Halaman Utama > Fokus Internasional > 31 Agustus 2019 Puja Bakti Sadhana Istadevata Amitabha Buddha di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple


31 Agustus 2019 Puja Bakti Sadhana Istadevata Amitabha Buddha di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple

Terdapat Metode Tantra dan Tanah Suci
Unggul Laksana Harimau Bertanduk

【Liputan Acarya Lianyu – Berita TBS Seattle / 蓮育報導】

Puja bakti pertama usai Upacara Agung Musim Gugur Tahun 2019 di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple (西雅圖雷藏寺) adalah Sadhana Istadevata Amitabha Buddha, banyak umat yang datang dari jauh juga menyempatkan diri untuk berwisata ke berbagai negara bagian di Amerika Serikat, namun sebelum puja bakti hari Sabtu, semua bergegas kembali ke vihara cikal bakal untuk berpartisipasi dalam puja bakti dan mendengarkan ajaran mulia dari Mulacarya Dharmaraja Liansheng Lu Shengyan, serta menerima adhisthana arus Dharma. 

Tidak peduli sejauh apa pun siswa Zhenfo bepergian, namun batinnya terjalin erat dengan Mulacarya Dharmaraja Liansheng, sekalipun tidak dapat hadir secara langsung di vihara cikal bakal, namun tetap bisa berpartisipasi dalam puja bakti melalui internet. 

Usai puja bakti, Dharmaraja Liansheng mengumumkan : Pada tanggal 9 September 2019, True Buddha Foundation ( TBF ) akan secara resmi meluncurkan “Puja Bakti Daring Zhenfo Zong Seluruh Dunia”, puja bakti akan disiarkan secara langsung setiap hari Senin s.d. Jumat, setiap harinya dibagi menjadi lima waktu, mengundang segenap siswa Zhenfo Zong di seluruh dunia untuk bersama mengalami secara langsung bagaimana ajaran Tantra Zhenfo menerangi seluruh dunia. 

Membahas perihal Istadevata puja bakti hari ini : Amitabha Buddha, Dharmaraja Liansheng mengenang pada masa awal, setelah Mahadewi Yaochi membuka divyacaksu ( mata batin , Dharmaraja Liansheng berkunjung ke Balai Peringatan Mahabhiksu Taixu (太虛紀念館) di Taichung untuk mendengarkan Upasaka Li Bing-nan mengulas : “Bab Penembusan Sempurna Pelafalan Nama Buddha yang Diajarkan oleh Mahastamaprapta Bodhisattva”, di sana Dharmaraja belajar metode Tanah Suci, serta belajar pelantunan Nama Agung Amitabha Buddha. 

Kiat utama penekunan sekte Tanah Suci adalah : “Mengingat dan melafal”. Tiap kali bersadhana kita melafalkan : “Namo Amitabha Buddhaya dalam nama agung berjumlah tiga ratus enam puluh triliun seratus sembilan belas ribu lima ratus” dan pelimpahan jasa : “Semoga semua yang melafal Nama Buddha, terlahir di Sukhavatiloka.” Dua metode ini merupakan metode sekte Tanah Suci. 

Sebenarnya dalam Tantra yang digunakan adalah penjapaan mantra, namun sadhana Zhenfo Zong merupakan perpaduan antara metode Tantra dengan sekte Tanah Suci, ada japa mantra, juga ada pelafalan Nama Buddha.

Biksu Chan Yongming Yanshou pernah mengatakan : “Ada metode Chan dan metode Tanah Suci, laksana harimau bertanduk.”, sedangkan kita Zhenfo Zong adalah : “Ada metode Tantra dan Tanah Suci, laksana harimau bertanduk.”, sudah harimau, bertanduk pula, artinya adalah lebih hebat !

Dharmaraja meminta supaya semua mencerahi kalimat dalam Hrdaya Sutra : “Mencerahi tiada suatu yang diperoleh, Bodhisattva.”, ketahuilah bahwa klesha ada karena “Tidak berhasil memenuhi keinginan diri”, maka cerahilah “Tiada suatu yang diperoleh”, dengan demikian semua klesha dapat dipatahkan. Gunakan konsep ini dalam hidup dan interaksi dengan sesama, dengan demikian tidak akan ada kerisauan batin, tidak akan timbul pikiran keliru. Perbuatan yang didasari oleh sikap batin yang wajar merupakan karma baik, tidak ada karma buruk, maka Anda adalah Bodhisattva. 

Untuk terlahir di Sukhavatiloka tidak hanya mengingat dan melafal Nama Buddha, namun juga perlu untuk mencapai kondisi satu hati tak galau, ini adalah kondisi samadhi, mencerahi tiada suatu yang diperoleh, sehingga tidak muncul pikiran keliru, mencapai kesucian Bodhisattva, dan Trini Arya Sukhavati muncul untuk menjemput. 

Dharmaraja menekankan, untuk terlahir di Sukhavati, mesti mempersiapkan sumber daya yang baik, yaitu mesti ada karma baik, menghimpun banyak pahala, karena berkat himpunan pahala Anda dapat berjumpa dengan Guru yang baik yang dapat membimbing Anda, sehingga Anda dapat memperoleh kiat bhavana, memasuki samadhi, satu hati tak galau, dapat mengingat dan melafal Buddha, dengan demikian Anda telah memiliki bekal untuk terlahir di Sukhavatiloka. 

Dharmaraja Liansheng Mengulas Lamdre :

Melatih marga memperoleh hasil pencapaian, inilah marga-phala ( Lamdre ). Lamdre merupakan kitab utama bagi Sakyapa, sekaligus merupakan ajaran yang tertinggi, Dharmaraja Liansheng memperoleh bimbingan ajaran ini dari Dezhung Rinpoche sehingga dapat memahami ajaran Lamdre. 

Mengupas mengenai Empat Nilai, empat nilai ini dibagi lagi menjadi luas dan ringkas, luas berarti mengetahui semua, sedangkan ringkas berarti intisari, contohnya : Mahaprajnaparamita Sutra adalah versi luas dari sutra ini, sedangkan Hrdaya Sutra adalah versi ringkasnya. 

Pengulasan Empat Nilai :

1.    Nilai Sabda : Sutra adalah nilai sabda, pembabaran Dharma Sakyamuni Buddha selama 49 tahun dihimpun menjadi Mahapitaka, Mahapitaka terdiri dari : Sutra yang dibabarkan oleh Buddha, Vinaya yang dibabarkan oleh Buddha, dan sastra atau karya tulis yang berisi pengulasan ajaran oleh para Guru Sesepuh yang telah mencapai keberhasilan bhavana. Semua isi Mahapitaka dapat disebut sebagai nilai sabda, merupakan pembabaran dari suciwan, mengandung daya untuk menuntun kita mencapai Negeri Buddha, atau mencapai kesucian Arhat, Bodhisattva, Pratyekabuddha, atau bahkan Buddha. 

2.    Nilai Sejarah :
Hasil karya tulis Guru Sesepuh, atau sabda dari para pendahulu memiliki nilai sejarah dan mengandung daya. Sama seperti sastra dan sabda dari Guru yang dapat membawa kita mencapai keberhasilan bhavana, dapat memunculkan daya supaya kita dapat mencapai alam suci atau empat tingkat kesucian, semua ini disebut sebagai : Nilai Sejarah. 

3.    Nilai Kiat Guru :
Guru mengupas dan membabarkan kiat utama dalam nilai sabda dan nilai sejarah, ditambah dengan nilai anubhava bhavana dari Vajracarya, merupakan kiat utama dari Sang Acarya sendiri. Acarya yang dimaksud di sini bukan Acarya biasa, melainkan Acarya yang benar-benar telah mencapai keberhasilan bhavana, Acarya yang demikian baru bisa membabarkan kiat dan kunci bhavana beliau sendiri, baru bisa membuat para siswa memperoleh daya untuk mencapai keberhasilan tertinggi, inilah nilai kiat Guru. 

Di antara empat jenis nilai ini, nilai kiat Guru adalah yang terunggul, sebab nilai sabda hanya berupa sebuah kitab, sedangkan nilai sejarah merupakan karya tulis dari para Sesepuh Suci, jika tidak membaca dan memahaminya, atau tidak memperoleh kuncinya, sama halnya dengan tidak bermanfaat, di sini lah letak pentingnya kiat utama yang dibabarkan oleh Mulacarya. 

4.    Nilai Anubhava :
Setelah memperoleh nilai sabda, nilai sejarah ajaran, dan nilai kiat Guru, ketiganya dipadukan, dan sadhaka sendiri berbhavana dengan tekun hingga memperoleh anubhava, ini disebut sebagai nilai anubhava. 

Dharmaraja memberikan contoh pengalaman pribadi : Setiap malam manunggal dengan Istadevata, Istadevata memasuki tubuh, diri sendiri menyadarinya, dan dapat segera memasuki samadhi, memperoleh anubhava dari samadhi, anubhava dari manunggal, muncul daya dari pemanunggalan dengan Istadevata, inilah nilai anubhava. Saat itu akan muncul Dharmabala, doa yang dipanjatkan kepada Istadevata dapat terpenuhi, diri sendiri juga bisa menghasilkan tubuh jelmaan, bahkan dapat memasuki mimpi semua siswa, ini juga merupakan sebuah daya. 

Dharmaraja bertanya, siapa yang pernah bermimpi Mahaguru, silakan angkat tangan. Semua umat di lokasi pun mengangkat tangan, menandakan semua pernah bermimpi Mahaguru. Mahaguru menceritakan, pernah ada seorang siswa yang tidak pernah bermimpi Mahaguru, Dharmaraja pun berjanji akan memasuki mimpinya, setelah memperoleh empat kali adhisthana selama sebulan, baru-baru ini siswa tersebut melaporkan bahwa Mahaguru telah hadir memberi adhisthana dalam mimpinya. 

Sebelum mengakhiri Dharmadesana, Dharmaraja mengatakan : Bhavana Buddhadharma tidak bisa dilakukan hanya melalui obrolah kosong, sebab Dharma mesti benar-benar dipraktikkan supaya memperoleh anubhava, inilah yang paling penting. 

Teks Lamdre :

5.3 Empat Nilai
Luas : Nilai yang membawa pada samadhi – atribut sifat – jenis – nilai sabda, nilai sejarah, nilai kiat Guru, nilai anubhava. 

NIlai Samadhi – Mengupas kesinambungan phala dari hetu, dengan tambahan penjelasan mengenai kesinambungan hetu samadhi, kesinambungan upaya.

Metode nilai samadhi – hetu – berupa hetu enam alam dan phala enam alam. 

Marga – Nilai anubhava, nilai kiat Guru, nilai sejarah ajaran, dan nilai sabda. 
Phala – Dharmakaya, Rupakaya.

Empat Nilai secara ringkas : Nilai anubhava, nilai kiat Guru, nilai sejarah ajaran, dan nilai sabda. 

Saat ini menjadi darsana yang menghasilkan samadhi terunggul, dapat dengan cepat menjalani marga, sehingga diajarkan marga empat nilai, seperti yang dikatakan dalam sloka : “Melalui empat nilai ini memperoleh hasil dari samadhi.” Ini dibagi menjadi : Nilai untuk bersamadhi, nilai samadhi, dan metode nilai samadhi. 

7.1 Nilai untuk Bersamadhi
Dibagi menjadi dua : Atribut sifat dan jenis.

1.    Atribut sifat :
Diri sendiri menghasilkan darsana samadhi terunggul, yang tidak dapat digantikan oleh keyakinan dan penjelasan lain. 

2.    Jenisnya :
Dibagi menjadi empat : nilai sabda, nilai sejarah ajaran, nilai kiat Guru, nilai anubhava. 

1.    NIlai Sabda : Sabda ajaran dari Tathagata, disebut sebagai nilai sabda.
2.    Nilai Sejarah Ajaran : ajaran yang ditransmisikan dan memiliki nilai bersejarah, berupa ajaran yang memiliki nidana sejati, seperti sastra Dharma. 
3.    Nilai Kiat Guru : Acarya membabarkan kiat dalam nilai sabda dan nilai sejarah ajaran, Vajracarya juga membabarkan nilai anubhava hasil dari pengalaman bhavana sejati diri sendiri, ini semua merupakan nilai kiat Guru ; Semua nilai yang lain mesti diperoleh dari nilai kiat Guru, di antara semua nilai, nilai kiat Guru adalah yang paling unggul. 
4.    Nilai Anubhava : Ketiga nilai di atas dapat digunakan untuk memasuki samadhi, dan merupakan nilai dari anubhava yang dihasilkan melalui bhavana seorang yogi ; Ini merupakan akar dari semua nilai yang lain, melalui nilai inilah nilai yang lain dapat menjadi sebuah nilai, ketiga nilai yang lain merupakan gabungan dari nidana nilai anubhava. 


Judul Asli :
2019年8月31日西雅圖雷藏寺阿彌陀佛本尊法同修

Klik di sini untuk versi bahasa Mandarin

◎ Situs TBSN Terbaru ( Mandarin ) :
https://ch.tbsn.org/

Siaran Langsung Kebaktian dari Ling Shen Ching Tze Temple, setiap Minggu pukul 10:00 ( WIB )
Siaran Langsung Upacara Homa di Rainbow Temple, setiap Senin pukul 05:00 ( WIB )

◎ Klik di sini untuk tautan siaran langsung dengan penerjemah Inggris

◎ Klik di sini untuk tautan siaran langsung Mandarin

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :

http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Buddha Guru.