Halaman Utama > Fokus Internasional > Vajravarahi Adalah Akar dari Sunya dan Sukha – Istadevata Sadhana Prana Nadi Bindu Anasrava dan Kundalini


Vajravarahi Adalah Akar dari Sunya dan Sukha – Istadevata Sadhana Prana Nadi Bindu Anasrava dan Kundalini

【Berita TBS Seattle】

Pada tanggal 28 Oktober 2018, Rainbow Temple (彩虹雷藏寺) Seattle Amerika Serikat, mengundang Mulacarya Zhenfo Zong, Dharmaraja Liansheng untuk memimpin Upacara Agung Homa Vajravarahi, dan melanjutkan pengulasan Lamdre.

Dalam Dharmadesana, Mahaguru mengisahkan pertanyaan beliau kepada Sang Buddha : “Apakah saya boleh melanjutkan pengulasan Sadhana Tantra Abhiseka ke-3 ? Apakah hal yang menjadi tanda tanya besar semenjak dahulu kala ini adalah metode sesat ?” 

Sang Buddha menjawab : “Semua insan terlahir dari berahi ! Orang yang asusila adalah orang yang tidak dapat mengendalikan nafsu berahi, sadhaka mesti menjaga sila, dan biksu biksuni mesti menjalani hidup suci, tidak boleh memiliki hasrat lain-lain, jangan tamak, jangan membenci, dan jangan memelihara kebodohan batin. Akan tetapi, seorang yogi yang ingin menjalani guhyacarya, mesti memenuhi semua persyaratan yang ada, seperti : telah memahami sunyata, mencapai anasrava, dan lain sebagainya.”

Sang Buddha melanjutkan : “Dahulu, Vimalakirti titisan Tathagata Gandum Emas, berpasangan dengan Dewi Penabur Bunga ; Guru Padmasambhava berpasangan dengan Yeshe Tsogyal, apakah mereka adalah berahi ? Bukan !” Mahaguru bertanya : “Jika demikian, Beliau tergolong apa ?” Sang Buddha menjawab : “Itu adalah metode yang suci ! Sebab itu adalah kesucian dari samapatti.” 

Mahaguru bertanya : “Bolehkah saya terus lanjutkan pengulasan tersebut ?” Sang Buddha menjawab : “Sesuaikan dengan insan ! Akan tetapi, di masa penghujung Dharma seperti ini, di antara sepuluh ribu orang bahkan tidak ada satu pun yang memenuhi syarat untuk melatih metode tersebut.”

Mahaguru mengatakan, Vajravarahi merupakan Istadevata utama bagi Sadhana Internal, nadi tengah, kundalini, bindu, dan anasrava. Beliau adalah akar dari sunya dan sukha. Vajravarahi memiliki tiga kualitas utama :

1.    Kekuatan untuk membakar habis semua klesha, membersihkan klesha, menampakkan svabhavajnana.
2.    Melembutkan prana napas dan nadi tubuh, melembutkan dan mengatur nadi, mencapai keberhasilan Amara ( tiada kematian ).
3.    Membangkitkan kundalini, mengolah bindu, menyingkirkan rintangan mara jiwa dan raga, menaklukkan mara, menuntun Dasadharmadatu.

Vajravarahi disebut juga Dorje Phagmo, merupakan pemimpin semua Dakini. Meskipun Simhamukha Dakini memiliki kekuatan yang sangat besar, Guru di atas Beliau adalah Vajravarahi, dan di atas Vajravarahi adalah Prajnaparamita Bhagavati, pemimpin utama para Dakini adalah Prajnaparamita Bhagavati, semua Dakini beremanasi dari Prajnaparamita Bhagavati. 

Vajravarahi merupakan Istadevata yang sangat penting bagi penekunan Sadhana Pil bagi kaum wanita. Keutamaan Vajramusti ( Tinju Vajra ) adalah prana mengalir dengan lancar di sekujur tubuh, nadi tidak tersumbat, merupakan metode untuk mengalirkan prana, manfaatnya adalah untuk membantu pergerakan prana, merupakan mudra tubuh yang dapat mengendalikan prana dalam Sadhana Anasrava, Kundalini, dan Sadhana Bindu.

Mantra Hati Vajravarahi : “Om. Duojie Pamu. Suoha” , “Om. Duojie Pamu. Hum Pei. Suoha”

Vajra-varahi ( Jingang Haimu ) berwujud gadis berusia 16 tahun, bermuka satu dan berlengan dua, serta tiga mata yang terbuka lebar, alis mengerenyit, bertaring, telanjang , tersenyum dengan krodha. Tubuhnya berwarna merah, berdiri dalam postur menari ; Pinggangnya ramping dan tubuhnya indah, dua payudaranya sempurna dan berisi, mengenakan perhiasan yang berupa untaian tulang belulang, berkalungkan untaian kepala, berkombinasi dengan untaian bunga dan ghanta, tubuh dikelilingi nyala api berwarna merah, sangat cantik dan bersinar.

Kaki kanan ditekuk di udara ( di angkat ) , kaki kiri menginjak shava di atas cakrasurya padmasana, sekujur tubuh memancarkan cahaya merah menerangi semua. Rambutnya berdiri tegak, kepala mengenakan mahkota lima tempurung, di sisi kepala terdapat kepala varahi ( babi ), oleh karena itulah Beliau disebut Bunda Varahi. 

Tangan kanan di angkat tinggi memegang belati kartika, tangan kiri di depan dada emegang kapala yang penuh dengan darah segar, lengan kiri mengapit khatvanga yang berhias vajra dan tiga kepala manusia. Khatvanga disebut juga sebagai tongkat langit, ketiga tengkorak merepresentasikan lenyapnya lobha, dvesa, dan moha, juga merepresentasikan Trikaya : Dharmakaya, Sambhogakaya, dan Nirmanakaya. Khatvanga melambangkan kekuasaan, merupakan emanasi dari Vajravarahi. 

Mahaguru melanjutkan pengulasan Lamdre :

Penguasaan kiat dibagi menjadi lima : turun, tahan, kembali, meratakan, dan melindungi.

1. Turun : Terlebih dahulu menghasilkan hangat dan caturnanda, faktor yang dibutuhkan untuk menghasilkan caturnanda disebut caturksana, dibedakan berdasarkan empat waktu, dan caturnanda yang dihasilkan berdasarkan empat anubhava yang berbeda. Caturksana adalah anubhava yang dapat mengenali, dan caturnanda merupakan tingkatan yang dikenali. 

Ksana yang pertama disebut : Ksana berbagai atribut, merupakan penglihatan berbagai macam hal seperti rupa dan lain sebagainya, saat itu, semua anubhava yang dihasilkan disebut : Nandajnana.

Ksana yang kedua adalah : Ksana kehangatan berbeda, ‘Bo-la’ dan ‘Ga-guo-la’ menyatu setara, menjadi lebih unggul sebelum sirkulasi sukha, saat itu, anubhava yang muncul disebut : Paramanandajnana.

Ksana yang ketiga disebut : Ksana sentuhan, menggunakan mudra sentuhan seperti menyingkirkan dan lain sebagainya, tiada penggolongan rupa, menghasilkan sukha di dalam, saat itu, semua anubhava yang dihasilkan disebut : Nispritikajnana.

Ksana yang keempat disebut : Ksana tiada atribut, kualitas bersih dari sembilan loka, antara sifat atribut dan sukha tidak bisa dibedakan, atau dibedakan dari batin tiada diskriminasi, saat itu, semua anubhava yang muncul merupakan perpaduan antara sukha dan amanasikara, merupakan Svabhavajnana. Semua yang telah dituturkan merupakan makna secara garis besar.

Usai Dharmadesana yang sangat berharga, Dharmaraja Liansheng berwelas asih menganugerahkan Abhiseka Mahasadhana Avenika Vajravarahi yang sangat istimewa ( Termasuk Abhiseka Sarana ), upacara manggala dan sempurna.

Judul Asli :
金剛亥母是空樂根本,氣脈明點無漏拙火法本尊

Sumber :
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=8&id=4716

◎ Tautan Siaran Langsung Pembabaran Dharma Mahaguru di Seattle ( Waktu Indonesia ) : Puja Bakti di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu pukul 10:00 ( WIB ) ; Upacara Homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin pukul 05:00 ( WIB )

Klik di sini untuk tautan siaran langsung dengan penerjemah Inggris

Klik di sini untuk tautan siaran langsung Mandarin

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Buddha Guru.