Halaman Utama > Fokus Internasional > 7 Juli 2019 Upacara Agung Homa Trini Arya Sukhavati di Rainbow Temple Amerika Serikat


7 Juli 2019 Upacara Agung Homa Trini Arya Sukhavati di Rainbow Temple Amerika Serikat


【Berita TBS Seattle】

Sore hari tanggal 7 Juli 2019, Rainbow Temple (彩虹雷藏寺) Amerika Serikat mengundang Mulacarya Dharmaraja Liansheng Lu Shengyan (蓮生活佛) untuk memimpin Upacara Agung Homa Trini Arya Sukhavati. Di antara umat yang hadir pada hari itu, ada sepasang suami istri dari Atlanta, sang istri adalah keturunan Vietnam, mereka hadir berpartisipasi dalam upacara sekaligus sowan kepada Dharmaraja Liansheng. Semenjak 6 tahun lalu, Mahadewi Yaochi telah menampakkan diri dan memberitahukan banyak hal kepadanya, dan meminta supaya ia berkunjung ke Seattle. Selain itu, Dharmaraja Liansheng sendiri juga menampakkan diri kepadanya sebanyak tiga kali, mengundang mereka datang ke Seattle. Berkat keyakinan yang teguh, setelah mencari selama 6 tahun, akhirnya mereka dapat menemukan Dharmaraja Liansheng. Peristiwa ini sekali lagi merupakan bukti daya adhisthana Buddha dan Bodhisattva yang luar biasa. 

Sadhana Trini Arya Sukhavati pertama kali ditransmisikan oleh Dharmaraja Liansheng pada tanggal 30 Maret 2013 di Taiwan Lei Tsang Temple (台灣雷藏寺). Menurut yang tertulis dalam artikel berjudul : “Metode Paling Mudah” dalam buku “Pedang Kebijaksanaan Satyabuddha”, pagi hari pukul 6 sehari sebelum transmisi sadhana, Trini Arya Sukhavati telah menampakkan diri di hadapan Dharmaraja, “Trini Arya berdiri di atas padmasana, berparas agung, memancarkan cahaya menyilaukan.” Malam hari itu, Buddha mengajarkan metode sadhana yang paling mudah untuk terlahir di Sukhavatiloka. 

Dharmaraja mengatakan, “Bukankah metode paling mudah adalah metode satu hati tak galau japa Nama Buddha seperti yang tertulis dalam Amitabha Sutra ?” Buddha memberitahu Dharmaraja : “Japa Nama Buddha memang mudah, namun untuk mencapai kondisi satu hati tak galau sungguh sukar. Saya hendak mengajarkan bagaimana cara mencapai kondisi satu hati tak galau ! Satu hati tak galau adalah samatha, sementara pikiran khayal sangat sukar untuk dibendung, oleh karena itu sangatlah sukar untuk dihentikan. Japa Nama Buddha juga tidak mudah, banyak orang menjapa Nama Buddha, namun pikirannya melayang ke mana-mana, sehingga sangat sukar berkontak batin.” 

Pada masa awal belajar Buddha, Dharmaraja pernah belajar Sekte Sukhavati kepada Upasaka Li Bing-nan, dalam agama Buddha, Sekte Sukhavati disebut juga sebagai : Jalan Mudah, sebuah jalan bhavana yang mudah mencapai keberhasilan. Sekte ini sangat populer di Tiongkok, Taiwan, Korea, dan Jepang, metode bhavana yang digunakan adalah japa Nama Buddha, sesuai dengan yang tertulis dalam Amitabha Sutra, sadhaka dapat mencapai keberhasilan hanya dengan menjapa Nama Buddha, kelak pada saat jelang wafat, Trini Arya Sukhavati akan datang menjemput. 

Dharmaraja berpesan, selain menjapa Nama Amitabha Buddha, sadhaka juga perlu japa nama kedua abdi, yaitu : Avalokitesvara Bodhisattva dan Mahastamaprapta Bodhisattva, “Sebab, Avalokitesvara Bodhisattva yang terutama dalam maitrikaruna, memiliki hati mahamaitri dan mahakaruna, mendengar suara derita dan berupaya menolongnya, serta dimuliakan dengan sebutan : ‘Menanggapi permohonan di seluruh penjuru.’ ; Mahastamaprapta Bodhisattva terutama dalam kebijaksanaan, ketiga Adhinatha ini merupakan Istadevata utama dalam bhavana sekte Sukhavati.”

Ada dua syarat utama dalam japa Nama Buddha supaya benar-benar terlahir di alam suci :

1.    Menghimpun berkah dan kebajikan, mengembangkan Bodhicitta, menekuni sambhara-marga, dan memberi manfaat bagi semua makhluk.
2.    Satu hati dan tak galau. 

Meskipun dikatakan bahwa Tantra adalah Jalan Sukar, namun menurut Dharmaraja, ‘Jalan Sukar’ dan ‘Jalan Mudah’ dapat dipadukan, ‘Jalan Mudah’ dapat ditekuni sehingga sadhaka dapat terlahir di alam suci. 

Meskipun Dharmaraja belajar Tantra, namun sampai saat ini, Dharmaraja masih tetap menekuni metode Sukhavati, dan tidak pernah meninggalkannya, saat beraktivitas, diam, duduk, atau berbaring, selalu satu hati menjapa Nama Buddha, setiap hari, sebelum tidur, selalu mengucapkan : 

“Terlahir di alam suci, terbebas dari samsara, Namo Amituofo.” Kemudian menjapa : “Yaochijinmu” ( Mahadewi Yaochi ), dilanjutkan dengan : “Namo Amitabha Buddhaya dalam nama agung berjumlah tiga ratus enam puluh triliun seratus sembilan belas ribu lima ratus. Om. Amidiewa. Xie.” Sebanyak 3x kemudian dilanjutkan dengan pelimpahan jasa :

Semoga kami umat Buddha, terlahir di Sukhavatiloka.
Keatas berbakti kepada Sang Buddha, Guru, Ayah ibu dan Negara.
Kebawah membantu mereka di tiga alam samsara.
Bertekad mencapai pencerahan Buddha.
Terbebas dari tumimbal lahir menyeberangkan makhluk samsara. 

Terakhir melakukan simabandhana, Dharmaraja pun melihat Trini Arya Sukhavati muncul di hadapan, “Ini artinya dijamin pasti terlahir di alam suci.”. Trini Arya Sukhavati paling berjodoh dengan para insan, Dharmaraja menganjurkan supaya semua menekuni metode Sukhavati, supaya tidak diragukan lagi, pasti terlahir di alam suci. 

“Menghimpun berkah dan kebajikan berarti menekuni sambhara-marga”, Dharmaraja menyemangati semua, metode yang paling mudah adalah setiap hari menekuni sambhara-marga, kemudian secara bertahap menekuni : prayogamarga, darsanamarga, bhavanamarga, dan Parayana. Jika sadhaka dapat berbhavana sesuai dengan lima tahapan ini, sampai pada Parayana, berarti telah mencapai keberhasilan Bodhisattva atau bahkan Buddha. 

“Himpun bekal hidup bersadhana, gunakan berkah Anda untuk berbuat kebajikan, memberi manfaat bagi para insan, satu hati tak galau, dan terakhir, memasuki samadhi, oleh karena itulah, Trini Arya Sukhavati sangat penting.”

Dharmaraja melanjutkan pengulasan Lamdre :

Dalam teks tertulis mengenai : “Tiga gelombang vajra”, yaitu : warna, cahaya terang, dan suara. Warna merepresentasikan tubuh Anda, suara merepresentasikan mulut, dan cahaya terang merepresentasikan pikiran. “Tiga gelombang vajra merupakan tubuh, ucapan, dan pikiran yang berubah menjadi cahaya, berpadu melalui warna, cahaya terang, dan suara, ini ada samayanya.” Dharmaraja mengingatkan, sadhaka harus menjaga samaya, jangan sampai diperdaya oleh pandangan, pikiran, dan rintangan pengetahuan.

Usai Dharmadesana, Dharmaraja berwelas asih menganugerahkan Abhiseka Sadhana Trini Arya Sukhavati, upacara pun telah sempurna dan mangala.

Judul Asli :
2019年7月7日美國西雅圖彩虹雷藏寺淨土三尊護摩大法會

Klik di sini untuk versi bahasa Mandarin

Siaran Langsung Kebaktian dari Ling Shen Ching Tze Temple, setiap Minggu pukul 10:00 ( WIB )
Siaran Langsung Upacara Homa di Rainbow Temple, setiap Senin pukul 05:00 ( WIB )

◎ Klik di sini untuk tautan siaran langsung dengan penerjemah Inggris

◎ Klik di sini untuk tautan siaran langsung Mandarin

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Buddha Guru.