Halaman Utama > Fokus Internasional > 27 April 2019 Upacara Agung Homa Raja Pundarika di Taiwan Lei Tsang Temple


27 April 2019 Upacara Agung Homa Raja Pundarika di Taiwan Lei Tsang Temple

【Liputan TBS Helan dari Taiwan】

Pada tanggal 27 April 2019, Taiwan Lei Tsang Temple (台灣雷藏寺) dengan tulus mengundang Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu untuk memimpin Upacara Agung Homa Namo Raja Pundarika ( Bai-lian-hua-wang ). 

Upacara Agung Homa Raja Pundarika merupakan upacara terakhir yang dipimpin oleh Dharmaraja Liansheng di Taiwan Lei Tsang Temple dalam pembabaran Dharma di Taiwan tahun ini, upacara dihadiri oleh banyak tamu agung, beserta para umat yang memenuhi seluruh tempat duduk yang telah disediakan. Beberapa hari lagi juga bertepatan dengan Hari Jadi Sakyamuni Buddha, oleh karena itu, sebelum upacara dimulai, terlebih dahulu mengundang Dharmaraja Liansheng untuk memimpin upacara pemandian rupang Buddha. 

Pada tanggal 28 April 2019, Dharmaraja akan secara langsung memimpin Upacara Agung Tara Penolong dari Bencana Alam – Doa bagi Negara di Kaohsiung Exhibition Center, Tara Penolong dari Bencana Alam dapat menaklukkan semua mara dan rintangan, terlebih adalah mara klesha : ketamakan, kebencian, kebodohan batin, kesombongan, dan keraguan, serta segala rintangan dari penagih utang karma. Pusdiklat Dayi (大義學會) dan Vihara Vajragarbha Dayi (大義雷藏寺) selaku pihak penyelenggara berharap supaya para umat dan simpatisan dapat berpartisipasi dalam upacara, untuk menjalin jodoh Dharma dengan Tara Penolong dari Bencana Alam. Selain itu, pada tanggal 5 Mei, Dharmaraja Liansheng akan menempuh perjalanan udara kembali ke Amerika Serikat, melanjutkan pembabaran Dharma selama setengah tahun akhir 2019. 

Adhinatha homa, Raja Pundarika telah ditransmisikan untuk pertama kalinya di Hong Kong pada tanggal 13 Desember 2015. Dahulu saat Sakyamuni Buddha berada di persamuhan Grdhrakuta, pernah mengemanasikan satu tubuh ke sebuah tempat di India Selatan, yaitu di Stupa Sri Dhanyakataka, menjelma menjadi Kalacakra Vajra yang mentransmisikan Sadhana Kalacakra kepada Raja Suchandra. Dahulu Stupa Dhanyakataka pernah menjadi sebuah pusat pembabaran Buddhadharma di India Selatan, memiliki kedudukan setara dengan Papanasam dan Gunung Potaloka di pesisir pantai India Selatan.

Dalam Kitab Penjelasan Namasamgiti disebutkan bahwa di bagian dasar Stupa Sri Dhanyakataka, Sang Buddha membabarkan Mandala Vajradhatu, di bagian tengah membabarkan Mandala Dharmadatusvara, di bagian atas membabarkan Mandala Srigraha. Ajaran Tantra tiga bagian yang demikian penting ini dibabarkan di tempat tersebut, ini merupakan bukti betapa pentingnya stupa tersebut bagi agama Buddha, terlebih bagi Vajrayana.  

Raja Kalki pertama di alam suci Kalacakra : Negeri Shambala adalah Manjusri Yashas yang merupakan emanasi dari Manjusri Bodhisattva, sedangkan raja kedua adalah Raja Pundarika, yang menghasilkan karya tulis termasyhur yaitu : Vimalaprabha, Kalacakratantragarbhavrttivimalaprabhanama, dan Sriparamarthaseva. Karya tulis Raja Pundarika sangat banyak, Beliau adalah raja yang paling termasyhur, Raja Pundarika merupakan Istadevata silsilah dari Dharmaraja Liansheng, sekaligus merupakan Mahapadmakumara Putih, Dharmaraja Liansheng merupakan emanasi dari Raja Pundarika, melintasi ruang dan waktu, trikala satu hakikat, tiada berbeda. 

“Shambala adalah sebuah Negeri Buddha, jika Anda mencapai keberhasilan dalam Sadhana Raja Pundarika, maka Anda dapat mencapai alam suci Negeri Buddha.” Dharmaraja memberitahu semua, semua alam suci saling terhubung, dari Shambala kita dapat mencapai berbagai alam suci yang lain. 

Mantra Hati Raja Pundarika : “Om. Gulu. Liansheng. Xidi. Hum. Om. Biezha. Xiangbala. Gulu. Beima. Hum.” 

“Hum” merepresentasikan kekuatan, Dharmaraja menjelaskan, Anda juga boleh menjapa : “Om. Gulu. Liansheng. Xidi. Hum. Om. Biezha. Xiangbala. Gulu. Beima. Suoha” sebab “Suoha” merepresentasikan sempurna. 

Dharmaraja membabarkan tujuh manfaat utama penekunan Sadhana Raja Pundarika :

1. Sadhaka menjadi Istadevata Padmakumara.
2. Terlahir di Negeri Buddha.
3. Orang tua dan kerabat dalam banyak kehidupan akan memperoleh pembebasan, terlahir di Negeri Buddha.
4. Memperoleh Prajna Tathagata.
5. Menjadi Mahaprajna Dharmaraja di dunia.
6. Abhijna leluasa, menaklukkan empat mara.
7.Terang tanpa cela dan leluasa.

Dharmaraja membahas anubhava yang diperoleh dalam sadhana baru-baru ini, saat Raja Pundarika dan para parivar-Nya manunggal dalam tubuh Dharmaraja, sekujur tubuh bergetar, ada sebuah daya yang akan mengangkatnya dari Dharmasana melayang ke angkasa, “Saya beritahu Anda semua, suatu hari nanti, saat para Adhinatha memasuki tubuh saya, saya menjadi kekuatan semua Adhinatha, tubuh saya menjadi mandala ( bagian dalam lingkaran dan bagian luar persegi ), saya adalah Istadevata, semua Adhinatha menggunakan kekuatan-Nya untuk manunggal dengan saya, saat itu, dari Dharmasana ini, saya bisa perlahan-lahan mengangkasa, saya bisa melayang di tengah angkasa untuk membabarkan Dharma kepada Anda.” Di saat tubuh, ucapan, dan pikiran sadhaka sepenuhnya bersih tanpa noda, semua Adhinatha manunggal dengan sadhaka, sadhaka menjadi cahaya Prajna, diri ini adalah Istadevata, saat itu, menggunakan cahaya Prajna dan kekuatan para Adhinatha untuk melayang ke tengah angkasa. Dengan gaya bicara penuh humor, Dharmaraja mengatakan, jika memang benar terjadi, semua orang di seluruh dunia akan datang bersarana. 

Dharmaraja melanjutkan pengulasan Lamdre, “Sembilan lubang tubuh, ditutup menggunakan sembilan aksara.”, saat jelang wafat, ada sembilan lubang di mana kesadaran bisa keluar, Dharmaraja menjelaskannya satu-persatu serta mengajarkan kepada semua bagaimana cara memanjatkan doa memohon kehadiran Istadevata atau kepada Pancamahavajra, menggunakan aneka warna aksara mantra “Hum” untuk menutup 9 lubang : 

Jalan gandum ( alam hewan ) ditutup dengan aksara mantra berwarna putih yang tegak lurus ; Jalan Air ( alam neraka ) ditutup dengan aksara mantra berwarna kuning yang tegak lurus ; Cakra manipura ( alam surga kamadhatu ) ditutup dengan aksara mantra berwarna merah yang tegak lurus ; Mulut ( alam preta ) ditutup dengan aksara mantra berwarna putih dengan posisi kepala saling menutup ; Kedua lubang hidung (yaksa ) : Lubang hidung kanan ( Raja Yaksa ), lubang hidung kiri ( Rakyat Yaksa ) gunakan aksara mantra berwarna kuning dengan posisi kepala saling menutup ; Kedua mata ( alam manusia ) : Mata kiri ( Rakyat jelata ), mata kanan ( keluarga raja ), gunakan aksara mantra berwarna merah dengan posisi kepala saling menutup ; Cakra ajna ( Surga Rupadhatu ) dan puncak kepala ( Surga Arupadhatu ) gunakan aksara mantra warna putih dengan posisi terbalik. 

“Sadhana Tantra yang diajarkan dalam Lamdre bagian ini sangat bermanfaat, Sadhana Raja Pundarika juga sangat bermanfaat, Beliau tidak hanya mengajarkan kehidupan kepada Anda, tapi juga perihal kematian, jika Anda tekun berlatih seperti ini, maka kelak di saat jelang wafat, dapat dengan cepat menutup lubang kelahiran, dan hanya menyisakan ubun-ubun untuk terlahir di alam suci Negeri Buddha, ini adalah ajaran yang terbaik hari ini.”

Demi memberi ucapan selamat bagi Hari Jadi Dharmaraja Liansheng dan merayakan Hari Ibu yang akan datang, maka Taiwan Lei Tsang Temple mempersilakan Dharmaraja Liansheng dan Gurudara untuk memotong kue tar, di tengah ucapan selamat dan sorak-sorai sukacita, semua berharap supaya Dharmaraja dapat segera kembali ke Taiwan. Suara tembakan kertas warna-warni yang memenuhi ruangan, ibarat kerinduan para siswa yang menggema di angkasa. 

Judul Asli :
2019年4月27日台灣雷藏寺白蓮花王護摩大法會

Sumber :
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=8&id=4825

◎ Tautan Siaran Langsung Upacara Homa di Taiwan Lei Tsang Temple, setiap hari Sabtu pukul 14:00 ( WIB )

Klik di sini untuk tautan siaran langsung dengan penerjemah Inggris

Klik di sini untuk tautan siaran langsung Mandarin

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Buddha Guru.