Halaman Utama > Fokus Internasional > 22 September 2019 Upacara Agung Homa Vajrasattva Bodhisattva


22 September 2019 Upacara Agung Homa Vajrasattva Bodhisattva

【Berita TBS Seattle】

Sore hari tanggal 22 September 2019, Rainbow Temple (彩虹雷藏寺) Seattle Amerika Serikat dengan tulus mengundang Mulacarya Dharmaraja Liansheng Lu Shengyan untuk memimpin Upacara Agung Homa Vajrasattva Bodhisattva. 

Dalam Tantra, Vajrasattva merupakan Mahabodhisattva yang paling mulia, yang bermanifestasi dari Mahavairocana Buddha saat memasuki Samadhi Samanthabadra Semua Tathagata dalam Vajradhatu Mandala. Vajrasattva merupakan penjelmaan Pancadhyani Buddha untuk menuntun para insan, merupakan Dharmarajaputra dari Pancadhyani Buddha. Mantra Sataksara Vajrasattva merupakan raja dari segala mantra, merupakan mantra kesunyataan, mantra ini mesti dijapa minimal seratus ribu kali, dapat membersihkan semua karmavarana sejak masa tanpa awal, dapat membuat pengamalan ikrar Tantrika sekukuh vajra.

Baru-baru ini Vajrasattva turun hadir untuk mentransmisikan semua ajaran Vajradhatu dan Garbhadhatu, yang sama saja dengan semua ajaran Tantra kepada Dharmaraja Liansheng. Seperti Nagarjuna Bodhisattva yang dahulu memasuki Stupa Besi di India Selatan, Vajrasattva memberitahu Dharmaraja : “Apa yang Aku berikan kepada Anda sama dengan apa yang Aku berikan kepada Nagarjuna Bodhisattva, tiada berbeda.” Dharmaraja memuliakan Nagarjuna Bodhisattva seorang Bodhisattva yang agung, Dharmaraja menyampaikan bahwa sadhaka tidak boleh sombong, “Sadhaka mesti rendah hati, benar-benar rendah hati dan bukan rendah hati yang dibuat-buat.”

Para siswa Zhenfo mengetahui, Dharmaraja terus menghasilkan karya tulis, terus berjalan selama 50 tahun, telah banyak memberikan manfaat mendalam bagi para sadhaka, saat ini Dharmaraja sedang menulis : “Kiat Vimoksamarga”, Dharmaraja memberitahu, menulis buku ini mesti dibuat supaya mudah dipahami oleh semua, “Tidak boleh ditulis dengan asal-asalan, mesti ditulis dengan tepat, tidak boleh ada kekeliruan, tidak boleh sampai menyesatkan insan.” Buku ini istimewa, mulai dari prayoga sampai Mahapurna, dan empat jenis abhiseka, semua intisari yang penting akan ditulis dengan sangat jelas, “Tidak boleh ada selisih sedikit pun, mesti sangat hati-hati, mesti dirampungkan dengan sangat teliti, dan semua mesti dibabarkan !”

Dalam Sutra Buddha ada tertulis, Raja Mara menjelma menjadi 500 biksu, namun mereka mati tersedak setelah makan makanan di dalam patra Manjusri Bodhisattva, sedangkan 500 biksu yang sejati tetap dalam kondisi baik setelah makan makanan yang sama dari dalam patra Manjusri Bodhisattva. “Kenapa 500 biksu aku tewas ? Sedangkan 500 biksu Dharma sejati tidak tewas setelah makan makanan Anda ? Apakah Anda meracuni 500 biksu aku ?” Raja Mara menanyai Manjusri Bodhisattva, “Saya tidak memasukkan racun, racun ada dalam hati 500 biksu Anda.” Ini merupakan kisah tanding ilmu antara Raja Mara Papiyas dengan Manjusri Bodhisattva. Dharmaraja menasihati, sesungguhnya yang meracuni Anda bukanlah makanan, melainkan racun dalam batin Anda sendiri, mencelakai diri Anda sendiri, oleh karena itu, sebelum memasuki samadhi mesti terlebih dahulu menyingkirkan racun batin, “Selama dalam batin masih ada racun, dan belum disingkirkan, maka pasti terjatuh ke tiga alam rendah.”

Dharmaraja melanjutkan pengulasan Lamdre, dalam teks disebutkan “Pandangan berdasarkan anubhava samadhi”, “Dalam samadhi muncul anubhava”, Dharmaraja kembali mengupas mengenai pengertian samatha dan vipasyana, “Kondisi pikiran yang bersih adalah satu ( fokus ), yaitu visualisasi pemusatan pikiran.”, “Satu” sudah merupakan samadhi, Dharmaraja menekankan, cabut dan buanglah “Satu” ini, saat visualisasi telah matang, tidak lagi visualisasi, “Pikiran mesti menjadi kondisi amanasikara, inilah samatha.”

“Ingin memasuki samadhi, mesti menyingkirkan tiga racun batin, ini yang paling penting.”, Dharmaraja berpesan, dalam samadhi kita bisa terbebas dari segala sesuatu, oleh karena itu, pikiran khayal mesti diputus menggunakan samatha ; Segala prapanca ( yang tidak bermanfaat, dan yang duniawi ) bisa diputus menggunakan proses mendengar, merenungkan, dan bhavana, “Kunci paling penting dalam bhavana adalah dhyana samadhi, memasuki samadhi, meditasi, sebab kesadaran terang hanya bisa muncul dalam samadhi, dan benar-benar memperoleh Buddhata.”

Usai Dharmadesana, Dharmaraja menganugerahkan Abhiseka Sadhana Vajrasattva Bodhisattva dan Mantra Sataksara Heruka, Upacara Agung Homa Vajrasattva telah berjalan dengan sempurna. 

Judul Asli :
2019年9月22日彩虹雷藏寺金剛薩埵護摩大法會

Klik di sini untuk versi bahasa Mandarin

◎ Situs TBSN Terbaru ( Mandarin ) :
https://ch.tbsn.org/

Siaran Langsung Kebaktian dari Ling Shen Ching Tze Temple, setiap Minggu pukul 10:00 ( WIB )
Siaran Langsung Upacara Homa di Rainbow Temple, setiap Senin pukul 05:00 ( WIB )

◎ Klik di sini untuk tautan siaran langsung dengan penerjemah Inggris

◎ Klik di sini untuk tautan siaran langsung Mandarin

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :

http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Buddha Guru.