Halaman Utama > Fokus Internasional > Liputan Upacara Agung Homa Sitatapatra Bhagavati di Taiwan Lei Tsang Temple Tanggal 4 April 2018


Liputan Upacara Agung Homa Sitatapatra Bhagavati di Taiwan Lei Tsang Temple Tanggal 4 April 2018

【Liputan TBSN】

Sabtu, 7 April 2018 pukul 15:00 ( Waktu Taiwan ) di Taiwan Lei Tsang Temple, Dharmaraja Liansheng Shengyen Lu memimpin Upacara Agung Homa Sitatapatra Bhagavati  ( Da-bai San-gai Fo-mu /  大白傘蓋佛母 ), melanjutkan pengulasan Lamdre, serta menganugerahkan Abhiseka Sadhana Istadevata Sitatapatra Bhagavati ( Termasuk Mantra Pembalik ).    

Dharmaraja Liansheng mengumumkan pada tanggal 8 April 2018, Mahaguru dan Gurudara akan hadir di Upacara Agung Syama Tara di Kaohsiung, mengajak semua untuk turut berpartisipasi. Berikutnya, mengumumkan bahwa pada tanggal 6 Mei 2018 akan kembali ke Seattle, dan pada tanggal 30 Juni 2018 akan memimpin Upacara Agung Perdana Luotian Dajiao Ksitigarbha Bodhisattva, serta Mahadewi Yaochi Bermuka Hitam dan Trini Arya Sukhavati di Oakland, California, Amerika Serikat, yang diselenggarakan oleh True Buddha Vijaya Temple (尊勝雷藏寺). 

Dalam Upacara Luotian Dajiao, Dharmaraja Liansheng akan mengundang sepuluh penjuru Buddha trikala, semua Bodhisattva Mahasattva, Vajra Dharmapala, Dakini, dan para Dewata, serta semua pejabat alam baka, pejabat neraka, dan Raja Setan yang disebutkan dalam Ksitigarbha Sutra, termasuk di antaranya adalah Raja Setan Bermuka Terbakar ( Jiao-mian Gui-wang ). Mahaguru akan melantunkan gatha dan sutra memandu ratusan anggota Sangha, menyeberangkan para makhluk di alam neraka pinggiran, menyeberangkan para arwah, dan lima ketua pasukan XX !

Dharmaraja Berdharmadesana mengenai nidana dari Sitatapatra Bhagavati, Suatu ketika di saat Sakradevanam Indra berperang melawan asura, Dewa Indra mengalami kekalahan dan Ia memohon pertolongan Shakyamuni Buddha. 

Dari usnisa Shakyamuni Bhagavan bermanifestasi Sita-aparajita-maha-bhagavati ( Bhagavati Agung Berwarna Putih yang Tak Terkalahkan ) yang berlengan seribu dan berkaki seribu. 

Hyang Bhagavan membabarkan Sitatapatra Dharani, Sitatapatra Bhagavati menanungi seantero Surga Dewa Indra, sehingga para asura tidak dapat masuk menyerang, akhirnya peperangan-pun reda.

Wujud Sitatapatra Bhagavati ada yang bermuka satu dan berlengan dua ; Ada yang bermuka tiga dan berlengan enam, juga ada yang bermuka seribu, berlengan seribu dan berkaki seribu.

Sitatapatra Bhagavati yang bermuka satu, berlengan dua dan bermata tiga, tubuhnya berwarna putih bersih, tangan kiri memegang atapatra ( payung besar ), tangan kanan membentuk mudra varada ( memberi anugerah ), Bhagavati duduk bersila di atas padmasana.

Sitatapatra Bhagavati yang bermuka seribu, berlengan seribu, bermata seribu dan berkaki seribu, tubuhnya berwarna putih bersih, rambut berhiaskan untaian mutiara, mengenakan berbagai perhiasan. Muka bagian tengah berwarna putih dan bermata tiga, sedangkan di sisi kiri dan kanan masing-masing bermuka dua dengan warna merah kuning dan merah hijau, masing-masing muka bermata tiga. Ada lima wajah utama di atas ubun-ubun, kanan kiri masing-masing sembilan tingkat. 

Dua lengan utama : tangan kiri memegang Mahasitatapatra ( payung besar berwarna putih ) di depan dada, tangan kanan memegang Dharmacakra ( atau vajra ), di empat sisinya penuh tangan, masing-masing membawa : Gantha, vajra, Dharmacakra, ankusa, pasa, dhanu, bana dan berbagai Dharmayudham lainnya, lengan-lengannya bagaikan cakra ruas seribu, di bagian luar tubuhnya diliputi oleh kobaran api menyala-nyala. 

Bhagavati mengenakan jubah surgawi berlapis-lapis, berhiaskan ratusan ratna mutu manikam, seribu kakinya berdiri kukuh, di bawah padmasana terdapat para dewata dan semua makhluk.

Berkontak yoga dalam Sadhana Sitatapatra Bhagavati dapat berkontak yoga dengan Shakyamuni Buddha. Sadhaka duduk membentuk Mudra Sitatapatra Bhagavati, menjapa Mantra Sitatapatra Bhagavati 108 kali ( atau lebih banyak ) ,visualisasi cahaya putih terpancar menaungi diri sendiri, membuat simabandhana bagi diri. 

Mahaguru sendiri menggunakan metode : menjapa “Om”, sinar putih terpancar melesat ke tengah angkasa, menjapa : “A”, sinar merah terpancar melesat ke tengah angkasa, menjapa “Hum” sinar biru terpancar melesat ke tengah angkasa, sinar tiga warna berpadu di angkasa, menghasilkan suara “Bang”, membentuk jala sinar berwarna putih, merah, dan biru, sebagai simabandhana, turun dari angkasa, seperti sebuah kelambu anti nyamuk, menanungi sadhaka dan tempat tidur, Sadhana Sitatapatra dapat melindungi seluruh rumah, seluruh desa, seluruh kota, bahkan seluruh negara. 

Dharmaraja mengungkapkan bahwa beberapa hari lalu memberikan purifikasi bagi siswa yang bermarga Zhong, umat ini mengisahkan bahwa semenjak ia mengundang XX untuk meresmikan altar di rumah, ia mengalami insomnia, istrinya mengalami patah kaki, tiga putrinya ada yang mati mendadak, ada yang mengalami gangguan jiwa, ada juga yang menderita kanker… saat ini hanya tersisa 1 putri yang kondisinya baik, karena ia tidak menetap di rumah yang sama. 

Hari ini banyak yang menjadi pemohon utama, umat di barisan belakang berwajah gelap, semua terkena gangguan makhluk halus XX. Dharmaraja melontarkan pertanyaan, bagaimana XX bertanggung jawab atas semua ini ? Para makhluk halus dari empat neraka besar dipuja di tempat XX, banyak umat dan tempat ibadah yang mempersemayamkan Pasukan XX juga mengalami gangguan yang parah, sampai ada yang mengalami gangguan jiwa, sakit, dan mati mendadak. Dharmaraja berharap semoga Upacara Agung Luotian Dajiao ini dapat menyeberangkan semua makhluk halus, termasuk kelima ketua hantu. 

Dharmaraja melanjutkan pengulasan Lamdre :

“10.1, Kiat memenuhi ; Dibagi menjadi 2  : tahap awal, urutan penuntunan, tahap inti, nidana dari marga dan yoga prana. 1.1, tahap awal atau urutan penuntunan ; Setara dengan ajaran lisan dari para Guru Sesepuh, meskipun kebanyakan berupa ajaran dan tuntunan mengenai prana dalam marga lokiya, namun ini merupakan kedudukan bagian nidana dari penekunan upaya kausalya. Sebelum bermeditasi, terlebih dahulu melakukan sembilan metode dan 7 yoga prana, 9 instruksi dalam bhavana ini, mesti terlebih dahulu dilakukan sampai tersebar merata, mesti memohon bimbingan dari Mahaguru Dharma dan Lotsawa. Terlebih dahulu, di hadapan seorang Guru, siswa mesti memiliki keyakinan bersih dan ketekunan, memperoleh abhiseka, dan menjaga sila dan samaya, saat dilakukan bimbingan dan instruksi, sadhaka mesti beranjali membawa bunga dan melantunkan doa permohonan. Saat itu Guru akan meramalkan pertanda yang ada, menanyai siswa ke mana arah aliran prana, ketika prana Guru dan siswa mengalir dari lubang kanan, diajarkan kiatnya, meski anubhava muncul dengan cepat, namun tidak kukuh, di saat rintangan muncul, ini disebut prana kecemasan, atau prana pemaksaan, atau prana matahari, itu tandanya belum bisa menerima instruksi. ; Saat prana Guru dan siswa mengalir dari lubang kiri, meski anubhava muncul dengan lamban, namun yang dihasilkan akan kukuh dan rintangan hanya sedikit, ini disebut sebagai prana kehidupan, atau yang mampu mempertahankan, atau yang melahirkan sukha, atau menerima, atau prana rembulan, saat itu boleh diberikan instruksi ajaran. Gunakan siku kanan untuk memijat dada, telapak tangan menggosok pipi kanan, kedua lubang hidung sekuat tenaga memindahkannya, apabila saat itu masih tidak bisa berpindah dengan lancar, mesti menekuni metode memilah dada, saat napas keluar dan masuk dari kiri, itu merupakan pertanda berkurangnya rintangan.”

Dharmaraja mengulas makna Lamdre :

Dalam setiap sadhana, ada tahap awal, tahap inti, dan tahap akhir. Dalam Tantra juga dikupas mengenai tubuh jasmani manusia, rintangan cenderung mudah muncul di nadi kanan, namun tidak demikian dengan nadi, akan tetapi yang dimaksud dengan nadi di sini bukanlah lubang hidung kiri dan kanan. 

Sembilan Tahap Pernapasan Buddha mesti dilakukan dengan lembut, pelan, dan panjang, menghirup napas masuk dari nadi kiri dan keluar dari nadi kanan, sebab rintangan di nadi kanan cenderung lebih banyak. 

Antara Guru dan siswa mesti saling mengamati, mesti selalu memerhatikan hawa di tubuh diri sendiri, juga hawa yang dihembuskan. Di saat muncul hawa yang tidak baik, maka mesti perbaiki pikiran, supaya muncul hawa yang baik. Prana yang kotor mesti diperbaiki melalui pelatihan Sembilan Tahap Pernapasan Buddha. 

Dengan bercanda, Dharmaraja menuturkan : Bagi yang memiliki bau mulut, mesti segera dibersihkan dengan sikat tusuk gigi, benang gigi, semprotan gigi dan sikat gigi elektrik, jika tidak, bahkan Istadevata pun tidak akan berani dekat-dekat. 

Berikutnya, Dharmaraja menyanyikan sebuah lagu untuk menjelaskan tingkat tahapan kontak yoga : 

Saat merindukan-Mu,
Engkau berada di ufuk.

Saat merindukan-Mu,
Engkau ada di hadapan.

Saat merindukan-Mu,
Engkau ada dalam benak.

Saat merindukan-Mu,
Engkau ada di dalam hati.

Pada permulaan, Buddha ada di ufuk, bernapas bersama sadhaka. Kemudian Buddha memasuki nadi tengah sadhaka, dan akhirnya Buddha bersemayam di hati sadhaka, duduk di atas padmasana di hati sadhaka. Napas-Nya adalah napas sadhaka, mengembuskan prana yang kotor, menghirup prana yang bersih, dan pada akhirnya Buddha memasuki tubuh sadhaka, dengan demikian sadhaka mencapai kontak yoga, dan memiliki daya dari Istadevata.  

Dharmaraja menuturkan bahwa Shakyamuni Buddha memberitahu beliau, mengapa beliau boleh memberikan adhisthana jamah kepala kepada para insan ? Sebab Dharmaraja telah berkontak yoga dengan Istadevata, dengan demikian kuantum kehidupan dari Istadevata dapat mengubah kuantum kehidupan dari sadhaka, supaya kuantum tubuh tertata ulang. Kita umat manusia memiliki kuantum kehidupan, melalui bhavana, manunggal dengan Istadevata, Dharmaraja Liansheng mencapai kontak yoga, dan saat memberikan jamahan kepala, dapat mengadhisthana para insan, supaya kuantum kehidupan insan dapat tersusun kembali. Saat sadhaka dapat berkontak yoga dengan Istadevata, maka Istadevata dapat mengubah kuantum kehidupan diri sendiri, dapat mengikis karma penyakit. Seseorang yang telah mencapai realisasi bhavana, dapat mengubah kuantum kehidupan dari bunga yang hampir layu, supaya tersusun kembali, sehingga bunga itu terus mekar. 

Dharmaraja memberikan contoh, apabila orang lain menderita penyakit yang sama dengan Gurudara, maka pasti dengan cepat mengalami lumpuh sebelah. Akan tetapi, berkat adhisthana dari Mahaguru kepada Gurudara yang dilakukan secara berkala dalam waktu lama, membuat kuantum kehidupan dari Gurudara kembali tersusun, diatur ulang, bahkan dokter dari Amerika pun sangat terkejut karena Gurudara masih dapat mempertahankan kondisi yang demikian baik. Tubuh Dharmaraja sendiri juga terus mengalami penyusunan ulang. Saat ini Mahaguru berusia 74 tahun, namun masih memiliki daya hidup, memiliki otot dada dan punggung. Mahaguru telah merealisasikan anasrava, pembangkitan Tummo, dan olah bindu, ketika Tummo bangkit dan bindu turun, akan menghasilkan rasa sukha selama seharian penuh. Dharmaraja juga memperagakan bagaimana dalam sekejap mengundang cahaya Buddha untuk turun menjadi arus Dharma yang memasuki tubuh, untuk menyusun ulang kuantum kehidupan diri sendiri.  

Di penghujung acara, Dharmaraja mengabhiseka partima Buddha milik siswa, mengadhisthana para siswa, dan menganugerahkan Abhiseka Sadhana Sitatapatra Bhagavati, dengan demikian upacara manggala dan paripurna.

Judul Asli :
2018年4月7日台灣雷藏寺【大白傘蓋佛母護摩大法會】報導

Sumber :
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=8&id=4574

◎ Tautan Siaran Langsung Dharmaraja Liansheng Mengulas Lamdre di Taiwan Lei Tsang Temple, setiap hari Sabtu pukul 14:00 ( WIB ) :

Klik di sini untuk tautan siaran langsung dengan penerjemah Inggris

Klik di sini untuk tautan siaran langsung Mandarin

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Guru Buddha.