Dharmaraja Lian-sheng Sheng-yen Lu TBSN
Halaman Utama > Fokus Internasional > Liputan Puja Bakti Sadhana Istadevata Avalokitesvara Bodhisattva Tanggal 3 Juni 2018 di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple


Liputan Puja Bakti Sadhana Istadevata Avalokitesvara Bodhisattva Tanggal 3 Juni 2018 di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple

《Liputan Bhiksu Lianying - 蓮碤法師報導》

Sebelum puja bakti, di luar vihara cikal bakal turun hujan gerimis nan sejuk, nampak seutas pelangi menghiasi angkasa, perpaduan gerimis dan pelangi laksana Avalokitesvara Bodhisattva yang berpijak di atas cahaya pelangi sembari memercikkan amrta, dalam seketika menyucikan bumi ini.

Pada malam hari itu, umat memberitahu Mahaguru bahwa baru saja di sekitar vihara juga terjadi hujan es, keajaiban alam ini sungguh melambangkan kehadiran 33 perwujudan Avalokitesvara, disertai dengan 28 Devesenapati, dan delapan kelompok makhluk Dewa dan naga yang memberikan perlindungan, semua fenomena manggala ini muncul berkat daya pahala kebajikan dan adhisthana silsilah Mulacarya, sudah sepatutnya kita bersyukur. 

Avalokitesvara Bodhisattva hadir,
Angkasa menampilkan keajaiban alam,
Ajaran Tantra sungguh tak terbayangkan,
Membuat semua merasa takjub.

Sebelum puja bakti dimulai, para umat dan simpatisan yang datang dari berbagai negara memperkenalkan diri terlebih dahulu, dan yang teristimewa adalah, pada malam hari itu, 50 umat dari Ling Sheng Ching Tze Temple Chicago Chapter ( Zhicheng Leizangsi - 芝城雷藏寺 ) hadir mendukung puja bakti, mereka menyampaikan rasa terima kasih atas adhisthana Mahaguru yang telah menyingkirkan semua rintangan yang semula merintangi perjalanan Dharmayatra kali ini, semua berhasil diatasi satu-persatu, kesukaran berubah menjadi kemanggalaan ! Selain itu, ada pula umat dari Alaska, Hong Kong, Singapura, dan lain-lain, semua datang ke vihara cikal bakal dengan penuh antusias dan rasa syukur karena bisa berjumpa dengan Mahaguru. Sesungguhnya, dari kata perkenalan tiap umat, kita dapat mengetahui betapa Mahaguru senantiasa berupaya menuntun segenap siswa, adhisthana dan  Dharma Tantra Zhenfo sungguh luar biasa, kita mesti berterima kasih atas welas asih dari Mahaguru !

Usai puja bakti, Mahaguru Berdharmadesana :
“Setiap keluarga memuja Amitabha Buddha dan Avalokitesvara” kalimat ini menandakan bahwa Avalokitesvara Bodhisattva memiliki jodoh yang sangat erat dengan para insan di dunia saha. Di masa lampau, Avalokitesvara Bodhisattva adalah Samyakdharmavidya Tathagata, yang saat ini tampil sebagai Avalokitesvara Bodhisattva, dan memiliki berbagai macam emanasi, seperti : Cundilokesvara, Sahasrabhujalokesvara, Pandaravasini, Avalokitesvara Keranjang Ikan, Avalokitesvara Kalasa Suci, dan Caturbhujalokesvara ( Chenrezig ) yang paling populer di Tibet. Bahkan Hayagriva Vidyaraja, Mahakala, dan Raja Setan Bermuka Terbakar ( Jiao-mian Gui-wang ), semua ini merupakan emanasi tubuh cakra titah ajaran dari Avalokitesvara Bodhisattva demi menyeberangkan para insan yang keras kepala dan sukar untuk dibimbing, sesungguhnya di balik wujud krodha tersebut ada hati yang penuh welas asih, sadhaka mesti bisa memahami kebenaran yang terkandung di dalam setiap perwujudan tersebut.

Di dunia fana ini, semenjak zaman dahulu sampai saat ini, ada banyak kisah mukjizat Avalokitesvara Bodhisattva dalam membimbing para insan, bahkan banyak Tantrika yang menjadikan Avalokitesvara Bodhisattva sebagai Istadevata, ini semua membuktikkan bahwa Avalokitesvara Bodhisattva selalu sama dalam tiga masa ( lampau, saat ini, dan mendatang ), yaitu senantiasa menggunakan berbagai upaya yang terampil, dengan welas asih yang tak terhingga sebagai landasan, berikrar untuk menjelma di setiap loka demi membebaskan semua makhluk dari penderitaan, oleh karena itulah, kita para siswa Buddha sudah sepatutnya memuliakan dan menghormati Avalokitesvara Bodhisattva.

Membahas mengenai Raja Setan Bermuka Terbakar, Mahaguru mengatakan bahwa dalam Upacara Luotian Dajiao kali ini, akan dilakukan pengundangan Sepuluh Penjuru Buddha, Bodhisattva, Vajra Dharmapala, Daka dan Dakini, serta para Devata, termasuk di antaranya adalah para makhluk suci dari Dao, Sutrayana, dan Tantra, bahkan sampai Yesus Kristus, Bunda Maria, para malaikat, bahkan semua makhluk halus. Dengan keagungan daya adhisthana dari Mulacarya, para Buddha, Bodhisattva, Vajra Dharmapala, segenap para makhluk suci di alam semesta, beserta para anggota Sangha, dan daya japa sutra mantra dari segenap umat, akan mengentaskan semua arwah yang berhasil diundang menggunakan bendera hitam, membimbing mereka untuk bersarana kepada Tri-ratna, mengajarkan Buddhadharma dan sila kepada mereka, serta menyeberangkan mereka terlahir di alam suci, atau terlahir kembali sesuai dengan nidana masing-masing, supaya tidak lagi merintangi sadhaka, tidak lagi menyebabkan kesambet, meninggalkan perbuatan jahat, dan tekun dalam kebajikan, sehingga dapat mendukung terwujudnya perdamaian dunia, supaya setiap insan dapat meningkatkan kebajikan, dan semua dapat mencapai keberhasilan bhavana. 

Dalam Dharmadesana, Mahaguru juga mengupas tahap-tahap kesambet atau gangguan makhluk halus : Seseorang akan menjadi semakin temperamental sehingga menyebabkan bencana, mengalami insomnia sampai halusinasi, mengalami gangguan jiwa sampai timbul keinginan untuk bunuh diri.

Mahaguru melanjutkan pengulasan Lamdre :
“4.3, Mengerahkan semangat. 1, Tekun dalam upaya kausalya : Menekuni 9 tahap meditasi, fokus pada tengah alis, kunci dari prana adalah embuskan dengan bertenaga melalui 2 lubang, setelah mengembuskan napas, tahan napas sekuat tenaga, usai mengembuskan napas, kunci utamanya adalah tidak lagi menghirupnya. Latih selama 3 hari, kemudian fokus pada angkasa satu siku di depan diri sendiri, kemudian sampai jarak 2 lengan, kemudian lebih jauh lagi ke angkasa dengan jarak satu wilayah, berikutnya adalah angkasa dengan jarak satu negara, dan terakhir mencapai semua angkasa di dunia. Terus berlatih sampai batin fokus pada tiada diskriminasi, kunci olah prana sama seperti sebelumnya. 2, Nilai keberhasilan tertinggi : Sama seperti sebelumnya. 3, Pahala yang dihasilkan : Menghasilkan anubhava tertinggi yang sangat jelas. 4, Menyingkirkan kekeliruan dan penyakit : Dapat menyingkirkan sakit kepala, dan penyakit tekanan darah pada mata.” 

“Fokus pada tengah alis, kunci dari prana adalah embuskan dengan bertenaga melalui 2 lubang.” Memusatkan perhatian pada titik di antara kedua alis, dengan sekuat tenaga embuskan napas melalui dua lubang hidung, dan napas mesti ditahan. Usai menghirup napas, tahan napas, ini disebut “Prana yang menetap di dalam” ; Usai sekuat tenaga mengembuskan napas, kemudian menahan napas, ini disebut “Prana yang menetap di luar”, perhatian tetap dipusatkan pada titik di antara kedua alis, fokus pada cakra ajna, supaya abhiseka arus Dharma dari alam semesta membuka avadhuti atas ( sahasra cakra / padma berkelopak seribu ).

“Latih selama 3 hari” : 3 hari setelah menekuni sadhana ini, memusatkan perhatian pada angkasa di depan, kemudian terus menjadi angkasa di atas sebuah negara, dan terakhir mencapai semua angkasa yang sempurna ( Jarak ruang dan waktu semakin jauh ), gunakan metode ini untuk memasuki dhyana-samadhi, ini merupakan salah satu metode untuk memasuki kondisi dhyana-samadhi.

“Terus berlatih sampai batin fokus pada tiada diskriminasi.” Selama masih ada diskiriminasi, berarti masih ada corak pikiran, saat tiada lagi diskriminasi, maka tidak ada lagi corak pikiran, saat tiada lagi corak pikiran, maka ini disebut duduk dan lupa segalanya, memasuki dhyana-samadhi.

“Pahala yang dihasilkan : Menghasilkan anubhava tertinggi yang sangat jelas” Anubhava berupa sekujur tubuh melebur dalam angkasa, dan seantero angkasa adalah tubuh Anda.

“Menyingkirkan kekeliruan dan penyakit : Dapat menyingkirkan sakit kepala, dan penyakit tekanan darah pada mata.” Menekuni sadhana ini dapat menyingkirkan sakit kepala dan penyakit tekanan darah pada mata, bahkan semua kerisauan batin, penderitaan, dan sukacita, semua sirna ( Semua ditransformasikan melalui batin tiada diskriminasi ), latihan prana merupakan salah satu upaya kausalya, sebab melalui latihan prana, barulah sadhaka bisa memasuki samadhi sejati, memasuki kondisi dhyana-samadhi, oleh karena itulah kita mesti tekun berbhavana. 

Melalui kisah humor, Mahaguru menggunakan kalimat yang sederhana untuk menyampaikan makna yang mendalam, orang yang belajar Buddha mesti berbhavana mulai dari dalam dan diwujudkan keluar melalui praktik nyata, dan bukan dilakukan hanya secara kulit belaka. 

Padmakumara yang sejati dan Avalokitesvara Bodhisattva memiliki welas asih tanpa pamrih, tidak mengharapkan balasan, sedangkan XX justru memiliki nafsu keinginan yang sangat besar, ke mana-mana selalu berbohong demi mendapatkan segala sesuatu yang diinginkan. Seorang sadhaka mesti mawas diri, lupakan segala kebaikan yang pernah dilakukan, jangan ada pamrih, inilah welas asih yang sesungguhnya, “Jangan lupakan pemberian dari orang lain, dan jangan mengungkit pemberian diri sendiri kepada orang lain.”

Gerimis sejuk bak percikkan amrta malam hari sebelum puja bakti, sungguh sesuai dengan Dharmadesana Mahaguru mengenai kiat ritual Memandikan Pratima Buddha : Sesungguhnya Buddha tidak perlu kita mandikan, ritual ini bertujuan supaya sadhaka bisa bervisualisasi sembilan naga menyemburkan amrta untuk membersihkan jiwa dan raga diri sendiri, mencuci bersih semua karmavarana hitam semenjak banyak kelahiran yang terakumulasi dalam jiwa raga sadhaka, visualisasikan semua karma gelap keluar melalui pori-pori tubuh. Usai puja bakti yang penuh Dharmasukha ini, semoga semua dapat meleburkan amtra Dharma nan suci ke dalam jiwa dan raga masing-masing, meningkatkan terang batin, dan mencapai keberhasilan bhavana. Om Mani Padme Hum.

Judul Asli :
2018年6月9日西雅圖雷藏寺【觀世音菩薩本尊法同修】報導

Sumber :
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=8&id=4606

◎ Tautan Siaran Langsung Pembabaran Dharma Mahaguru di Seattle ( Waktu Indonesia ) : Puja Bakti di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu pukul 10:00 ( WIB ) ; Upacara Homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin pukul 05:00 ( WIB )

Klik di sini untuk tautan siaran langsung dengan penerjemah Inggris

Klik di sini untuk tautan siaran langsung Mandarin

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Guru Buddha.