Halaman Utama > Fokus Internasional > 3 Agustus 2019 Puja Bakti Sadhana Padmakumara di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple


3 Agustus 2019 Puja Bakti Sadhana Padmakumara di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple


《TBS – Berita Seattle Ling Shen Ching Tze Temple》

Memasuki bulan Agustus, Upacara Agung Musim Semi tahunan di vihara cikal bakal sudah hampir tiba. Banyak umat dari berbagai negara yang menempuh perjalanan jauh menuju Seattle Amerika Serikat demi menerima transmisi ajaran, serta demi mendukung pembabaran Dharma Mulacarya. Melihat banyak umat yang datang dari jauh, Mahaguru dan Gurudara nampak penuh sukacita. 

Sadhana puja bakti hari Sabtu kali ini adalah Sadhana Padmakumara dan pengulasan Lamdre. Mendekati pukul 8 malam, barisan rapi penyambut Guru membuka jalan bagi Dharmaraja Liansheng dari Taman Arama menuju ke bhaktisala untuk memimpin puja bakti. Dharmaraja mengenakan rompi naga berwarna putih, memancarkan keagungan dan welas asih. 

Usai puja bakti yang khidmat dan sempurna, Dharmaraja membahas Adhinatha Upacara Agung Musim Gugur tanggal 24 Agustus adalah Y.A. Milarepa. Dalam Tantra Tibet, Y.A. Milarepa sangat termasyhur, Beliau adalah Guru Sesepuh sekte Kagyud. Silsilah Beliau berasal dari Tilopa, Naropa, Marpa, dan kemudian Y.A. Milarepa mentransmisikannya kepada Gampopa, dan terus sampai kepada Gyalwa Karmapa pertama. Adhinatha upacara kali ini adalah Y.A. Milarepa yang sangat dihormati oleh semua tantrika, Dharmaraja berharap semua tidak melewatkan upacara agung kali ini. 

Silsilah Kagyud dari Dharmaraja berasal dari Gyalwa Karamapa ke-16 yang beliau jumpai di Karma Triyana Dharmachakra New York tahun 1980. Dharmaraja menyebutkan empat Gurunya, Biksu Liaoming dari Nyingmapa, Guru Sakya Zhengkong ( Dezhung Rinpoche ) dari Sakyapa, Gyalwa Karmapa ke-16 dari Kagyud, dan Guru Thubten Dhargye dari Gelug, oleh karena itulah Zhenfo Zong memiliki silsilah dari empat sekte utama Tantra Tibet, bahkan juga memiliki silsilah dari Acarya Pufang (普方上師), yang silsilahnya juga berhubungan dengan Tantra Timur dan Tantra Tiongkok. 

Dharmaraja Liansheng juga membabarkan keistimewaan rumah abu Mahapadminiloka ( Shuang-lian Jing-jie / 雙蓮境界 ) di Rainbow Temple (彩虹雷藏寺), berawal dari nidana lokasi Rainbow Vila, pada saat meluncur di jalan tol no-90 nampak pelangi yang sangat terang, sehingga mobil yang ditumpangi Dharmaraja mengejar arah pelangi tersebut, dan akhirnya menemukan lokasi kaki pelangi, yang saat ini merupakan Rainbow Temple (彩虹雷藏寺). Lokasi ini disebut sebagai lokasi Tujuh Bintang Jatuh, yaitu dikelilingi oleh tujuh gunung, di depan ada Gunung Kuda Langit, Gunung Bendera, Gunung Tambur, di sisi tangan kanan ada Gunung Tirai, di belakang ada Gunung Topi Kasa, di sebelah kiri adalah Gunung Penolong, dan ada Pesisir Satu Aksara, tepat merupakan Lokasi Tujuh Bintang Jatuh. Sedangkan rumah abu Mahapadminiloka didirikan di atas Titik Cangkang, merupakan lokasi yang memiliki hawa tanah yang sangat baik, di sisi kiri dan kanan ada kerikil kembar yang merangkul Titik Cangkang, di bagian depan ada air empat penjuru yang menerjang, shio apa pun boleh masuk rumah abu Mahapadminiloka. Mahaguru mengatakan kelak beliau pasti disemayamkan di rumah abu Mahapadminiloka, jika kelak ingin mendengarkan pembabaran Dharma Mahaguru, kelak Mahaguru akan membabarkan Dharma di sana. 

Mahaguru mengulas Istadevata puja bakti hari ini : Padmakumara, sifatnya polos dan tanpa cela, tidak berdusta, dan tidak menipu. Tidak peduli bagaimanapun, Padmakumara sangat polos dan tidak menyimpan niat jahat. 

Sesungguhnya sangat mudah untuk membedakan Padmakumara yang asli dan yang palsu, Padmakumara yang asli mengembangkan Bodhicitta secara tulus. Pada tangan dan tubuh Padmakumara terdapat tanda, pada tubuhnya ada vyakarana dari Guru, Dharmapala, dan Dakini. Pada usia 26 tahun, Mahadewi Yaochi membawa Dharmaraja Liansheng terbang melihat Padmakumara, saat itu Mahadewi Yaochi di samping beliau memberitahu : Makhluk Suci yang memancarkan cahaya putih terang menyilaukan hingga wajahnya tidak terlihat, itu adalah Padmakumara, kehidupan lampau Anda. 

Dahulu di Dinasti Tang, ada 10 gita Padmakumara yang telah tersebar luas, gita yang pertama adalah :

蓮花童子見金仙,
Liánhuātóngzǐ jiàn jīnxiān,
Padmakumara menemui Suciwan Mulia,

落花虛空左右旋,
luòhuā xūkōng zuǒyòu xuǎn,
Hujan bunga turun dari angkasa,

微妙天音雲外聽,
wéimiào tiānyīn yun wài tīng,
Disambut dengan alunan musik surgawi,
 
盡說極樂勝諸天
jǐn shuō jílè shèng zhūtiān.
Membabarkan Sukhavati yang menggungguli semua surga.

Dari sini dapat diketahui bahwa asal-usul Padmakumara sudah sangat lama. 

Teks Lamdre :
Jika telah melanggar Samaya posisi mula, mesti membuat supaya aksara nadi Sambhogakaya Dakini Prajna bersukacita, kemudian mesti dilaksanakan sampai nampak hasilnya ; 
Maknanya adalah, boleh memilih salah satu jalan untuk ditekuni, dan bila berhasil mencapai fokus, berarti telah memperoleh hasil dari bhavana, serta berhasil meningkatkan dan menghimpun Prana Hati dari Dakini Internal. 

Bagi yang melanggar "Samaya yang Diperoleh Kemudian", mesti membuat Dakini Mamaki bersukacita, sampai muncul realisasi, penjelmaan Dakini Mamaki, 157 nadi dalam tubuh ; Berbhavana sampai mencapai realisasi dan membuatnya bersukacita, artinya adalah timbul tiga anubhava tanpa cela dalam batin, loka parisuddhi memenuhi nadi tubuh, dan sukha terus sinambung.

Jika melanggar Samaya di atas 12 bagian, mesti membuat Dakini Pemakan Daging dan Dakini Samaya bersukacita, persembahan berupa torma darah dan daging serta ganacakrapuja. Ini merupakan instruksi metode menambal pelanggara 20 jenis samaya bagi marga menengah. 

Dharmaraja Liansheng Mengulas Makna Lamdre :

Teks bagian pertama membahas prana, nadi, dan bindu. Bagi sadhaka yang melanggar samaya mula, mesti berbhavana menggunakan prana, nadi, dan bindu, dan setelah benar-benar mencapai realisasi, memperoleh sukha yang sangat besar, maka sadhaka baru berhasil mengatasi pelanggaran tersebut. 

Sukha adalah sebuah sensasi atau anubhava, dapat merasakan sukha, berarti telah memperoleh realisasi. Sukha ini muncul dari dalam batin, dan tidak sama dengan kenikmatan biasa, sukha ini disebut sahajananda, merupakan kenikmatan yang terus sinambung. Saat kundalini bangkit, sukha akan muncul. Bindu turun, prana menembus nadi, juga dapat menghasilkan sukha. Untuk merealisasikan sukha ini, sadhaka mesti bisa memusatkan perhatian / fokus ( memasuki samadhi ).

Dharmaraja menceritakan, pada saat santap malam kemarin, beliau memberitahu semua, ada banyak Dakini yang hadir, antara lain, Dakini Pelindung Empat Arah ( Dakini Pemakan Daging ), Dakini Delapan Arah, 20 Dewi dari 20 Dewata, dan para Dakini Bhagavati yang banyaknya bagaikan bintang di angkasa, semua hadir sebelum acara santap malam dimulai. Dakini Pemakan Daging berwujud tubuh manusia dan kepala hewan buas, tergolong sebagai Heruka. Sukha muncul dari dalam hati, namun sukha ini bukanlah kenikmatan biasa. Sesuai petunjuk dalam teks, sadhaka mesti bisa membuat Dakini Mamaki bersukacita. Juga mesti membuat Dakini Pemakan Daging ( Heruka ) dan Dakini Samaya bersukacita.

Makna dalam bagian teks malam hari ini, terutama adalah bagaimana sadhaka yang melanggar sila dapat menambal sila yang telah dilanggar, setiap jenis pelanggaran ada metode tersendiri untuk menambalnya. Gunakanlah metode bhavana, tekuni dengan sungguh-sungguh hingga meraih pencapaian. Pencapaian pertama adalah sukacita tanpa batas yang terus sinambung ; Pencapaian kedua adalah tubuh dapat memancarkan cahaya terang ; Pencapaian ketiga adalah memasuki samadhi memahami sunyata sejati. 

Usai Dharmadesana yang sangat berharga, Dharmaraja memberikan Abhiseka Sarana bagi umat yang baru, kemudian mengadhisthana Ari Mahakaruna Dharani, dan mengabhiseka pratima Buddha. Sebelum meninggalkan vihara, Dharmaraja berwelas asih memberikan adhisthana jamah kepala kepada setiap umat yang hadir, supaya segala harapan yang baik dan wajar dapat terpenuhi. Melangkah keluar dari pintu bhaktisala, tertiup angin malam yang sejuk, seketika rasa gerah di siang hari pun sirna, malam hari ini kami kembali memperoleh anugerah Dharmasukha. 

Judul Asli :
2019年8月3日 西雅圖雷藏寺蓮花童子本尊法同修

Klik di sini untuk versi bahasa Mandarin

◎ Situs TBSN Terbaru ( Mandarin ) :
https://ch.tbsn.org/

Siaran Langsung Kebaktian dari Ling Shen Ching Tze Temple, setiap Minggu pukul 10:00 ( WIB )
Siaran Langsung Upacara Homa di Rainbow Temple, setiap Senin pukul 05:00 ( WIB )

◎ Klik di sini untuk tautan siaran langsung dengan penerjemah Inggris

◎ Klik di sini untuk tautan siaran langsung Mandarin

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Buddha Guru.