Halaman Utama > Fokus Internasional > 29 Desember 2018 Upacara Agung Homa Raja Agung Avalokitesvara Bodhisattva


29 Desember 2018 Upacara Agung Homa Raja Agung Avalokitesvara Bodhisattva

【Liputan Helan #TBS dari Taiwan】

Pada tanggal 29 Desember 2018, Taiwan Lei Tsang Temple (台灣雷藏寺) dengan tulus mengundang Mulacarya Dharmaraja Liansheng Shengyen Lu untuk memimpin Upacara Agung Homa Raja Agung Avalokitesvara Bodhisattva. 

Pemujaan kepada Avalokitesvara Bodhisattva berasal dari India, kemudian masuk ke Tiongkok, Tibet, Laut Selatan, Jepang dan berbagai negara lainnya, dalam sejarah Tiongkok tercatat bahwa Sutra Raja Agung Avalokitesvara ( Gaowang Guanshiyin Zhenjing - 高王觀世音真經 ) bermula dari Sun Jingde pada Dinasti Yuan Wei, respon spiritual yang cepat dan keyakinan terhadap Avalokitesvara Bodhisattva terdengar oleh rakyat, menyatu dengan hati rakyat, kemudian menjadi populer di masa Dinasti Tang sampai sekarang, Dharmaraja Liansheng menyebarluaskan dan menjadikannya sebagai sutra yang paling dijunjung tinggi dalam Zhenfo Zong.

Dalam Dharmadesana transmisi perdana Sadhana Raja Agung Avalokitesvara pada tanggal 10 Maret 2012, Dharmaraja Liansheng mengungkapkan nama lengkap negeri Dinasti Xia Barat : "Negeri Putih Agung Dinasti Xia Barat", yang merupakan negeri Maha Padmakumara Putih dan Raja Agung Avalokitesvara Bodhisattva, serta merupakan Negeri Raja Agung Avalokitesvara Bodhisattva yang dibentuk oleh Maha Padmakumara Putih, oleh karena itulah seluruh rakyat Negeri Putih Agung hafal Sutra Raja Agung. 

Dharmaraja juga mengungkapkan bahwa di antara 10 generasi Raja Dinasti Xia Barat, beliau pernah tiga kali terlahir sebagai raja, antara lain : Jing Zong ( raja pertama ), Ren Zong ( raja ke-5 ), dan Wei Zong ( raja ke-10 ), oleh karena itu, di balik transmisi dan pembacaan sutra ini terdapat nidana dan sejarah yang sangat erat dan mendalam dengan Dharmaraja Liansheng. Sutra ini telah menghasilkan banyak kontak batin dan mukjizat, serta memberikan respon dan bimbingan spiritual yang cepat.

Sutra Raja Agung sangat ampuh, dan telah tersebar luas pada masa Dinasti Tang dan Song, saat itu, orang yang membacanya sangat banyak. 

Mongolia pada masa Dinasti Yuan, pernah beberapa kali mengerahkan bala tentara untuk menyerang Negeri Putih Agung, sepuluh kali serangan tidak dapat menumbangkan negeri itu, akhirnya, pada saat hampir memperoleh kemenangan penuh, dalam perjalanan pulang, Genghis Khan meninggal dunia di Salichuan yang terletak di dalam wilayah Dinasti Xia Barat.

Genghis Khan sanggup menyapu bersih kekuatan militer Eurasia, namun mengapa menghadapi Xia Barat yang kecil membutuhkan daya upaya besar ? Kenapa Genghis Khan tewas di Xia Barat ? Peristiwa bersejarah ini terus menjadi salah satu topik yang paling menarik minat para sejarawan.

Pada saat menyingkap tabir nidana luar biasa antara Negeri Putih Dinasti Xia Barat dengan Zhenfo Zong, Dharmaraja Liansheng juga menjawab tanda tanya ini, dibalik kekuatan Xia Barat ada perlindungan dari Raja Agung Avalokitesvara Bodhisattva. 

Kisah nyata respon spiritual yang dihasilkan sutra ini sudah tak terhingga banyaknya, keagungan dan kemuliaannya ada pada : "Dapat memadamkan duka kelahiran dan kematian, serta menyingkirkan semua racun yang mencelakakan." , "Membaca genap seribu kali dapat melenyapkan karma buruk berat."

Orang zaman sekarang menginginkan sutra yang pendek dan dapat dengan segera menghasilkan kontak batin, satu-satunya yang memenuhi kriteria tersebut adalah "Sutra Raja Agung Avalokitesvara", Dharmaraja menganjurkan dan berharap supaya semua orang dapat tekun membacanya. Selain itu, Raja Agung Avalokitesvara Bodhisattva pernah mengajarkan kepada Dharmaraja, saat genting , di saat membutuhkan pertolongan, asalkan melafal nama sutra : "Namo Gao-wang Guan-shi-yin Jing", Anda dapat memperoleh pertolongan.

Dharmaraja memberitahu semuanya, "Di dalam Sutra Raja Agung berisi nama Buddha dan Bodhisattva, kita tidak boleh menghujat Sutra Raja Agung yang berisi banyak nama Buddha." 

Selain itu, Dharmaraja juga memberitahukan sebuah hal yang sangat penting, jika Anda punya kemampuan untuk menghadiri upacara hari itu, namun memilih untuk tidak hadir, sesungguhnya Anda telah meremehkan upacara Dharma, dan ini merupakan pelanggaran sila.

Kebenaran mulia pertama yang dibabarkan oleh Sang Buddha adalah duhkha, "Di dunia ini, menurut saya yang paling hebat adalah derita sakit.", Dharmaraja memanjatkan permohonan supaya Raja Agung Avalokitesvara dapat mengatasi derita sakit para insan, "Penuaan dan sakit tak terpisahkan, semoga Raja Agung Avalokitesvara Bodhisattva juga dapat mengatasi derita penuaan kita, supaya kita semakin muda, pria semakin tampan, wanita semakin cantik dan bijak." Dharmaraja juga memberitahu semuanya bahwa derita menjelang kematian juga sangat hebat, "Biarlah penderitaan jelang kematian juga lenyap sepenuhnya.", justru karena penderitaan, para insan mesti berbhavana dengan baik mengikuti jejak langkah Sang Buddha.

Dalam upacara Sabtu lalu, Dharmaraja menjelaskan mengenai tiga jurus Vajramusti untuk mengangkat bindu terbang ke Gunung Sumeru, namun ada siswa yang memberitahu bahwa ia masih kurang paham. Dharmaraja mengajarkan bahwa Tantra mengutamakan pelatihan internal, yaitu : prana, nadi, bindu, dan membuka lima cakra. 

Terlebih dahulu prana mesti menembus nadi tengah, kemudian mengisi sekujur tubuh. Gunakan prana untuk membuat bindu turun, dan gunakan prana untuk menaikkan kundalini, saat bindu dan kundalini berhenti di cakra anahata ( cakra hati ), maka cakra anahata akan terbuka, "Melihat cahaya terang biru Buddhata, inilah metode mencapai Kebuddhaan dalam tubuh saat ini juga yang diajarkan dalam Tantra. Akan tetapi, masih perlu dipadukan dengan lima Vajramusti, dan saat mencapai tahap Anuttaratantra, mesti dipadukan dengan mengangkat bindu terbang ke Gunung Sumeru." 

Supaya para siswa dapat memahami bagaimana proses 'angkat', bagaimana membuka lima cakra, Dharmaraja langsung memperagakan lima Vajramusti : Serukan Aksara Ha dan Guncang Sekujur Tubuh, dan tiga jurus Vajramusti untuk mengangkat bindu terbang ke Gunung Sumeru. Usai memperagakan, Dharmaraja berpesan, ada sebagian orang yang punya masalah pegal-pegal, penyebab pegal-pegal adalah nadi tersumbat sehingga prana tidak lancar, "Asalkan nadi tembus, prana lancar, dan api juga lancar, maka tubuh tidak akan merasa pegal. Pada saat satu bagian tubuh terasa pegal, gunakan pikiran untuk mengalirkan prana ke lokasi yang pegal, alirkan beberapa kali, supaya prana bisa merata di sekujur tubuh, maka rasa pegal akan hilang, dan tubuh pun sehat. Yang paling penting adalah membuka lima cakra."

"Kadang hidup ini juga penuh ketidakberdayaan, di dunia ini ada beberapa hal yang sukar." Beban hidup di dunia saha ini sungguh menyedihkan, Dharmaraja berpesan kepada semua bahwa perumah tangga yang belajar Buddha, selain sibuk dalam mencari nafkah dan menjaga nama baik, mesti sediakan waktu untuk bersadhana, dengan demikian barulah hidup ini menjadi sempurna. Kepada para bhiksu dan bhiksuni, Dharmaraja berpesan, jagalah status Anda sebagai anggota Sangha, jadikanlah Buddhadharma sebagai pusat hidup Anda.

Usai Dharmadesana yang sangat berharga, Dharmaraja menganugerahkan abhiseka yang sangat istimewa : Abhiseka Mahasadhana Avenika Raja Agung Avalokitesvara Bodhisattva dan Sadhana Mandala Tubuh Avalokitesvara, dengan demikian upacara telah sempurna.

Judul Asli :
2018年12月29日台灣雷藏寺高王觀世音菩薩法會

Sumber :
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=8&id=4785

◎ Tautan Siaran Langsung Upacara Homa di Taiwan Lei Tsang Temple, setiap hari Sabtu pukul 14:00 ( WIB )

Klik di sini untuk tautan siaran langsung dengan penerjemah Inggris

Klik di sini untuk tautan siaran langsung Mandarin

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Buddha Guru.