langsung Upacara Homa di Rainbow Temple, setiap Senin pukul 05:00 ( WIB )

◎ Klik di sini untuk tautan siaran langsung dengan penerjemah Inggris

◎ Klik di sini untuk tautan siaran langsung Mandarin

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :

http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Buddha Guru.