Halaman Utama > Fokus Internasional > 7 Desember 2019 Puja Bakti Sadhana Istadevata Padmakumara


7 Desember 2019 Puja Bakti Sadhana Istadevata Padmakumara

《Berita TBS Seattle Ling Shen Ching Tze Temple - 西雅圖雷藏寺》
 
Musim dingin di Seattle senantiasa diwarnai oleh hujan gerimis, vihara cikal bakal yang baru saja dibasuh oleh hujan, diselimuti kabut tipis, seolah-olah berada di alam Dewa Rsi, membuat setiap siswa yang kembali Berdharmayatra di Seattle merasa untuk sementara meninggalkan dunia fana, batin memperoleh penyegaran dan sukacita Dharma. 

Istadevata puja bakti hari Sabtu ini adalah Padmakumara, Dharmaraja Liansheng hadir secara langsung untuk memimpin puja bakti, serta melanjutkan pengulasan Lamdre. Usai puja bakti, Dharmaraja kembali menekankan bahwa dalam Sadhana Istadevata yang paling penting adalah sadhaka manunggal dan tiada berbeda dengan Istadevata sendiri. Menekuni Sadhana Istadevata tidak hanya mengikis karmavarana, namun diri sendiri mesti menjadi Istadevata.

Dalam Tantra, Mulacarya, Istadevata, Dharmapala, dan sadhaka terjalin oleh samaya, selamanya tak terpisahkan, bahkan manunggal menjadi satu. Saat sadhaka benar-benar mencapai kondisi ekarasa, diri sendiri adalah Mulacarya, Istadevata, dan Dharmapala. 

Guru Padmasambhava adalah Bodhisattva yang menjelma dari padma, oleh karena itu tentu saja merupakan Padmakumara, keduanya tiada berbeda. Guru Padmasambhava pernah mengucapkan satu kalimat yang sangat penting, “Aku tiada datang dan pergi.”, yang artinya Beliau sama sekali tidak lahir, juga tidak mati, “Aku tiada datang dan pergi”, Asalkan sadhaka tulus tekun mengingat Guru Padmasambhava, maka Beliau pasti hadir untuk membabarkan Dharma. Pada tanggal 10 setiap bulannya, Guru Padmasambhava pasti datang untuk menjenguk para siswa. 

Dharmaraja menuturkan, tiap kali hendak memberikan adhisthana jamah kepala kepada para siswa, beliau akan memejamkan mata dan berdoa kepada Trimula, pada saat itu Dharmaraja mengundang para Buddha, Bodhisattva, Dharmapala, Daka, Dakini, para Devata, atau bahkan Guru Sesepuh untuk hadir mengadhisthana, dan makhluk suci yang hadir akan menjadi Adhinatha adhisthana jamah kepala saat itu. Dari sini kita dapat mengetahui bahwa para makhluk suci dapat hadir untuk mengadshithana kita semua. Jika sadhaka tulus menjapa Mantra Hati Padmakumara, maka Padmakumara pasti akan hadir memberikan adhisthana, sama seperti Guru Padmasambhava. 

Dharmaraja mengisahkan, ada seorang umat di Indonesia bernama Huang Hanfei yang mengalami koma karena stroke, istrinya terus menjapa Mantra Hati Guru di sampingnya. Istrinya minta tolong kepada sdri. Litian yang ada di Seattle untuk membawa foto Sdr. Huang beserta keterangan kondisi sakitnya, mohon adhisthana dari Dharmaraja Liansheng. Pada saat Dharmaraja memberikan adhisthana ( di Seattle ), istri dari sdr. Huang ( di Indonesia ) sedang menjapa mantra di samping sdr. Huang yang terbaring koma di rumah sakit, ia menjapa sampai sedikit mengantuk, mendadak ia melihat Dharmaraja Liansheng masuk ke ruangan, menjulurkan tangan ke kepala sdr. Huang, kemudian mengambil sebongkah darah beku berwarna hitam dari kepala sdr. Huang, Dharmaraja memandang darah beku tersebut sambil tersenyum puas : “Beres sudah !”, kemudian Dharmaraja pun berjalan keluar. Begitu Dharmaraja keluar, sdr. Huang yang semula berbaring koma, langsung siuman, dan setelah dilakukan pemeriksaan ulang, bongkah darah tersebut sudah sirna. Ini adalah peristiwa nyata, bahkan dokter pun keheranan menyaksikan peristiwa mustahil ini, sebab sebelumnya dokter mendapati bahwa di dalam kepala sdr. Huang ada sebongkah darah sebesar telinga orang dewasa, menurut dokter, meskipun nyawa sdr. Huang bisa diselamatkan, namun ia pasti akan hidup dalam kondisi vegetatif, mana mungkin sekarang bisa siuman ?

Selain itu, masih banyak lagi siswa dari Indonesia yang telah memperoleh kesembuhan berkat adhisthana dari Dharmaraja Liansheng. Oleh karena itu, Padmakumara juga bisa menampakkan diri untuk menolong insan. Dulu Dharmaraja pernah mengatakan, mesti menjapa Mantra Hati Padmakumara minimal 8 juta kali, ada siswa yang telah menjapa genap atau lebih dari 8 juta dan memperoleh kontak batin luar biasa, ada yang mencapai Mahapadminiloka, ada yang meninggal dunia dalam kondisi meditasi dan kremasinya menghasilkan sarira, dan masih banyak lagi kontak batin lainnya. 

 Mantra Hati Padmakumara : “Om. Gulu. Liansheng. Xidi. Hum”, Aksara “Om” merepresentasikan para Buddha atau Kesadaran Mahatinggi Alam Semesta, “Gulu” adalah pembimbing agung, “Liansheng” adalah menjelma dari padma, “Xidi” adalah alam suci kelahiran padma, “Hum” adalah keberhasilan. Mantra ini benar-benar dapat membawa sadhaka pada keberhasilan bhavana. Hanya menjapa Mantra Padmakumara saja sudah dapat menghasilkan Siddhi Vidyadhara, yaitu menjapa mantra sampai memancarkan cahaya terang. 

Dalam Tantra, japa mantra sangat penting, sadhaka mesti menjapa mantra dan sutra. Dharmaraja memberi contoh, baru-baru ini Dharmaraja menyarankan kepada para siswa yang sedang menghadapi rintangan untuk menjapa Mantra Marici dan membaca Sutra Marici, sebab dalam sutra disebutkan bahwa berkat perlindungan Marici, tidak ada yang dapat menindas Anda, tidak ada yang dapat mencelakai Anda, inilah makna utama dalam Sutra Marici. Menjapa mantra dan sutra Marici dengan tekun, maka Marici Devi pasti melindungi sadhaka. 

Dharmaraja melanjutkan pengulasan Lamdre :

Nadi tengah adalah nadi dari lubang puncak terus sampai ke cakra muladhara, nadi tengah tidak lurus sepenuhnya, sebab ada banyak sumbatan, sumbatan dikarenakan adanya nadi mani dan pembuluh darah yang menempel pada nadi tengah, ada 32 lokasi yang ditempeli, mesti bisa membuka simpulnya. Tembusnya nadi sangat penting bagi Tantrika. 

Dalam teks Lamdre disebutkan : “32 simpul yang menyempitkan dan menyumbat nadi.” Pada bagian tersebut di nadi tengah, sangat sempit atau bahkan tersumbat.  Dharmaraja menambahkan, tujuan melatih Pernapasan Botol adalah supaya prana dapat masuk nadi tengah, karena semakin banyak prana yang masuk maka semakin baik, sebab simpul dapat terbuka satu-persatu, dengan demikian nadi tengah bisa tembus. 

Teks Lamdre : “Padmastri memiliki 12 tanda Vidyarajni seperti Yeshe.” ; Dharmaraja menjelaskan, Yeshe yang dimaksud di sini adalah Yeshe Tsogyal, yaitu Vidyarajni pertama di Tibet, sedangkan Padmastri adalah Vidyarajni yang memiliki sifat-sifat padma. Ada banyak jenis Vidyarajni, dan Padmastri adalah satu diantaranya. 

Dalam Lamdre dituturkan bahwa menggunakan metode tersebut, sadhaka dapat membuka simpul nadi, ini tergolong dalam metode abhiseka tingkat ketiga atau Abhiseka Prajna. Saat itu sadhaka dapat memperoleh mahasukha, atau bhumi sukacita tertinggi, ibarat naik ke tingkat yang lebih tinggi, terus sampai ke bhumi Mahajnana, pada setiap tingkatnya simpul nadi diuraikan. 

Potong total berarti prana dan bindu kukuh, dalam bhavana Sadhana Internal yang terutama ada pada olah elemen angin, yaitu olah prana. Menggunakan daya dari prana untuk membuka simpul nadi, kemudian membuat bindu menjadi penuh, sekujur tubuh penuh dengan hormon. Oleh karena itu, bindu sangat penting bagi tubuh kita, jika kekurangan bindu, tubuh kita akan mengalami penuaan, dan masuk masa degeneratif ( menopause / andropause ).

Tantrika mesti tahu cara menggunakan prana untuk menembus nadi supaya bindu bisa mengaliri nadi, dengan demikian sadhaka akan menjadi lebih bersemangat dan kuat. Mani dalam tubuh pria dan darah wanita merupakan bindu, oleh karena itu sadhaka mesti bisa mencapai kondisi anasrava atau tidak mengalami tiris bindu. Dharmaraja sendiri telah mencapai keberhasilan anasrava pada usia 40 sekian tahun. 

Usai Dharmadesana, Dharmaraja Liansheng menganugerahkan Abhiseka Sarana kepada para umat yang memohon sarana, kemudian mengadhisthana Air Mahakaruna Dharani dan mengabhiseka pratima Buddha. Sebelum meninggalkan lokasi, Dharmaraja memberikan adhisthana jamah kepala kepada semua yang hadir, supaya setiap harapan yang baik dan wajar dapat terpenuhi. 

“Aku tiada datang dan pergi”, kebenaran ini sungguh menyentuh sanubari kita semua, asalkan kita tulus dan memiliki keyakinan murni kepada Mulacarya, asalkan kita mengingat Mulacarya, menjapa Mantra Hati Guru, maka Beliau pasti hadir di hadapan kita untuk membabarkan Dharma. Marilah kita dengan sepenuh hati bersembah puja kepada Mulacarya yang termulia. 

Judul Asli :
2019年12月7日蓮花童子本尊法同修

Klik di sini untuk versi bahasa Mandarin

◎ Situs TBSN Terbaru ( Mandarin ) :
https://ch.tbsn.org/

Siaran Langsung Kebaktian dari Ling Shen Ching Tze Temple, setiap Minggu pukul 10:00 ( WIB )
Siaran Langsung Upacara Homa di Rainbow Temple, setiap Senin pukul 05:00 ( WIB )

◎ Klik di sini untuk tautan siaran langsung dengan penerjemah Inggris

◎ Klik di sini untuk tautan siaran langsung Mandarin

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :

http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Buddha Guru.