Halaman Utama > Fokus Internasional > 6 April 2019 Upacara Agung Homa Vajravarahi di Taiwan Lei Tsang Temple


6 April 2019 Upacara Agung Homa Vajravarahi di Taiwan Lei Tsang Temple

【Liputan TBS Yeyan dari Taiwan】

Vajravarahi Istadevata Kundalini
Sunya dan Sukha Satu Hakikat Melampaui Dasabhumi

Pada hari Sabtu, tanggal 6 April 2019 perintis Zhenfo Zong, Anuttara Dharmaraja Liansheng tiba di Taiwan Lei Tsang Temple ( 台灣雷藏寺 ) untuk memimpin Upacara Agung Homa Vajravarahi. Pada pukul 13:40, Dharmaraja Liansheng dan Gurudara Acarya Lianxiang tiba di Lei Tsang Temple dan mempersembahkan dupa, kemudian naik ke lantai 6 untuk menangani urusan aliran. 

Pada hari itu ada 21 orang umat dari Vietnam yang dipandu oleh Sdr. Deng Zhongjun hadir untuk berpartisipasi dalam upacara, di dalam rombongan umat Vietnam terdapat dua orang penerjemah karya tulis Dharmaraja Liansheng ke bahasa Vietnam untuk situs Tbboyeh, yaitu : Sdri. Deng Yuling dan Sdr. Qiao Yingjun, yang dalam Dharmayatra kali ini juga hendak melaporkan hasil penerjemahan bahasa Vietnam kepada Dharmaraja Liansheng, serta mempersembahkan Sutra Raja Agung dan Sutra Satyabuddha yang telah diterjemahkan dalam bahasa Vietnam, masing-masing sebanyak 3000 eksemplar, serta hasil penerjemahan karya tulis Gurudara yang berjudul : “Buddhadharma Adalah Ahli Kecantikan”, berkat mahadhisthana dan pengukuhan dari Dharmaraja Liansheng, Dharmabakti penyebarluasan Tbboyeh di Vietnam pasti dapat lebih lancar, dan menyeberangkan lebih banyak lagi insan.

Selain itu, ada seorang umat dari Singapura : Sdr. Qinglong, dia adalah orang yang dulu berada dalam satu sel dengan para tahanan mati di Penjara Changi Singapura, saat itu semua menerima bimbingan dari Mulacarya Dharmaraja Liansheng dan bersarana, menyadari kesalahan diri dan tulus bertobat, menekuni Sadhana Tantra Zhenfo, serta timbul kegemparan peristiwa : “Tahanan Mati Menghasilkan Sarira”. 

Setelah Sdr. Qinglong bebas dari tahanan, hidupnya berubah drastis, selama 30 tahun belakangan ia sering menasihati kawan-kawan dalam kelompoknya terdahulu untuk meninggalkan jalan salah dan menapaki jalan kebajikan, selain itu ia juga telah lama menjadi sukarelawan di Lei Zang Si Singapore ( 新加坡雷藏寺 ), sekuat tenaga mendukung Dharmabakti, dalam perjumpaan kali ini ia menyampaikan rasa syukurnya yang tak terhingga dan penghormatan tertinggi kepada Dharmaraja Liansheng, serta memohon adhisthana cahaya Buddha supaya lebih banyak lagi insan yang tersesat dapat dituntun menapaki jalan Dharma. 

Di saat yang sama, dalam ruang rapat di sisi naga Lei Tsang Temple diselenggarakan acara bedah buku, dipandu oleh dokter Xiao Zhijie yang membawakan tema : Asuransi Kesehatan Ginjal dan Penelitian serta Kesaksian Seputar Metode Memperkukuh Ginjal Dalam 8 yoga Mahadewi Yaochi. Jumlah pasien cuci darah di Taiwan masuk dalam jajaran terbanyak di dunia, ini membuktikan betapa banyaknya orang yang menderita penyakit ginjal. Dr. Xiao sangat menganjurkan dan menyebarluaskan metode yang diajarkan oleh Dharmaraja Liansheng, yaitu salah satu metode dalam 8 yoga Mahadewi Yaochi : Metode Memperkukuh Ginjal, metode ini terbukti telah meringankan bahkan menyembuhkan banyak penderita, penelitian ini menjadi sebuah kesaksian luar biasa dari metode ini, semoga semua orang dapat menekuninya, menyebarluaskan ajaran Tantra Zhenfo, supaya jiwa dan raga para insan memperoleh manfaatnya. 

Tanggal 28 April Dharmaraja Liansheng Akan Memimpin Upacara Agung Tara Penyelamat Bencana Alam ( Jiu-tian-zai-du-mu / 救天災度母 )

Pada pukul 16:10, Dharmaraja Liansheng naik duduk di atas Dharmasana untuk memimpin Upacara Agung Homa Vajravarahi. Sebelum upacara dimulai, Pusdiklat Dayi dari Kaohsiung menjalankan upacara mohon Dharma : Tara Penyelamat Bencana Alam, mempersembahkan mustika Dharma dan membacakan gatha Dharma memuliakan kebajikan Mulacarya. 

Acarya Lianji ( 蓮籍上師 ) mempersembahkan mahkota Dharmaraja yang melambangkan mentari kebijaksanaan dan welas asih menyinari, Guru perwujudan keleluasaan kebenaran tertinggi mengatasi segala ilusi ; Acarya Lianxing ( 蓮型上師 ) mempersembahkan rupang Tara Penyelamat Bencana Alam yang melambangkan tubuh kemurnian nan agung, maitri karuna mudita dan upeksa menjelma dalam satu tubuh ; Pandita Dharmaduta Lianda ( 蓮鐽講師 ) mempersembahkan ratnakalasa dan dupa Tara yang melambangkan embun Dharma tercurah, empat elemen seimbang, lima wangi svabhava merealisasi Nirvana ; Pandita Dharmaduta Lianhua Teyu ( 蓮花特譽講師 ) mempersembahkan thangka Tara Penyelamat Bencana Alam yang melambangkan Triguhya setara, melebur dalam kebajikan tanpa syarat ; Sdr. Wu Guande selaku ketua Lotus Light Charity Society Taiwan ( terdahulu ) mempersembahkan visvavajra emas yang melambangkan kebijaksanaan kukuh tak tergoyahkan, menghancurkan segala rintangan ; Ketua Pusdiklat Dayi : Sdri. Zhao Hongyun mempersembahkan bunga kepada Gurudara, melambangkan : Bunga sad-paramita mekar merealisasi phala samsara dan Nirvana, melebur dalam cahaya keabadian, sukha, Aku Sejati, dan kesucian. 

Pusdiklat Dayi mewakili segenap siswa di Kaohsiung mengundang Dharmaraja Liansheng untuk memimpin Upacara Agung Pemberkahan dan Perlindungan Negara Tara Penyelamat Bencana Alam di Kaohsiung Exhibition Center ( 高雄展覽館 ) pada tanggal 28 April 2019, serta menganugerahkan transmisi perdana Mahasadhana Tara Penyelamat Bencana Alam ( Jiu-tian-zai Du-mu-fa ). Mengajak segenap umat Sedharma di seluruh dunia untuk bersama berpartisipasi, berbasuh cahaya Buddha. 

Pada Upacara Agung Homa Vajravarahi hari itu, Vajravarahi, Cakrasamvara, Mahadewi Yaochi, dan Avalokitesvara Bodhisattva, bersama para Dakini hadir memberikan adhisthana. Saat pelimpahan jasa, Dharmaraja Liansheng memanjatkan permohonan kepada Vajravarahi dan para Adhinatha untuk menyeberangkan semua arwah terlahir di Negeri Buddha, menggunakan kartika dan khatvanga untuk mengikis semua rintangan mara dan tiga racun batin, menggunakan amrta dalam kapala untuk memberkati para insan, menggunakan cahaya api prajna untuk membakar habis klesha, menyingkirkan rintangan di sepuluh penjuru, membersihkan prana, nadi, dan bindu semua umat, supaya semua memperoleh kesehatan, semua malapetaka berubah menjadi kemujuran, menckupi bekal hidup bersadhana, berkah dan kebijaksanaan meningkat, sraddha semakin kukuh, hidup harmonis, dan segalanya dapat manggala sesuai harapan. 

Dharmaraja Liansheng menjapakan Mantra Hati Prajna Vajravarahi : “Om. Biezha. Duojiepamu. Hum Pei. Suoha”, Biezha berarti kebijaksanaan. Akar dari Vajravarahi adalah Prajnaparamita Bhagavati, pasangan dari Vajravarahi adalah Cakrasamvara, Vajravarahi adalah pemimpin para Dakini, serta merupakan Istadevata dari Sadhana Kundalini dan Vajramusti.
 
Avalokitesvara Bodhisattva yang hadir hari ini merupakan penjelamaan Bodhisattva Shima, akhir-akhir ini Beliau sering hadir untuk memberikan pesan Dharma kepada Dharmaraja Liansheng, salah satunya adalah membahas ikrar : “Tidak mengabaikan satu insan pun”, para insan di dunia tak terhitung banyaknya, masing-masing memiliki pola pikir berbeda, saat berhadapan dengan insan yang memiliki pendapat yang berbeda, bagaimana seharusnya seorang sadhaka menyikapinya ? 

Avalokitesvara Bodhisattva memberikan petunjuk, hanya bersabar saja tidak cukup, kita mesti : “Ibarat berbasuh angin musim semi”, saat kedua belah pihak berselisih, banyaklah mengingat kebaikan dan manfaat baik yang diberikan oleh lawan bicara, dengan demikian barulah kita bisa rela menerima penghinaan dan makiannya, memadamkan api kemarahan, demi memadukan kebaikan bersama, bersama terlahir di Sukhavatiloka. 
 
Kalimat dari Lamdre yang diulas oleh Dharmaraja Liansheng hari ini memiliki kesamaan manfaat dengan petunjuk yang diberikan oleh Avalokitesvara Bodhisattva : “Tujuannya adalah mahasukha paling luas, merupakan separuh dari bhumi ke-13, semua samsara dan Nirvana merealisasi dalam satu sukha dan sunya, tidak mengambil juga tidak melepas, tidak putus juga tidak merealisasi.” 

Dalam jajaran Pancadhyani Buddha, yang tertinggi adalah Vairocana Buddha di bhumi ke-13, sedangkan pelatihan prana, nadi, dan bindu dapat merealisasi separuh dari bhumi ke-13, “Tidak mengambil juga tidak melepas, tidak putus juga tidak merealisasi.” Ini adalah pandangan jalan tengah, tidak melepas sunya dan sukha, tidak memutus samsara dan Nirvana, bersemayam dalam separuh bhumi ke-13. Saat itu tidak memerlukan realisasi khusus, sebab samsara dan Nirvana satu hakikat, oleh karena itu Buddha dan mara satu hakikat, hetu dari utpattikrama, dan phala dari Sampannakrama, hetu dan phala satu hakikat. Satu dan tidak mendua, mencapai kondisi ‘absolut’, oleh karena itu disebut pencerahan. 

Usai Dharmadesana yang sarat akan makna Dharma, Dharmaraja Liansheng memberikan adhisthana kolektif, mengadhisthana rupang, berbagai sarana sadhana, dan Air Mahakaruna Dharani ; Kemudian menganugerahkan Abhiseka Mahasadhana Avenika Vajravarahi, Pernapasan Botol, Samadhi Kundalini, Lingrefa ( metode menghangatkan daya roh ), Vajramusti, dan Homa. Upacara Agung Homa Vajravarahi telah usai dengan sempurna. Kita yakin bahwa kita semua dapat menekuni instruksi dan teladan dari Mahaguru, memotong kerisauan, mencapai realisasi keberhasilan tertinggi. 

Judul Asli :
2019年4月6日台灣雷藏寺金剛亥母護摩大法會

Sumber :
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=8&id=4819

◎ Tautan Siaran Langsung Upacara Homa di Taiwan Lei Tsang Temple, setiap hari Sabtu pukul 14:00 ( WIB )

Klik di sini untuk tautan siaran langsung dengan penerjemah Inggris

Klik di sini untuk tautan siaran langsung Mandarin

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Buddha Guru.