Halaman Utama > Fokus Internasional > 【Berita TBF】28 Februari 2018 Dharmaraja Liansheng Menghadiri Perjamuan Siang dan Mengadhisthana Segenap Peserta Penataran dan Seminar Persahabatan Dharmacarya dan Bhiksulama yang Diselenggarakan oleh TBF


【Berita TBF】28 Februari 2018 Dharmaraja Liansheng Menghadiri Perjamuan Siang dan Mengadhisthana Segenap Peserta Penataran dan Seminar Persahabatan Dharmacarya dan Bhiksulama yang Diselenggarakan oleh TBF

【Liputan TBSN】

Pada tanggal 28 Februari 2018 bertempat di Haoyunlai Zhouji Yanzhan Zhongxin (好運來洲際宴展中心) Taichung, TBF menyelenggarakan Penataran dan Seminar Persahabatan Dharmacarya dan Bhiksulama. Serta menyelenggarakan perjamuan siang awal musim semi, dengan mengundang Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu dan Gurudara Vajracarya Lianxiang. 

Sebelum perjamuan siang, Acarya Shi Lianyan (釋蓮彥上師) dan Acarya Shi Lianxi (釋蓮喜上師) memberitahu 16 anggota grup dan grup direktur supaya masing-masing grup, dalam waktu 20 menit, mempersiapkan sebuah pertunjukan untuk dipersembahkan kepada Mahaguru. Seketika setiap grup membentuk lingkaran untuk mempersiapkan pertunjukan, bahkan segenap direktur memanfaatkan waktu penyambutan Mahaguru yang sangat singkat untuk berlatih menyanyi. Saat Mahaguru dan Gurudara tiba, semua menyambut Mahaguru dan Gurudara dengan tepuk tangan penuh sukacita. Setelah acara perjamuan siang dimulai, tiap grup mulai mempersembahkan pertunjukan, Mahaguru nampak tertawa riang menyaksikan pertunjukan segenap siswa, suasana dipenuhi rasa sukacita karena berkumpulnya kembali Guru dan siswa. 

Usai perjamuan siang, Mahaguru Berdharmadesana kepada para bhiksu dan bhiksuni, dengan serius Mahaguru mengungkapkan, bhiksu dan bhiksuni Zhenfo Zong saat ini berjumlah lebih dari 400 orang, akan tetapi yang hadir pada acara kali ini hanya berjumlah seratusan, selisihnya sungguh banyak. Mahaguru berharap supaya segenap bhiksu dan bhiksuni, baik itu yang melayani di vihara, caitya, perkumpulan puja bakti, atau bahkan yang membina diri di rumah sendiri, dapat menjaga tali silaturahmi, dan semua mesti hadir dalam penataran dan seminar persahabatan yang diselenggarakan setiap setahun sekali, apabila ada penyebab yang masuk akal sehingga tidak bisa hadir, maka mesti mengajukan permohonan absen. Dengan demikian baru bisa menghasilkan semangat persatuan tim. 

Saat ini Zhenfo Zong telah memiliki anggaran dasar yang baru, ada TBF yang baru terpilih, juga ada badan pengawas. Sang Buddha pernah berpesan supaya sadhaka menjadikan sila sebagai Guru, seorang bhiksu / bhiksuni mesti memahami vinaya kebhiksuan. Dalam kitab vinaya Zhenfo Zong ada sebuah sajak : “Dalam berbhavana, mesti mengetahui silsilah dan vinaya, sesuai dengan tata cara yang lengkap, hati mesti senantiasa mengingat Dharma.” 

Silsilah dan Vinaya
Segenap bhiksu dan bhiksuni Zhenfo Zong mesti tahu siapa yang memberikan upasampada, kelak akan ditanya siapakah Guru Sarana, siapakah Guru Upasampada, mesti bisa menjawab : “Mulacarya, Dharmaraja Liansheng, Sheng-yen Lu.” 

Para ( mantan ) bhiksu dan bhiksuni yang ikut XX, semua telah kehilangan akal sehat, mereka semua telah lupa siapa Guru Sarana dan siapa yang mengupasampada mereka, mereka telah kehilangan silsilah, mereka juga sudah bukan bhiksu dan bhiksuni lagi, mereka semua sudah tidak lagi bersarana kepada Buddha, Zhenfo Zong sudah tidak membutuhkan mereka, TBF boleh mencabut mereka !

Dalam anggaran dasar Zhenfo Zong telah tertulis dengan sangat jelas, seorang bhiksu dan bhiksuni mesti bersadhana empat kali sehari, entah itu Catur-prayoga, Istadevata-yoga, Sadhana Internal, atau bahkan sadhana yang lebih tinggi, jika waktunya terbatas, maka boleh bersadhana dua kali. Setelah menjalani kebhiksuan, maka urusan keseharian dan latihan Lokuttara ( adiduniawi ) mesti seimbang, urusan keseharian yang terlampau banyak dapat memengaruhi sadhana, paling tidak mesti separuh-separuh. Jika benar-benar hanya memiliki sedikit waktu, maka paling tidak mesti bersadhana sekali, satu kali sadhana masih tergolong bisa dimaklumi, namun bila Anda tidak bersadhana, maka Anda akan kehilangan makna kebhiksuan Anda sendiri.

Setiap hari, bhiksu dan bhiksuni mesti membaca vinaya kebhiksuan, menaati vinaya Zhenfo Zong, menjalani kebhiksuan berarti juga telah menerima Bodhisattvasila, oleh karena itu mesti menaati Bodhisattvasila. Secara tata krama, diri sendiri mesti jelas akan kewajiban dan etiket sebagai seorang bhiksu / bhiksuni. Sebagai seorang bhiksu / bhiksuni, tidak boleh mengenakan pakaian bebas, mengenakan pakaian bebas berarti melanggar sila. Demikian pula dengan Acarya, bhiksu/bhiksuni, dan Dharmacarya, kecuali sedang mementaskan persembahan di atas panggung. 

Bhiksu dan bhiksuni mesti berjalan dengan tegap, jika 2 orang berjalan bersama, mesti berjalan dengan rapi, tidak boleh berjalan dengan sembarangan seperti orang awam. 

Cara duduk seperti menyilangkan kaki, menggoyangkan kaki, kepala miring, atau bersandar ke belakang, ini semua tidak sesuai dengan keagungan seorang bhiksu. Seorang bhiksu/bhiksuni mesti sangat memerhatikan etiket. Mesti menaati vinaya Sutrayana dan Tantra. Topik ini mesti lebih ditekankan pada penataran dan lokakarya mendatang.

Bhiksu berarti Guru yang mengajarkan Buddhadharma. Dahulu, yang baru menerima upasampada disebut sramanera, belakangan baru semua disamakan disebut sebagai bhiksu, akan tetapi, apakah benar-benar memiliki Dharma ? Ia yang benar-benar berbhavana sesuai dengan Buddhadharma merupakan bhiksu sejati. Guru adalah pembimbing umat, jika Anda tidak memiliki kualitas sebagai seorang Guru, dan bahkan tidak mengerti Buddhadharma, maka bhiksu macam apa Anda ?! Mahaguru juga mengatakan, seorang bhiksu/bhiksuni juga tidak perlu terlampau kaku sampai tidak fleksibel, pada saat mesti lincah, maka mesti lincah, pada saat mesti menunjukkan keagungan, mesti nampak agung. 

Bhiksu dan bhiksuni tidak boleh menyanyi karaoke, bhiksu tidak boleh menggandeng tangan wanita. Apabila mesti menyanyi, maka seperti Mahaguru yang menyanyikan lagu anak, lagu Buddhis, atau lagu sekolah, ini masih diperbolehkan. 

Bagi bhiksu dan bhiksuni yang hendak menjadi seorang Acarya, yang terbaik adalah telah melayani di sebuah tempat ibadah, mesti benar-benar memahami tata cara dalam Buddhadharma, memiliki perkembangan spiritual, sesuai dengan kriteria Guru para Dewa dan manusia, maka Acarya senior dan tempat ibadah boleh merekomendasikannya, setelah dilakukan penyelidikan saksama, boleh menerima Abhiseka Acarya, dapat menjadi seorang Acarya.

Mahaguru juga mengungkapkan tingkatan Acarya :
Acarya yang sangat baik dalam meditasi adalah Acarya Yoga ; Selain itu, ada Acarya yang menguasai tata cara, ada Acarya yang Berdharmadesana dan mentransmisikan ajaran, ada Acarya yang pandai dalam manajemen, ada Acarya yang mempelajari pustaka Buddhis, ada Acarya yang tekun berbhavana dan mencapai realisasi, dan lain sebagainya. 

Mahaguru mengingatkan semua, supaya ingat akan sabda Sang Buddha : Buddhadharma adalah alat untuk berbhavana. Seseorang yang telah mencapai realisasi, meningkatkan kualitas batin, telah berkontak yoga dengan Guru dan Istadevata, membangkitkan Tummo, menurunkan bindu, menghasilkan terang, dapat mengundang dan manunggal dengan Terang Alam Semesta, sekalipun tidak ada orang yang mengenalnya, namun sesungguhnya ia telah menjadi seorang Vajracarya. Seperti mendiang Bhiksu Lianhua Yimin (蓮花益民), walau beliau adalah seorang bhiksu, akan tetapi terus berbhavana dengan tekun, sampai akhirnya mencapai keberhasilan, dan setelah beliau berpulang, Mahaguru menahbiskannya sebagai Acarya. Oleh karena itu, meskipun tidak ada rekomendasi dari tempat ibadah dan Acarya senior, tidak ada yang mengenalnya, akan tetapi nama dan kedudukan tidak penting, tidak perlu diperebutkan. Menaati sila, bersadhana sesuai tahapan, berbhavana dengan tekun, inilah bhiksu/bhiksuni yang sejati !

Menjalani kebhiksuan berarti meninggalkan rumah tangga duniawi, namun urusan kewajiban di tempat ibadah dan kewajiban keseharian mesti dilaksanakan, akan tetapi, hati seorang bhiksu/bhiksuni mesti melampaui urusan duniawi. 

Mahaguru mengatakan, hari ini memberitahu Anda semua dengan serius, dan menekankan : Semua mesti menaati vinaya kebhiksuan, sila Zhenfo Zong, sila Tantra, dan Bodhisattvasila. Zhenfo Zong bukan lagi sehamparan pasir, sebab semua mesti menaati vinaya, tata cara mesti lengkap, perilaku mesti sesuai dengan vinaya kebhiksuan, dengan demikian cahaya terang pasti terpancar dengan sendirinya. Jangan sampai membuat orang lain merasa bahwa bhiksu/bhiksuni Zhenfo Zong sama seperti orang awam, semua mesti mawas diri dan menaati vinaya serta anggaran dasar Zhenfo Zong, TBF dan badan pengawas selalu mengawasi, kita mesti menjadi sebuah organisasi yang memiliki kesungguhan dalam bhavana.

Dharmadesana dari Mahaguru mesti kita dengar dengan saksama, tanamkan dalam sanubari, dan dipraktikkan, sungguh bersyukur kita dapat memperoleh bimbingan dari Mahaguru. Di penghujung acara, Mahaguru membawa papan sila untuk mengadhisthana semuanya, kemudian berfoto bersama. Setelah mengantar Mahaguru dan Gurudara meninggalkan arena, acara penataran dan seminar persahabatan dilanjutkan kembali, menanamkan pandangan dan kesadaran benar Satyabuddha ! 

Judul Asli :
【宗委會新聞】蓮生法王盧勝彥聖尊 赴宗委會2018年2月28日「教授師、法師教育研習暨聯誼會」午宴並給予勉勵

Sumber :
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=8&id=4552

◎ Tautan Siaran Langsung Dharmaraja Liansheng Mengulas Lamdre di Taiwan Lei Tsang Temple, setiap hari Sabtu pukul 14:00 ( WIB ) :

◎ Klik di sini untuk tautan siaran langsung dengan penerjemah Inggris

◎ Klik di sini untuk tautan siaran langsung Mandarin

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Guru Buddha.