Halaman Utama > Fokus Internasional > Biarlah Cinta Menyelimuti – Upacara Agung Sahasrabhuja Sahasranetra Avalokitesvara Doa bagi Taiwan


Biarlah Cinta Menyelimuti – Upacara Agung Sahasrabhuja Sahasranetra Avalokitesvara Doa bagi Taiwan

【Liputan Lianhua Dezheng - Yilan】

Pada tanggal 21 Oktober 2018, kereta api Puyuma nomor 6432 tergelincir, 18 orang meninggal dunia, dan 200 orang luka-luka. Genap tujuh hari setelah peristiwa tersebut, pada tanggal 27 Oktober, dalam tradisi masyarakat Taiwan disebut sebagai ‘Peringatan Tujuh Hari’, True Buddha Foundation bekerja sama dengan True Buddha School Vajrayana Association of R.O.C. (中國真佛宗密教總會), dan Lotus Light Charity Society Taiwan (台灣華光功德會) memprakarsai acara : “Upacara Sahasrabhuja Sahasranetra Avalokitesvara untuk Pemberkahan dan Penyeberangan – Biarlah Cinta Menyelimuti”, diselenggarakan oleh tempat ibadah Zhenfo Zong di Taiwan Utara dan Lotus Light Charity Society Taiwan. 

Upacara Sahasrabhuja Sahasranetra Avalokitesvara yang sangat istimewa ini diselenggarakan pada tanggal 27 Oktober 2018, pukul 2 sore di Taman Yuanshan Yilan. Pada saat yang sama, di Taiwan Lei Tsang Temple (台灣雷藏寺) juga diselenggarakan Upacara Amitabha Buddha untuk Pemberkahan dan Penyeberangan, bersama melimpahkan jasa bagi korban jiwa kecelakaan kereta api Puyuma, supaya dapat terlahir di alam suci, dan untuk mengadhisthana korban luka-luka supaya segera sembuh.

Upacarika di Yilan adalah Acarya Lian-miao (蓮妙上師), didukung oleh Acarya Lian-yu (蓮育上師) beserta segenap biksu, biksuni, Pandita Dharmaduta, Pandita Lokapalasraya, serta perwakilan tempat ibadah Zhenfo Zong di Taiwan Utara, dihadiri oleh lebih dari 200 umat. 

Dalam upacara, Acarya Lian-miao membentuk mudra santika, paustika, vasikarana, abhicaruka, dan penyeberangan, menggunakan Sadhana Tantra Zhenfo yang istimewa untuk menyeberangkan arwah, serta memandu semua untuk bersama melakukan meditasi berjalan melafal Nama Buddha di Taman Yuanshan. Rekaman suara pelantunan Nama Agung Amitabha Buddha yang dilantunkan sendiri oleh Dharmaraja Liansheng berkumandang di angkasa arena upacara, membangkitkan kelembutan hati, mengubah tiap pelafalan Nama Agung Amitabha Buddha menjadi kuntum padmasana nan terang, menyinari dan menyingkirkan rasa takut dan kegelisahan dari hati para arwah, laksana bahtera Dharma yang menyeberangkan semua arwah dan membawa doa restu dari umat Zhenfo Zong, terbang menuju ke alam suci. Saat melakukan meditasi berjalan, nampak Acarya Lian-miao dan beberapa umat menitikkan air mata, bukan air mata kesedihan, melainkan adalah air mata amrta tirta yang membasuh jiwa, merupakan tirta cinta kasih murni dari umat bagi para korban kecelakaan kereta api Puyuma di Yilan.

Usai upacara, Acarya Lian-miao Berdharmadesana : Sesaat setelah kecelakaan kereta api Puyuma terjadi, Acarya Lian-miao dan Acarya Lian-yue (蓮悅上師) segera menuju ke rumah duka untuk memberikan penghiburan kepada keluarga korban. Seorang ibu yang saking sedihnya sampai tidak dapat lagi mengeluarkan air mata, berseru pilu : “Kenapa harus anakku ?” dalam kondisi itu, segala macam kata-kata penghiburan tidak akan didengar, namun Acarya Lian-miao justru bertanya kepada ibu tersebut : “Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda ?” Ibu yang diliputi duka itu menjawab : “Aku takut anakku tidak bisa pulang ke rumah !” Acarya Lian-miao memeluk ibu yang berduka itu, dan dengan lembut mengatakan : “Baiklah, biarlah kami membantu anakmu untuk pulang ke rumah yang lebih baik, pulang ke rumah Buddha dan Bodhisattva, supaya ia tidak lagi berkelana, supaya dia menjadi malaikat kecil yang bahagia.” Ibu yang semula kalut, mendadak dengan kuat memeluk Acarya Lian-miao, dan mengatakan : “Baik ! Biar anakku pulang ke rumah Buddha dan Bodhisattva !”

Ya ! Satu-satunya yang dapat kita lakukan adalah menuntun para korban jiwa untuk menemukan tempat berpulang, yaitu alam suci Buddha, demikianlah nidana upacara ini, sekaligus merupakan nidana yang membuat kita semua berkumpul di sini untuk berdoa bersama melimpahkan jasa bagi para korban kecelakaan kereta api Puyuma, supaya memperoleh penjemputan dari Buddha Bodhisattva, terbebas dari samsara, terlahir di alam suci Buddha, supaya semua korban luka dapat memperoleh adhisthana Buddha Bodhisattva, segera memperoleh kesembuhan.

Dunia saha bukanlah alam suci, setiap saat bisa tertimpa bencana, bahkan di segala penjuru dunia terdapat kerisauan batin, namun seperti yang dituturkan oleh Acarya Lian-miao : “Saya tetap yakin bahwa kita memiliki pemandangan yang paling indah, yaitu cinta, di saat cinta ini bangkit, Anda akan diabhiseka olehnya, hanya saat cinta kasih bersemi, barulah kita dapat mengubah kerisauan menjadi Bodhi.” , “Mengapa Sahasrabhuja Sahasranetra Avalokitesvara dapat menanggapi semua doa yang dipanjatkan ? Sebab itulah ikrar Beliau, dan ikrar itu adalah cinta kasih !”

Kita juga patut berterima kasih atas bantuan dan dukungan dari kepala desa Yuanshan dan Sekjen Asosiasi Nelayan Toucheng : Chen Xiunan, terima kasih pula bagi perwakilan setiap tempat ibadah dan kepada semua umat Sedharma, berkat cinta kasih Anda semua, upacara kali ini dapat terselenggara dengan sempurna. Semoga selamanya kita mengembangkan cinta kasih murni, dan saling menghargai cinta kasih ini, gunakan cinta kasih universal ini untuk mencapai alam suci nan terang, terus hingga mencapai Kebuddhaan. 

Judul Asli :
讓愛轉動、為台灣祈福「千手千眼觀世菩薩祈福超度法會」

Sumber :
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=8&id=4714

◎ Tautan Siaran Langsung Pembabaran Dharma Mahaguru di Seattle ( Waktu Indonesia ) : Puja Bakti di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu pukul 10:00 ( WIB ) ; Upacara Homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin pukul 05:00 ( WIB )

Klik di sini untuk tautan siaran langsung dengan penerjemah Inggris

Klik di sini untuk tautan siaran langsung Mandarin

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Buddha Guru.