Halaman Utama > Fokus Internasional > Liputan Upacara Agung Syama Tara di International Convention Center Kaohsiung Tanggal 8 April 2018


Liputan Upacara Agung Syama Tara di International Convention Center Kaohsiung Tanggal 8 April 2018

【Liputan TBSN】

Minggu, 8 April 2018 pukul 15:00 ( Waktu Taiwan ) di International Convention Center Kaohsiung (高雄國際會議中心), Dharmaraja Liansheng Shengyen Lu memimpin Upacara Agung Syama Tara  ( Lv Du-mu /  綠度母 ) untuk Perlindungan Negara, Pemberkahan, Santika,Paustika, Vasikarana, dan Penyeberangan Arwah, serta menganugerahkan Abhiseka Maha-sadhana Avenika Syama Tara, Transmisi Perdana Kiat Utama Sadhana Syama Tara dan Kunci Ajaran Bodhicitta    

Pada hari itu, upacara juga dihadiri oleh tokoh pemerintahan, dan beberapa di antara mereka tampil memberikan kata sambutan. Dharmaraja juga secara langsung memberikan pigam penghargaan dan berfoto bersama para pemenang lomba mewarnai gambar Syama Tara yang diselenggarakan oleh pihak penyelenggara.

Usai tata ritual Sadhana Syama Tara, terlebih dahulu Dharmaraja berbincang membicarakan kenangan menetap di Kaohsiung selama 19 tahun, semua masih sangat jelas, terutama adalah tindakan heroik berenang di Sungai Cinta Kaohsiung. 

Dharmaraja membabarkan cara visualisasi Adhinatha upacara, Syama Tara, ibu jari dan jari manis tangan kiri mengapit tangkai bunga utpala, ada tiga kuntum bunga utpala, yang pertama masih kuncup, di bawahnya adalah bunga setengah mekar, dan paling bawah adalah bunga yang telah mekar penuh. Dharmaraja mengajarkan kiat istimewa dari Syama Tara : Visualisasikan di tengah tiga kuntum bunga utpala yang dipegang di tangan kiri Syama Tara terdapat aksara “Dang” ( Tam ), aksara Dang memancarkan sinar melesat ke angkasa, memasuki ubun-ubun sadhaka menelusuri nadi tengah sampai ke cakra anahata, saat itu padma di cakra anahata sadhaka mekar, sama seperti bunga utpala di bagian paling bawah yang mekar penuh di tangan Syama Tara, aksara “Dang” memasuki padma mekar di hati sadhaka, inilah kontak yoga. Tiap kali sadhana mesti melakukan visualisasi ini, melalui visualisasi ini, tidak peduli di mana pun Syama Tara berada, Beliau pasti turun hadir. Meskipun sadhaka belum berkontak yoga, Syama Tara pasti tetap hadir, Dharmaraja mengungkapkan bahwa metode visualisasi ini diajarkan secara istimewa oleh Guru Sakya Zhengkong kepada beliau.

Syama Tara berkepala satu dan berlengan dua, tubuh langsing, duduk dalam postur leluasa. Dharmaraja Liansheng pernah bertanya kepada Gyalwa Karmapa ke-16, mengenai sadhana apa yang ditekuni, Karmapa menjawab : “Menekuni Sadhana Tara di pagi hari, dan menekuni Sadhana Vajra Dharmapala di malam hari.” Yang ditekuni di pagi hari oleh Karmapa adalah Sadhana Syama Tara.

Dharmaraja mengungkapkan : Semua Tara adalah Istadevata yang paling mudah berkontak yoga. Sebab Tara berasal dari dua tetes air mata Avalokitesvara Bodhisattva, yang kemudian menjelma menjadi Sita Tara ( Putih ) dan Syama Tara ( Hijau ). 

Mahasiddha yang berkontak yoga dengan Syama Tara antara lain : Shakyamuni Buddha, saat Beliau duduk di bawah pohon Bodhi, Syama Tara menjapa mantra, dan Shakyamuni Buddha pun tercerahkan. Guru Padmasambhava juga mencapai kontak yoga melalui penekunan Tara, Tara yang pertama kali kontak yoga dengan Guru Padmasambhava adalah Senge Dongma atau Simhamukha Dakini. Kontak yoga yang pertama dari Nagarjuna Bodhisattva adalah dengan Istadevata Syama Tara, demikian pula dengan : Atisa Dipamkara, Tilopa, Naropa, Candrakirti, Bhavaviveka, Suvarnadvipa, dan Karmapa, semua berkontak yoga dengan Syama Tara.

Mudra Syama Tara sama dengan Mudra Mahadewi Yaochi. 

Mantra Syama Tara : “Om. Dala. Dudala. Dula. Suoha”
Akan tetapi, mantra ini bukan satu-satunya, ada beberapa Mahaguru dari Tibet yang memiliki pelafalan berbeda. 

Visualisasikan dari sunyata, di atas padmasana dan cakracandra terdapat aksara “Dang” yang kemudian berputar menjadi Syama Tara, berkepala satu dan berlengan dua, tubuh berwarna hijau toska. Tangan kanan Mudra Abhaya, 
tangan kiri di depan dada, dengan jari manis dan ibu jari memegang tangkai bunga utpala. Kaki kanan dijulurkan, kaki kiri ditekuk, duduk di atas padmasana.
Tubuh mengenakan jubah surgawi dengan berbagai macam perhiasan permata, terdapat cahaya rembulan di bagian punggung. Amoghasiddhi Buddha sebagai ornamen puncak. Selain itu, ada cara visualisasi yang lain, yang berbeda hanya pada tangan kanan yang membentuk Mudra Varada.

Untuk doa aspirasi dapat menggunakan :

我與有情眾。
Wo yu you-qing zhong.
Saya dan segenap insan.

至誠做祈請。
Zhi-cheng zuo qi-qing.
Setulus hati berdoa.

聖尊綠度母。
Sheng-zun Lv Du-mu.
Bhagavati Arya Syama Tara.

拔除壽障難。
Ba-chu shou zhang-ai.
Mencabut rintangan usia.

財福及智慧。
Cai-fu ji zhi-hui.
Menganugerahkan berkah dan kebijaksanaan.

所求皆如願。
Suo-qiu jie ru-yuan.
Segala permohonan terkabul sesuai harapan.

Syama Tara membuat tiga ikrar :

1. Ada yang bertanya kepada Syama Tara, mengapa tidak tampil dalam wujud laki-laki untuk menyeberangkan insan ? Syama Tara menjawab, sebab hanya sedikit perempuan yang menyeberangkan para insan, oleh karena itu bertekad untuk selamanya menggunakan wujud perempuan untuk menyeberangkan para insan.

2. Syama Tara melindungi para insan yang sedang mengalami kesukaran, Beliau sanggup melindungi dari segala macam penderitaan di dunia, Beliau juga sanggup mindungi dari rintangan mara.

3. Avalokitesvara Bodhisattva pernah memberitahu Syama Tara dan Sita Tara, sangat lah sukar untuk menyeberangkan para insan. Syama Tara dan Sita Tara menjawab, bersedia untuk memikul penderitaan Avalokitesvara Bodhisattva dalam menyeberangkan para insan.

Gelar Vajra dari Syama Tara : Samyak-dharma Vajra, dan Parisuddhi Vajra.

Barang siapa mendambakan paras tampan dan cantik, tekunilah Sadhana Syama Tara, niscaya di kehidupan mendatang berparas tampan dan cantik.

( Sebab Syama Tara memiliki tubuh cahaya tak terhingga, pada urna di tengah alis terdapat mestika tujuh warna yang memancarkan 84 ribu jenis cahaya terang, duduk di atas padmasana putih, memegang padma merah, kecantikan dan keanggunan-Nya sangat langka di dunia. )

Tiga keunggulan Sadhana Syama Tara :
1. Mentransformasikan hati menjadi Bodhicitta Agung.
2. Dapat merealisasi pencerahan dan menyaksikan Buddhata.
3. Dapat memperoleh berkah lokiya ( duniawi ), kelak melepas tubuh jasmani terlahir di alam suci Lokuttara.

Tiga alam suci Syama Tara : 
1.    Sukhavatiloka , alam suci yang sama dengan Amitabha Buddha, Avalokitesvara Bodhisattva, dan Mahastamaprapta Bodhisattva.
2.    Gunung Potaloka, atau alam suci Avalokitesvara Laut Selatan, saat ini Nenek Guru juga berada di alam suci ini.
3.    Alam Suci Khadiravani. Ini merupakan alam suci milik Syama Tara.

Syama Tara pernah berubah menjadi 21 Tara, segala macam malapetaka di dunia fana dapat ditangani oleh 21 Tara. Menekuni Sadhana Syama Tara dapat menyingkirkan segala macam malapetaka.

Malam sebelum upacara, di Taiwan Lei Tsang Temple, Dharmaraja telah mengulas perihal prana, Dharmaraja menambahkan : Ada tiga nadi utama dalam tubuh manusia, yaitu nadi tengah, nadi kiri, dan nadi kanan, nadi kanan disebut juga sebagai nadi mara, jika prana masuk melalui nadi kanan, maka akan banyak rintangan. Prana yang masuk melalui nadi kiri, akan mengalir lebih lancar, prana akan lebih ringan, murni dan tepat. Saat berlatih prana, mesti terlebih dahulu melalui nadi kiri, kemudian ke nadi tengah, supaya nadi dapat mengalir pada nadi kiri, perlu dilakukan : Metode Pijat Dada, gunakan siku tangan untuk menekan bagian dada, dan telapak tangan kanan menjamah bagian wajah, dengan demikian prana akan mengalir melalui nadi kiri. Berikutnya prana sirkulasi atas menekan ke bawah, prana sirkulasi bawah mengangkat ke atas, dengan demikian prana akan masuk ke dalam nadi tengah. Setelah prana prajna menembus nadi tengah, maka semua akan melalui nadi tengah, tidak lagi melalui nadi kiri dan kanan.

Dharmaraja mengungkapkan, semua yang menjadi pemohon utama pada hari ini berjodoh dengan Syama Tara, sekalipun dalam kehidupan saat ini tidak dapat mencapai keberhasilan, dalam kehidupan mendatang akan menjadi hartawan yang rupawan. Sebab Syama Tara berparas sangat cantik, berwujud gadis usia 16 tahun, selain itu, menekuni Sadhana Tara dapat memperoleh ketenteraman. Semua yang hadir hari ini sangat terberkahi. 

Dalam belajar Buddha, mesti berbhavana dan tekun setiap hari, setelah Sang Buddha mencapai pencerahan, Beliau membabarkan ajaran dan membimbing para siswa. Saat itu tiap siswa memiliki sebuah gua untuk berlatih meditasi, meditasi sangat penting, termasuk Sadhana Syama Tara hari ini, visualisasi aksara “Dang” dari Syama Tara bersinar dan memasuki hati sadhaka, Tara hadir dalam hati sadhaka, perlahan membesar seukuran sadhaka, dalam sekejap, sadhaka adalah Syama Tara. Saat itu, mengikuti Syama Tara memasuki Samadhi Syama Tara, dengan demikian sadhaka dapat memperoleh berkah Lokuttara yaitu peningkatan kualitas batin, jika sadhaka tidak memasuki samadhi, maka yang diperoleh adalah berkah lokiya belaka. Jing ( esensi ), qi ( prana / energi ), dan shen ( kesadaran sejati ) berhimpun pada satu titik, sepenuh hati dan tak galau, kemudian memasuki samadhi. Sadhaka yang memasuki samadhi baru bisa memperoleh pencerahan dan perlindungan dari Syama Tara, melalui hati, mimpi, dan kondisi jaga, dapat berjumpa dengan Syama Tara.

Gunakan metode visualisasi secara terus-menerus untuk menyingkirkan pikiran kacau. Jika tidak bisa menggunakan metode pengamatan, maka dapat menggunakan metode penghentian, visualisasi wujud Syama Tara, kemudian memasuki samadhi. Melalui samadhi sadhaka dapat berkunjung ke Mahapadminiloka, dapat berjumpa dengan para Adhinatha, dapat mendengar bimbingan para Buddha. Hanya melalui kesadaran benar dari samadhi, barulah bisa melihat para Adhinatha, tidak seperti hipnosis dan sugesti yang diberikan oleh XX. Sadhaka mesti berbhavana menggunakan kesadaran benar.

Menghindari pembunuhan, sesuai dengan kesadaran benar, daging yang dikonsumsi mesti memenuhi tiga syarat kebersihan, yaitu tidak mendengar suara saat hewan tersebut disembelih, tidak melihat saat penyembelihan, dan tidak disembelih untuk kita sendiri. 

Di antara emanasi Syama Tara, ada Tara Pencegah Gempa Bumi, setelah menerima Abhiseka Syama Tara, sadhaka dapat melakukan sadhana mencegah gempa bumi. Pada saat terjadi gempa bumi besar di Hualian, kebetulan saat itu ada beberapa siswa Zhenfo Zong yang sedang bertamasya di Hualian, semula mereka hendak menginap di gedung yang bakal ambruk, akan tetapi secara mendadak mereka berpindah menginap di tempat lain, ini semua adalah berkat perlindungan dari Buddha Bodhisattva. 

Dharmaraja menanyai semua : “Dari mana kah umat manusia berasal ?”, kita semua berasal dari surga. Dalam agama Buddha ada sebuah sutra, teori asal-usul manusia, di dalamnya dijelaskan bahwa manusia berasal dari Surga Abhasvara, kemudian lahir melalui perpaduan unsur tubuh ayah dan ibu, akan tetapi itu bukanlah Anda yang sesungguhnya, hati yang sesungguhnya adalah Buddhata, yang tidak berubah, sedangkan fenomena eksternal yang lain hanyalah cangkang atau jubah luar belaka. Belajar Buddha mesti mengenali “Aku”, kita berbhavana bukanlah demi cangkang ini, melainkan demi hati kita yang sejati. Oleh karena itulah, Dharmaraja berlatih olah prana, nadi, dan bindu, sehingga tubuh menjadi sangat kukuh, akan tetapi, belum pernah ada suciwan yang dapat menetap di dunia fana untuk selama-lamanya. Saat ini Dharmaraja berusia 74 tahun, dan pada akhirnya nanti cangkang ini mesti dibuang. Tubuh manusia bisa sakit, demikian pula dengan Mahaguru, Gurudara, dan Anda semua, ini adalah fenomena wajar. Jika suatu hari nanti Dharmaraja jatuh sakit, jangan mengatakan : “Aduh ! Mahaguru adalah Buddha Hidup, kenapa bisa jatuh sakit ?” Ucapan ini keliru !

Di akhir, Dharmaraja menyampaikan, pada tanggal 6 Mei akan kembali ke Amerika, dan tanggal 30 Juni akan berkunjung ke Oakland California, untuk memimpin Upacara Agung Luotian Dajiao, yang merupakan praktik dari : “Mahamaitri tanpa pamrih, Mahakaruna memandang insan sebagai satu keutuhan tubuh.”, tidak peduli arwah yang bagaimanapun, semua boleh datang untuk berbincang, kemudian memberikan sarana kepada mereka, dan terakhir menyeberangkan mereka semua, ini adalah upacara agung tanpa batas, tidak ada simabandhana. Mengundang semua untuk berpartisipasi.

Judul Asli :
 2018年4月8日高雄國際會議中心【綠度母護國祈福息災增益敬愛超度大法會】報導

Sumber :
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=8&id=4576

◎ Tautan Siaran Langsung Dharmaraja Liansheng Mengulas Lamdre di Taiwan Lei Tsang Temple, setiap hari Sabtu pukul 14:00 ( WIB ) :

Klik di sini untuk tautan siaran langsung dengan penerjemah Inggris

Klik di sini untuk tautan siaran langsung Mandarin

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Guru Buddha.