Halaman Utama > Fokus Internasional > 1 Juni 2019 Puja Bakti Padmasambhava di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple Amerika Serikat


1 Juni 2019 Puja Bakti Padmasambhava di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple Amerika Serikat

【Liputan TBS Seattle】

Pada bulan Juni tahun ini, bertepatan dengan segera tibanya hari jadi Mulacarya Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu ( 蓮生活佛盧勝彥 ), banyak siswa dari berbagai negara yang datang secara khusus untuk turut merayakan hari jadi Mahaguru, semua berhimpun penuh sukacita di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple ( 西雅圖雷藏寺 ), bersama menantikan hari jadi Guru. 

Saat senja tiba, Mahaguru dan Gurudara hadir untuk berpartisipasi dalam puja bakti Sadhana Istadevata Padmasambhava. Usai puja bakti yang berjalan dengan khidmat dan penuh adhisthana cahaya Buddha, Mahaguru membabarkan bahwa Istadevata puja bakti hari ini : Guru Padmasambhava merupakan Mahabodhisattva agung yang dijunjung tinggi oleh keempat sekte Tantra Tibet, Beliau juga merupakan seorang Mahasiddha yang paling awal membabarkan Dharma ke Tibet. Karena memiliki daya abhijna yang sangat besar, Beliau dapat menaklukkan semua makhluk halus dan para dewa yang dipuja dalam Bon, dan menjadikan mereka semua sebagai Dharmapala untuk melindungi agama Buddha. Guru Padmasambhava bersama Raja Trisong Detsen dan Mahaguru Santaraksita bersama mendirikan vihara pertama di Tibet : Vihara Samye. 

Saat Padmasambhava memasuki Tibet, Raja Trisong Detsen menyambut Beliau di tepi Sungai Yarlung Tsangpo. Guru Padmasambhava adalah kumara yang menjelma dari dalam padma, Beliau adalah Padmakumara. Beliau adalah perwujudan tubuh, ucapan, dan pikiran dari Sakyamuni Buddha, Amitabha Buddha, dan Avalokitesvara Bodhisattva, sedangkan Raja Trisong Detsen merupakan titisan Manjusri Bodhisattva, oleh karena itu, yang satu adalah seorang Dharmaraja, dan yang satu adalah seorang raja sebuah negeri, saat keduanya bertemu, entah siapa yang harus memberikan sembah sujud. Pada umumnya, harus bersujud saat berjumpa dengan seorang raja, namun dalam hal ini, sangat sukar untuk menentukan siapa yang harus memberikan sujud. Avalokitesvara Bodhisattva dan Manjusri Bodhisattva sama-sama merupakan Dharmarajaputra, kedudukan keduanya tidak jauh berbeda. Akan tetapi, asal-usul Guru Padmasambhava adalah Sakyamuni Buddha dan Amitabha Buddha, oleh karena itu, semestinya Raja Trisong Detsen yang bersujud kepada Guru Padmasambhava. 

Guru Padmasambhava membungkukkan badan kepada Raja Trisong Detsen, begitu membungkukkan badan, sebuah kobaran api melesat, membakar, dan melubangi jubah Raja Trisong Detsen. 

Dalam belajar Buddha, ada tiga nilai yang perlu kita ketahui, antara lain : Nilai pengetahuan, nilai perbandingan, dan nilai pencapaian. Dalam hal nilai pengetahuan, kita semua tahu bahwa Guru Padmasambhava merupakan penjelmaan tiga Adhinatha, sedangkan Raja Trisong Detsen merupakan titisan Manjusri Bodhisattva ; Dalam hal nilai perbandingan, dapat dibandingkan, siapa yang lebih tinggi, siapa yang lebih rendah, dan siapa yang semestinya bersujud ; Dalam hal nilai pencapaian, saat itu Raja Trisong Detsen adalah seseorang yang belum mulai berbhavana, tidak punya pencapaian spiritual, sedangkan Guru Padmasambhava memiliki pencapaian spiritual. Selain itu, ada nilai sabda arya, yang bersumber dari Sutra Buddha, vinaya, dan sastra. 

Nilai pengetahuan adalah pengetahuan, nilai perbandingan adalah logika, nilai sabda menggunakan sutra, vinaya, dan sastra untuk mengonfirmasi, sedangkan nilai pencapaian adalah seberapa tinggi pencapaian kesucian yang telah diperoleh. Dalam Tantra ada tiga jenis yoga, antara lain : Atiyoga, Anuyoga, dan Mahayoga, ini dibedakan menggunakan nilai perbandingan. 

Manusia terdiri dari tiga sifat utama, antara lain : Sukacita, aktif, dan lembam. Contoh dari sifat aktif adalah detak jantung, sirkulasi darah, sekujur tubuh sedikit bergetar, semua bergerak. Sedangkan contoh dari lembam adalah rasa letih, mengantuk, menguap, dan sekujur tubuh rileks. Mahaguru mengatakan, tadi saat duduk di atas Dharmasana, sekujur tubuh rileks, saat rileks, Istadevata puja bakti dan banyak kesadaran suci turun masuk ke dalam diri Mahaguru. Masuk ke dalam tubuh melalui nadi tengah, Mahaguru dapat mengetahui setiap Adhinatha yang masuk. Istadevata turun dari angkasa, menghasilkan sukacita, ini tergolong sebagai sukacita. Saat Buddha Bodhisattva masuk, tubuh Mahaguru akan sedikit bergetar, kadang getaran ini sangat besar, saat Istadevata manunggal dengan Mahaguru, paras Mahaguru akan berubah, proses ini tergolong sebagai nilai pencapaian. Orang yang tidak punya pencapaian tidak akan tahu Istadevata masuk ke dalam dirinya, namun sesungguhnya apakah Istadevata benar-benar masuk ? Mahaguru mengatakan, semestinya Istadevata pernah memasuki diri Anda, hanya saja bhavana Anda belum sampai pada tahap bisa merasakannya. Saat berlatih prana, kadang terasa daya dari kondensasi prana di avadhuti atas, avadhuti tengah, dan avadhuti bawah, ini juga merupakan nilai pencapaian. 

Kenapa bisa muncul nilai pencapaian ? Asalkan kita dapat fokus dalam samadhi, maka pencapaian semacam itu bukan hal yang aneh. Jangan teperdaya dalam nilai pencapaian, atau teperdaya oleh abhijna yang muncul, sadhaka tidak boleh teperdaya oleh ini semua. Sang Buddha bersabda, tujuan utama kita adalah mengatasi kelahiran dan kematian. Jika Anda dapat merealisasikan Buddhata, kembali pada Buddhata, saat itu Anda telah meraih pencapaian final yang sejati, dan pencapaian akhir ini tidak hanya berhenti pada sensasi yang dirasakan. 

Fenomena pencapaian dan abhijna hanya muncul saat proses bhavana. Kadang Anda bisa melihat cahaya terang dari langit, mendengar suara musik, mendengar suara Dewata, namun sadhaka tidak boleh melekati itu semua. Sebab yang terutama adalah merealisasi Buddhata, kemudian membawa Buddhata mencapai keberhasilan tertinggi, Buddhata diri melebur dalam Buddhata semesta, inilah pencapaian yang tertinggi. Setelah Anda memperoleh nilai pencapaian, jika Anda memanjatkan doa kepada Istadevata, maka Istadevata akan menuntun Anda untuk mencapai pencapaian final. Jika tidak demikian, berarti Anda telah teperdaya, Anda masuk ke dalam jebakan, dan tidak bisa memperoleh kemajuan bhavana. Jangan terus melekat pada penglihatan cahaya, atau mendengar musik surgawi, dan mengira diri sendiri telah mencapai keberhasilan, sebab itu semua adalah jebakan. 

Dharmaraja Liansheng melanjutkan pengulasan Lamdre :

9.5, Phala
Phala dari abhiseka keempat adalah Tubuh Dharmata, akan dikupas dalam tahap phala, untuk saat ini tidak dikupas lebih lanjut ; Lima metode abhiseka keempat. 

10.4, Lampiran – antarbhava.

Mahaguru mengulas teks Lamdre, dalam bagian teks ini tidak dikupas perihal phala (hasil bhavana ), hanya menyebutkan bahwa phala dari abhiseka keempat disebut Tubuh Dharmata, kelak akan dikupas lebih mendetail saat semua telah mencapai phala. Mengenai lima metode abhiseka keempat, Mahaguru pernah membabarkannya, ini merupakan metode jelang wafat. 

Antarbhava ini berarti bardo, dan bardo adalah roh. Anda yang berwujud, dan Anda yang tidak berwujud, Anda yang tidak berwujud disebut antarbhava, bardo, atau roh. Setiap orang memiliki roh, apakah roh ini adalah Buddhata ? Mahaguru mengatakan : Bisa dibilang ada hubungannya, namun bukan Buddhata. 

Mahaguru mengisahkan cerita humor untuk membabarkan makna Dharma : Belajar Buddha mesti selamanya mempertahankan sukacita, senantiasa bersukacita dalam bhavana, setiap hari mesti bersadhana. Sadhaka tidak boleh sampai timbul sifat lembam, jika dalam belajar Buddha muncul sifat lembam, maka upaya sebelumnya akan sia-sia belaka. Jika Anda terus konsisten, niscaya dapat mencapai tujuan. Ini juga merupakan metode bhavana Mahaguru sendiri, setiap hari selalu konsisten berbhavana, ini adalah sukacita, dan sadhaka yang dapat berbhavana dengan sukacita, pada suatu hari nanti pasti akan mencapai tujuan akhir. 

Usai Dharmadesana, Mahaguru menganugerahkan Abhiseka Sarana, mengadhisthana Air Mahakaruna Dharani, dan mengabhiseka rupang Buddha. Sebelum meninggalkan vihara, Mahaguru berwelas asih memberikan adhisthana jamah kepala kepada segenap umat yang hadir. Foqing dan Foqi juga berkunjung ke Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, semua berhimpun penuh sukacita sebagai keluarga besar Zhenfo, dan kehangatan rasa kekeluargaan ini menyempurnakan serangkaian kegiatan Dharma pada hari itu.


























Judul Asli :
2019年6月1日美國西雅圖雷藏寺蓮華生大士本尊法同修

Sumber :
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=8&id=4841

Siaran Langsung Kebaktian dari Ling Shen Ching Tze Temple, setiap Minggu pukul 10:00 ( WIB )
Siaran Langsung Upacara Homa di Rainbow Temple, setiap Senin pukul 05:00 ( WIB )

◎ Klik di sini untuk tautan siaran langsung dengan penerjemah Inggris

◎ Klik di sini untuk tautan siaran langsung Mandarin

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Buddha Guru.