Halaman Utama > Fokus Internasional > Dharmaraja Liansheng Memimpin Upacara Agung Homa Mahadewi Yaochi Mengulas Lamdre – Kiat Penting Tahap Inti Meditasi


Dharmaraja Liansheng Memimpin Upacara Agung Homa Mahadewi Yaochi Mengulas Lamdre – Kiat Penting Tahap Inti Meditasi

【Liputan Shi Lianyan (釋蓮彥) , Seattle】Rainbow Temple ( Caihong Leizangsi - 彩虹雷藏寺 )  yang telah sunyi selama setengah tahun, akhirnya kembali menjalani hari-hari indah yang penuh semarak Dharmasukha. Pada pagi hari tanggal 13 Mei 2018, catasrah-parsadah ( bhiksu, bhiksuni, upasaka, dan upasika ) mulai berdatangan ke Rainbow Temple untuk berpartisipasi dalam Upacara Homa Mahadewi Yaochi, upacara kali ini merupakan upacara pertama yang dipimpin oleh Dharmaraja Liansheng semenjak kembali dari Taiwan. 

Di hari itu, langit cerah tanpa awan, dan yang sungguh menarik adalah, hari ini bunga-bunga di Rainbow Temple bermekaran, seakan-akan mereka mempersembahkan keindahan alam menyambut kedatangan Dharmaraja Liansheng.  

Semenjak pagi bhaktisala homa telah penuh dengan umat, dubes Liao Dongzhou (廖東周) dan istri juga hadir. Pada siang hari pukul 12, para siswa menyambut Dharmaraja Liansheng memasuki ruang makan untuk bersantap siang bersama, pada santap siang hari ini, empat ibu besar dari California mempersembahkan banyak kisah humor yang membuat Mahaguru dan semua tertawa penuh sukacita. 

Pada pukul 3 sore upacara dimulai, para siswa menyambut Dharmaraja Liansheng dan barisan Acarya memasuki homasala. Pada saat upacara berjalan, Dharmaraja membentuk tarian mudra yang sangat indah, arena dipenuhi dengan daya spiritual, suara mantra “Om. Jinmu. Xidi. Hum” membahana di homasala. Tantrika, api homa, dan Istadevata manunggal, menggunakan kobaran api homa untuk bervisualisasi, semua bersama membersihkan karmavarana. 

Usai homa, Dharmaraja membabarkan Dharma kepada segenap siswa, kobaran api dari homa kali ini sangat baik, pada permulaan muncul sedikit rintangan, namun akhirnya berjalan dengan sangat lancar, pada homa kali ini, Mahadewi Yaochi turun hadir mengadhisthana, upacara dipenuhi dengan cahaya spiritual. 

Dharmaraja mengutarakan, hari ini adalah Hari Ibu, Dharmaraja dengan tulus memanjatkan rasa syukur kepada sang ibunda dan Ibunda di Langit : Mahadewi Yaochi, serta mendoakan semoga para ibu di dunia ini senantiasa sehat, harapannya terpenuhi, dan penuh kebahagiaan. Dharmaraja mengisahkan, titah yang pertama diperoleh adalah titah dari Mahadewi Yaochi, berikutnya adalah titah dari Amitabha Buddha, dan Ksitigarbha Bodhisattva, dengan ketiga titah ini, dapat melaksanakan Upacara Luotian Dajiao, titah ini tidak boleh kurang satu pun, kedudukan Mahadewi Yaochi sangat agung, pada Upacara Luotian Dajiao tanggal 30 Juni kelak mesti mendirikan 7 altar, salah satunya adalah altar Mahadewi Yaochi, dan altar ini akan menghimpun semua Suciwan Mulia. 

Berikutnya, Dharmaraja mengulas Lamdre : Tahap Inti Meditasi

Meditasi adalah dhyana-samadhi, yoga olah prana merupakan tahap inti dari meditasi, setelah sadhaka menguasai latihan prana, barulah bisa memasuki samadhi, selama sadhaka belum menguasai olah prana, maka akan sangat sukar untuk memasuki samadhi. Udara yang dihirup dan diembuskan mesti lembut, pelan, dan panjang. Menghirup napas mesti tanpa suara, mengembus napas baru bersuara, kiat ini mesti diingat. Kemampuan menahan napas makin lama makin baik, akan tetapi antara pria dan wanita adalah berbeda, prana pria mesti ditahan di avadhuti bawah ( dantian ), sedangkan wanita menahan prana di cakra anahata, saat hendak mengeluarkan prana, mesti terlebih dahulu melalui prana sirkulasi samping, dan akhirnya baru dikeluarkan. 

Dharmaraja kembali menekankan, kita mesti melatih fondasi Sembilan Tahap Pernapasan Buddha dengan sebaik-baiknya. Tidak peduli dalam latihan anasrava, maupun tummo, semua mengutamakan prana, sebab semua Sadhana Internal tidak terpisahkan dari prana, nadi, dan bindu. 

Bindu merupakan benih terang yang dianugerahkan oleh Langit, semua tumbuhan dan binatang di dunia ini berhubungan dengan matahari, tanpa sinar matahari tidak akan ada fotosintesis, kita makan tumbuhan untuk mengonsumsi klorofil, sedangkan klorofil berasal dari proses fotosintesis, melalui fotosintesis barulah dihasilkan nutrisi. Binatang juga membutuhkan daya matahari, oleh karena itu, cahaya yang dipancarkan tubuh manusia memiliki kaitan yang sangat erat dengan matahari. Tidak peduli itu manusia, tumbuhan, maupun binatang, semua membutuhkan pancaran sinar matahari. 

Dharmaraja menekankan, melatih prana mesti terlebih dahulu berlatih olah eksternal seperti Vajramusti ( Tinju Vajra ), terlebih dahulu mengupayakan supaya nadi-nadi dalam tubuh tembus. 

Dharmaraja mempersilakan dua umat yang pernah belajar olah eksternal dari Sakyapa untuk memperagakan Yoga Vajramusti, Vajramusti ini meliputi : Metode gerakan dan olah prana Garuda, Simhamukha Dakini, Guru Padmasambhava, dan Hevajra. Karena pada saat latihan kedua umat ini memperoleh ikatan samaya, maka mereka hanya bisa memperlihatkan gerakan dasar. 

“Metode Menggoyangkan Badan dan Aksara Ha” yang dulu telah diajarkan oleh Dharmaraja Liansheng dapat melenturkan nadi sekujur tubuh, ini juga tergolong sebagai olah eksternal. 

Dalam Dharmadesana kali ini, Dharmaraja juga teristimewa mengulas kunci dari salah satu 7 postur Vairocana, yaitu : ujung lidah menyentuh rahang atas. Ternyata lidah mesti digulung membentuk segitiga, kemudian postur menekan tenggorokan, prana sirkulasi atas keluar dan masuk, menghirup napas dan mengeluarkannya melalui kaki. Karena nadi kanan adalah nadi mara, maka mesti menggunakan telapak tangan kanan untuk menggosok pipi kanan, bagian siku kanan menggosok dada kanan, dengan demikian prana dapat keluar melalui nadi kiri. 

Supaya prana dapat mengalir lancar dalam mata, pejamkan mata, putar ke arah kiri 14 kali, kemudian buka mata dan memandang ke arah paling jauh, inilah cara untuk membuka nadi mata. Metode menabuh gendang telinga adalah cara untuk menembus nadi telinga. Untuk menembus nadi dalam mulut, kita perlu menggulung lidah membentuk segitiga yang ujungnya menyentuh rahang atas. Nadi hidung mengandalkan napas yang dimasukkan ke sekujur tubuh. Kaki mengandalkan metode goyang badan dan aksara Ha, kita dapat mencontoh postur dari thangka Vajrakaya. Cakra anahata dan cakra visuddha mesti berputar. Cakra ajna menggunakan metode menepuk. 

Usai Dharmadesana, segenap siswa bertepuk tangan meluapkan rasa syukur atas Dharma mulia dan kiat utama yang telah dibabarkan. Usai upacara, para siswa berkumpul di bhaktisala Rainbow Temple, karena selisih waktu setengah tahun, kali ini segenap siswa yang mempersembahkan pertunjukan merasa sangat antusias sekaligus gugup, mereka semua telah mempersiapkan pertunjukan bakat dengan saksama dengan penuh rasa syukur. 

Di penghujung acara, Mahaguru memainkan Toya Vajra untuk mengadhisthana, kemudian memberikan adhisthana jamah kepala, usai sesi adhisthana, dengan berat hati semua mengucapkan salam perpisahan dengan Mahaguru, semua menantikan upacara homa minggu depan. Serangkaian kegiatan hari itu berakhir dengan penuh Dharmasukha. 

Judul Asli :
法王聖尊蓮生活佛主持無極瑤池金母大天尊護摩法會,教授道果-『靜慮之正行』重要口訣

Sumber :
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=8&id=4591

◎ Tautan Siaran Langsung Pembabaran Dharma Mahaguru di Seattle ( Waktu Indonesia ) : Puja Bakti di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu pukul 10:00 ( WIB ) ; Upacara Homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin pukul 05:00 ( WIB )

Klik di sini untuk tautan siaran langsung dengan penerjemah Inggris

Klik di sini untuk tautan siaran langsung Mandarin

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Guru Buddha.