Halaman Utama > Fokus Internasional > 【TBSN Terbaru】9 Juli 2017 Dharmaraja Liansheng Memimpin Upacara Homa Raja Agung Avalokitesvara Bodhisattva dan Melanjutkan Pengulasan Lamdre


【TBSN Terbaru】9 Juli 2017 Dharmaraja Liansheng Memimpin Upacara Homa Raja Agung Avalokitesvara Bodhisattva dan Melanjutkan Pengulasan Lamdre

Kondisi Kotor Adalah Kondisi Sebelum Bhavana, Kemudian Menyadari Perlunya Bhavana, dan Karena Sebab Inilah, pada Akhirnya Kita Dapat Mencapai Kesucian

【Liputan Yuwen】

Pada tanggal 9 Juli 2017 pukul 3 sore di Rainbow Temple (彩虹雷藏寺), Dharmaraja Liansheng Shengyen Lu memimpin Upacara Agung Homa Raja Agung Avalokitesvara Bodhisattva, dan melanjutkan pengulasan Lamdre. 

Usai homa, Dharmaraja Liansheng memberitahukan : Minggu depan adalah Festival Naga di Seattle ( Sebelumnya disebut sebagai Festival Bahari ). 

Dharmaraja Liansheng merasakan bahwa homa Raja Agung Avalokitesvara Bodhisattva hari ini sangat istimewa, karena dihadiri oleh Raja Agung Avalokitesvara yang tak terhitung banyaknya, beserta para Buddha, Bodhisattva, Dharmapala, dan Dewata. Tridevi untuk konsultasi, Saptabuddha Bhagavan, beserta para Buddha dan Bodhisattva di masa lampau, saat ini, dan mendatang, dan segenap pendampingnya turut hadir, homa hari ini dihadiri oleh sepuluh penjuru Buddha dan Bodhisattva dalam trikala, ini sangat nyata, ibarat wangi yang meliputi Dharmadhatu, beserta para Dharmapala, banyaknya luar biasa.

Saptabuddha masa lampau antara lain : Vipasyin, Sikhin, Visvabhu, Krakucchanda, Kanakamuni, Kasyapa, dan Shakyamuni.

Mahaguru memperagakan Mudra Raja Agung Avalokitesvara, Bodhisattva ini mengenakan jubah surgawi yang terdapat aksara mantra, sungguh anggun. Mantranya adalah : “Om. Libo Libodi. Qiuhe Qiuhedi. Tuoluonidi. Niheladi. Pilinidi. Moheqiedi. Zhenlingqiandi. Suoha.” ( Dilafalkan : Om. Lipolipotee. Kyuho Kyuhotee. Thuoluonitee. Niholatee. Pilinitee. Mohokyatee. Cenlingkhyentee. Suoha. )

Memperkenalkan pratima : 
Kepala mengenakan Mahkota Sapta Buddha, wajah-Nya bagaikan purnama, parasnya bagai Buddha, di kedua sisi mahkota terjuntai sepasang pita, tangan kanan membentuk Mudra Dharmadesana, tangan kiri membentuk mudra samadhi, tubuh mengenakan gaun surgawi, pada gaunnya terdapat Mantra Sapta Buddha ; Tubuh juga dihiasi dengan aneka untaian mutu manikam, giwang, gelang tangan, gelang kaki, kaki berpijak pada Padmasana Pelangi, di punggung terdapat aksara sansekerta berwarna kuning keemasan, sekujur tubuh memancarkan cahaya, menyinari sepuluh penjuru loka dalam trikala.

Dalam Sutra Raja Agung ( Gaowangjing / Koo Ong Keng ) disebutkan : para Buddha yang tak terhingga banyaknya ( Wuliang zhufo ), para Buddha yang tak terhitung banyaknya, di Qingliangshan ( Gunung Sejuk ) ada 1 triliun Bodhisattva, di dalamnya juga ada Buddha masa lampau, yaitu Dipankara Buddha ( Ding-guang Fo / Ran-deng Fo ), Buddha masa kini adalah Shakyamuni Buddha, dan Buddha mendatang adalah Maitreya Buddha, dalam Sutra Raja Agung terdapat nama para Buddha trikala. Sutra Raja Agung dipenuhi dengan nama Buddha masa lampau, saat ini, dan yang akan datang, beserta Empat Avalokitesvara yang luar biasa, yaitu : 

Avalokitesvara Mahabijak ( Daming Guanshiyin )
Avalokitesvara Berpengamatan Tajam ( Guanming Guanshiyin )
Avalokitesvara Mahamulia ( Gaoming Guanshiyin )
Avalokitesvara Berpikiran Terbuka ( Kaiming Guanshiyin )

Ada juga nama dua Bodhisattva yang sangat langka : Bhaisajyaraja Bodhisattva ( Yaowang Pusa ) dan Bhaisajyasamudgata Bodhisattva ( Yaoshang Pusa ). Dalam sutra disebutkan barang siapa dapat mendengar nama kedua Bodhisattva ini, maka usianya dapat bertambah.

 Setelah Mahadewi Yaochi membukakan divyacaksu di kuil Dewa Indra, Dharmaraja Liansheng memperoleh sutra yang pertama, yaitu : Sutra Raja Agung, semenjak saat itu, setiap hari mendaraskan Sutra Raja Agung, karena meyakini kalimat di dalamnya : “Semua penderitaan lahir dan mati dapat sirna, serta dapat menyingkirkan segala racun dan bahaya.” ( Nengmie shengsi ku, xiaochu zhu du hai )

Sutra Raja Agung mengandung pahala kebajikan yang tak terhitung banyaknya, mendaras genap 1000 kali dapat melenyapkan pelanggaran berat. Karena dalam sutra ini terdapat penjapaan Mantra 7 Buddha yang dapat menyingkirkan pelanggaran yang paling berat. Tidak peduli bagaimanapun, jangan mengatakan Anda tidak mau mendaraskan Sutra Raja Agung.

Padmakumara adalah Buddha, oleh karena itu, jangan memandang rendah diri sendiri. Keyakinan terhadap Padmakumara dimulai dari Dharmaraja Liansheng, sebelum Dharmaraja Liansheng tidak ada seorang pun yang membabarkan perihal Padmakumara. Padmakumara hanya memiliki satu alam suci, yaitu Mahapadminiloka, semua warna Padmakumara berada di Mahapadminiloka, dan tidak mempunyai alam suci yang lain.

Dharmaraja Liansheng menjelaskan mengapa memilih Acarya Lian-ning (蓮寧上師) sebagai penerus Zhenfo Zong : Karena Acarya Lian-ning yang paling lama menyertai dengan Mahaguru, terus mengabdi di samping Mahaguru. Meskipun banyak Acarya yang sangat baik, yang membabarkan Dharma di seluruh penjuru dunia, akan tetapi, yang dapat melayani Guru secara langsung hanyalah Acarya Lianning, inilah sebabnya Acarya Lianning menjadi penerus Mahaguru.

Mahaguru memanjatkan permohonan kepada Raja Agung Avalokitesvara supaya melindungi kita semua, supaya kita semua dapat mengatasi kesukaran yang terbesar.

Dharmaraja Liansheng melanjutkan pengulasan Lamdre :

Tridrsta antara lain : asubhadrsta, anubhavadrsta, dan vimaladrsta. 

Asubha ( kotor ) karena akumulasi karma dalam banyak kelahiran sebelum bhavana. Kemudian mulai merasakan bahwa hidup ini penuh derita, sebagian besar dunia ini adalah penderitaan. Terus sampai akhirnya mengenal Mahadewi Yaochi, barulah tahu mesti berbhavana, mesti belajar ajaran Dao dan Buddha. Setelah menyaksikan nidana dengan Mahapadminiloka, barulah mulai belajar Dao dan Buddha.

Semenjak terbukanya divyacaksu, diri ini mulai berbhavan dengan tekun, pada akhirnya memperoleh anubhava ( kognisi yang diperoleh pada tiap tahapan bhavana ), terlebih dahulu prana mengairi tangan, kemudian sampai ke telinga, sehingga dapat mendengar suara surgawi yang sangat merdu. Ketika prana mengalir sampai ke avadhuti bawah, mulai terasa hangat, prana mengalir ke jemari tangan dan mulai melakukan ramalan dewata, prana mencapai mata dan dapat melihat dimensi lain. Tiap kali Bodhisattva memasuki tubuh, selalu memperoleh anubhava, inilah anubhavadrsta yang diperoleh melalui latihan prana, nadi, dan bindu.

Berikutnya adalah vimaladrsta ( kesucian ), ketika bhavana telah mencapai kesucian, karma telah sirna, dan dapat mencapai Kebuddhaan. Sebelum kita berbhavana, kita masih dalam kondisi asubha ( kotor ), kemudian mulai sadar untuk berbhavana, oleh karena sebab inilah, akhirnya kita dapat mencapai kesucian.

Usai Dharmadesana, segenap umat bertepuk tangan meluapkan rasa syukur atas pembabaran Dharma yang sangat berharga. Pada penghujung acara, Dharmaraja Liansheng berwelas asih menganugerahkan Abhiseka Sadhana Raja Agung Avalokitesvara Bodhisattva, dengan demikian upacara homa manggala dan paripurna.

Judul Asli :
【TBSN最新】2017年7月9日 蓮生活佛 盧勝彥法王主持「高王觀世音菩薩護摩大法會」暨講授「道果」──沒有修行前就是不淨,後來覺悟要修行,有這個原因,最後終於達到清淨

Sumber :
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=8&id=4335

◎ Jadwal siaran langsung berdasarkan waktu Indonesia :

*Kebaktian di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple : 
Setiap hari Minggu, pukul 10 pagi ( WIB )

*Upacara Homa di Rainbow Temple : 
Setiap hari Senin, pukul 05 pagi ( WIB )

◎ Klik di sini untuk tautan siaran langsung dengan penerjemah Inggris

◎ Klik di sini untuk tautan siaran langsung Mandarin

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

◎ Aplikasi TBSN untuk Andorid dan Apple

Silakan mengunduh di AppStore atau Google Play dengan kata kunci : 
真佛視頻 : Aplikasi video Zhenfo
真佛書庫 : Aplikasi Gudang Buku Zhenfo
真佛新聞 : Aplikasi Berita Zhenfo
真佛密法 : Aplikasi Sadhana Tantra Zhenfo

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami senantiasa berupaya untuk menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Guru Buddha.