Halaman Utama > Fokus Internasional > 12 Mei 2019 Upacara Homa Sakyamuni Buddha di Rainbow Temple Amerika Serikat


12 Mei 2019 Upacara Homa Sakyamuni Buddha di Rainbow Temple Amerika Serikat

【Liputan TBS dari Seattle】

Pada sore hari tanggal 12 Mei 2019, Rainbow Temple (彩虹雷藏寺) Seattle Amerika Serikat mengundang Mulacarya Zhenfo Zong Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu untuk memimpin Upacara Agung Homa Namo Sakyamuni Buddha. Pada hari itu, selain merupakan upacara pertama setelah Dharmaraja kembali ke Seattle, juga bertepatan dengan Hari Ibu dan Hari Jadi Buddha, sehingga menjadi hari yang sangat istimewa dan mengandung makna yang mendalam. Pada siang harinya, Rainbow Temple telah mempersiapkan kue tar sebagai salah satu wujud perayaan Hari Ibu bersama Dharmaraja Liansheng dan Gurudara Acarya Lianxiang. Usai upacara, para siswa yang berasal dari berbagai negara mempersembahkan kemampuan seni masing-masing, Dharmaraja juga memperagakan Toya Vajra dan memberikan adhisthana jamah kepala kepada semua yang hadir. 

Di Taiwan dan Tiongkok, Hari Jadi Sang Buddha dirayakan pada imlek tanggal 8 bulan 4, sedangkan di Asia Tenggara, Hari Jadi Buddha dirayakan pada purnama pertama bulan Mei dan disebut sebagai Hari Raya Waisak. Dharmaraja mengungkapkan, sesungguhnya Sang Buddha lahir pada saat bulan purnama dalam penanggalan Xia, bagaimana bisa berubah menjadi tanggal 8 bulan 4 imlek ? Dharmaraja memohon petunjuk Sang Buddha, sesungguhnya kapankah hari lahir Beliau, hasil dari petunjuk tersebut adalah hari kelahiran Sang Buddha yang sesungguhnya adalah tanggal 16 bulan 5 imlek. Menurut Dharmaraja, kekeliruan dalam penetapan hari jadi Sang Buddha mungkin disebabkan karena di zaman dahulu kurang ada konsep mengenai hari dan waktu. 

Dalam Dharmadesana, Dharmaraja membahas sebuah peristiwa yang terjadi pada masa Sang Buddha, semasa hidup, Arhat Pindola pernah mempertunjukkan kesaktian, yang mengakibatkan banyak orang tidak benar-benar belajar Buddha dan malah mengejar kesaktian, dan ini merupakan salah satu dari 26 bencana besar di dunia seperti yang dibabarkan oleh Sang Buddha, setelah Sang Buddha memberikan teguran, saat Arhat yang lain telah mencapai alam 4 tingkat kesucian, Sang Buddha menjatuhkan sanksi kepada Arhat Pindola untuk selamanya menetap di dunia saha, menjadi Arhat Dunia. Oleh karena itu, Dharmaraja berpesan kepada semua, ajaran Sang Buddha adalah : “Bukan mengejar yang eksternal, melainkan berusaha merealisasi yang internal, Sang Buddha mengajarkan kita untuk membabarkan Buddhadharma, yaitu membabarkan ajaran Sang Buddha dan metode bhavana.”

“Sadhaka mesti terlebih dahulu bisa mengendalikan pikiran, belajar untuk konsentrasi.”, inilah : “Sepenuh hati dan tak galau”, Dharmaraja mengajarkan, ada dua hal yang diutamakan oleh Sakyamuni Buddha, yang pertama adalah konsentrasi, yaitu memusatkan perhatian, dan kemampuan mengendalikan pikiran sendiri ; Jika Anda dapat mengendalikan pikiran sendiri, berarti Anda dapat memutus semua godaan duniawi. Setelah Sang Buddha memperoleh Samadhi Fokus, Beliau pun menyadari bahwa konsentrasi pun harus dibuang, mesti leluasa dalam Buddhata sendiri, dengan demikian barulah dapat benar-benar mencapai moksa. Dharmaraja mengingatkan, kemampuan konsentrasi masih belum moksa, moksa yang sejati adalah keleluasaan Buddhatta, inilah tingkatan yang tertinggi, disebut Samadhi Ajnana. 

Kemudian, Dharmaraja mengajarkan mudra, mantra, dan wujud dari Sakyamuni Buddha.

Dharmaraja melanjutkan pengulasan Lamdre :

“Sembilan lubang tubuh ditutup dengan sembilan aksara”, Dharmaraja kembali menekankan, sadhaka menggunakan jari telunjuk kanan untuk mengeluarkan daya, mengundang Istadevata turun ke jari telunjuk, kemudian berubah menjadi aksara Hum biru, dan gunakan aksara Hum biru untuk ( secara jarak jauh ) menutup kedua mata, kedua telinga, lubang hidung, mulut, cakra manipura, saluran kencing dan anus. Buka ubun-ubun, supaya roh hanya dapat keluar melalui ubun-ubun, ini disebut Samkranti-antarbhava. 
 
Dahulu, Dharmaraja Liansheng pernah mengajarkan samkranti jenis lain, yaitu metode  ambil alih, roh bisa keluar juga bisa masuk. Dharmaraja mengisahkan sebuah cerita mengenai Guru Sesepuh sekte Chan : Bodhidharma. Nama Tibet dari Bodhidharma adalah Padampa Sangye, adik laki-laki Beliau bernama Basangsai, keduanya telah mencapai keberhasilan tertentu dalam bhavana, dan keduanya telah menguasai metode ambil alih. Suatu ketika, kedua bersaudara itu tiba di sebuah desa, mereka menjumpai bahwa para penduduk desa tersebut berbaring mengalami dehidrasi dan mengerang kesakitan, ternyata ada seekor gajah yang mati di sumber air paling atas dan ini menyebabkan air sumur menjadi tercemar, sehingga semua penduduk mengalami diare. Demi menolong penduduk desa, sang kakak ( Bodhidharma ) bermeditasi menggunakan metode ambil alih dan masuk ke dalam bangkai gajah tersebut, membuat gajah itu hidup kembali, berjalan dan berbaring di hutan, dengan demikian sumber air pun menjadi bersih, sehingga penduduk desa sembuh dari sakit. 

Saat roh Bodhidharma keluar dari tubuh gajah, dan hendak kembali ke tubuh-Nya semula, Ia mendapati bahwa adiknya dengan niat buruk menggunakan metode ambil alih untuk memasukkan rohnya sendiri ke dalam tubuh Bodhidharma yang rupawan. Bodhidharma tidak menemukan tubuhnya, dan akhirnya Beliau pun memasuki tubuh sang adik, dan tampil dalam rupa Bodhidharma yang kita kenal sekarang. Dharmaraja menegaskan, seorang Tulku yang sejati dapat menitis di dunia yang sama, dan metode yang digunakan adalah metode ambil alih samkranti antarbhava. 
 
Usai Dharmadesana, Dharmaraja mengucapkan “Selamat Hari Ibu” kepada semua ibu di dunia, kemudian berwelas asih menganugerahkan Abhiseka Sadhana Istadevata Sakyamuni Buddha kepada semua, dengan demikian upacara manggala dan sempurna. 

Judul Asli :
2019年5月12日美國彩虹雷藏寺釋迦牟尼佛護摩法會

Sumber :
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=8&id=4831

Siaran Langsung Kebaktian dari Ling Shen Ching Tze Temple, setiap Minggu pukul 10:00 ( WIB )
Siaran Langsung Upacara Homa di Rainbow Temple, setiap Senin pukul 05:00 ( WIB )

◎ Klik di sini untuk tautan siaran langsung dengan penerjemah Inggris

◎ Klik di sini untuk tautan siaran langsung Mandarin

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Buddha Guru.