Halaman Utama > Fokus Internasional > 5 Januari 2019 Upacara Agung Homa Kalacakra Vajra di Taiwan Lei Tsang Temple


5 Januari 2019 Upacara Agung Homa Kalacakra Vajra di Taiwan Lei Tsang Temple

【Liputan TBS Helan - Taiwan】

Pada tanggal 5 Januari 2019, Taiwan Lei Tsang Temple dengan tulus mengundang Mulacarya Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu untuk memimpin Upacara Agung Homa Kalacakra Vajra. 

Saat ini, Dharmaraja Liansheng merupakan satu-satunya yang memiliki silsilah Sadhana Kalacakra Vajra dari Panchen Lama ke-9 yang ditransmisikan kepada Guru Sakya Zhengkong dan silsilah dari Kanjurwa Rinpoche yang ditransmisikan kepada Guru Thubten Dhargye. 

Guru Thubten Dhargye pernah berpesan kepada Dharmaraja Liansheng, di masa mendatang, babarkan Mahasadhana Kalacakra Vajra ke lima benua. Oleh karena itu, pada saat menerima transmisi Dharma dari Sang Guru, Dharmaraja Liansheng juga membuat ikrar agung untuk melaksanakan instruksi Guru : membabarkan Mahasadhana Kalacakra Vajra ke lima benua. 

Mulai tanggal 27 Agustus tahun milenium naga logam, saat transmisi perdana Mahasadhana Kalacakra Vajra di Hong Kong, sampai pada tanggal 23 Juni 2013, Dharmaraja telah menyempurnakan ikrarnya di True Buddha Temple London ( Zhendu Leizangsi - 真渡雷藏寺 ).

Karena Dharmaraja dan Gurudara sangat sensitif terhadap kualitas udara, dan supaya Gurudara tidak terus menderita karena polusi udara, dengan berat hati Dharmaraja menyampaikan bahwa setelah memimpin Upacara Agung Musim Semi di Taiwan Lei Tsang Temple, jika kualitas udara tidak membaik, maka Beliau akan membawa Gurudara kembali ke Seattle, supaya Gurudara bisa merawat kesehatan dengan baik. Oleh karena itu, Dharmaraja secara khusus memohon maaf kepada semua siswa di Taiwan, Asia Tenggara dan Hong Kong.

"Kenapa di Seattle tidak ada masalah polusi udara, tapi di Taiwan ada ? Sinar matahari, udara, dan air adalah tiga unsur utama bagi kehidupan, hidup manusia sangat berharga." Dharmaraja berharap supaya Wali Kota Taichung yang baru menjabat : Lu Xiuyan ( 盧秀燕 ) dapat secepatnya menyelesaikan dan mengurangi persoalan polusi udara dari Pembangkit Listrik Tenaga Termal, memperbaiki kualitas udara di Taiwan.

Dalam Dharmadesana, Dharmaraja kembali dengan detail memperkenalkan mantra hati, mudra, rupang, dan asal-usul Adhinatha Homa : Kalacakra Vajra, makna dari tiga macam Kalacakra : Kalacakra Internal, Kalacakra Eksternal, dan Kalacakra Istimewa, serta silsilah Kalacakra yang dimiliki oleh Dharmaraja Liansheng.

Sadhana Kalacakra merupakan Dharma yang tersebar di alam suci Shambala, bermula dari Raja Suchandra yang pergi ke Stupa Sri Dhanyakataka di India Selatan. Saat itu Sakyamuni Buddha sedang membabarkan Dharma di Grdhrakuta, Sang Buddha mengirimkan tubuh penjelmaan ke Stupa Dhanyakataka di India Selatan, menjelma menjadi Kalacakra Vajra yang merupakan Adhinatha Kalacakra-tantra, untuk mentransmisikan Sadhana Kalacakra Vajra kepada Raja Suchandra. Kemudian Raja Suchandra membawanya masuk ke Negeri Shambala, membabarkan ke seluruh India, sampai masuk ke Tibet, dan menjadi satu dari Lima Sadhana Mahavajra dalam Tantra Tibet. 

Kalacakra-tantra merupakan ajaran yang sangat penting dan luhur, Kalacakra dapat menghasilkan segalanya, Kalacakra juga dapat memusnahkan segalanya. Kalacakra Vajra melambangkan proses : pembentukan, menetap, lapuk, dan sunya. Kalacakra juga melambangkan roda waktu raksasa, yang dapat menggilas semua, membersihkan semua klesha dan karmavarana, sehingga sadhaka dapat terlahir di Negeri Buddha, terus sampai mencapai Kebuddhaan. 

Roda waktu raksasa berputar menghancurkan semua klesha dan karmavarana, mencapai kondisi sunya, menjadi Buddha, inilah makna sejati dari Buddha Kalacakra Vajra. 

Dharmaraja mengupas makna dari Kalacakra Internal, Kalacakra Eksternal, dan Kalacakra Istimewa :
Saat lima cakra dalam tubuh sadhaka telah terbuka, sadhaka dapat melihat Buddhata diri sendiri dan wujud Buddha di luar. 
Wujud Buddha di luar disebut 'Kalacakra Eksternal'.
Buddha dalam diri sendiri disebut 'Kalacakra Internal'.
Pemanunggalan Kalacakra Eksternal dan Kalacakra Internal disebut sebagai Kalacakra Istimewa. 
Kalacakra Istimewa bermakna keberhasilan tertinggi, menyatukan Buddha lima cakra diri sendiri dengan wujud Buddha yang muncul di luar, menjadi Kalacakra Istimewa, inilah keberhasilan teragung Kalacakra Vajra.

Dharmaraja melanjutkan pengulasan Lamdre, yang juga membahas mengenai mahasukha dari Sadhana Yab-yum, Dharmaraja memberitahu semuanya, jika bindu turun sampai ke cakra svadhisthana, dan bergerak di sana, ia akan menghasilkan mahasukha, namun bindu tersebut tidak keluar meninggalkan tubuh, sebab jika bindu meninggalkan tubuh, berarti sadhaka tersebut hanyalah orang awam.

Bhavana Tantra berbeda dengan eksoterik, Tantra berbhavana menggunakan nafsu keinginan, Sadhana Yab-yum, Anuttara-tantra menggunakan lobha dan nafsu keinginan terbesar manusia, mentransformasikannya menjadi bindu, kundalini dan bindu melebur, membuka lima cakra, menghasilkan terang, inilah metode menggunakan maha-lobha untuk ditransformasikan menjadi bhavana teragung, inilah Anuttara-tantra. 

Usai Dharmadesana, Dharmaraja mengadhisthana pratima Buddha dan semua yang hadir, serta menganugerahkan abhiseka yang istimewa, meliputi : Ajaran Sila Kalacakra, Tujuh Mahabhiseka Kalacakra, Sadhana Satya Vajrakila Kalacakra, Sadhana 9 Tingkat Samadhi Kalacakra, Sadhana Adidharma Kalacakra, Sadhana Perisai Perlindungan Kalacakra, Sadhana Cakra Surya dan Candra Kalacakra, Sadhana Maha Avineka Rantai Vajra Kalacakra. 

Ritual abhiseka pun menyempurnakan rangkaian kegiatan Upacara Agung Homa Kalacakra tanggal 5 Januari 2018 di Taiwan Lei Tsang Temple. 

Judul Asli :
2019年1月5日台灣雷藏寺時輪金剛護摩大法會

Sumber :
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=8&id=4786

◎ Tautan Siaran Langsung Upacara Homa di Taiwan Lei Tsang Temple, setiap hari Sabtu pukul 14:00 ( WIB )

Klik di sini untuk tautan siaran langsung dengan penerjemah Inggris

Klik di sini untuk tautan siaran langsung Mandarin

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Buddha Guru.