Halaman Utama > Fokus Internasional > Liputan Upacara Akbar Argampuja Mahadewi Yaochi, Dimu, dan Mazu pada Tanggal 4 Maret 2018 di Emperor Temple


Liputan Upacara Akbar Argampuja Mahadewi Yaochi, Dimu, dan Mazu pada Tanggal 4 Maret 2018 di Emperor Temple

Pada Tanggal 4 Maret 2018 di Emperor Temple  ( Huangdi Leizangsi - 黃帝雷藏寺) Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu Memimpin Upacara Akbar Musim Semi Argampuja Mahadewi Yaochi, Dimu, dan Mazu untuk Santika, Paustika, Menyambut Dewa Rezeki dan Penyeberangan Arwah, serta Menganugerahkan Transmisi Perdana dan Abhiseka Mahasadhana Avenika Mahadewi Yaochi Bermuka Emas

Begitu upacara dimulai, Mahaguru langsung menganugerahkan berkat kepada semua, barang siapa hadir pada upacara hari ini, dapat meningkatkan berkah, Dewa Rezeki ikut pulang ke rumah, serta mendoakan semoga perekonomian Taiwan semakin meningkat pesat, dan pada tahun 2018 ini semua memperoleh kemakmuran.

Nidana antara Dharmaraja Liansheng dan Mahadewi Yaochi sangat erat, bermula pada saat Mahadewi Yaochi membuka mata batin Mahaguru di kuil Dewa Indra, pada malam itu juga Mahadewi Yaochi membawa Mahaguru berkelana mengarungi alam tak berwujud, termasuk melihat kehidupan lampau Mahaguru, saat itu Mahaguru melihat kehidupan lampau diri sendiri berupa sinar keemasan yang terang-benderang, memancarkan hawa manggala ke segala penjuru, ini adalah Padmakumara tanpa wujud. Mahadewi Yaochi memberitahu Mahaguru, “Anda adalah Padmakumara. “

Suatu hari, Mahadewi Yaochi membawa Mahaguru ke Taman Surgawi Yaochi, dan memberitahu Mahaguru, Mahadewi Yaochi yang utama adalah Mahadewi Yaochi Bermuka Emas ( Jin-mian Jin-mu ), Mahadewi Yaochi Bermuka Emas membawa sebuah nampan dan di atasnya terdapat tiga butir pil, masing-masing berwarna hitam, merah, dan putih, Mahadewi Yaochi mempersilakan Mahaguru untuk memilih salah satu pil, akhirnya Mahaguru memilih pil yang berwarna merah. Kemudian Mahadewi Yaochi menjelaskan, pil yang berwarna hitam menandakan nidana untuk menyeberangkan insan di alam baka, pil berwarna putih menandakan sadhaka mesti hidup menyepi berbhavana dan mencapai keberhasilan sendiri, sedangkan pil yang berwarna merah menandakan nidana untuk menyeberangkan para insan di kedua alam ( dunia fana dan alam baka ). Oleh karena itulah, keputusan Mahaguru untuk memilih pil berwarna merah sungguh tepat sekali !

Dharmaraja Liansheng menjadikan Mahadewi Yaochi sebagai Mulaguru yang teragung, saat Mahadewi Yaochi membukakan mata batin, menggunakan satu jari untuk menyentuh titik di atas tengah kedua alis, saat itu Mahaguru merasa sekujur tubuh kesemutan, dan dalam sekejap mata batin pun terbuka, kemudian mulai belajar meditasi, mempelajari 7 postur Vairocana, dan 9 postur meditasi, serta dapat melihat Amitabha Buddha, Mahadewi Yaochi, Ksitigarbha Bodhisattva, dan Dewa Indra.

Dharmaraja membabarkan 7 Postur Vairocana, lima titik mesti mengarah ke langit, kepala menjunjung langit, kedua tangan membentuk Mudra Dhyana Amitabha Buddha, atau diletakkan di atas kedua lutut, kedua kaki bersila dengan telapak kaki menghadap langit ( bersila penuh ), selain itu, tulang belakang tegak lurus, sepasang mata memandang ke arah 45 derajat yaitu permukaan lantai di depan, kepala sedikit menunduk menekan tenggorokan, ujung lidah menyentuh langit-langit mulut, mengetatkan otot anus, dan perhatian terpusat pada titik di tengah kedua alis.

Dharmaraja mengungkapkan bahwa Mahadewi Yaochi yang welas asih berpesan supaya Mahaguru mentransmisikan kiat yoga, yaitu berkontak yoga dengan Istadevata, manunggalnya Langit dan manusia, dahulu Shakyamuni Buddha pernah bersabda : “Keagungan adalah manunggal dengan Bodhi.”, setelah Anda manunggal dengan Dao, maka besarnya daya yang Anda miliki tak terbatas. 

Kiat pertama untuk mencapai kontak yoga yaitu tiada ego, saat bernapas, menghirup napas merenungkan : “Orang yang menghirup napas bukan aku.”, saat mengembus napas : “Orang yang mengembus napas bukan aku.”, napas yang diembuskan adalah amanasikara, saat menghirup napas adalah anatman, dengan anatman dan amanasikara, barulah kita dapat berkontak yoga dengan Istadevata. 

Kiat kedua, saat menghirup napas, visualisasi cakra anahata terbuka, di dalamnya terdapat bijaksara A, saat mengembuskan napas mengucap : “A”, atau tanpa bersuara menjapa “A”, menggetarkan sekujur tubuh, kemudian mengeluarkan aksara “A” melalui lubang hidung. Aksara “A” adalah Istadevata, makna dari mantra “Om” adalah Kesadaran Mahatinggi Alam Semesta, “Hum” adalah semua makhluk. Mengembus napas “A” 7 kali, ini berarti memanggil Istadevata untuk berkontak yoga dengan sadhaka.

Kiat ketiga, mengatur prana diri sendiri, batin dan prana tenang, membentuk 7 Postur Vairocana, 9 Postur Meditasi, menengadahkan kepala, kedua mata terpusat pada satu titik di atas antara kedua alis, dipadukan dengan Sembilan Tahap Pernapasan buddha, Vajrajapa, dan Pernapasan Botol.

Menyelesaikan bagian pertama berarti telah memasuki kondisi anatman dan amanasikara, saat batin sadhaka tiada lagi pikiran kacau, berarti batin telah bersih, membentuk mudra berarti tubuh telah bersih, menjapa mantra berarti ucapan telah bersih, saat itulah arus Dharma alam semesta, dan Istadevata Kesadaran Mahatinggi akan turun memasuki tubuh sadhaka, dan sadhaka dapat mencapai kontak yoga. 

Dalam Satyabuddha Sutra dikatakan : “Menjadikan amanasikara sebagai Buddha-ratna sejati.” Tiada aku, baru bisa memasuki kondisi manunggalnya Langit dan manusia, manunggal dengan Kesadaran Mahatinggi, inilah metode bhavana yang sejati. Mahaguru mengungkapkan, berbhavana mesti cari tempat yang tenang, bhiksu dan bhiksuni setiap hari mesti bersadhana 4 kali, bagi yang memiliki tugas harian maka mesti bersadhana 2 kali sehari, dan paling tidak mesti bersadhana sekali sehari, orang yang tidak berlatih meditasi tidak bisa disebut sebagai sadhaka. 

Bhiksu Liaoming berpesan kepada Mahaguru, tidak boleh minta uang kepada orang, dalam semua pelayanan biarlah persembahan sesuai dengan kerelaan umat, sedangkan semua hasil lelang barang-barang milik Mahaguru sepenuhnya dipergunakan untuk kepentingan umum, dan tidak disimpan oleh diri sendiri. Namun XX berbeda, pernah suatu kali saat lelang, pimpinan CHHB Arab Saudi Ibu Lin Kunyin berhasil memenangkan lelang atas barang berharga milik Mahaguru, semenjak saat itu pemenang lelang ini diincar oleh XX, dan XX mengatasnamakan pembangunan vihara meminta sumbangan kepada Ibu Lin Kunyin sebanyak US$ 3 sampai 40,000,000 !

Selain itu, ada bukti lain, sdri. Zhu Mulan dan sdr. Ou Haonian telah dicelakai oleh XX, XX memberitahu sdri. Zhu Mulan : “Dalam beberapa kehidupan lampau Anda telah berjanji kepada saya untuk membantu pendirian vihara, tapi tidak pernah terpenuhi, apabila Anda tidak melunasinya di kehidupan saat ini, maka Anda akan tertimpa hal yang tidak baik.” XX bahkan meminta supaya sdri. Zhu Mulan bercerai, supaya semua hartanya diserahkan kepada XX, akhirnya sdr. Ou Haonian pergi ke Amerika untuk menuntut XX secara hukum, dan berhasil menang, tapi XX malah memutarbalikkan fakta.

Dharmaraja mengimbau supaya segenap siswa mesti membina diri berdasarkan Buddhadharma Lokuttara, namun tetap memerhatikan kewajiban di dunia, seperti yang dikatakan oleh ketua Partai Nasionalis Tiongkok : Wu Den-yih, “Melayani Buddha, jangan lupa perhatikan perut sendiri.” Dari atas Dharmasana, Mahaguru berwelas asih memberkati semua, mendoakan semoga perekonomian Taiwan semakin meningkat pesat, supaya semua orang makmur.

Dharmaraja Liansheng membabarkan, membentuk Mudra Mahadewi Yaochi berarti menyucikan tubuh, menjapa mantra Mahadewi Yaochi Bermuka Emas adalah : “Om. Jin-mu. Su-da-li. She-na. Xi-di. Hum” berarti menyucikan ucapan, visualisasi Mahadewi Yaochi mengenakan mahkota feniks, wajah berwarna emas, tangan kanan memegang vyajana, tangan kiri memegang persik surgawi atau ruyi, ini berarti menyucikan pikiran. Hari ini Mahaguru berwelas asih mengadhisthana buah persik yang telah dipersiapkan oleh Emperor Temple, berharap supaya setelah siswa memakannya, dapat memperoleh adhisthana dari Mahadewi Yaochi, supaya semua memperoleh kemanggalaan, segala harapan dapat terpenuhi.

Terakhir, Dharmaraja mengingatkan semua, manunggal dengan Kesadaran Mahatinggi berarti sadhaka adalah Kesadaran Mahatinggi. Dharmaraja memancarkan sinar Dharma, memberkati semua supaya dapat bersama mencapai keberhasilan. 

Usai Berdharmadesana, segenap umat bertepuk tangan meluapkan rasa syukur atas Dharmadesana yang sangat berharga. Dharmaraja Liansheng berwelas asih mengadhisthana dan menabuh tambur rezeki, kemudian bersama Gurudara dan Thubten Ksiti Rinpoche menarik pita awal musim semi, serta menabuh gong ketenteraman, mengadhitshana semua donatur menyambut Dewa Rezeki. Berikutnya, Dharmaraja Liansheng menganugerahkan Abhiseka Mahasadhana Avenika Mahadewi Yaochi Bermuka Emas, dengan demikian upacara telah manggala dan paripurna. 

Judul Asli :
2018年3月4日黃帝雷藏寺【金母地母天上聖母水供大法會】報導

Sumber :
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=8&id=4554

◎ Tautan Siaran Langsung Dharmaraja Liansheng Mengulas Lamdre di Taiwan Lei Tsang Temple, setiap hari Sabtu pukul 14:00 ( WIB ) :

◎ Klik di sini untuk tautan siaran langsung dengan penerjemah Inggris

◎ Klik di sini untuk tautan siaran langsung Mandarin

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Guru Buddha.