Halaman Utama > Fokus Internasional > Kebenaran Sejati bagi Sadhaka


Kebenaran Sejati bagi Sadhaka

【Liputan Acarya Lianhua Huijun TBS - 蓮花慧君上師】

Tanggal 26 November 2018, Tim Akademisi Zhenfo Berdharmayatra. Dengan penuh sukacita semua melaporkan perkembangan karya Dharmabakti, dan Mahaguru berwelas asih memberikan petunjuk bagi semua. 

Mahaguru mengenang, Dahulu seorang siswa dari Jerman datang Berdharmayatra bersama keluarga, namun biksu di vihara beranggapan bahwa seorang biksu/biksuni tidak pantas melayani umat, oleh karena itu, tidak melakukan antar jemput ke vihara bagi umat yang datang dari jauh. Mengetahui hal ini, di atas Dharmasana, Mahaguru mengatakan : “Seorang biksu/biksuni memang sangat mulia, akan tetapi, biksu/biksuni juga wajib menyeberangkan insan.”

Saat itu, mendengar Dharmadesana Mahaguru, sekeluarga dari Jerman merasa sungguh terharu, dan menetap selama sebulan untuk mendekati Mahaguru dan secara langsung mendengar bimbingan Dharma dari Mahaguru.

Pernah juga suatu ketika, di saat udara sangat dingin, umat yang datang dari luar negeri ditahan di depan pintu, tidak bisa masuk ke dalam vihara, sebab saat itu sedang sesi memasuki samadhi. Di atas Dharmasana, Mahaguru melihatnya dengan jelas, maka Mahaguru langsung turun dari Dharmasana untuk membuka pintu vihara dan mempersilakan para umat itu untuk masuk. 

Mahaguru mengatakan : “Oleh karena itulah, penerima tamu di sebuah tempat ibadah sangat penting.”

Mengenai bhavana, Mahaguru menjelaskan : “Mahanamaskara dan Catursarana sebagai bagian dari Caturprayoga mesti dilakukan paling sedikit 100 ribu kali. Seperti di Cetiya Shanjue, banyak umat bahkan Bodhisattva senior yang berusia 70 tahun sekalipun juga melakukan mahanamaskara. Sadhaka mesti berlatih sampai mencapai kontak yoga dalam Caturprayoga, kemudian melanjutkan sadhana sesuai urutan. Dahulu di masa agama Buddha mula-mula, Arhat berbhavana sampai air dan api bersilang, dan tubuh bertransformasi menjadi cahaya pelangi.”

“Oleh karena itu, bhavana bukan membangun sebuah vihara untuk tempat wisata. Dahulu di masa Sakyamuni Buddha, para siswa bermeditasi di dalam gua. Kemudian, jumlah siswa semakin banyak, barulah didirikan sebuah cetiya, Jetavana-anantapindhasyarama. Akan tetapi, akhirnya, dihujat oleh Devadatta.”

“Suatu ketika, Bodhidharma tiba di vihara megah yang dibangun oleh Kaisar Liang, begitu melihatnya : ‘Astaga ! Agama Buddha yang sesungguhnya bukan demikian ! Sesungguhnya berapa banyak yang benar-benar tekun berbhavana ?!’”

Usai mendengarkan Dharmadesana yang singkat namun sarat dengan kebijaksanaan, para akademisi merasa dipenuhi Dharmasukha, satu-persatu mempersembahkan khata kepada Mahaguru, memohon adhisthana Mulacarya, segalanya sempurna dan manggala. 

Judul Asli :
修行者的真正義諦

Sumber :
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=8&id=4744

◎ Tautan Siaran Langsung Upacara Homa di Taiwan Lei Tsang Temple, setiap hari Sabtu pukul 14:00 ( WIB )

Klik di sini untuk tautan siaran langsung dengan penerjemah Inggris

Klik di sini untuk tautan siaran langsung Mandarin

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Buddha Guru.