Halaman Utama > Fokus Internasional > 30 Maret 2019 Upacara Agung Homa Trini Arya Sukhavati di Taiwan Lei Tsang Temple


30 Maret 2019 Upacara Agung Homa Trini Arya Sukhavati di Taiwan Lei Tsang Temple

【Liputan TBS Helan di Taiwan】

Pada tanggal 30 Maret 2019, Taiwan Lei Tsang Temple  (台灣雷藏寺) dengan tulus mengundang Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu untuk memimpin Upacara Agung Homa Namo Trini Arya Sukhavati. 

Trini Arya Sukhavati antara lain : Amitabha Buddha, Avalokitesvara Bodhisattva, dan Mahastamaprapta Bodhisattva. Dalam buku ‘Pedang Kebijaksanaan Zhenfo’ subjudul ‘Metode Termudah’ Dharmaraja menuliskan ajaran mengenai Trini Arya Sukhavati, Dharmaraja bertanya : “Bukankah metode yang termudah adalah sepenuh hati tak galau melafalkan Nama Buddha seperti yang tertulis dalam Amitabha Sutra ? Bagaimana supaya mencapai kondisi sepenuh hati tak galau ?” Buddha menjawab : “Pelafalan nama itu mudah, namun sangatlah sukar untuk mencapai kondisi sepenuh hati tak galau. Aku akan mengajarkan kepadamu cara berlatih sepenuh hati tak galau ! Kuncinya hanya dua, pertama duduk tegak, kedua visualisasi Trini Arya Sukhavati.”

Sepenuh hati berarti fokus, tak galau berarti tidak berpikiran keliru, Sang Buddha menekankan, asalkan sepenuh hati dan tak galau, tiada pikiran khayal, pasti terlahir di alam suci. 

Dharmaraja mengatakan, sungguh sangat sukar untuk mencapai keberhasilan bhavana. Akan tetapi, Mahaguru memberitahu Anda, kita benar-benar dapat mencapai keberhasilan bhavana, Anda benar-benar dapat mencapai pantai seberang, Anda benar-benar bisa terlahir di Sukhavatiloka, Anda benar-benar dapat terbebas dari sad-gati mencapai Kebuddhaan, meskipun sangat sedikit yang dapat mencapainya, akan tetapi, memang benar-benar bisa dicapai. Tekuni sesuai instruksi Mahaguru, pasti dapat mencapai keberhasilan. 

Seseorang pernah bertanya kepada Acarya Norhla dari Xikang : “Sadhana apakah yang paling agung dalam Tantrayana ?” Beliau menjawab : “Sadhana teragung dalam Tantrayana adalah Mahasadhana Amitabha Buddha.” Mahasadhana Amitabha Buddha adalah sadhana agung dari Amitabha Buddha. Amitabha Buddha adalah usia tanpa batas dan cahaya tanpa batas, tiap kali umat Buddha saling bersua, saat bersantap, atau dalam berbagai aktivitas, selalu melafal : “Amituofo”.

Di antara Pancadhyani Buddha, Amitabha Buddha yang paling termasyhur, dan Padmakumara merupakan emanasi dari Amitabha Buddha. Amitabha Buddha memiliki dua abdi, yaitu Avalokitesvara Bodhisattva dan Mahastamaprapta Bodhisattva. Avalokitesvara Bodhisattva berwelas asih kepada semua makhluk, senantiasa hadir menanggapi permohonan para insan, respon spiritual yang diberikan sangat besar. Mahastamaprapta Bodhisattva jarang dibahas oleh khalayak, saat itu juga Dharmaraja bertanya kepada Mahastamaprapta Bodhisattva, apakah Beliau adalah Vajrasattva ? Atau Samantabhadra Bodhisattva yang merupakan Vajrasattva ? Mahastamaprapta Bodhisattva memberikan petunjuk bahwa Beliau dan Samantabhadra Bodhisattva sama-sama merupakan emanasi dari Vajrasattva. 

Dharmaraja melanjutkan pengulasan Lamdre, dalam kitab Lamdre disebutkan : “10. Empat phala dari manfaat tubuh dan batin. Loka kemurnian memasuki nadi tengah, saat kukuh di cakra manipura, dapat membuat para insan bersukacita, ular berbisa membuat lubang sarang di dalam buaian, hewan buas mengekor, berikan isyarat dengan ujung lidah, untuk mengendalikan stri tamak. Saat kukuh di cakra anahata, akan muncul sedikit abhijna. Saat kukuh di cakra visuddha, lidah dapat menyentuh tengah kening, bagian dalam menyentuh lidah kecil, menikmati semua rasa di dunia. Saat kukuh di cakra puncak, memperoleh sedikit abhijna berupa tubuh berubah menjadi burung yang dapat terbang di angkasa.”

Dharmaraja mengupas manfaat bindu merah dan bindu putih di lima cakra : Saat bindu merah dan bindu putih menetap di cakra manipura, akan muncul kharisma, membuat para insan menyukai Anda, dapat menaklukkan ular berbisa dan hewan buas, bahkan dapat memperoleh Mahasamadhi Sukha dan Sunya ; Saat bindu merah dan bindu putih menetap di cakra anahata, akan menghasilkan abhijna kecil, Mahasamadhi Sukha dan Sunya tidak hanya didapatkan di dalam meditasi, secara riil juga dapat berada dalam kondisi Mahasamadhi Sunya dan Sukha, ini merupakan utpattikrama ; Saat bindu merah dan bindu putih menetap di cakra visuddha, lidah dapat menyentuh ketinggian alis, dapat ditekuk, bahkan dapat menikmati segala cita rasa di dunia, dalam Sarvadharma Lokuttara menghasilkan Mahasamadhi Sukha dan Sunya, ini merupakan Sampannakrama. Saat bindu merah dan bindu putih menetap di cakra puncak, dapat menghasilkan abhijna kecil berupa kemampuan terbang. Dharmaraja menuturkan pengalaman diri sendiri, dalam upacara hari itu Dharmaraja dapat menjelmakan diri memenuhi angkasa, bahkan saat tidur di malam hari dapat mengeluarkan kesadaran untuk terbang melintasi samudra, pegunungan, dan lautan manusia, kondisi ini lebih baik daripada sukha dan sunya pada umumnya, juga merupakan Mahasamadhi Sukha dan Sunya. 

“Untuk mencapai keberhasilan bhavana, sungguh sangat sukar.” Menurut Dharmaraja, sadhaka benar-benar dapat mencapai keberhasilan bhavana, sungguh dapat mencapai seberang, dapat mencapai Sukhavatiloka, dapat terbebas dari samsara dan mencapai Kebuddhaan, “Meskipun hanya berjumlah sedikit, namun, benar-benar dapat direalisasikan. Tekuni sesuai dengan instruksi Mahaguru, pasti dapat mencapai keberhasilan.”

Usai Dharmadesana, Dharmaraja menganugerahkan Abhiseka Sadhana Istadevata Amitabha Buddha, Sadhana Istadevata Avalokitesvara Bodhisattva, Sadhana Istadevata Mahastamaprapta Bodhisattva, Sadhana Samadhi Puspa Wangi, dan Sadhana Kalavinka. Semua telah sempurna.
 

Judul Asli :
2019年03月30日台灣雷藏寺淨土三尊護摩大法會

Sumber :
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=8&id=4817

◎ Tautan Siaran Langsung Upacara Homa di Taiwan Lei Tsang Temple, setiap hari Sabtu pukul 14:00 ( WIB )

Klik di sini untuk tautan siaran langsung dengan penerjemah Inggris

Klik di sini untuk tautan siaran langsung Mandarin

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Buddha Guru.