Halaman Utama > Fokus Internasional > 27 Oktober 2018 Puja Bakti Sadhana Istadevata Cundi Bhagavati


27 Oktober 2018 Puja Bakti Sadhana Istadevata Cundi Bhagavati

【Berita TBS – Seattle Ling Shen Ching Tze Temple - 西雅圖雷藏寺】

Gerimis musim gugur di Seattle membawa rintik hujan perpisahan, tanpa terasa kami mulai menghitung hari, sebab dua kali lagi puja bakti mingguan, Mahaguru dan Gurudara akan memulai rangkaian pembabaran Dharma di Taiwan. Segenap siswa di wilayah Amerika Serikat dan Kanada memanfaatkan waktu yang tersisa untuk menghadiri puja bakti dan upacara yang dipimpin oleh Mahaguru di Seattle.  

Puja bakti malam hari ini adalah Sadhana Istadevata Cundi Bhagavati, usai puja bakti, Mahaguru mengisahkan bahwa dahulu Guru Sesepuh Milarepa adalah seorang yogi yang melakukan pertapaan keras, dalam Tantra dibahas mengenai yogi, yogi adalah praktisi guhyacarya, tidak memiliki tempat tinggal, berbeda dengan biksulama pada umumnya yang menetap di sebuah vihara, sebagian besar yogi hidup berkelana dan mengemis, mereka berdiam di hutan belantara dan gua-gua. Setelah belajar Dharma, Milarepa masuk ke dalam gua untuk bertapa, hanya makan dedaunan hingga tubuhnya kurus kering, akibatnya kundalini tidak bisa bangkit. Dalam Tantra dikatakan, untuk membangkitkan kundalini diperlukan minyak, tantrika mesti memiliki segala faktor penunjang bangkitnya kundalini, ibarat lampu yang memerlukan listrik, dan ibarat lilin memerlukan minyak. 

Saat itu, seorang umat mempersembahkan makanan kepada Milarepa, barulah Milarepa berhasil membangkitkan kundalini. Oleh karena itu, orang yang vegetarian akan sangat sukar untuk membangkitkan kundalini, sebab tidak memiliki faktor penunjang bangkitnya kundalini. Berlatih pembangkitan kundalini mesti memiliki tubuh yang sehat, juga memerlukan prana yang lancar dan melimpah, nadi tengah mesti tembus. Prana digunakan untuk membangkitkan api, api  ini juga harus memiliki sumber penunjang berupa kesehatan, dengan demikian barulah kundalini bisa bangkit. 

Mahaguru juga memperkenalkan Istadevata puja bakti hari ini, Cundi Bhagavati, Sadhana Cundi Bhagavati ditransmisikan oleh Acarya Pufang (普方上師) kepada Mahaguru. Tadi pada saat Sadhana Cundi Bhagavati, dengan kondisi mata terpejam, Mahaguru melihat tiga cahaya prajna, yaitu cahaya merah, kuning, dan putih. Semula Cundi Bhagavati hanya memancarkan cahaya kuning dan putih, sedangkan cahaya merah tergolong sebagai cahaya dari Amitabha Buddha dan Avalokitesvara Bodhisattva. Akan tetapi, karena Cundi Bhagavati merupakan salah satu perwujudan Avalokitesvara, maka muncullah pancaran cahaya merah, oleh karena itu, saat Cundi Bhagavati hadir, banyak perwujudan Avalokitesvara yang lain juga turut hadir, Cundi Bhagavati disebut juga sebagai Cundi-lokesvara. 

Dalam Tantra, banyak metode yang berbeda-beda, Lamdre yang diulas saat ini sangat banyak membahas perihal Sadhana Dalam yang tergolong sebagai Sadhana Anuttaratantra. ‘Sampatti’ mengandung makna yang luas, ‘marga’ dari ‘Marga-phala’ ( Lamdre ) digunakan untuk bersadhana, ‘phala’ merupakan pencapaian, berkat pembinaan diri dalam marga, maka sadhaka memperoleh pencapaian, inilah yang disebut sebagai ‘Marga-phala’ ( Lamdre ).

Mahaguru pernah bertanya kepada Sakyamuni Buddha, apa itu Samyakdharma ? Apa itu non-Dharma ? Menurut penjelasan Sang Buddha : Hanya Dharma yang dapat membawa pada pencapaian final barulah disebut sebagai Samyakdharma, selain itu semua adalah non-Dharma. Sang Buddha bersabda, bahkan Dharma pun mesti dilepaskan, apalagi non-Dharma. 

Mahaguru lanjut bertanya : “Apakah abhijna ( daya gaib ) adalah Samyakdharma ?” Sang Buddha menjawab bahwa abhijna adalah non-Dharma, sebab orang yang memiliki abhijna belum tentu merealisasi kesucian tertinggi, abhijna hanya merupakan sebuah upaya. Hanya Buddhadharma yang mengandung kebenaran terunggul dan kebenaran tertinggi lah yang merupakan Samyakdharma sejati, yang lain adalah upaya kausalya ( metode penyesuaian ). Pembabaran Lamdre juga demikian, di dalamnya terkandung banyak metode penyesuaian, namun pada akhirnya, metode ini dapat digunakan untuk mencapai kebenaran terunggul. 

Usai Dharmadesana, Mahaguru berwelas asih menganugerahkan Abhiseka Sarana, mengadhisthana Air Mahakaruna Dharani, dan mengabhiseka pratima. Sebelum meninggalkan lokasi, terlebih dahulu Mahaguru memberikan adhisthana jamah kepala kepada semua umat. 

Berjalan menembus gerimis, kami teringat akan nasihat dari Mahaguru, supaya jangan sampai terkena air hujan, jaga kesehatan, sebab dengan adanya kesehatan, barulah kita bisa berbhavana dengan baik, barulah kita memiliki daya untuk bhavana. 

Judul Asli :
2018年10月27日準提佛母本尊法同修

Sumber :
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=8&id=4715

◎ Tautan Siaran Langsung Pembabaran Dharma Mahaguru di Seattle ( Waktu Indonesia ) : Puja Bakti di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu pukul 10:00 ( WIB ) ; Upacara Homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin pukul 05:00 ( WIB )

Klik di sini untuk tautan siaran langsung dengan penerjemah Inggris

Klik di sini untuk tautan siaran langsung Mandarin

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Buddha Guru.