Halaman Utama > Fokus Internasional > 29 September 2018 Puja Bakti Bersama Seattle Ling Shen Ching Tze Temple


29 September 2018 Puja Bakti Bersama Seattle Ling Shen Ching Tze Temple

【TBS – Berita Seattle Ling Shen Ching Tze Temple / Liputan Shi Lianyu(蓮育)】

Pada tanggal 29 September 2018, Seattle Ling Shen Ching Tze Temple (西雅圖雷藏寺) menyelenggarakan puja bakti bersama Sadhana Istadevata Bhaisajyaguru Buddha, usai puja bakti, Dharmaraja Liansheng Berdharmadesana, terlebih dahulu mengungkapkan bahwa malam hari itu muncul banyak cahaya prajna yang menerangi seluruh bhaktisala, energi spiritual yang dihasilkan sungguh besar, di dalam cahaya prajna terdapat mandala dan Istadevata, seperti yang disebutkan oleh orang Tiongkok : ‘Langit bundar bumi persegi’, dalam setiap cahaya prajna terdapat Istadevata yang berbeda, Istadevata turun hadir dengan duduk di tengah cahaya prajna.

Bhaisajyaguru Buddha memiliki alam suci yang bernama Alam Suci Bhaisajyaguru Vaiduryaprabha di sebelah timur, tidak perlu dibandingkan dengan alam suci Amitabha Buddha di barat, sebab antar alam suci saling terhubung. Seperti halnya di alam suci Avatamsaka dan alam suci Buddha Locana yang saling menyinari. Asalkan sadhaka berhasil mencapai satu alam suci, maka pasti dapat mengarungi alam suci di sepuluh penjuru, dapat berkunjung ke setiap alam suci, meskipun belum mencapai alam suci cahaya kedamaian abadi, namun telah mengungguli tingkatan semua surga di triloka. 

Dalam Bodhipathapradipa yang ditulis oleh Y.A. Atisa, bhavana dibagi menjadi tiga tingkat jalan, kebanyakan orang membina diri demi terbebas dari derita di dunia fana, mereka menaati pancasila Buddhis, mengamalkan sepuluh perbuatan kebajikan, dan kelak dapat terlahir di alam surga untuk menikmati berkah, ini disebut jalan sadhaka tingkat rendah. 

Jalan sadhaka tingkat menengah adalah jalan Arhat, diri sendiri mencapai keberhasilan bhavana, terbebas dari derita dan klesha, diri sendiri mencapai realisasi Arhat. Sedangkan jalan sadhaka tingkat tinggi, selain diri sendiri mencapai pembebasan, sadhaka juga bertekad untuk menyeberangkan semua makhluk mencapai pembebasan. 

Y.A. Atisa paling mengutamakan Bodhicitta, berkat pengamalan Bodhicitta, sadhaka dapat mencapai realisasi bhavana, tanpa Bodhicitta tidak akan mungkin mencapai Kebuddhaan. Bhavana memerlukan Bodhicitta, baru bisa mencapai Anuttara Samyaksambodhi.

Bhaisajyaguru Vaiduryaprabha Tathagata juga membangkitkan banyak ikrar Bodhicitta, Beliau berharap supaya insan yang menderita sakit dapat berlindung kepada-Nya dan terbebaskan dari karma penyakit. Pada umumnya vihara mempersemayamkan Buddha Trikala, di tengah adalah Sakyamuni Buddha, di sisi naga adalah Bhaisajyaguru Buddha, dan di sisi macan adalah Amitabha Buddha. Ada juga yang berpendapat bahwa Bhaisajyaguru Buddha di timur dan salah satu anggota Pancadhyani Buddha : Aksobhya Tathagata , berbeda nama namun sama. Pancadhyani Buddha berhubungan dengan lima cakra dalam tubuh kita, Aksobhya Tathagata di timur ada di cakra anahata kita yang sangat penting. 

Mahaguru mengenang 18 tahun lampau, Bhaisajyaguru Buddha pernah menolong Mahaguru, saat itu Mahaguru menderita sakit dan pergi Berdharmayatra ke Korea, di Korea Mahaguru melihat Bhaisajyaguru Vaiduryaprabha Tathagata, Suryaprabha Bodhisattva, Candraprabha Bodhisattva, Bhaisajyaraja Bodhisattva, Bhaisajyasamudgata Bodhisattva, dan 12 Yaksadevasenapati muncul mengadhisthana. Mahaguru memanjatkan syukur atas pertolongan Bhaisajyaguru Buddha. 

Lamdre :

13. Samadhi svabhava di tengah kekacauan
Di beberapa lokasi nadi di bagian bawah nadi tengah, nadi di mana tidak ada prana hati yang berhimpun ibarat rumah kosong, berkat nidana himpunan prana hati, kesadaran hati terang terbagi menjadi kecil, sumber tiada perbedaan besar. Muncul kondisi seperti kondisi mengantuk hendak tidur, atau tidur dan belum terbangun, jaminan melalui kiat leluasa, dan terakhir, menghasilkan samadhi sunya terang.《 Tantra Sangbuzha 》menyebutkan : “Berdiam dalam samadhi tiada diskriminasi, tiada noda laksana angkasa.” 

Dharmaraja Liansheng melanjutkan pengulasan Lamdre :

Dalam berlatih prana, nadi, dan bindu, ada kalanya prana dalam sekujur tubuh terpencar, salah arah, tidak mengarah ke nadi tengah ; Tidak peduli sekacau apa pun prana Anda, bagaimana air itu turun, bagaiamana api itu naik, bagaimanapun kacaunya, singkat kata, masih berada dalam tubuh Anda. Kenapa disebut samadhi svabhava kekacauan, visualisasi tubuh ibarat rumah kosong, leluasa, dengan sendirinya akan menjadi teratur. 

Meski prana, nadi, kundalini, dan bindu kacau, namun mesti diketahui bahwa nadi ada dalam visualisasi, semula adalah tiada, prana hanya napas, namun batin kita fokus kepadanya, dan di saat tidak menggunakan pikiran, ibarat ruang kosong, bindu ibarat bongkah susu yang terbakar dan menetes ke bawah, asalkan dapat bervisualisasi diri sendiri ibarat rumah kosong, semua adalah sunya, berarti telah leluasa, pertahankan alamiah, dengan keleluasaan maka semua akan menjadi teratur dengan sendirinya, tanda-tanda samadhi akan muncul, laksana angkasa, tiada kekotoran sedikitpun. Prana, nadi, kundalini, dan bindu tidak perlu diacuhkan, cukup menetap dalam samadhi tiada diskriminasi, laksana angkasa tanpa noda. Samadhi ini disebut samadhi angkasa terang, asalkan sadhaka dapat melebur dalam sunya, maka dengan sendirinya dapat menghasilkan samadhi ! Menghasilkan dhyana samadhi. Oleh karena itu, di tengah kekacauan juga dapat menghasilkan samadhi, di tengah delusi juga bisa dihasilkan samadhi, di tengah klesha juga dapat dihasilkan samadhi. 

Tiap malam, sebelum tidur, Mahaguru akan bersadhana terlebih dahulu, melakukan simabandhana dengan baik, berbaring dan mengosongkan pikiran, tidak memusingkan posisi tidur, bahkan ego pun telah kosong, tiada lagi, dalam beberapa detik langsung tidur, sirna dalam angkasa, dengan demikian tidur juga merupakan samadhi. Pada saat biasa, bermeditasi dalam posisi duduk, masuk di antara kondisi tidur dan belum tidur, kondisi ini adalah samadhi, inilah yang paling penting, terlebih dahulu lakukan vipasyana, kemudian samatha, samatha kemudian vipasyana, menjadi metode : Mahasamatha-vipasyana dalam Tiantai, Cula-samatha-vipasayana, lambat laun dalam berbagai kondisi bisa memasuki samadhi, menghadapi hal apa pun tetap leluasa, tiada klesha. 

Kiat yang paling penting dalam Lamdre bagian ini adalah mengosongkan pikiran ! Tidak peduli Anda berlatih prana, nadi, bindu, lima cakra, tujuh cakra, semua terbuka, tujuan utama adalah meminta Anda untuk mengosongkan pikiran. Sebab dalam tubuh terlalu banyak sampah dan kotoran, gunakan kundalini untuk membakar habis semua sampah dalam diri, setelah semua terbakar habis, tubuh akan menjadi rumah kosong, gunakan rumah kosong ini untuk merealisasikan angkasa, melebur dalam angkasa, kiatnya adalah keleluasaan. 

Jangan sampai melekat pada tubuh Anda sendiri, jangan pula melekat pada berbagai hal eksternal, begitu melekat maka langsung terikat. Leluasa yang dimaksud oleh Virupa adalah mengosongkan pikiran ! Tidak memikirkan apa pun, biarkan leluasa, alamiah, berpadu alami, tiada persoalah apa pun, di dunia ini tidak pernah terjadi apa pun. 

Usai Dharmadesana yang sangat berharga, Mahaguru memberikan Abhiseka Sarana kepada siswa baru, mengadhisthana altar mandala dan umat, serta memberikan adhisthana jamah kepala kepada para siswa, semua diliputi Dharmasukha. 













Judul Asli :
2018年9月29日西雅圖雷藏寺同修

Sumber :
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=8&id=4691

◎ Tautan Siaran Langsung Pembabaran Dharma Mahaguru di Seattle ( Waktu Indonesia ) : Puja Bakti di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu pukul 10:00 ( WIB ) ; Upacara Homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin pukul 05:00 ( WIB )

Klik di sini untuk tautan siaran langsung dengan penerjemah Inggris

Klik di sini untuk tautan siaran langsung Mandarin

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Buddha Guru.