Halaman Utama > Fokus Internasional > Bagian 2 Rangkaian Liputan 'Tapak Tilas Sewu Tahun – Mohon Buddha Menetap di Dunia' di Jambi


Bagian 2 Rangkaian Liputan 'Tapak Tilas Sewu Tahun – Mohon Buddha Menetap di Dunia' di Jambi

Mohon Buddha Menetap di Dunia - Mohon Buddha Menetap di Hati
Cahaya Nadi Dharma Zhenfo Bersinar Sepanjang Masa

Pada sore hari pukul 4, tanggal 5 Agustus 2018, semua kembali berhimpun di hadapan mandala Syama Tara di Candi Gumpung, usai para Acarya memimpin persembahan dupa dan mahanamaskara, semua duduk bersila, Acarya Shi Lianfei  (釋蓮飛上師) memandu semua untuk melantunkan beberapa vihara gita, salah satunya adalah : Gatha Mohon Adhisthana Dharmaraja Liansheng, suara pelantunan yang merdu berkumandang di angkasa, di langit nampak burung-burung terbang melintasi cakrawala, kicauan burung yang berpadu dengan suara pelantunan vihara gita menenangkan hati, membawa semua melebur dengan alam. 

Di tengah keheningan senja, para Acarya memandu semua untuk berbaris rapi, melakukan pradaksina, meditasi berjalan, membawa persembahan pelita, sembari melantunkan Mantra Hati Padmakumara. Suasana ritual pradaksina yang khidmat dan penuh nuansa keagungan, seakan membawa kita menembus ruang dan waktu, secara langsung menghayati sukacita Dharma bhavana Arya Atisa bersama Serlingpa Dharmakirti di Jambi.

Sebelum acara penutupan, beberapa Acarya yang hadir memberikan Dharmadesana. Terlebih dahulu, Acarya Shi Lianyuan (釋蓮元上師) menyampaikan bahwa acara pameran buku karya tulis Dharmaraja Liansheng yang digelar di Palembang pada akhir Juli lalu merupakan acara pembuka yang memiliki skala lebih kecil dibandingkan dengan empat hari acara pameran buku yang akan dihelat pada tanggal 4 - 7 Desember mendatang di Bay Walk Mall Jakarta. Selain itu, sehari sebelum Upacara Agung Atisa Dipamkara, Mahaguru akan hadir di arena pameran buku, oleh karena itu, Acarya berpesan supaya semua dapat tiba di Jakarta lebih awal untuk menyambut kedatangan Mahaguru, dan berpartisipasi dalam acara pameran buku. Acarya juga menyampaikan betapa beliau sangat menjunjung tinggi ajaran Bodhicitta yang ditransmisikan oleh Mahaguru, Acarya berharap kita semua dapat mengembangkan Bodhicitta, mengajak segenap kerabat dan handai tolan untuk bersama hadir di Upacara Agung Homa Atisa Dipamkara di Indonesia Convention Exhibition ( ICE ) Tangerang, pada tanggal 8 Desember 2018 mendatang ; Acarya juga mengajak semua untuk kembali berpartisipasi dalam kegiatan ke-2 ‘Tapak Tilas Sewu Tahun’ dengan subtema : ‘Pengamalan Bodhicitta’ di Candi Borobudur, tanggal 27 dan 28 Oktober mendatang.

Acarya Shi Liantai (釋蓮太上師) dari Malaysia, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada segenap panitia yang menyelenggarakan kegiatan ‘Tapak Tilas Sewu Tahun’ kali ini, semua umat yang turut berpartisipasi sungguh memiliki berkah luar biasa, sebab kelahiran sebagai manusia sangat sukar diperoleh, lebih sukar lagi bisa memiliki tubuh yang sehat untuk berbhavana, dan yang paling sukar adalah memiliki jodoh untuk bersarana kepada Guru sejati yang telah cerah, yaitu Dharmaraja Liansheng. Acarya menekankan, ajaran dari Mahaguru merupakan arah bhavana bagi setiap siswa, asalkan kita benar-benar menjalankan bhavana sesuai dengan petunjuk dari Mahaguru, mengamalkan ajaran dengan sungguh-sungguh, maka suatu hari nanti pasti dapat mencapai keberhasilan. Acarya juga memuji keistimewaan dari Upacara Agung yang akan dipimpin oleh Mahaguru pada tanggal 8 Desember nanti di Tangerang, sungguh merupakan jodoh Dharma yang sangat langka, oleh karena itu, jangan sampai melewatkannya. Selain itu, Acarya juga mengajak semua untuk kembali berjumpa pada acara “Pengamalan Bodhicitta” bulan Oktober di Borobudur, serta memberikan doa restu semoga ada lebih banyak lagi umat, simpatisan, dan rohaniwan yang turut berpartisipasi.

Acarya Shi Lianfei (釋蓮飛上師) mengisahkan, seribu tahun lampau, Candi Muaro Jambi tidak sekosong seperti yang kita lihat saat ini, di bawah situs bersejarah saat ini, masih terpendam banyak benda-benda bersejarah dari masa lampau. Pada masa itu, penduduk di Jambi, baik itu pria, wanita, tua, dan muda, semua meyakini ajaran Buddha Tantrayana, dan sering Berdharmayatra kemari untuk mempersembahkan sarana puja, berpradaksina, bermeditasi, bersadhana, menjapa mantra, belajar ajaran Bodhicitta, dan menekuni jalan moksa, seperti halnya kita yang hidup di masa kini, juga sedang menekuni jalan moksa. Acarya memuji leluhur Nusantara di masa lampau, kita di zaman sekarang masih sangat sukar untuk mendirikan satu vihara saja, apalagi para leluhur Nusantara di masa lampau, yang telah membangkitkan Bodhicitta untuk membangun sekian banyaknya candi Buddha. Oleh karena itu, kita mesti menghargai semua yang ada saat ini, gunakanlah dengan sebaik-baiknya untuk membina diri. 

Acarya Shi Lianyue (釋蓮悅上師) menyampaikan, ada tiga jalan Bodhicitta yang sesuai dengan kapasitas insan, serangkaian kegiatan ‘Tapak Tilas Sewu Tahun’ ini, akan membuka setiap tingkatan dari jalan Bodhicitta, terus menapaki jalan yang lebih tinggi. Acara ‘Ikrar Bodhicitta’ saat ini merupakan perhentian pertama, yang terutama adalah untuk menyentuh dan membangkitkan Bodhicitta kita semua. Setelah kita membangkitkan Bodhicitta, kita mesti secara bertahap mengamalkannya, ketika kita telah bersedia untuk mengamalkan Bodhicitta, maka niat tersebut akan benar-benar menjadi daya ikrar yang sejati. Di antara tiga jalan Bodhicitta, ada jalan yang paling rendah, meskipun hanya sampai pada berkah di dunia fana, akan tetapi kesungguhan hati dari mereka yang menempuh jalan ini dalam berbuat kebajikan dan berdana, patut dipuji. Sedangkan, jalan Bodhicitta tingkat menengah, sudah mulai menapaki jalan moksa, merupakan bhavana penting untuk mencapai keberhasilan Sravaka, Arhat, dan Pratyekabuddha, singkat kata, mentransformasikan hati sendiri menjadi pelita terang. Sedangkan jalan yang tertinggi, yaitu Bodhicitta Bodhisattva, merupakan pelita yang tak kunjung padam, budi jasa yang tak terhingga, yang sepanjang masa senantiasa menerangi semua makhluk. Selain menyalakan pelita hati diri sendiri, juga menyalakan pelita hati semua makhluk.


Acarya Shi Lianyue juga mengulas mengenai 3 macam dana, yaitu materi, Dharma, dan abhaya-dana, Acarya memotivasi semuanya untuk menggunakan Bodhicitta sebagai persembahan bagi Mulacarya, Buddha, Bodhisattva, Dharmapala, para Dewata, bahkan kepada semua makhluk ; Acarya berpesan kepada semua, tidak peduli sebesar apa pun kesukaran yang Anda alami, jangan sampai membuat sraddha dan Bodhicitta Anda menjadi luntur, sebab Bodhicitta yang sejati pasti bersifat kukuh dan tak kan luntur, jangan sampai berbagai kondisi eksternal membangkitkan kerisauan hati Anda, membuat Anda tidak dapat mengenali Bodhicitta yang sejati. Hanya melalui transformasi pikiran, barulah kita dapat mengatasi segala rintangan. 

Dharmadesana para Acarya sungguh sarat dengan manfaat Dharma, semua dipenuhi rasa syukur karena dapat merasakan sejuknya siraman amrta Dharma. Berkat kegiatan kali ini, semua dapat merasakan semangat Bodhicitta Guru Sesepuh dalam memohon Dharma, selain itu, melalui kegiatan lahiriah ini, ke arah dalam, kita dapat meningkatkan kualitas batin Bodhi. Acara ‘Tapak Tilas Sewu Tahun’ – ‘Ikrar Bodhicitta’ di Jambi ini benar-benar berhasil membangkitkan Dharmasukha kita semua. 

Di penghujung acara, Acarya Shi Lianyue menyampaikan apresiasi beliau kepada tiga orang Bodhisattva relawan yang paling banyak meluangkan waktu demi terselenggaranya kegiatan kali ini, yaitu : Pandita Lokapalasraya Surya, bapak Wang, dan bapak Hendri. Selain itu, para Acarya juga menyerahkan bentuk apresiasi berupa japamala berkualitas yang telah diadhisthana oleh Mahaguru kepada lebih dari 50 orang Bodhisattva relawan yang telah mendanakan waktu, tenaga, dan materi demi kesuksesan acara ‘Tapak Tilas Sewu Tahun’ di Jambi, Acarya memuji niat dan upaya luhur segenap Bodhisattva relawan yang telah membantu menyempurnakan kegiatan ‘Ikrar Bodhicitta’ di Jambi.

Rangkaian kegiatan di Jambi kali ini, ditutup dengan indahnya pancaran kembang api di angkasa, semua bersama menyanyi, dan saling memberikan pelukan kasih persaudaraan Vajra, serta menantikan perjumpaan kembali dalam rangkaian kegiatan selanjutnya, tanggal 27 dan 28 Oktober 2018 di Candi Borobudur, untuk bersama berbagi terangnya pelita Bodhicitta kepada semua makhluk !

Judul Asli :
千年尋根 占碑聖地 綻放無量願菩提心光(下)

Sumber :
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=8&id=4655

◎ Tautan Siaran Langsung Pembabaran Dharma Mahaguru di Seattle ( Waktu Indonesia ) : Puja Bakti di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu pukul 10:00 ( WIB ) ; Upacara Homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin pukul 05:00 ( WIB )

Klik di sini untuk tautan siaran langsung dengan penerjemah Inggris

Klik di sini untuk tautan siaran langsung Mandarin

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Guru Buddha.