Halaman Utama > Fokus Internasional > Upacara Agung Amitabha Buddha Tahun Wuxu dan Transmisi Perdana Sadhana Penjapaan Je Tsongkhapa


Upacara Agung Amitabha Buddha Tahun Wuxu dan Transmisi Perdana Sadhana Penjapaan Je Tsongkhapa


《TBS – Berita Seattle Ling Shen Ching Tze Temple》

Pada tanggal 8 September 2018 di Meydenbauer Center, Seattle Ling Shen Ching Tze Temple (西雅圖雷藏寺) menyelenggarakan upacara agung musim gugur tahunan dengan Adhinatha Amitabha Buddha, mengundang Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu untuk memimpin, serta menganugerahkan transmisi perdana Sadhana Penjapaan Je Tsongkhapa. 

Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen mengirimkan papan kaligrafi bertuliskan ‘Upacara Sempurna’. Selain itu, Presiden Legislatif Yuan : Bpk. Su Jiaquan (蘇嘉全), Wakil Presiden Legislatif Yuan : Cai Qichang (蔡其昌), Wali Kota Taichung : Lin Jialong (林佳龍), Bupati Kabupaten Nantou : Lin Mingzhen (林明溱), Wali Kota Zhanghua : Qiu Jianfu (邱建富), Ketua Kuomintang : Wu Den-yih (吳敦義), anggota Legislatif Yuan : Ma Wenjun (馬文君), anggota Legislatif Yuan : Xu Shuhua (許淑華), dan anggota dewan kota Tainan : Cai Wangquan (蔡旺詮), juga mengirimkan papan kaligrafi dan ucapan selamat melalui telegram. 

Banyak tamu agung yang menghadiri upacara, antara lain : Wakil Direktur Kantor Ekonomi dan Kebudayaan Taipei di Seattle ( TECO ) : Liu Zhengxing (劉政星) dan istri, beserta sekretaris : Zhuang Zujin (莊足金), Duta Besar Taiwan di Swedia dan Norwegia  : Dubes Liao Dongzhou dan istri, beserta para tamu agung dari dunia politik, emigrant, bisnis, pendidikan, medis, hukum, penyiaran, musik, dan seni, berjumlah lebih dari 70 orang, beserta siswa Zhenfo Zong dari seluruh penjuru dunia berjumlah lebih dari 2000 orang. 

Pada hari pelaksanaan upacara, pukul 10 pagi, para pemohon utama berbaris mengular sampai mengitari arena upacara, menantikan giliran untuk mempersembahkan khata, sungguh merupakan wujud dari ketulusan siswa Zhenfo dalam menghormati Guru dan menghargai Dharma. Acara dilanjutkan dengan tanda tangan buku, pada saat itu di arena diputar lantunan merdu suara mantra Je Tsongkhapa dan Amitabha Buddha. 

Upacara dimulai pada pukul 2 sore tepat, barisan pengiring Guru membawa Dharmayudham, panji Buddha, dan menaburkan bunga untuk menyambut Buddha Guru, menyambut Dharmaraja Liansheng memasuki mandala untuk mentransmisikan ajaran. Upacara agung musim gugur dibuka dengan lantunan lagu Pendupaan. 

Terlebih dahulu, presiden Sheng-yen Lu Foundation : Dr. Lu Foqing menyampaikan bahwa Sheng-yen Lu Foundation telah berdiri selama 10 tahun, dan telah mendonasikan dana sebesar lebih dari US$ 2 juta dalam bidang kesehatan dan pendidikan. Dr. Lu Foqing juga melaporkan lembaga-lembaga yang telah menerima bantuan dan para murid yang menerima beasiswa Padma selama tahun 2018, lembaga-lembaga tersebut juga secara bergiliran tampil menyampaikan rasa terima kasih dan mengucapkan selamat kepada Sheng-yen Lu Foundation yang telah berusia 10 tahun. Bersamaan dengan peringatan hari ulang tahun yang ke-10, Dr. Lu Foqing juga secara khusus menyampaikan penghormatan tertinggi kepada sang pendiri : Dharmaraja Liansheng, selain itu, Sheng-yen Lu Foundation juga telah memproduksi pena kenang-kenangan untuk dibagikan kepada semua, pena ini melambangkan semangat luar biasa dari Dharmaraja Liansheng dalam menulis demi memberikan manfaat kepada semua makhluk. 

Wakil Direktur Kantor Ekonomi dan Kebudayaan Taipei di Seattle ( TECO ) : Liu Zhengxing (劉政星) memberikan kata sambutan, menyampaikan bahwa dalam lubuk hati beliau dipenuhi rasa haru dan Dharmasukha, sebab dapat berkumpul bersama semuanya untuk berbasuh cahaya Buddha. Beliau berharap supaya Mahaguru, Gurudara, dan semuanya senantiasa sehat sentosa, dan beliau juga yakin bahwa upacara hari ini dapat menghasilkan daya harmoni demi ketenteraman hidup bermasyarakat.  

Dalam upacara kali ini ada 4 orang siswa yang bertekad untuk menerima sila kebiksuan, nama Dharma keempatnya masing-masing adalah : Lian-ying (蓮鷹), Lian-jing (蓮睛), Lian-wen (蓮彣), dan Lian-qing (蓮情). Dharmaraja Liansheng sebagai saksi mulia, di hadapan mandala sila , dan disaksikan oleh segenap umat yang hadir, beliau berempat telah menyatakan kesanggupan untuk menaati Vinaya Kebiksuan. Mahaguru memberikan dorongan semangat kepada keempat siswa yang baru saja menerima sila kebiksuan, beliau mengatakan : Menjalani kebiksuan merupakan sebuah keuntungan, selain dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri, kelak juga dapat memberikan manfaat bagi para insan. Setelah menerima sila kebiksuan, jalani kehidupan sederhana dalam bhavana, dan cara yang terbaik untuk menyingkirkan semua kerisauan batin adalah naiskramyacitta, keberhasilan dalam menyingkirkan kerisauan batin merupakan peningkatan kualitas batin, sehingga kelak dapat memperoleh kehidupan dan kebahagiaan kekal. 

Berikutnya, Dharmaraja Liansheng memberikan Bodhisattvasila kepada 13 siswa perumah tangga, Mahaguru memberikan dorongan semangat : Bodhisattvasila berarti mengutamakan untuk memberi manfaat bagi insan lain, tidak mendahulukan ego sendiri, inilah hal yang paling utama dalam Bodhisattvasila. Apa saja yang boleh dilakukan, dan apa saja yang tidak boleh dilakukan, semua telah tertera dalam Kitab Bodhisattvasila. Segala sesuatu yang dapat bermanfaat bagi insan lain, boleh dilakukan ; Yang tidak bermanfaat bagi insan lain, sudah pasti tidak boleh dilakukan ; Yang bermanfaat bagi diri dan insan lain, boleh dilakukan ; Yang bermanfaat bagi diri sendiri namun tidak bermanfaat bagi insan lain, tidak boleh dilakukan. Semenjak hari ini, jangan lagi ada ego yang mementingkan diri sendiri, dengan demikian, barulah Anda bisa menjadi Bodhisattva yang sejati. 

Mahaguru memberikan pemberkatan nikah kepada 4 pasang mempelai, dengan disaksikan oleh para hadirin, para mempelai meminum air suci, dan saling bertukar cincin. Mahaguru memberikan doa restu, semoga para mempelai dapat membangun keluarga yang sempurna, terus sampai usia senja. 

Usai upacara yang khidmat dan agung berjalan dengan sempurna, tiba lah saatnya Dharmadesana dari Mahaguru yang sangat dinantikan oleh semuanya. Di awal Dharmadesana, Mahaguru langsung mengungkapkan bahwa Y.A. Atisa dan Je Tsongkhapa telah menghadiri upacara hari ini. Beberapa tahun lalu, Dharmaraja Ganden Tripa ke-100 dari Gelug berkunjung ke Seattle dan memberikan rompi naga Dharmaraja kepada Mahaguru, serta memberikan kalasa abhiseka, vajra dan ghanta, japamala, dan damaru. Ganden Tripa sendiri merepresentasikan Je Tsongkhapa. 

Mahaguru membabarkan tiga rahasia Je Tsongkhapa : 

Y.A. Atisa merupakan pusaka India, masuk Tibet untuk membabarkan Dharma pada periode akhir pembabaran Dharma dari India ke Tibet, dan Y.A. Atisa adalah Padmakumara Putih. Selain itu, Avalokitesvara Bodhisattva pernah memberitahu Je Tsongkhapa : “Anda adalah Padmakumara Sian.” ( warna biru kehijauan ). 

Y.A. Atisa mendirikan Kadampa, Je Tsongkhapa mendirikan Gelugpa, dan Guru Lu mendirikan Zhenfo Zong. Padmakumara adalah pendiri ajaran. Y.A. Atisa, Je Tsongkhapa, dan Guru Lu, ketiganya adalah Padmakumara, inilah rahasia yang pertama. 

Je Tsongkhapa berpesan ada tiga hal yang sangat penting, yang pertama adalah naiskaramyacitta, jangan melekati keduniawian, kita mesti punya tekad untuk terbebas dari samsara, barulah bisa berbhavana. Yang kedua adalah mesti membangkitkan Bodhicitta. Yang ketiga adalah pandangan benar Jalan Tengah. Selain itu, mesti menghargai sila. 

Rahasia yang kedua : Pada masa hidup-Nya, Je Tsongkhapa sangat menghormati Y.A. Atisa, dan pernah belajar banyak Dharma dari Kadampa. Risalah Agung Tahapan Jalan Menuju Pencerahan karya Je Tsongkhapa mewarisi pemikiran dari Bodhipathapradipa dan tiga kapasitas insan dari Y.A. Atisa. 

Je Tsongkhapa memiliki 3 Guru utama, yang pertama adalah Dondrup Rinchen Rinpoche, yang kedua adalah Jetsun Rendawa, dan saat Je Tsongkhapa memiliki pertanyaan mengenai Vijnaptimatra dan Madhyamika, Beliau berjumpa dengan Lama Umapa, Beliau berkomunikasi dengan Manjusri Bodhisattva melalui perantaraan Lama Umapa, dan dari Lama Umapa dan Manjusri Bodhisattva, Beliau berhasil menemukan jawaban atas segala pertanyaan tersebut. 

Harapan Je Tsongkhapa kepada siswa Zhenfo Zong adalah : Mesti menaati sila dan tekun. Y.A. Atisa, Je Tsongkhapa dan Mahaguru, ketiganya adalah satu, semua adalah Padmakumara, tiada berbeda. Gelar Kebuddhaan dari Je Tsongkhapa adalah : Simhanada Tathagata. 

Di penghujung acara, Dharmaraja Liansheng menganugerahkan Abhiseka Sadhana Penjapaan Je Tsongkhapa kepada semua yang hadir. Semua penuh dengan Dharmasukha. 

Seattle Ling Shen Ching Tze Temple sangat berterima kasih kepada segenap tokoh pemerintahan dan para tamu agung yang hadir, serta atas kiriman kaligrafi dan telegram dari para pejabat di berbagai wilayah. Banyaknya tamu agung yang hadir membuat Seattle Ling Shen Ching Tze Temple menjadi lebih semarak. Selain itu, juga berterima kasih kepada segenap rohaniwan dan umat Zhenfo Zong dari seluruh penjuru dunia, berkat dukungan dari Anda semua, Seattle Ling Shen Ching Tze Temple berhasil menyelenggarakan upacara Dharma yang bermanfaat bagi semua makhluk di alam fana dan bardo. Dan yang terutama adalah, kita panjatkan syukur kepada Mahamulacarya Dharmaraja Liansheng, berkat adhisthana silsilah beliau, kita dapat berkumpul bersama dengan satu hati, sehingga nadi Dharma Zhenfo dapat terus lestari. 

Judul Asli :
戊戌年阿彌陀佛息災超渡大法會暨首傳宗喀巴祖師念誦法

Sumber :
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=8&id=4669

◎ Tautan Siaran Langsung Pembabaran Dharma Mahaguru di Seattle ( Waktu Indonesia ) : Puja Bakti di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu pukul 10:00 ( WIB ) ; Upacara Homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin pukul 05:00 ( WIB )

Klik di sini untuk tautan siaran langsung dengan penerjemah Inggris

Klik di sini untuk tautan siaran langsung Mandarin

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Buddha Guru.