Halaman Utama > Fokus Internasional > 23 Februari 2019 Upacara Agung Homa Machig Labdron untuk Pemberkahan dan Perlindungan Negara


23 Februari 2019 Upacara Agung Homa Machig Labdron untuk Pemberkahan dan Perlindungan Negara

【Liputan TBS Helan Taiwan】

Pada tanggal 23 Februari 2019, Taiwan Lei Tsang Temple (台灣雷藏寺) dengan tulus mengundang Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu untuk memimpin Upacara Agung Musim Semi Tahun Jihai - Homa Machig Labdron untuk Pemberkahan dan Perlindungan Negara, serta menganugerahkan transmisi perdana Sadhana Istadevata Machig Labdron, Sadhana Chod, dan Sadhana Krodha-kali.

Machig Labdron disebut juga : Labkyi Dronma, merupakan Guru Sesepuh salah satu sekte dalam Tantra : Chod Yul Pa ( Disebut juga Zhi-byed / Xijiepai ). Beliau adalah siswa sekaligus Bhagavati dari seorang Mahasiddha India : Padampa Sangye ( Nama Tibet dari Bodhidharma  / Damo Zushi / Tat Mo Co Su ), Machig Labdron merupakan salah satu dari sedikit Mahasiddha Wanita Tantra Tibet, Krodha-kali merupakan penjelmaan dari Machig Labdron. Dalam Pohon Sarana Chod Yul Pa, Machig Labdron menjadi yang utama, Beliau tampil dalam mudra tubuh sama seperti Nairatmya Bhagavati.

Machig Labdron bertubuh putih, tangan kanan menggoyangkan damaru, tangan kiri memegang ghanta, satu kaki diangkat dan ditekuk, satu kaki menopang berdiri, Beliau berasal dari alam suci Dakini di Surga Akanistha, mantra hati : “Om. Biezha. Majila. Xia Xia. Hum. Hum. Pei.” Bijaksara adalah aksara “Hum” hitam, mudranya adalah Mudra Dakini. 

Dalam Dharmadesana, Dharmaraja Liansheng mengungkapkan bahwa Sadhana Chod dari Machig Labdron sangat istimewa, sangat sukar untuk memperoleh kesempatan mendengarnya, oleh karena itu, upacara agung transmisi sadhana ini sekali saja, kelak tidak akan ada lagi, “Bagi yang belum menerima abhiseka sadhana ini, tidak bisa menekuni sadhana ini.”

Pada hari itu, awan menghiasi langit, beberapa pejabat dari berbagai partai, beserta segenap jajaran rohaniwan, umat, dan simpatisan dari berbagai negara datang untuk mendukung upacara hari itu, jumlah peserta berjumlah sekitar 30 ribu orang. 

Tamu agung, wakil presiden ( terdahulu ), yang saat ini menjabat sebagai ketua Kuomintang ( Partai Nasionalis Tiongkok ) : Bapak Wu Den-yih secara khusus naik ke podium untuk memberikan kata sambutan, beliau menyampaikan bahwa upacara kali ini dipimpin secara langsung oleh Dharmaraja Liansheng, sungguh sangat istimewa dan merupakan kehormatan tertinggi, semoga melalui upacara kali ini kita dapat bersama memanjatkan permohonan bagi rakyat, supaya semua selalu sehat sentosa, setiap keluarga bahagia, mencapai kesuksesan dalam karier, memperoleh kelancaran dalam mencari nafkah, semoga negara aman sejahtera, makmur sentosa, selain itu, Taiwan dan Tiongkok dapat menjalin hubungan yang harmonis ; Anggota Legislatif Yuan, Bapak Hsu Chih-chieh, yang dijuluki sebagai Vajra kecil dari Kaohisung, berharap supaya semua yang hadir dalam upacara kali ini dapat terus berupaya mengarahkan niat kepada kebajikan, terus berupaya untuk maju, saling membantu, saling menopang, supaya bangsa dan negara dapat terus melangkah menuju kebajikan, terus berkembang, serta semoga upacara dapat berjalan dengan sempurna. 

Di tengah tepukan tangan para hadirin, Gurudara yang sangat dirindukan oleh semua, memberikan kata sambutan, memuji Dharmaraja Liansheng adalah seorang Mahasiddha yang mulia, banyak siswa dari berbagai negara yang datang demi menyimak transmisi Dharma yang sangat berharga. Dalam setiap upacara, Dharmaraja Liansheng dapat mengundang kehadiran para Buddha dan Bodhisattva untuk mengadhisthana para umat, “Berkat transmisi Dharma dan bimbingan dari Mulacarya, barulah kita dapat memiliki pengetahuan, dan terus melangkah maju mencapai peningkatan kualitas batin.” Gurudara meminjam nasihat yang pernah dituturkan oleh Dharmaraja, “Makanlah dengan baik, dan tidurlah dengan baik.” sebagai bentuk doa, semoga kerisauan batin semuanya semakin berkurang, menjalani kehidupan bhavana dengan bersih, mencapai kebijaksanaan samadhi. 

Pada hari itu, Dharmaraja memberikan vinaya kebhiksuan kepada enam siswa yang memohon upasampada, serta Bodhisattva-sila bagi 36 orang umat perumah tangga, Dharmaraja berpesan supaya para siswa yang telah menerima sila dapat membaca dan mempelajari kembali kitab vinaya, menaati sila, serta mengembangkan sikap batin Bodhisattva untuk memberikan manfaat dan menyeberangkan para insan. Dharmaraja juga memberikan pemberkatan nikah kepada 12 pasang mempelai dari berbagai negara, serta berpesan supaya para mempelai dapat memahami ksanti-paramita dan saling menghormati, Dharmaraja mendoakan semoga para mempelai dapat terus saling mendampingi sampai akhir hayat. 

Karena Dharmaraja memiliki nidana yang mendalam dengan Machig Labdron dan Krodha-kali, maka dalam upacara kali ini ada 100 ribu Machig Labdron dan 100 ribu Krodha-kali hadir dalam formasi tarian Dakini, Dharmaraja Liansheng juga memuji : “Damaru dan ghanta, serta tongkat kuasa Beliau berubah menjadi nyala api, sungguh menakjubkan.”

Saat Dharmaraja membuat simabandhana pada tungku homa dengan menggunakan tongkat vajra, dalam sekejap, Dharmaraja menyaksikan Krodha-kali memegang kartika memenggal kepala Dharmaraja, memotong lengan, kaki, dan tubuh, kemudian semua bagian tubuh yang telah dipotong dimasukkan ke dalam tungku homa, “Inilah Sadhana Chod yang Aku ajarkan.”, demikianlah Krodha-kali memberitahu Dharmaraja. Saat Dharmaraja kembali ke Dharmasana, diri sendiri telah berubah menjadi Machig Labdron. 

“Pemberian yang paling besar adalah berkah yang teragung.” Dharmaraja mengajarkan tiga hal utama dalam Sadhana Chod : 

1.    Makna eksternal – Berdana : Mengubah tubuh diri sendiri menjadi amrta merah dan amrta putih untuk didanakan, dipersembahkan kepada Dasadharmadhatu, yaitu empat tingkat alam suci dan enam alam samsara, dipersembahkan kepada para penagih utang karma, kepada empat mara, mendanakan segalanya kepada semua, supaya semua bersukacita !
2.    Makna Internal – Anatman, menyingkirkan kemelekatan akan ego : Sadhaka mesti menyingkirkan kemelekatan akan ego, saat tubuh pun dapat dilepaskan, inilah anatman.
3.    Kemunculan cahaya mula nan murni : Sadhaka menekuni Sadhana Chod, dengan demikian cahaya mula nan murni akan muncul ( Buddhata ), dapat menyaksikan Buddhata diri sendiri. Saat cahaya mula nan murni muncul, sadhaka melebur dalam cahaya mula nan murni, dan memperoleh keberhasilan bhavana. 

“Putus” merupakan metode paling penting dalam bhavana Chod Yul Pa, “Memotong semuanya, segalanya putus, tidak ada yang tidak putus, tidak lagi tumimbal lahir, sebab tiada ‘aku’, oleh karena itulah mencapai keberhasilan.” Setiap hari Dharmaraja berlatih untuk menghadapi kematian, “Begitu meninggal dunia, tidak lagi melekati apa pun.”, Dharmaraja berpesan kepada segenap siswa yang memperoleh abhiseka Sadhana Chod, saat menekuninya sesuai dengan tata Dharma yang diajarkan Mulacarya, sadhaka mesti sering melakukan perenungan kematian, dengan demikian tidak lagi melekat, tidak ada lagi tumimbal lahir. 

Upacara hari itu merupakan persamuhan Dharma yang sukar dijumpai walau dalam waktu yang sangat lama sekalipun, semua dipenuhi rasa syukur dapat memperoleh transmisi sadhana agung dari Dharmaraja Liansheng, sungguh merupakan nidana Dharma yang sangat istimewa. 

Judul Asli :
2019年2月23日台灣雷藏寺瑪吉拉尊護國祈福大法會

Sumber :
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=8&id=4806

◎ Tautan Siaran Langsung Upacara Homa di Taiwan Lei Tsang Temple, setiap hari Sabtu pukul 14:00 ( WIB )

Klik di sini untuk tautan siaran langsung dengan penerjemah Inggris

Klik di sini untuk tautan siaran langsung Mandarin

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Buddha Guru.