Halaman Utama > Fokus Internasional > Liputan Upacara Agung Homa Maha Padmakumara Putih Tanggal 3 Juni 2018


Liputan Upacara Agung Homa Maha Padmakumara Putih Tanggal 3 Juni 2018


《Berita Rainbow Temple Seattle - 西雅圖彩虹雷藏寺訊》

Pada tanggal 3 Juni 2018, pukul 3 sore, Rainbow Temple di Seattle Amerika Serikat mengundang Dharmaraja Liansheng untuk memimpin Upacara Agung Homa Maha Padmakumara Putih, upacara dihadiri oleh banyak tamu agung. Dalam upacara kali ini, seorang siswa kulit putih dari Atlanta memberikan kesaksian, tumor di lehernya telah sembuh total berkat beberapa kali adhisthana jamah kepala dari Dharmaraja Liansheng. 

Mahaguru pernah bertanya kepada Mahadewi Yaochi, mengapa tangan beliau bisa memberikan adhisthana jamah kepala kepada semuanya ? Mahadewi Yaochi mengungkapkan, saat Mahaguru menjamah kepala siswa, karmavarana orang yang menerima jamahan kepala dapat disusun ulang, dapat mengisi tempat yang kekurangan, menata ulang supaya tubuh jasmani bisa tersembuhkan, oleh karena itu sudah tak terhitung banyaknya siswa yang memperoleh penyembuhan melalui jamah kepala, membuat banyak orang merasa takjub. Akan tetapi, Mahaguru mengungkapkan, tidak bisa menjamin bahwa setiap orang akan sembuh, bagi orang yang berjodoh, tentu akan tersembuhkan setelah menerima adhisthana. 

Pada saat Dharmaraja berusia 26 tahun, Mahadewi Yaochi membukakan divyacaksu, malam hari itu kesadaran keluar untuk mengarungi dasadharmadhatu, secara langsung menyaksikan Maha Padmakumara Putih yang berupa hamparan cahaya terang benderang dan tanpa wujud, saat itu di samping telinga ada suara yang memberitahu : “Anda adalah Maha Padmakumara Putih yang datang kembali !” Oleh karena itulah Dharmaraja mengunjungi banyak anggota Sangha agung di Taiwan untuk menanyakan perihal Padmakumara, akan tetapi tidak ada satu pun yang mengetahuinya. 

Sampai beberapa tahun belakangan, seorang akademisi dari Universitas Lanzhou (蘭州大學) di Tiongkok yang meneliti gua Dunhuang menerbitkan sebuah disertasi : “Penelitian Padmakumara”, di dalam gua Dunhuang dijumpai : Sakyamuni Buddha, Maharani Barat ( Xiwangmu / Mahadewi Yaochi ), dan Xiangguangtongzi ( Padmakumara ) ketiganya berjajar, hal ini membuktikan asal-usul Dharmaraja Liansheng dan kedudukan Padmakumara. Dari sini pula kita dapat mengetahui bahwa Mahadewi Yaochi dan Padmakumara memiliki jalinan nidana yang sangat erat, oleh karena itulah Mahadewi Yaochi membukakan divyacaksu dari Mahaguru.

“Bagaimanakah Padmakumara yang sejati ?” Dharmaraja mengajarkan kepada siswa, “Padmakumara yang sejati tidak mempunyai pamrih !” Orang yang pamrih dan menginginkan harta benda orang lain bukanlah Padmakumara. Oleh karena itu, Dharmaraja menggunakan XX sebagai contoh untuk memperingatkan segenap siswa, XX memelihara hantu, memiliki pamrih, dan dibutakan oleh harta, sudah tentu ia bukan Padmakumara ! Selain itu, selama bertahun-tahun XX gemar berdusta, sudah menjadi kebiasaan untuk mengarang cerita kesaktian, membual bahwa dirinya dapat berkomunikasi dengan binatang, hal ini bertentangan dengan ajaran Sang Buddha, sebab hanya manusia yang bisa berbhavana, binatang tergolong dalam 3 alam rendah dan tidak bisa berbhavana, apalagi bahkan seorang Bodhisattva yang menitis pun mengalami lupa jati diri, oleh karena itu, mana mungkin seekor binatang bisa memiliki kemampuan mengetahui kehidupan lampau ? Dharmadesana Mahaguru adalah kebenaran, Dharmadesana Padmakumara kebenaran, sedangkan ceramah dari XX adalah kepalsuan.

Dharmaraja melanjutkan pengulasan Lamdre :
“Nilai pencapaian tertinggi, menghasilkan pahala, menyingkirkan kekeliruan.” 
“Saat melalui wilayah berbahaya atau menyeberangi perairan, hentikan kecemasan, lakukan pernapasan 7 kali, niscaya segala rintangan akan tersingkirkan.”

Mahaguru mengupas bagian ini dengan mendetail, semua berhubungan dengan latihan prana, selain itu, saat Anda merasa takut atau hendak menyeberangi perairan, lakukan pernapasan sebanyak 7 kali, maka segala rintangan dapat tersingkirkan, sehingga Anda dapat menyeberangi air dengan mudah. Guru Lu mengajarkan Metode Tantra Menyeberangi Perairan, di zaman dahulu tidak ada jembatan, saat hendak menyeberangi perairan, dapat menempelkan kulit ikan di telapak sepatu, kemudian menjapa mantra dengan menghadap ke arah sepatu dan kulit ikan ( Mantra akan ditransmisikan kelak ), kemudian kenakan sepatu tersebut, dengan demikian dapat menyeberangi perairan dengan mudah. 

Dharmaraja mengingatkan siswa, “Jangan menjadi terikat oleh harta, jangan menjadi terikat oleh berahi, jangan terikat oleh nama.”, Mahaguru berpesan supaya segenap siswa dapat memahami sifat sejati dari harta, berahi, dan nama “Inilah latihan perbaikan perilaku diri sendiri.” Empat kunci Padmakumara adalah : “Satu hati, satu dalam moralitas, satu dalam sukacita, dan satu dalam kebajikan !” 

Judul Asli :
2018年6月3日彩虹雷藏寺【大白蓮花童子護摩大法會】報導

Sumber :
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=8&id=4603

◎ Tautan Siaran Langsung Pembabaran Dharma Mahaguru di Seattle ( Waktu Indonesia ) : Puja Bakti di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu pukul 10:00 ( WIB ) ; Upacara Homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin pukul 05:00 ( WIB )

Klik di sini untuk tautan siaran langsung dengan penerjemah Inggris

Klik di sini untuk tautan siaran langsung Mandarin

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Guru Buddha.