Halaman Utama > Fokus Internasional > 28 April 2019 Dharmaraja Liansheng Memimpin Upacara Agung Transmisi Sadhana Tara Peredam Bencana Alam di Kaohsiung Exhibition Center


28 April 2019 Dharmaraja Liansheng Memimpin Upacara Agung Transmisi Sadhana Tara Peredam Bencana Alam di Kaohsiung Exhibition Center

【Liputan TBS Yeyan dari Taiwan】

Dunia Fana Penuh Keresahan
Dharmadesana Mahaguru Membersihkan Batin 

Demi memberikan manfaat Dharma bagi para insan di wilayah Taiwan Selatan, Anuttara Dharmaraja Liansheng Shengyen Lu memenuhi permohonan dari Pusdiklat Dayi (大義學會), tanpa menghiraukan rasa letih, pergi ke Taiwan bagian selatan untuk membabarkan Dharma, pada tanggal 28 April di Kaohsiung Exhibition Center, memimpin Upacara Agung Tara Peredam Bencana Alam untuk Pemberkahan dan Perlindungan Negara. Memanjatkan permohonan kepada salah satu Istadevata di antara 21 Tara yang paling termasyhur dalam mengentaskan para insan dari bencana alam, berharap supaya dapat meminimalkan bencana alam, demi kebaikan semua makhluk.  

Pada pagi hari pukul 9, para bhiksu, bhiksuni, upasaka, dan upasika telah memenuhi arena upacara. Mahaguru dan Gurudara tiba di Kaohsiung Exhibition Center pada pukul 10:50, terlebih dahulu Mahaguru mengadhisthana mandala upacara, altar dirgahayu, altar penyeberangan, setiap stan di arena, serta menjapa mantra untuk mencoba tata suara. 

Dalam kesempatan kali ini, Mulacarya sendiri juga berdana bagi Tbboyeh dan pembangunan Vihara Vajragarbha Dayi, menyaksikan teladan berdana demi memberikan manfaat kepada para insan, sungguh membuat kami semua yang berada di arena merasa terharu. 

Di tengah hari, para pemohon utama berbaris untuk mempersembahkan khata kepada Mahaguru, memohon adhisthana welas asih dari Tara Peredam Bencana Alam, supaya menyempurnakan setiap harapan yang baik dan wajar. 

Berikutnya, Mahaguru menerima wawancara dari berbagai media, di antaranya adalah : CTI TV dan FTV News. Mahaguru menuturkan hubungan erat antara diri sendiri  dengan Kaohsiung, Mahaguru memiliki kerinduan yang mendalam terhadap kota ini. 

Upacara Tara Peredam Bencana Alam kali ini diselenggarakan untuk mengikis bencana elemen tanah, air, api, dan angin di Kaohsiung dan seluruh Taiwan, selain itu, supaya Zhenfo Zong semakin aktif melayani masyarakat. Demi menunjukkan rasa empati terhadap para saudara-saudara kita di regu pemadam kebakaran yang telah mempertaruhkan nyawanya untuk melayani masyarakat, Pusdiklat Dayi menyumbangkan 7 tas penyelamatan yang bernilai sekitar NT$ 500,000 kepada Tim Reaksi Cepat Dinas Pemadam Kebakaran Pemerintah Kota Kaohsiung. Kapten Huang Jiangxiang mewakili Dinas Pemadam Kebakaran menyerahkan piagam ucapan terima kasih, semua menantikan Vihara Vajragarbha Dayi dapat segera berdiri di Kaohsiung. 

Para wartawan juga menanyakan nidana antara Wali Kota Kaohsiung : Bapak Han Kuo-yu (韓國瑜) dengan Dharmaraja Liansheng, ternyata pada tanggal 8 April tahun lalu dalam Upacara Agung Syama Tara di International Convention Center Kaohsiung, Bapak Han Kuo-yu selaku ketua Partai Nasionalis Kota Kaohsiung yang saat itu belum menjadi calon wali kota, mempersembahkan khata kepada Dharmaraja Liansheng, dan Dharmaraja memperoleh kontak batin bahwa Syama Tara, 21 Tara, dan Kurukulla Bhagavati memberikan adhisthana yang sangat besar kepada Han Kuo-yu, selain itu, Han Kuo-yu sendiri juga tekun dan dekat dengan rakyat, berempati terhadap penderitaan rakyat, sehingga dengan sendirinya memiliki nidana baik untuk terpilih. 

Pada pukul 2 sore hari, barisan penyambut Guru menyambut dan mengiringi Dharmaraja Liansheng memasuki arena upacara dan duduk di atas Dharmasana untuk memimpin Upacara Agung Tara Peredam Bencana Alam. Arena dipenuhi oleh sekitar sepuluh ribu umat dan simpatisan dari Taiwan dan mancanegara. Sebelum upacara dimulai, beberapa tamu agung naik podium untuk memberikan kata sambutan.

Wali Kota Han Kuo-yu naik podium memberikan kata sambutan, dalam melakukan aktivitas di dunia politik, ia berprinsip untuk tidak mengabaikan berbagai kesulitan yang dihadapi oleh rakyat, dan mesti senantiasa mempertahankan rasa rendah hati. Bapak wali kota mengatakan bahwa di dunia ini banyak insan yang menderita, oleh karena itu beliau sangat berterima kasih kepada Mahaguru yang telah bersedia memimpin upacara agung pembabaran Buddhadharma dan menolong insan, supaya batin para insan yang bergejolak dapat tenang, terhindar dari tipu daya ilusi, dan supaya masyarakat Kaohsiung bahkan seluruh Taiwan dapat lebih harmonis dan sejahtera. 

Anggota legislatif : Hsu Chih-chieh (許智傑) yang terkenal dengan julukan Vajra Kecil dari Kaohsiung mengungkapkan bahwa dirinya telah menjalin jodoh dengan Mahaguru selama 5 sampai 6 tahun, dan dari Mahaguru beliau belajar bahwa hati penuh sukacita dan sukacita dalam melayani dapat membuat kita bahagia dalam menjalani hidup. 

Anggota Legislatif Yuan, Ibu Huang Chao-shun (黃昭順), menyampaikan terima kasih kepada Sheng-yen Lu Foundation dan Lotus Light Charity Society yang telah banyak membantu korban bencana alam dan pembangunan pascabencana di seluruh dunia, selain itu, usai bencana Topan 88 juga telah membangun jembatan di Kaohsiung dan membantu anak-anak dari keluarga prasejahtera. Ibu Huang Chao-shun juga memuji Upacara Agung Tara Peredam Bencana Alam, semoga melalui upacara kali ini, Taiwan dan Kaohsiung dapat terhindar dari bencana, dan semakin makmur sentosa. 

Pandita Dharmaduta Lin Liren (林立仁講師) mewakili Pusdiklat Dayi selaku pihak penyelenggara juga naik podium untuk memberikan laporan Dharmabakti, terlebih dahulu berterima kasih kepada Mahaguru yang telah berwelas asih untuk mentransmisikan Dharma, serta terima kasih atas bantuan dari Gurudara.

Vihara Vajragarbha Dayi (大義雷藏寺 – Dayi Leizangsi) sedang dibangun di jalan Jiahua Distrik Gangshan di Kota Kaohsiung, saat ini sedang dikerjakan proyek pengerjaan struktur bangunan untuk tingkat empat, diperkirakan akan rampung pada akhir tahun 2019, berikutnya adalah pemasangan instalasi air dan listrik, lantai, atap, dan interior, semoga semua berkenan untuk mengulurkan bantuan, supaya Vihara Vajragarbha Dayi dapat lebih cepat berdiri, dan dapat sekali lagi mengundang kehadiran Dharmaraja Liansheng untuk meresmikan dan mengabhiseka altar mandala, dan semua umat dapat turut hadir untuk menjadi saksi peresmian vihara. 

Upacara Tara Peredam Bencana Alam dimulai, layar di arena menampilkan video animasi tiga tahap visualisasi Tara Bhagavati, supaya setiap peserta upacara semakin mudah melakukan visualisasi rupa agung Sang Bhagavati. 

Diiringi dengan alunan merdu Mantra Hati Tara Peredam Bencana Alam : “Om. Dalie. Dudalie. Dulie. Mama. Saerwa. Ya Ya. Maha. Hana Baya. Xindengmu. Gulu. Suoha” Dharmaraja Liansheng membentuk mudra santika, paustika, pemberkahan, vasikarana, dan penyeberangan. Arus Dharma nan suci mengabhiseka setiap peserta upacara. 

Pada saat melimpahkan jasa, Dharmaraja Liansheng memanjatkan permohonan kepada Tara Bhagavati supaya menyeberangkan semua arwah terlahir di Negeri Buddha, mengikis karmavarana semua umat, mengikis penyakit, bencana, kelsha, dan semua petaka, supaya setiap orang memiliki berkah dan kebijaksanaan yang terus meningkat, sempurna dalam cinta kasih, dan semua harapan yang baik dan wajar dapat terpenuhi. Supaya setiap siswa dapat memperoleh hasil dalam bhavana, semakin terang, kualitas batin dan tingkat spiritual semakin meningkat. Supaya Tara Bhagavati melindungi negara ini, segalanya manggala sesuai harapan.

Dalam Dharmadesana, terlebih dahulu Mahaguru berterima kasih atas dukungan dari semua yang hadir. Hari ini, Tara Peredam Bencana Alam, Syama Tara, 21 Tara, Prajnaparamita Bhagavati beserta para Bhagavati di pengiring, para Dakini, semua hadir, sehingga arena upacara dipenuhi hawa spiritual. 

Tara Peredam Bencana Alam memiliki kekuatan besar untuk meredakan bencana elemen tanah, air, api, dan angin, dan setiap sadhana meredam bencana juga ada kiatnya masing-masing : 

1. Untuk meredam gempa bumi di suatu wilayah : Ambil 1kg tanah di ujung timur, barat, selatan, utara, dan tengah suatu wilayah yang ingin dilindungi, kemudian letakkan tanah tersebut di altar dan adhisthana dengan menggunakan Sadhana Tara Peredam Bencana Alam sebanyak 108 kali, usai sadhana, kembalikan tanah lima arah tersebut ke tempat asalnya masing-masing. Saat mengambilnya adalah 1 kg, maka kembalikan juga 1 kg ( tidak ditambah dengan apa pun dan tidak dikurangi ), dengan demikian dapat meminimalkan gempa bumi di wilayah tersebut. 

2. Meredam bencana banjir : Sesuai dengan pribahasa – “Hadapi situasi yang berbeda dengan metode yang sesuai”, ambil tanah di tepi sungai, bawa ke altar untuk bersadhana, kemudian taburkan kembali tanah tersebut ke tempat asalnya, dengan demikian sungai tersebut tidak akan meluap. 

3. Meredam kebakaran : Jika terjadi kebakaran, sadhaka bisa melakukan metode Mantra Navaksara, japa : “Lín, Bīng, Dòu, Zhě, Jiē, Zhèn, Liè, Zài, Qián.”, bentuk mudra empat vertikal dan lima horizontal, kemudian tekan ke arah kobaran api, dengan demikian api tidak akan mengganas, dan regu pemadam kebakaran dapat segera tiba di lokasi. 

4. Meredam bencana angin : Stupa Usnisavijaya, Mantra Usnisavijaya, dan Mantra Tara Peredam Bencana Alam dapat digunakan untuk meredam angin topan. Jika di sebuah tempat didirikan Stupa Usnisavijaya, maka angin topan akan berubah haluan menghindari lokasi tersebut. Seperti di Guam yang banyak diterpa angin topan, begitu di sana didirikan Stupa Usnisavijaya, angin topan tidak lagi mendera. 

Berbagai metode tersebut sangat berharga, sebelum menekuninya harus mendapatkan abhiseka terlebih dahulu. 

Usai Dharmadesana, Mahaguru berwelas asih menganugerahkan abhiseka istimewa : Sadhana Istadevata Tara Peredam Bencana Alam, semua yang hadir telah menjalin jodoh Dharma yang erat, dan pulang dengan membawa berkah Dharma yang berlimpah. Pada malam harinya, Pusdiklat Dayi menggelar perjamuan syukur bertema : “Budi jasa Guru Sungguh Agung, Padma Memancarkan Cahaya”, dengan demikian upacara agung telah manggala dan sempurna. Semoga melalui kegiatan Dharma yang agung ini, Taiwan Selatan dapat menjadi tanah suci Tara Avalokitesvara di dunia saha. 

Judul Asli :
2019年4月28日法王蓮生活佛於高雄展覽館主壇大義學會「救天災度母傳法大法會」

Sumber :
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=8&id=4826

◎ Tautan Siaran Langsung Upacara Homa di Taiwan Lei Tsang Temple, setiap hari Sabtu pukul 14:00 ( WIB )

Klik di sini untuk tautan siaran langsung dengan penerjemah Inggris

Klik di sini untuk tautan siaran langsung Mandarin

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Buddha Guru.