Dharmaraja Lian-sheng Sheng-yen Lu TBSN
Halaman Utama > Fokus Internasional > 5 Agustus 2018 Dharmaraja Liansheng Mengulas Akar Bhavana


5 Agustus 2018 Dharmaraja Liansheng Mengulas Akar Bhavana

Kualitas Agung dapat langsung menjadi Buddha atau Bodhisattva
Kualitas Menengah dapat berlatih Sadhana Internal
Kualitas Bawah dapat berkontak yoga dalam Sadhana Istadevata

【Berita Seattle TBS】

Tanggal 5 Agustus 2018, di Rainbow Temple (彩虹雷藏寺) Seattle Amerika Serikat, Dharmaraja Liansheng memimpin Upacara Agung Homa Mahabala Vajra, upacara dihadiri oleh empat golongan siswa : bhiksu, bhiksuni, upasaka, dan upasika.

Mahabala Vajra adalah Dewa Penegak Sila dalam Zhenfo Zong, bersama Marici Bodhisattva, keduanya merupakan Dharmapala yang menandatangani perjanjian dengan Zhenfo Zong. Mahabala Vajra merupakan Dewa Vajra perpaduan banyak Adhinatha, Amitabha Buddha ada di atas kepala Beliau, oleh karena itu, Mahabala Vajra adalah emanasi dari Amitabha Buddha. Tangan Mahabala Vajra memegang vyajana, menandakan Beliau adalah emanasi dari Mahadewi Yaochi. Mahabala Vajra sendiri merupakan Mahabaladhuta dari Ksitigarbha Bodhisattva, oleh karena itu, Beliau juga merupakan emanasi dari Ksitigarbha Bodhisattva. Beliau juga muncul pada ibu jari tangan kanan Dharmaraja Liansheng, Beliau merupakan Dharmapala dari Dharmaraja, oleh karena itu, Beliau juga merupakan emanasi dari Padmakumara. Dengan demikian, Mahabala Vajra adalah Dewa Vajra perpaduan lima Adhinatha : Amitabha Buddha, Mahadewi Yaochi, Ksitigarbha Bodhisattva, Mahabaladhuta, dan Padmakumara, Dewa Vajra ini sungguh perkasa.

Mahabala Vajra juga memiliki empat warna perwujudan, untuk santika adalah warna putih, untuk vasikarana adalah warna merah, untuk menghalau makhluk halus adalah warna biru, dan sebagai Mahabala Vajra berwarna kuning, Beliau merupakan penguasa sumber daya yang dapat menganugerahkan berkah kepada para insan. Oleh karena itu, asalkan Anda berkontak yoga dengan Mahabala Vajra, atau menjadi Pemohon Utama dalam Upacara Mahabala Vajra ( berarti telah menjadi Pemohon Utama bagi Lima Adhinatha ), jika Beliau berjodoh dengan Anda, saat Anda bentuk mudra tarjani, dan terus berseru kepada-Nya : “Om. Mahabalaya. Hum Hum Pei.” Maka Beliau pasti akan hadir untuk melindungi. 

Dharmaraja Liansheng melanjutkan pengulasan Lamdre :

Dalam naskah Lamdre disebutkan : “Ekavira di pinggang. Tahap awal sama dengan instruksi bersama, tubuh bersila penuh, bindu pada pinggang berwarna putih, memiliki tiga kualitas antara lain : bercahaya terang, bersubstansi perpaduan sunya dan sukha. Menyumbat prana virya, dari prana jiwa, atau mengisap sampai penuh melalui mulut tanpa bersuara, menekan ke bawah, melebur dalam bindu, dapat dengan cepat menghasilkan Samadhi Tanpa Diskriminasi.” 

Suhu jiwa kita berasal dari cakra manipura, demikian pula dengan janin, pertumbuhannya dimulai dari cakra manipura. Oleh karena itu, suhu tubuh manusia dihasilkan oleh bindu di dalam empat jari di bawah pusar, saat Anda menghirup napas sekali, hirup penuh sampai turun ke dantian, kemudian prana ini melebur dalam bindu putih di bawah cakra manipura, tandanya adalah cahaya terang, dan substansinya adalah perpaduan sunya dan sukha.

Dharmaraja mengajarkan bahwa tiga nadi saling terhubung di cakra manipura, saat Anda menghirup prana masuk melalui nadi kiri dan kanan, asalkan prana masuk ke nadi tengah, maka nadi tengah akan terbentuk secara bertahap. Asalkan prana memasuki nadi tengah, maka akan menghasilkan sukha. Menurut ajaran Tantra, prana yang masuk melalui nadi kiri dan kanan disebut sebagai prana upaya, sedangkan prana yang masuk ke dalam nadi tengah disebut sebagai Prana Prajna. 

“Prana dan kundalini melalui nadi tengah, dan bindu juga menetes turun melalui nadi tengah. Saat bindu, kundalini, dan prana bergerak di dalam nadi tengah, akan menghasilkan suhu dan sukha, disebut sebagai Mahasukha, sukha semacam ini disebut sebagai sukha kehangatan, dan substansi dari sukha ini adalah sunya.”

“Samadhi dari prana yang dihasilkan dari perpaduan sukha dan sunya, tidak dapat digenggam, dan karena tidak dapat digenggam, maka disebut sebagai Samadhi Tanpa Diskriminasi.”

Mahaguru lebih lanjut lagi menjelaskan, rasa yang ditimbulkan dari perpaduan sukha dan sunya dapat menimbulkan ketagihan, sehingga sadhaka mau tidak mau akan bersamadhi. Kenapa lobha, dvesha, dan moha juga merupakan Buddhadharma ? Kenapa berahi, angkara, dan kebodohan juga merupakan Buddhadharma ? Sebab berahi dapat menghasilkan kenikmatan, namun substansi dari kenikmatan tersebut adalah sunya, sehingga Anda juga bisa menjadi ketagihan oleh keinginan duniawi yang menjerumuskan itu. Oleh karena itu, Mahasukha yang dihasilkan melalui samadhi diri sendiri juga tergolong sebagai lobha ( tamak ), sebab, sadhaka akan merasa sensasinya terlampau nikmat, dan inilah yang disebut sebagai Mahasukha yang sejati. Mahasukha samadhi yang dihasilkan oleh nafsu keinginan ini hanya dapat membawa pada kelahiran di Surga Kamadhatu. Ketika Anda telah berhasil membuang lobha, naik ke atas, maka Anda akan menghasilkan cahaya terang.

Saat cakra anahata terbuka, akan menghasilkan cahaya bindu berwarna biru, saat cakra manipura terbuka akan menghasilkan cahaya bindu berwarna putih. Terlebih dahulu muncul cahaya bindu ( cahaya bintang ), kemudian cahaya bindu terangkai menjadi satu ( cahaya rantai vajra ), kemudian rantai vajra dalam jumlah banyak akan menjadi layar vajra ( sehamparan cahaya terang ), dan pada akhirnya Buddha dan Bodhisattva muncul dari layar vajra. 

Dharmaraja mengungkapkan, akar bhavana dari seseorang, bagi yang memiliki kualitas menengah dapat berlatih Sadhana Internal, bagi kualitas agung dapat menjadi Buddha dan Bodhisattva, Anda langsung mencapai Kebuddhaan, atau mencapai Kebodhisattvaan, inilah bhavana dari sadhaka berkualitas agung ; Sedangkan kualitas bawah, hanya mencapai kontak yoga dalam sadhana. 

Usai Dharmadesana yang sangat luar biasa ini, Mahaguru berwelas asih menganugerahkan Abhiseka Sadhana Avenika Mahabala Vajra ( Termasuk Abhiseka Sarana ) kepada segenap umat, dengan demikian upacara telah berjalan dengan manggala dan sempurna !

Judul Asli :
2018年8月5日-蓮生佛談修行根器

Sumber :
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=8&id=4648

◎ Tautan Siaran Langsung Pembabaran Dharma Mahaguru di Seattle ( Waktu Indonesia ) : Puja Bakti di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu pukul 10:00 ( WIB ) ; Upacara Homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin pukul 05:00 ( WIB )

Klik di sini untuk tautan siaran langsung dengan penerjemah Inggris

Klik di sini untuk tautan siaran langsung Mandarin

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Guru Buddha.