Dharmaraja Lian-sheng Sheng-yen Lu TBSN
Halaman Utama > Fokus Internasional > Liputan Puja Bakti Sadhana Istadevata Avalokitesvara Bodhisattva Tanggal 4 Agustus 2018 di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple


Liputan Puja Bakti Sadhana Istadevata Avalokitesvara Bodhisattva Tanggal 4 Agustus 2018 di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple

《 Berita Seattle Ling Shen Ching Tze Temple  - 西雅圖雷藏寺 》

Istadevata puja bakti hari Sabtu di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple kali ini adalah Avalokitesvara Bodhisattva, yang dikenal dengan pujian : “Hadir menanggapi doa semua umat, menjadi bahtera menyeberangkan para insan samsara.” Pada malam hari itu, Dharmaraja Liansheng mengenakan rompi naga berwarna putih, bersama Gurudara menghadiri puja bakti di vihara cikal bakal.

Usai puja bakti, Mahaguru mengungkapkan bahwa di masa awal, beliau memperoleh banyak kontak batin dari Avalokitesvara Bodhisattva. Salah satunya adalah : Suatu hari, tetangga saya, bibi Wan Ji, mengundang saya untuk membaca sutra di rumahnya, ia mempersemayamkan pratima Avalokitesvara Putih yang sangat agung di rumahnya, kontak batin pun terjadi, Avalokitesvara yang disemayamkan di rumah bibi Wan Ji pergi ke rumah saya, saya pun memberitahu bibi Wan Ji, tapi bibi Wan Ji tidak percaya dan malah memarahi saya. Tidak lama setelah bibi Wan Ji marah-marah, mendadak ia berguling-guling di lantai dan menampar mulutnya sendiri, ia mengakui bahwa ia telah salah bicara. 

Akhirnya, Mahaguru pergi ke toko benda rohani Buddhis untuk mengundang pratima Avalokitesvara Bodhisattva yang sama persis dengan pratima di rumah bibi Wan Ji. Mahaguru bertanya kepada Avalokitesvara Bodhisattva : “Apakah Anda adalah Avalokitesvara Bodhisattva yang dipuja di rumah bibi Wan Ji ?” Beliau menjawab : “Bukan.” Pratimanya sama persis, tapi kenapa Avalokitesvara berbeda ? Semenjak saat itu, Mahaguru memahami, ternyata Buddha dan Bodhisattva bisa berbeda - beda, sesuai dengan hal yang ditangani. Mahaguru langsung berseru mengundang kehadiran Bodhisattva dari alam suci, sehingga Sang Bodhisattva hadir memberikan kontak batin. 

Manjusri Bodhisattva dan Vajrasattva juga berasal dari alam suci, dan mentransmisikan Dharma kepada Nagarjuna Bodhisattva, sekte dari Dharma yang ditransmisikan ini disebut Madhyamika. Maitreya Bodhisattva dari alam suci mentransmisikan Dharma secara langsung kepada Asanga Bodhisattva, dan sekte dari Dharma ini disebut Vijnaptimatra. Vajradhara secara langsung mentransmisikan Dharma kepada Tilopa, dan sektenya disebut sekte Adhisthana Bhavana. Sekte yang secara langsung ditransmisikan oleh Mahadewi Yaochi kepada Mahaguru, disebut Zhenfo Zong. 

Dharmaraja Liansheng melanjutkan pengulasan Lamdre :

Konsumsi makanan yang bergizi, menjaga keagungan sikap, dan berpakaian yang sejuk. Tiada jumlah, tiada kuantitas, tekuni marga dan 8 metode seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

2.5, Yoga Bindu
Dibagi menjadi empat : Bulan dan matahari di hati, Ekavira di pinggang, bindu sukha di cakra svadhisthana, bija urna di cakra ajna.

1.    Bulan dan Matahari di Hati
Terlebih dahulu lakukan 9 tahapan meditasi, visualisasi hati bagaikan telur kosong, di dalamnya di bagian bawah terdapat cakra candra, di bagian atas terdapat cakra surya, keduanya sebesar biji kacang, di tengah terdapat bindu sebesar biji moster, berwarna merah dan putih, memiliki tiga unsur : terang, bersubstansi sunya dan sukha. 

Kemudian, pusatkan perhatian kepadanya, dengan suara “Xing”, bindu menembus cakra surya di atas, menghasilkan lubang sebesar sehelai rambut ekor kuda, kemudian gunakan visualisasi, tahan napas, dan hirup napas penuh tanpa bersuara, lubang tersebut lenyap melebur dengan bindu, dari bindu di tengah bulan dan matahari, dihasilkan benang sinar putih, dengan bentuk salib mengikat enam ikatan, napas ditahan, terus sampai tidak dapat menahannya lagi, embuskan tanpa bersuara, visualisasi benang yang mengikat terserap kembali, masuk ke dalam bindu.

Bulan matahari melambangkan upaya dan prajna, bindu di tengah melambangkan kesadaran alaya, enam ikatan melambangkan enam kesadaran, setengah ikatan melambangkan manas. Visualisasi demikian dapat menghasilkan bindu tingkat tinggi dari meditasi, dan dapat dengan cepat menghasilkan abhijna. 

Mahaguru mengulas : Dalam penekunan Sadhana Internal, saat membangkitkan kundalini, sadhaka mesti mengonsumsi makanan bergizi, manusia hidup mengandalkan suhu, dengan adanya daya, maka api bisa semakin besar, api berasal dari makanan dan minuman yang sehat, orang yang vegetarian akan sukar untuk membangkitkan kundalini. 

Sadhaka mesti bersikap santun, menapaki jalan kebenaran, tidak tergesa, juga tidak lamban. Batin sangat luas, pemahaman sangat mendalam, perilakunya agung, jangan menjadi tidak sabaran. Berlatih sembilan postur meditasi, duduk tegak, bersila penuh, tulang belakang mesti tegak lurus, kepala menjunjung langit, menarik rahang bawah, nadi tengah mesti tegak lurus, menarik perut, mengetatkan otot anus, ujung lidah menyentuh rahang atas, dan dagu menekan tenggorokan. 

Mahaguru mengungkapkan, Yoga Bindu yang diajarkan oleh Sang Guru di masa lampau tidak serumit seperti yang dituturkan dalam naskah Lamdre. Terlebih dahulu visualisasi cakra anahata di ulu hati ( bukan jantung jasmani ), muncul padma, di atas padma terdapat sebuah cakra candra, kemudian muncul cakra surya, di tengah cakra surya terdapat bindu biru laksana pelita minyak. Bindu ini disebut Prana Jiwa, inilah roh. Cakra surya melambangkan upaya, cakra candra melambangkan prajna, bindu di tengah adalah alaya-vijnana, sekaligus merupakan Buddhata. Cakra anahata terikat oleh 6 kesadaran ( 6 indra ), dan yang setengah terikat adalah manas. Bagaimana cara membuka cakra anahata ? Bindu di tengah cakra ajna menetes ke arah cakra anahata, kundalini naik sampai ke cakra anahata, bindu dan kundalini saling membakar, membersihkan tujuh kesadaran, dengan demikian cakra anahata dapat terbuka. Abhijna akan muncul di saat setiap cakra dari kelima cakra terbuka.

Usai Mahaguru Berdharmadesana, Mahaguru mengungkapkan bahwa ketika tim pelantunan memandu semua untuk melafal Nama Buddha, Mahaguru sungguh melihat kedatangan Trini Arya Sukhavati, Amitabha Buddha menampakkan tubuh emanasi yang sangat agung, merupakan wujud yang sangat jarang dijumpai oleh Mahaguru ! Berikutnya, Mahaguru menganugerahkan Abhiseka Sarana kepada umat baru, kemudian mengadhisthana air Mahakaruna Dharani, mengabhiseka pratima Buddha, dan sebelum meninggalkan tempat, terlebih dahulu memberikan adhisthana jamah kepala kepada setiap siswa yang hadir. 

Malam hari itu, semua pulang dengan penuh rasa syukur atas segala manfaat Dharma yang telah diperoleh. 

Judul Asli :
2018年8月4日西雅圖雷藏寺觀世音菩薩本尊法同修

Sumber :
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=8&id=4647

◎ Tautan Siaran Langsung Pembabaran Dharma Mahaguru di Seattle ( Waktu Indonesia ) : Puja Bakti di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu pukul 10:00 ( WIB ) ; Upacara Homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin pukul 05:00 ( WIB )

Klik di sini untuk tautan siaran langsung dengan penerjemah Inggris

Klik di sini untuk tautan siaran langsung Mandarin

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Guru Buddha.