Halaman Utama > Fokus Internasional > 30 Juni 2019 Upacara Agung Homa Manohara Vasudhara di Rainbow Temple


30 Juni 2019 Upacara Agung Homa Manohara Vasudhara di Rainbow Temple

【Berita TBS Seattle】

Pada sore hari tanggal 30 Juni 2019, Rainbow Temple (彩虹雷藏寺) Seattle Amerika Serikat dengan tulus mengundang Dharmaraja Liansheng Lu Shengyan (蓮生活佛盧勝彥) untuk memimpin Upacara Agung Homa Manohara Vasudhara. 

Semenjak pertama kali transmisi Sadhana Manohara Vasudhara pada tanggal 23 Februari 2013 sampai saat ini, banyak siswa yang telah menang lotre utama berkat menekuni Sadhana Manohara Vasudhara sesuai dengan instruksi dan kiat yang dibabarkan oleh Dharmaraja. Dharmaraja Liansheng mengajarkan, saat mengundang kehadiran Manohara Vasudhara, bentuk mudra vajrankusa dan mudra ini mesti diputar ke kiri dan ke kanan masing-masing 3 kali, “Saat Anda bentuk Mudra Manohara, putar 3 kali, dengan demikian Anda dapat menyentuh Hati-Nya, dan Ia pun akan turun hadir, Anda juga visualisasikan vajrankusa yang dipegang oleh Manohara Vasudhara berputar 3 kali, dan pada saat yang sama tangan ( mudra ) Anda juga mesti putar 3 kali.”

Manohara Vasudhara adalah penjelmaan Hati Amitabha Buddha, Beliau mengait semua intisari dari semua alam suci ke  Sukhavatiloka. Dharmaraja memuji : “Beliau adalah Dewi Rezeki Negeri Buddha yang paling agung.”, tidak hanya demikian, menekuni sadhana ini dan berkontak yoga berarti juga kontak yoga dengan Buddha. 

Berikutnya, Dharmaraja Liansheng juga mengisahkan perihal berpulangnya Shima ( Ibunda dari Mahaguru ). Selama belum mengenali Buddhata, maka umat manusia masih melekati sumber daya dan kenikmatan dunia fana, cenderung menyukai kekuasaan, harta, kerupawanan, dan kedudukan, oleh karena itulah dalam membimbing insan, Manohara Vasudhara juga menggunakan metode penyesuaian, supaya para insan bersukacita dalam menekuni Sadhana Manohara Vasudhara, sehingga setelah menekuninya, Anda memiliki bekal bersadhana, dan dapat berbhavana dengan tenang.

Dalam Tantra ada banyak metode penyesuaian, namun orang yang bijak akan memahami bahwa selain kekuasaan, kedudukan, harta, dan kerupawanan, yang terutama adalah mesti mengetahui sumber kehidupan kita, berpulang pada sumber itu, menyambung Buddhata diri sendiri dengan Buddhata Mula alam semesta, kembali pada yang mula, “Mengenali Aku Mula, kembali pada Mahaaku kesadaran tertinggi alam semesta, melalui bhavana ini, manusia dari dunia fana dapat memasuki alam Buddha Sambhogakaya, dari alam Buddha Sambhogakaya memasuki alam Buddha Dharmakaya. Inilah kehidupan yang kekal.”

Enam alam penuh derita, alam manusia juga didominasi oleh penderitaan, orang yang menderita sangat banyak, sebagian orang mengalami penderitaan eksternal ( kemiskinan, penderitaan tubuh jasmani, dan lain sebagainya ), penderitaan internal, delapan derita, dan lain sebagainya, oleh karena itulah agama Buddha dimulai dari pengenalan akan duhkha, yaitu berupaya mengatasi penderitaan, “Ini adalah kebijaksanaan”. 

Bagaimana cara memadamkan penderitaan ? Dharmaraja memberitahu semua, seperti Manohara Vasudhara yang menggunakan metode berwujud untuk mengatasi penderitaan ekstrenal, “Memahami bahwa segala sesuatu di dunia fana ini tiada yang dapat diperoleh, sehingga Anda pun dapat melampauinya, memperoleh kebahagiaan spiritual.” Setelah sadhaka kontak yoga dengan Manohara Vasudhara, kebijaksanaan pun meningkat, sehingga memperoleh ketenteraman batin, dan penderitaan ekstrenal pun padam, kembali pada mula, tidak lagi terombang-ambing dalam enam alam samsara.

Dharmaraja melanjutkan pengulasan Lamdre :

Dalam teks Lamdre disebutkan mengenai : “Samaya yang diperoleh kemudian”, Dharmaraja menjelaskan, melalui pelatihan prana, nadi, dan bindu, sadhaka memperoleh sahajananda, merupakan sukacita pembawaan, setelah memperolehnya, bertransformasi menjadi Sahajasunya, atau Svayamjnana, sukacita semacam ini juga sunya. 

“Jangan mengejar kenikmatan sesaat, kenikmatan yang diperoleh melalui bhavana benar-benar jauh melampaui kenikmatan dunia fana.”, Dharmaraja berharap supaya kita semua memahami kenikmatan hangat yang dihasilkan melalui bhavana melampaui kenikmatan dunia fana. “Dunia fana ini hanya mengejar kenikmatan nafsu keinginan.” Dharmaraja berpesan, “Orang bijak tahu bahwa kenikmatan tidak hanya di dunia fana, masih ada alam surga, bahkan empat tingkat kesucian. Orang bodoh hanya bisa pasrah terjerumus dalam enam alam samsara, sedangkan orang bijak, karena telah mengenali adanya alam surga, bahkan alam empat tingkat kecuian, maka ia dapat berbhavana mencapai moksa.”

Usai Dharmadesana, Dharmaraja berwelas asih menganugerahkan Abhiseka Sadhana Manohara Vasudhara, segalanya mangala.

Judul Asli :
2019年6月30日彩虹雷藏寺勾財天女護摩大法會

Klik di sini untuk versi bahasa Mandarin
 

Siaran Langsung Kebaktian dari Ling Shen Ching Tze Temple, setiap Minggu pukul 10:00 ( WIB )
Siaran Langsung Upacara Homa di Rainbow Temple, setiap Senin pukul 05:00 ( WIB )

◎ Klik di sini untuk tautan siaran langsung dengan penerjemah Inggris

◎ Klik di sini untuk tautan siaran langsung Mandarin

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Buddha Guru.