Halaman Utama > Fokus Internasional > 4 Agustus 2019 Upacara Agung Homa Nagarjuna Bodhisattva di Rainbow Temple Seattle Amerika Serikat


4 Agustus 2019 Upacara Agung Homa Nagarjuna Bodhisattva di Rainbow Temple Seattle Amerika Serikat

【Berita TBS Seattle】

Penguasa Ribuan Sastra Nagarjuna Bodhisattva Merupakan Sesepuh 8 Sekte Sutrayana dan Tantrayana

Sore hari tanggal 4 Agustus 2019, Rainbow Temple ( 彩虹雷藏寺 ) Amerika Serikat dengan tulus mengundang Dharmaraja Liansheng Lu Shengyan ( 蓮生活佛盧勝彥 ) untuk memimpin Upacara Agung Homa Nagarjuna Bodhisattva. 

Pada tanggal 25 Februari 2018 di Balai Peringatan Chiang Kai-shek Taiwan, untuk pertama kalinya Dharmaraja memimpin Upacara Agung Nagarjuna Bodhisattva Tolak Bala, Pemberkahan, Penyeberangan, dan Perlindungan Negara, serta menganugerahkan transmisi perdana Sadhana Istadevata Nagarjuna Bodhisattva dan Abhiseka Mulamadhyamakakarika. 

Nagarjuna Bodhisattva atau Long-shu Pu-sa memperoleh nama Nagarjuna karena mencapai pencerahan berkat bangsa naga setelah memasuki Istana Naga, dan karena lahir di bawah Pohon Arjuna. Nagarjuna Bodhisattva adalah Sesepuh 8 sekte Sutrayana dan Tantrayana, serta merupakan penguasa ribuan sastra. Beliau pernah berjumpa dengan Vajrasattva saat membuka Stupa Besi di India Selatan, memperoleh transmisi Mahavairocana Sutra dan Vajrasekkhara Sutra. 

Semasa hidup Nagarjuna Bodhisattva membabarkan Buddhadharma, menaklukkan pandangan sesat, serta banyak menghasilkan karya tulis yang berisi pandangan filosofi Beliau yang mengguncang dunia agama Buddha. Beberapa di antaranya adalah : Mahaprajnaparamitasastra, Dvadasanikayasastra, Satasastra, Sunyatasaptatisastra, Vigrahavyavartanisastra, Yuktisastikasastra, Dasabhumikavibhasasastra, Mahayanavimsatikarikasastra, Bodhisambharasastra, Pratityasamutpadahrdayakarikasastra, dan berbagai karya termasyhur lainnya, sehingga Beliau dijuluki sebagai Penguasa Ribuan Sastra. 

Di antaranya, Mulamadhyamakakarika yang paling terkenal merupakan fondasi bagi aliran Madhyamika. Karena sastra dalam Madhyamika merupakan inti ajaran Mahayana, maka pengaruhnya sangat besar bagi dunia agama Buddha, sehingga kedudukan Nagarjuna Bodhisattva sangat tinggi, dijuluki sebagai Buddha ke-2, sumbangsih Beliau kepada pembabaran Buddhadharma sangat besar, Beliau memiliki kebijaksanaan agung yang langsung menunjuk pada Buddhata, Beliau adalah Mahasiddha yang agung yang hidup pada masa setelah parinirvananya Sang Buddha. 

Salah satu pengalaman bhavana Nagarjuna Bodhisattva yang paling terkenal adalah pada saat Beliau menjalani pertapaan di Kailasa, ada seorang biksu tua yang mengajarkan Sutra Mahayana, sehingga Beliau menjadi sangat tertarik terhadap Sutra Mahayana. Karena leluhur Beliau adalah bangsa naga di India Utara, maka Nagarjuna Bodhisattva menggunakan abhijna memasuki Istana Naga di dasar samudra untuk membaca dan mencatat semua Sutra Mahayana yang tersimpan dalam Istana Naga, sehingga agama Buddha Mahayana menjadi semakin berkembang pesat. 

Madhyamika Prasangika Menganalisis Objek Menggunakan Hetuvidya
Menggunakan Pemikiran Jalan Tengah untuk Mematahkan Dua Pandangan Ekstrem

Dharmaraja Liansheng membabarkan, saat ini dalam agama Buddha ada dua pemikiran : Yang satu adalah vijnaptimarta atau Yogacara yang mempelajari delapan vijnana : mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, pikiran, akar pikiran, dan alaya ; Sedangkan yang satu lagi mempelajari pandangan jalan tengah, disebut aliran Madhyamika. Aliran Madhyamika terdiri dari dua sekte, yaitu : Madhyamika Prasangika dan Madhyamika Svatantrika. 

Madhyamika Prasangika yang terutama adalah menggunakan hetuvidya untuk menganalisis objek, menggunakan pemikiran jalan tengah untuk mematahkan dua pandangan ekstrem, menampakkan realisasi yang mesti dicapai diri sendiri. Dharmaraja menggunakan sebuah kisah penciptaan manusia sebagai perumpamaan, terlebih dahulu menciptakan yang putih, kemudian yang hitam, dan terakhir menciptakan yang kuning sebagai jalan tengah. Tubuh manusia juga tergolong dalam konsep jalan tengah, sebab segala sesuatunya tidak boleh berlebihan dan kekurangan ; Segala sesuatu tidak berpihak pada kosong maupun keberadaan, demikian pula tidak berpihak pada keabadian maupun nihilisme, Madhyamika ada di antara kosong dan keberadaan, ibarat senar yang dipasang dengan tepat, tidak terlalu kencang, juga tidak terlalu kendur. Perkembangan agama Buddha secara horizontal adalah Madhyamika, secara vertikal adalah Vijnaptimarta, dan titik pertemuan keduanya menghasilkan bunga dan buah.

Dharmaraja melanjutkan pengulasan Lamdre :

Dalam teks disebutkan : “Abhiseka jalan luas ( Mahaprajnaparamita Sutra ), abhiseka jalan menengah ( Vajracchedika Sutra ), dan abhiseka jalan ringkas ( Hrdaya Sutra ).”, Dharmaraja membuat perumpamaan : Sebagai Mulacarya atau Guru Akar mesti menerima abhiseka jalan luas, “Sebagai seorang Guru Akar mesti luas dan mendalam, sedangkan Acarya biasa mesti menerima abhiseka jalan menengah.”

Abhiseka dalam Zhenfo Zong dibagi menjadi empat macam : Abhiseka Kalasa, Abhiseka Internal ( Abhiseka Bunga Merah dan Putih ), Abhiseka Sparsah, dan Abhiseka Mahapurna ; Kalasa abhiseka diisi amrta tirta, dibagi lagi menjadi enam macam, disebut enam abhiseka umum ( Abhiseka Kalacakra Vajra juga meliputi enam macam ini ), ditambah dengan Abhiseka Acarya menjadi tujuh macam abhiseka ; Selain itu, dalam hal spiritual, Vajracarya hetu sebagai pemimpinnya, dan dalam hal materi adalah vajra karman yang mempersiapkan. Dharmaraja menekankan, urutan dari abhiseka yang sesuai tata Dharma adalah : Dari angkasa masuk ke mandala, dari mandala masuk ke dalam sarana abhiseka, kemudian Acarya menggunakan sarana abhiseka untuk mengadhisthana. 

Dharmaraja mengenang, dahulu ada seorang Guru yang saat mengabhiseka beliau, terlebih dahulu akan menyanyikan sajak ini baru kemudian memberi abhiseka : “Dalam semua bagian tubuh, ada 36 ribu Dewata, semoga tubuhku leluasa, senantiasa berdiam dalam Tri-ratna.” 

Dharmaraja memberitahu semua, “Saat Anda memberi abhiseka, Anda sendiri adalah Tri-ratna, Vajracarya menjelma menjadi Tri-ratna, menggunakan tubuh Tri-ratna mengabhiseka siswa, inilah abhiseka yang sejati.” Bahkan setiap benda ritual mesti disucikan dan diadhisthana. Pancaskandha dapat digunakan untuk abhiseka, tubuh - ucapan - pikiran juga dapat digunakan untuk abhiseka, semua dapat ditransformasikan menjadi sarana abhiseka.

Usai Dharmadesana, Dharmaraja berwelas asih menganugerahkan Abhiseka Sadhana Nagarjuna Bodhisattva, segalanya mangala dan sempurna.

Judul Asli :
2019年8月4日美國西雅圖彩虹雷藏寺龍樹菩薩護摩大法會

Klik di sini untuk versi bahasa Mandarin

◎ Situs TBSN Terbaru ( Mandarin ) :
https://ch.tbsn.org/

Siaran Langsung Kebaktian dari Ling Shen Ching Tze Temple, setiap Minggu pukul 10:00 ( WIB )
Siaran Langsung Upacara Homa di Rainbow Temple, setiap Senin pukul 05:00 ( WIB )

 

◎ Klik di sini untuk tautan siaran langsung dengan penerjemah Inggris

◎ Klik di sini untuk tautan siaran langsung Mandarin

 

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Buddha Guru.