Halaman Utama > Fokus Internasional > 【TBSN Terbaru】Ikrar Agung Dharmaraja Liansheng untuk Memikul Semua Insan dan Bernamaskara kepada Semua Insan


【TBSN Terbaru】Ikrar Agung Dharmaraja Liansheng untuk Memikul Semua Insan dan Bernamaskara kepada Semua Insan

Catatan : Makna sejati Mahaguru bernamaskara kepada semua insan sungguh mendalam, tidak dapat diungkapkan hanya dengan tulisan saja, supaya tidak keliru menafsirkan makna sejati. Silakan menyimak video berikut ini : https://youtu.be/rGQ0QD7360s

【Liputan Acarya Shi Liandian, Nantou】

Pada tanggal 6 Januari 2018 di Taiwan Lei Tsang Temple (台灣雷藏寺), Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu memimpin Upacara Agung Homa Manohara Vasudhara.

Usai homa, Dharmaraja Liansheng mengungkapkan bahwa tadi saat membentuk mudra memutar vajrankusa ( kait vajra ), Manohara Vasudhara telah hadir.

Ada sebuah ungkapan : Air adalah harta, pada hari ini turun hujan rintik, barang siapa terkena rintik hujan tersebut dan memanjatkan permohonan, maka semua dapat tercukupi sumber dayanya.

Dharmaraja Liansheng mengajarkan kiat untuk mengundang kehadiran Manohara Vasudhara, yaitu mudra yang dibentuk mesti diputar ke kiri dan ke kanan masing-masing 3 kali, dan visualisasikan vajrankusa Manohara Vasudhara juga berputar 3 kali.

Kita tahu bahwa Bodhisattva bhumi ke-6 atau Abhimukhi-bhumi berarti Darsanamarga telah nampak, oleh karena itu, semua yang ditekuni sebelum Darsanamarga masih tergolong sebagai tahap pembangkitan, setelah bhumi ke-6 barulah masuk pada tahap sempurna.

Bhumi ke-7, Duramgama-bhumi, berarti sudah hampir mencapai seberang, sudah sangat jauh dari samsara.

Pada tahap pembangkitan, sadhaka menekuni sambaramarga : “Jangan berbuat jahat, perbanyaklah perbuatan kebajikan.” ; Yang mewakili sambharamarga di dunia fana ini adalah harta. Dalam tahap pembangkitan, harta masih sangat diperlukan.

Mantra Hati Manohara Vasudhara : “Om. Maruoharia. Haria. Om. Yinkusa. Yinkusa. Xie Xie Xie. Hum Hum Hum. Pei. Suoha.”

Manohara Vasudhara adalah Bunda Vasudhara Pengait Harta, ruang lingkup arti dari kata Bunda sangat luas, merepresentasikan perempuan, Dewi Ibu juga berarti Dewi. 

Manohara Vasudhara menyertai Amitabha Buddha mengarungi milyaran Buddhaksetra yang tak terhingga banyaknya , demi mendirikan Sukhavatiloka di Barat ; Sedangkan Manohara Vasudhara sendiri beremanasi dari sinar hati Amitabha Buddha yang berputar dan menjelma, kemudian dengan menggunakan Vajrankusa mengait inti sari semua Buddhaksetra, seperti hamparan pasir emas, deretan pohon saptaratna, mutiara indrajala dan lain sebagainya, untuk menciptakan Sukhavatiloka.

Manohara Vasudhara merupakan Dewi Rezeki Teragung dari Sukhavatiloka, sekaligus merupakan pimpinan semua Jambhala, beryukta dengan Manohara Vasudhara, berarti juga beryukta dengan Amitabha Buddha, dapat memperoleh Prajna Tathagata, selain itu juga dapat beryukta dengan Avalokitesvara Bodhisattva, Mahastamaprapta Bodhisattva, Lima Jambhala Agung Tantrayana dan semua Dewa Rezeki, disinilah letak keagungan-Nya.

Dharmaraja Liansheng melanjutkan pengulasan Lamdre :
Makna Mandala Tubuh, dan Menekuni Cakra Perlindungan.

Terlebih dahulu bermeditasi, mengundang Vajra Heruka di tengah angkasa di hadapan diri sendiri. Setelah memberikan persembahan eksternal, internal, guhya, dan Tathata, mengundang Vajra Heruka di tengah angkasa untuk memasuki diri sendiri, jiwa dan raga bersinar, kemudian berlatih Cakra Perlindungan.

Guru, Istadevata, dan Heruka, ketiganya tiada berbeda.

Menekuni Sadhana Mandala Tubuh Avalokitesvara dapat terhindar dari segala malapetaka dan gangguan mara. 

Baru-baru ini Sita Tara mengungkapkan sebuah rahasia, kenapa ceramah XX bisa menarik bagi banyak orang, ternyata XX menjiplak Dharmadesana Mahaguru, kemudian dibumbui dengan bualan bahwa dirinya memiliki kesaktian, XX mengarang cerita, bahkan bisa menciptakan banyak cerita-cerita baru.

Contohnya, Mahaguru pernah mengungkapkan bahwa 8 Maharaja Naga datang memberikan penghormatan. XX pun ikut-ikutan menyatakan bahwa Raja Naga datang memberikan penghormatan kepadanya, bahkan membualkan bahwa semua Raja Naga datang untuk mendukung XX ; Dulu Mahaguru pernah mengisahkan tentang Acarya Kucing, XX pun mengarang cerita tentang bunglon, dan mengembangkannya menjadi cerita-cerita lain ; Mahaguru pernah membabarkan perihal arwah janin di Rainbow Vila, XX pun langsung mengarang tentang Sekolah Alam Baka ; Mahaguru berjumpa dengan bhiksu emanasi Manjusri Bodhisattva di Gunung Wutai, XX pun langsung pergi ke Gunung Wutai dan mengarang cerita mengenai perjumpaannya dengan Manjusri Bodhisattva, dan masih banyak lagi contoh lainnya.

Semua yang dilihat dan didengar oleh Mahaguru adalah nyata. Sita Tara mengatakan, cerita bohong buatan XX bahkan lebih meyakinkan daripada kenyataan. Ternyata semua kisah kontak batin XX menjiplak Mahaguru, kemudian dibesar-besarkan dan dikembangkan demi membualkan dirinya sendiri.

XX suka melempar tanggung jawab, semua tanggung jawab ia buang sampai bersih. Ada orang yang setelah berbuat salah langsung bertobat, tapi ada juga yang setelah berbuat salah masih saja berdalih. 

Mahaguru tidak pernah meminta Anda untuk melakukan sesuatu, sebab semua mesti punya inisiatif sendiri, membuat perencanaan untuk diri sendiri. Akan tetapi, XX suka memerintah orang lain untuk melakukan ini dan itu.

Berikutnya, Mahaguru membahas perihal Mandala Tubuh, dalam meditasi kita bisa mendirikan mandala tubuh diri sendiri.

Kita tidak boleh bersikap sembrono terhadap Sabda Arya, bahkan kurang satu aksara pun tidak boleh. Seperti saat menjapa Sutra Raja Agung, sampai di mana penjapaan Anda, maka di situ pula lah batin Anda mesti terpusat, setiap aksara mesti melalui benak kita, kita mesti mengenang setiap Buddha dalam Sutra Raja Agung. Namun adakalanya kita tidak bisa melakukannya dengan sempurna, untuk menyempurnakan semua kekurangan dalam bersadhana, kita dapat menggunakan Mantra Sataksara.

Kita belajar meditasi supaya pikiran khayal tidak masuk, sekalipun pikiran khayal masuk, jangan takut, jika ada kesalahan, maka gunakan Mantra Sataksara untuk menyempurnakannya.

Saat Mahaguru membahas perihal pertobatan, Mahaguru mengalirkan ikrar agung untuk memikul semua insan, kemudian bernamaskara kepada semua insan, seketika semua siswa di arena dipenuhi rasa haru dan menitikkan air mata.

Catatan : Makna sejati Mahaguru bernamaskara kepada semua insan sungguh mendalam, tidak dapat diungkapkan hanya dengan tulisan saja, supaya tidak keliru menafsirkan makna sejati. Silakan menyimak video berikut ini : https://youtu.be/rGQ0QD7360s

Judul Asli :
【TBSN 最新】蓮生活佛大願力!「將眾生擔在肩上,向眾生頂禮」,一時,全場弟子震撼落淚⋯⋯

Sumber :
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=8&id=4528

◎ Jadwal siaran langsung berdasarkan waktu Indonesia :

*Upacara Homa di Taiwan Lei Tsang Temple : 
Setiap hari Sabtu, pukul 14:00 ( WIB )

◎ Klik di sini untuk tautan siaran langsung dengan penerjemah Inggris

◎ Klik di sini untuk tautan siaran langsung Mandarin

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

◎ Aplikasi TBSN untuk Andorid dan Apple

Silakan mengunduh di AppStore atau Google Play dengan kata kunci : 
真佛視頻 : Aplikasi video Zhenfo
真佛書庫 : Aplikasi Gudang Buku Zhenfo
真佛新聞 : Aplikasi Berita Zhenfo
真佛密法 : Aplikasi Sadhana Tantra Zhenfo

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami senantiasa berupaya untuk menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Guru Buddha.