Halaman Utama > Fokus Internasional > 【TBSN Terbaru】6 Agustus 2017 Dharmaraja Liansheng Memimpin Upacara Agung Homa Mahapratisara Bodhisattva dan Melanjutkan Pengulasan Lamdre


【TBSN Terbaru】6 Agustus 2017 Dharmaraja Liansheng Memimpin Upacara Agung Homa Mahapratisara Bodhisattva dan Melanjutkan Pengulasan Lamdre

Jangan melekati uang, reputasi, dan rupa, dengan demikian barulah dapat terbebaskan dari kerisauan batin, melampaui dunia fana dan terbebas dari 6 alam tumimbal lahir, inilah Buddhadharma.

【Liputan Yuwen - 雨文】

Pada tanggal 6 Agustus 2017, pukul 3 sore di Rainbow Temple (彩虹雷藏寺), Dharmaraja Liansheng memimpin Upacara Agung Homa Mahapratisara Bodhisattva, serta melanjutkan pengulasan Lamdre.

Usai homa, Dharmaraja Liansheng memberitahu semua bahwa minggu depan, tanggal 13 Agustus, pukul 3 sore adalah Upacara Homa Sita Tara ( Tara Putih - Bai Dumu - 白度母 ). Dharmaraja Liansheng Berdharmadesana : Berkat Homa Mahapratisara Bodhisattva, kemudian melakukan abhisekanya, membentuk mudra-Nya, dan memanjatkan permohonan kepada-Nya, maka sebagian besar permohonan bisa terkabulkan, oleh karena itulah disebut sebagai Mahapratisara Bodhisattva, dengan gelar Vajra Beliau :  ‘Varada Vajra’. Memanjatkan permohonan kepada Adhinatha ini adalah yang paling tepat. 

Mahapratisara Bodhisattva merupakan emanasi dari semua Avalokitesvara Bodhisattva, keistimewaan utama Beliau adalah mendukung Anda untuk mencapai harapan Anda. 

Mahaguru memperagakan dan memperkenalkan Asta Mudra Mahapratisara : Mulai dari Mudra Pancasula Dalam, Mudra Kalacakravajra, Mudra Mahabhairava Yamantaka Vajra, Mudra Usnisavijaya Bhagavati, Mudra Trisula, Mudra Ekasula, Mudra Akasagarbha dan Mudra Sutra Pitaka. Yang terutama adalah pada saat membentuk Mudra Sutra Pitaka, kedua telapak tangan mesti digosokkan tiga kali, kemudian ditepuk bolak-balik tiga kali. Inilah kiat utama untuk menyentuh Hati Mahapratisara Bodhisattva, dengan demikian Beliau akan membuka mata dan memenuhi semua harapan Anda.

Memperkenalkan pratima Mahapratisara Bodhisattva : Mahapratisara Bodhisattva mengenakan mahkota ratna, dengan postur Maha Abhaya, berlengan delapan. Tubuhnya berwarna kuning tua, tangan kiri paling atas memegang padma yang diatasnya terdapat cakra emas menyala-nyala,kemudian secara berurutan adalah : Sutra, Panji Ratna, dan pasa. Kemudian tangan kanan paling atas memegang Vajra Pancasula, dan secara berurutan masing-masing tangan kanan membawa Trisula, Ratnakhadga, dan Vajraparasuankusa, duduk diatas padmasana.

Mantra Hati Mahapratisara Bodhisattva:"Om. Mahaboladisaluo. Suoha" 

Dalam Samanta-jvala-mala-visudhe-sphurita-cintamani-mudra-hrdaya-aparajita-mahavidyarajni-mahapratisara-dharani-sutra ada tertulis, pada Kisah Kontak Batin Mahapratisara Bab 3, tercatat banyak kisah mengenai kemanjurannya, barang siapa mendengar, menjapa, menyalin dan menyebarluaskan Mahapratisara Dharani, tidak akan celaka oleh bencana api dan racun, dapat menaklukkan musuh, menghancurkan neraka anantarya, menyingkirkan petaka dari naga dan ikan, memperoleh ketenteraman, dan terhindar dari kesukaran yang disebabkan oleh raja ( contoh : pemeriksaan pajak, perkara di pengadilan, peperangan, dan persoalan politik ). Selain itu juga bisa memohon keturunan. Mahapratisara Bodhisattva dapat mencabut semua rintangan pelanggaran para insan, serta mencabut semua rasa takut dan penyakit. Memberikan ketenteraman jasmani dan rohani, serta menyempurnakan segala harapan. Sadhaka yang tekun menjapa mantra ini dapat memperoleh perlindungan para Dewata dan Naga, bahkan perlindungan dari para Tathagata.

Dharmaraja Liansheng mengisahkan, dahulu di XX Temple, XX minta kepada Mahaguru untuk menuliskan sebuah kaligrafi, XX meminta supaya Mahaguru menulis apa yang didiktekan oleh XX : “Para Dewa Naga 8 Kelompok Makhluk Pelindung Dharma mendukung Padmakumara XX” sesungguhnya ini bukan dituliskan untuk XX, sebab XX yang mendiktekannya. Dari sini kita bisa mengetahui kemunafikan XX.

Menurut Mahaguru, asalkan sadhaka dapat menekuni Sadhana Mahapratisara Bodhisattva, menjapa Mantra Mahapratisara, memvisualisasikan-Nya, dan membentuk mudra-Nya, maka Beliau akan memenuhi harapan sadhaka, bahkan para Dewata dan Naga akan melindungi sadhaka. 

Para Dewa Naga 8 Kelompok Makhluk Pelindung Dharma tentu mendukung segenap siswa Buddha, tidak mungkin hanya melindungi satu orang saja. Pasti melindungi sadhaka yang benar-benar tulus, yang menekuni ajaran Sang Tathagata, dan menaati sila. Oleh karena itu, kaligrafi yang ditulis oleh Mahaguru bukan ditujukan bagi XX seorang, melainkan ditujukan bagi semua umat Buddha.

Apabila Anda tidak menaati sila, maka para Dewa Naga 8 Kelompok Makhluk Pelindung Dharma pasti akan meninggalkan Anda, sehingga yang tersisa di samping Anda adalah para hantu. Dharmaraja Liansheng  berikrar untuk tidak mengabaikan satu insan pun, oleh karena itu senantiasa berharap supaya XX meninggalkan kesesatan dan kembali pada jalan kebenaran. Akan tetapi, XX justru meninggalkan kebenaran dan menapaki jalan sesat, sedangkan kita sadhaka mestinya meninggalkan kesesatan dan menapaki jalan kebenaran.

Dharmaraja Liansheng melanjutkan pengulasan Lamdre :

‘Mrsalaksana Penuh’, segala laksana yang dicerap oleh para insan, meski bukan berasal dari batin sendiri, juga tidak berdiri sendiri di luar, akan tetapi, nampak menjadi nyata karena atribut batin, ibarat fenomena kacau berupa helaian tipis di angkasa yang diakibatkan oleh katarak pada mata.

Segala sesuatu milik para insan adalah ilusi, akan tetapi para insan awam mengiranya sebagai nyata, padahal sesungguhnya tidak nyata. Dalam Buddhadharma dikatakan bahwa sesungguhnya uang tidak nyata, begitu meninggalkan dunia ini, maka uang tidak akan berguna, uang juga tidak berguna di Sukhavatiloka, kelak setelah meninggal dunia uang juga tidak akan berguna bagi Anda, uang bukanlah uang, demikianlah Mahaguru mengajarkan bagaimana hendaknya siswa memandang uang.

Ceritakan lagi sebuah kisah penting mengenai atribut luar, reputasi hanya berguna di dunia fana ini, sama seperti Trump yang sangat terkenal saat ini, apakah di bulan atau di Sukhavatiloka, Trump juga terkenal ? Mahaguru menggunakan dunia semut sebagai contoh, sesungguhnya di dunia semut juga ada istilah reputasi, di dunia semut juga ada peperangan, akan tetapi kita tidak tahu menahu tentang reputasi yang mereka perebutkan.

Mengenai rupa, keremajaan adalah modal utama, rupa bisa berubah, setiap gadis muda ibarat bunga yang sedang mekar, ketika menua, akan seperti bunga yang mulai rontok, di usia tua diibaratkan sebagai rambu keamanan.

Konon XX mengisahkan mengapa sdri. Xu Yaqi bisa meninggalkan XX, sebabnya adalah karena Yaqi pernah menginap di rumah XX, kemudian mencuri banyak uang XX. Sdri. Yaqi menyatakan bahwa ia tidak pernah menginap di rumah XX, kenyataannya justru XX membawa Yaqi ke bank untuk menulis surat wasiat yang berisi kelak setelah meninggal dunia, semua harta Yaqi diserahkan kepada XX. Setelah sdri. Yaqi meninggalkan XX, sdri. Yaqi pergi ke bank untuk membatalkan surat wasiat ini, demikianlah peristiwa sebenarnya, dan bukannya sdri. Yaqi yang mencuri uang XX. Menggunakan peristiwa ini sebagai contoh, Dharmaraja Liansheng menuturkan demikianlah fenomena kekacauan di dunia saha ini.

Oleh karena itu, uang, reputasi, dan rupa, ketiganya ini merupakan kekacauan, dan di dunia ini sama sekali tidak nyata, sehingga kita tidak perlu melekati ini semua, dengan demikian barulah kita dapat terbebas dari kerisauan batin. Jangan lekati ini semua, dengan demikian barulah kita dapat melampaui dunia fana, jangan lekati ini semua dengan demikian barulah kita dapat terbebaskan dari 6 alam tumimbal lahir, inilah Buddhadharma.

Dengan menggunakan lelucon, Dharmaraja Liansheng menjelaskan kepada segenap siswa bahwa dalam bhavana tiada istilah kalah atau menang, Mahaguru ingin supaya segenap siswa merenungkan makna menang dan kalah, apabila kita dapat menyadari tiada menang dan kalah, maka barulah kita bisa terbebaskan.

Judul Asli :
【TBSN最新】2017年8月6日 蓮生活佛 盧勝彥法王主持「大隨求菩薩護摩大法會」暨講授「道果」──不要執著金錢、名譽及色相,才能解脫煩惱、超越人間和脫離六道輪迴,這就是佛法

Sumber :
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=8&id=4346

◎ Jadwal siaran langsung berdasarkan waktu Indonesia :

*Kebaktian di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple : 
Setiap hari Minggu, pukul 10 pagi ( WIB )

*Upacara Homa di Rainbow Temple : 
Setiap hari Senin, pukul 05 pagi ( WIB )

◎ Klik di sini untuk tautan siaran langsung dengan penerjemah Inggris

◎ Klik di sini untuk tautan siaran langsung Mandarin

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

◎ Aplikasi TBSN untuk Andorid dan Apple

Silakan mengunduh di AppStore atau Google Play dengan kata kunci : 
真佛視頻 : Aplikasi video Zhenfo
真佛書庫 : Aplikasi Gudang Buku Zhenfo
真佛新聞 : Aplikasi Berita Zhenfo
真佛密法 : Aplikasi Sadhana Tantra Zhenfo

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami senantiasa berupaya untuk menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Guru Buddha.