Halaman Utama > Fokus Internasional > Bagian 1 Rangkaian Liputan 'Tapak Tilas Sewu Tahun – Mohon Buddha Menetap di Dunia' di Jambi


Bagian 1 Rangkaian Liputan 'Tapak Tilas Sewu Tahun – Mohon Buddha Menetap di Dunia' di Jambi

Tempat Suci Tapak Tilas Sewu Tahun di Jambi Memancarkan Cahaya Ikrar Bodhicitta 

Pada tanggal 4 – 5 Agustus 2018, dua hari kegiatan ‘Ikrar Bodhicitta’ diselenggarakan di Jambi Indonesia, berkat kerja sama dari True Buddha Foundation, Panitia Atisa 2018, Majelis Agama Buddha Tantrayana Zhenfo Zong Kasogatan Indonesia, Majelis Agama Buddha Tantrayana Satya Buddha Indonesia ( Madha Tantri ), Vihara Vajra Bumi Jambi, Vihara Tri Agung, beserta sekitar 300 orang Bodhisattva relawan dan umat Sedharma dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan berbagai wilayah lainnya, kegiatan ‘Tapak Tilas Sewu Tahun – Mohon Buddha Menetap di Dunia’ Subtema : Ikrar Bodhicitta, dapat terlaksana dengan sempurna.

Tara Bhagavati Memancarkan Cahaya Maitri-karuna
Para Dewa dan Naga Melindungi
Langit, Bumi, dan Manusia Bersatu
Kegiatan Istimewa Terselenggara Dengan Sempurna    

Jambi merupakan sebuah Provinsi yang penuh dengan situs peninggalan budaya agama Buddha, selain kegiatan Waisak setiap tahun, hampir tidak ada kegiatan akbar lainnya yang diselenggarakan di sini, oleh karena itu, kegiatan kali ini sangat diperhatikan oleh masyarakat setempat dan media pusat di Jambi, stasiun televisi pusat di Indonesia juga khusus meliput kegiatan di Jambi kali ini, dengan penuh rasa ingin tahu wartawan mewawancarai Acarya Shi Lianfei (釋蓮飛上師) : "Aliran apakah Zhenfo Zong ini ? Apa makna dari kegiatan yang diselenggarakan kali ini ?"

Acarya Shi Lianfei menuturkan kepada wartawan, pada tanggal 8 Desember tahun ini, perintis Zhenfo Zong, Dharmaraja Liansheng akan memimpin Upacara Agung Atisa Dipamkara di Tangerang, maka pihak panitia secara khusus mempersiapkan serangkaian kegiatan 'Tapak Tilas Sewu Tahun - Mohon Buddha Menetap di Dunia', salah satunya adalah kegiatan 'Ikrar Bodhicitta' tanggal 4 - 5 Agustus di Jambi ini, serta kegiatan 'Pengamalan Bodhicitta' pada tanggal 27 - 28 Agustus di Borobudur, kedua kegiatan ini saling berkaitan dengan kegiatan 'Penyempurnaan Bodhicitta' yang akan diselenggarakan di Tangerang pada tanggal 8 Desember nanti, yaitu : Upacara Agung Atisa Dipamkara, upacara ini sekaligus menjadi puncak dari serangkaian kegiatan ‘Janji Sewu Tahun’, kami mengundang semuanya untuk turut berpartisipasi.  

Selain itu, media juga mewawancarai dua tokoh arkeolog Indonesia yang juga turut hadir berpartisipasi dalam kegiatan kali ini, yaitu : Profesor Noerhadi Magetsari, dan arkeolog Borobudur dari Staf Ahli Kementerian Pariwisata Indonesia : bapak Dr. Hari Untoro Dradjat.M.A. , kedua arkeolog mengupas sisi sejarah dan budaya dari situs Candi Muarojambi. 

Kegiatan Jambi kali ini sungguh merupakan perpaduan sempurna dari faktor langit, bumi, dan manusia, pada tanggal 4 Agustus, sebelum acara dimulai, mendadak turun hujan gerimis membersihkan Candi Gumpung tempat berlangsungnya kegiatan kali ini. Acarya Shi Lianfei menjelaskan bahwa sebenarnya kali ini Indonesia sedang memasuki musim panas, sangat jarang turun hujan, sedangkan gerimis hari ini ibarat amrta yang tercurah dari langit untuk menurunkan suhu udara, sehingga kegiatan di luar ruangan kali ini dapat terlindung dari panas yang menyengat. Selain itu, demi acara kirab api suci Asian Games, pihak pemerintah Jambi melakukan pembersihan dan perbaikan, jalan menuju candi yang semula berlumpur diubah menjadi jalan aspal, serta merapikan rumput di area candi, sehingga area candi menjadi lebih nyaman untuk dikunjungi, membuat kegiatan 'Tapak Tilas Sewu Tahun' kali ini dapat berjalan dengan lebih lancar.

Pradaksina dan Meditasi Berjalan di Candi Gumpung
Melarung Pelita Teratai Menyinari Hati Semua Makhluk

Acara dibuka pada pukul 4 sore dengan dipandu oleh Acarya Shi Lianfei (釋蓮飛上師), Acarya Shi Lianyue (釋蓮悅上師), Acarya Shi Liantai (釋蓮太上師), Acarya Shi Lianyuan (釋蓮元上師), Acarya Shi Lianyang (釋蓮樣上師), Acarya Shi Lianpu (釋蓮菩上師), Acarya Shi Lianyang (釋蓮養上師), Acarya Shi Lianjin (釋蓮妗上師) , dan Acarya Shi Lianzui (釋蓮最上師). Sepuluh orang bhiksu dan bhiksuni, para Pandita Dharmadhuta, dan Pandita Lokapalasraya, beserta segenap umat dan simpatisan berbaris rapi, melangkah dengan teratur, tangan memegang pelita teratai, bibir melantunkan Mantra Hati Padmakumara, melakukan meditasi berjalan memasuki area candi dan berpradaksina pada Candi Gumpung. Suara mantra mengalun di area candi, semua memusatkan pikiran dan melebur dalam terang Dharma.

Usai meditasi berjalan selama setengah jam, segenap peserta beristirahat dan makan bersama, saat sesi santap bersama, Acarya Shi Lianfei tetap memandu supaya semua bersantap dengan penuh kesadaran, tetap menjaga ketertiban dan kebersihan, supaya setiap tindakan senantiasa dilakukan dengan penuh kesadaran, tidak lepas dari latihan meditasi. 

Di senja hari, dilakukan pradaksina dan meditasi berjalan sesi yang ke-2, di tengah temaram cahaya, semua melakukan meditasi berjalan mulai dari Candi Gumpung sampai ke tepi Sungai Batang Hari, pada setiap jembatan, jalan tanjakan dan turunan, terdapat relawan Bodhisattva yang menjaga keamanan dan dengan ramah memberitahukan kondisi jalan kepada para peserta.

Dengan dipandu oleh Acarya Shi Lianfei, semua tiba di tepi sungai, di mana seribu tahun lampau, Arya Atisa melabuhkan perahu di Jambi untuk belajar Dharma, semua terus melantunkan Mantra Hati Padmakumara, sambil melarung pelita teratai ramah lingkungan. Di bawah pancaran lembut cahaya rembulan, pelita teratai mengapung di permukaan sungai, seakan menyampaikan harapan setiap siswa Buddha : “Semoga Mahaguru senantiasa sehat, menetap di dunia, memutar Dharmacakra, mohon Buddha menetap di dunia, mohon Buddha menetap di hati !”

Berkat Acarya Shi Lianyue, segenap panitia pusat beserta panitia daerah, yang sebelum kegiatan telah terlebih dahulu melakukan survei dan persiapan secara saksama, setiap sesi acara dapat berjalan dengan sempurna. 

Judul Asli :
千年尋根 占碑聖地 綻放無量願菩提心光(上)

Sumber :
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=8&id=4654

◎ Tautan Siaran Langsung Pembabaran Dharma Mahaguru di Seattle ( Waktu Indonesia ) : Puja Bakti di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu pukul 10:00 ( WIB ) ; Upacara Homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin pukul 05:00 ( WIB )

Klik di sini untuk tautan siaran langsung dengan penerjemah Inggris

Klik di sini untuk tautan siaran langsung Mandarin

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Guru Buddha.