Halaman Utama > Fokus Internasional > Mahaguru dan Gurudara Menghadiri Pertemuan Federasi Dokter Taiwan Berterima Kasih kepada Dokter Liao yang Telah Lama Melayani Anggota Sangha Zhenfo Zong


Mahaguru dan Gurudara Menghadiri Pertemuan Federasi Dokter Taiwan Berterima Kasih kepada Dokter Liao yang Telah Lama Melayani Anggota Sangha Zhenfo Zong

【TBS - Liputan Acarya Lianhua Huijun】

Tanggal 6 Januari 2019, Mahaguru dan Gurudara menghadiri acara Pertemuan Akbar Federasi Dokter Taiwan, pertemuan tersebut dihadiri oleh sekitar 2000 orang. 

Dr. Liao Qinglong ( 廖慶龍 ) selaku ketua federasi merupakan seorang dokter terkemuka dalam dunia ortopedi, dan telah melayani anggota Sangha Zhenfo Zong dalam waktu yang lama, memupuk jasa kebajikan yang tak terhingga, sehingga Mahaguru dan Gurudara sangat berterima kasih, oleh karena itu sebagai ungkapan rasa terima kasih, Mahaguru dan Gurudara secara khusus memenuhi undangan untuk menghadiri acara Dokter Liao selaku ketua federasi. 

Dr. Liao menyambut kehadiran Mahaguru dan Gurudara dengan penuh suka cita, menyampaikan rasa terima kasih kepada Mahaguru dan Gurudara, dan berfoto bersama. Acara juga dihadiri oleh siswa Zhenfo Zong, yaitu Dokter Lin Jialin ( 李佳霖 ) dan humas Taiwan Lei Tsang Temple : Bapak Wang Zizhu ( 王資主 ). 

Dalam pertemuan hari itu, dr. Liao dengan hormat mempersilakan Mahaguru dan Gurudara untuk duduk di meja utama bersama para direktur rumah sakit besar ternama. Banyak para dokter yang pertama kali berjumpa dengan Mahaguru dan Gurudara, mereka menghampiri untuk memberi salam, minta kartu nama Mahaguru dan berfoto bersama, dalam sekejap semua kartu nama yang dibawa oleh Mahaguru habis dibagikan. Para dokter terus berdatangan, secara begiliran memberikan salam dan penghormatan, sampai Gurudara mesti membuka tas tangan dan akhirnya berhasil menemukan satu lembar kartu nama Mahaguru untuk diberikan kepada dokter yang menginginkannya.

Walau berada di acara luar aliran, Mahaguru selalu memancarkan wibawa seorang Mahasiddha, namun Mahaguru tidak menempatkan diri tinggi di atas, terhadap orang lain, beliau justru bersikap rendah hati dan ramah. Ketulusan Mahaguru sungguh merupakan teladan bagi kita semua. 

Gurudara memberitahu para abdi yang menyertai di hari itu : Meskipun pihak penyelenggara mengundang Mahaguru naik podium untuk memberikan kata sambutan, namun Mahaguru menolaknya dengan halus. Sebab, ini merupakan pertemuan besar para dokter, dan Mahaguru tidak akan karena telah mencapai keberhasilan tertinggi, maka di mana pun berada selalu menampilkan kelebihan diri dan memandang rendah kepada yang lain. Mahaguru justru semakin merendah, dan dengan ramah menyapa semua. Demikianlah sikap Mahaguru dalam memperlakukan orang, mengutamakan prinsip tanpa ego dan senantiasa rendah hati. kita mesti banyak belajar dari Mahaguru, menghargai teladan nyata dari Buddha Guru. 

【Mahaguru Memberi Petunjuk Perihal Persembahan Makan dan Sadhana】

Keesokan harinya, Bhiksu Lianyin ( 蓮殷法師 ) memandu sekitar 18 umat dari Cetiya Baoming ( Baoming Tongxiuhui - 寶明同修會 ) Malaysia untuk Berdharmayatra. 

Ada siswa yang bertanya kepada Mahaguru :
“Sebelum lauk disajikan, bolehkah kita melakukan persembahan ?”

Mahaguru menjawab :
“Boleh, boleh terlebih dahulu visualisasi lauk yang disukai diri sendiri.”

Mahaguru menambahkan :
“Ada juga siswa yang bertanya : Sebelum tidur telah melakukan simabandhana, namun di tengah malam terbangun untuk buang air kecil, apakah saat hendak tidur lagi perlu mengulang simabandhana ? Sesungguhnya, asalkan simabandhana telah dilakukan dengan fokus dan tulus, cukup lakukan sekali saja.”

Mengenai cara Mahaguru melakukan persembahan makanan :
Saat santap bersama para siswa, atau hendak makan di rumah, terlebih dahulu beliau mengangkat piring sampai ke alis untuk dipersembahkan kepada para Adhinatha, dan para Adhinatha pun turun hadir untuk menerimanya, respon yang muncul ada yang berupa cahaya dan rasa sentuhan, para Adhinatha bahkan bisa memberikan penilaian kepada lauk hari itu. 

Jika pada ritual persembahan pertama para Adhinatha tidak hadir, dan baru hadir menerimanya saat ritual persembahan kedua, ini tanda bahwa para Adhinatha kurang berkenan dengan lauk hari itu.

Selain itu, Mahaguru juga membahas penyusunan Lamdre yang sama sekali tidak sesuai urutan, sengaja dikacaukan, supaya orang yang membacanya tidak bisa memahami, tujuannya adalah supaya sadhaka menekuninya sesuai dengan instruksi Mulacarya, dan bukan menekuninya secara membabi buta.

Kontak batin muncul saat sadhaka mulai bersadhana, tujuannya adalah untuk memperkuat keyakinan sadhaka. Di saat sadhaka telah memiliki sraddha, maka sudah tidak lagi memerlukan kontak batin. 

Mahaguru juga mengupas perbedaan antara ‘Dewa Pelindung Rumah’ ( Dijizhu ) dan ‘Dewa Bumi’ ( Tudigong ) :

Leluhur yang semasa hidupnya banyak berbuat baik, setelah meninggal dunia akan naik tingkat, menjadi pelindung rumah.

Sedangkan Dewa Bumi / Tudigong adalah, orang yang semasa hidupnya berbuat lebih banyak perbuatan baik dan melindungi desa / wilayahnya, pada saat meninggal dunia naik tingkat menjadi Dewa Bumi. Ada sistem yang mengatur rotasi jabatan Dewa Bumi.

Ada siswa yang bertanya : “Kenapa saat melihat pratima Guru diri ini selalu tersenyum ?”
Mahaguru menjawab : “Sebab hal itu muncul karena batin Anda !”

Hari itu, Mahaguru juga memberikan berbagai contoh seputar peristiwa yang dituturkan dalam buku : “Da-yin Shan” ( arti harfiah : Gunung Maha Yin ), yang isinya mengajarkan kepada para siswa supaya berhati-hati terhadap tipu muslihat orang-orang yang sesat. 

Berbagai pengetahuan dan nasihat Dharma yang dibabarkan oleh Mahaguru, laksana aliran abhiseka amrta dan angin musim semi yang menyejukkan hati, sebagai perwujudan rasa terima kasih atas budi jasa Buddha Guru, para siswa berbaris untuk mempersembahkan khata, sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada Guru. Sesi peresembahan khata menyempurnakan acara santap bersama pada hari itu. 

Judul Asli :
聖尊師母蒞臨台灣醫師聯合會,感恩廖醫師長期為真佛宗法師們服務。

Sumber :
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=8&id=4787

◎ Tautan Siaran Langsung Upacara Homa di Taiwan Lei Tsang Temple, setiap hari Sabtu pukul 14:00 ( WIB )

Klik di sini untuk tautan siaran langsung dengan penerjemah Inggris

Klik di sini untuk tautan siaran langsung Mandarin

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Buddha Guru.