Halaman Utama > Fokus Internasional > 【TBSN Terbaru】Untuk Mencapai Negeri Buddha dan Mencapai Kebuddhaan, Bahtera Dharma yang Anda Tumpangi Adalah Tubuh Anda Sendiri


【TBSN Terbaru】Untuk Mencapai Negeri Buddha dan Mencapai Kebuddhaan, Bahtera Dharma yang Anda Tumpangi Adalah Tubuh Anda Sendiri

Bhavana mesti diupayakan oleh diri sendiri, diri sendiri yang memperoleh Bodhi, dan diri sendiri pula yang merealisasi Bodhi !

【Liputan Yuwen】

Pada tanggal 14 Mei 2017 pukul 3 sore di Rainbow Temple (彩虹雷藏寺), Dharmaraja Liansheng memimpin Upacara Agung Homa Mahadewi Yaochi, dan melanjutkan pengulasan Lamdre.

Usai homa, Dharmaraja Liansheng Berdharmadesana : Hari ini seharusnya kita memepringati Hari Ibu. Dalam Tantra, garis ibu menerima penghormatan yang sangat tinggi, demikian pula di surga dan di bumi, penderitaan yang dialami oleh garis ibu lebih berat daripada yang dialami oleh garis ayah. Ibu yang teragung di surga adalah Mahadewi Yaochi. Kita menghormati semua ibu di dunia, sedangkan di ‘True Buddha School’ kita mesti menghormati Gurudara. 

Homa hari ini sangat baik, segala anubhava sangat sempurna. Saya yakin masa-masa pembabaran Dharma di Seattle Amerika Serikat, dan kunjungan ke berbagai wilayah di Amerika, semua akan sangat ‘perfect’, ‘so good’, ‘so nice’, ‘so wonderful’, ‘so happy’, ‘so perfect’, segalanya sempurna.

Dharmaraja Liansheng memanjatkan syukur yang setinggi-tingginya kepada Mahadewi Yaochi yang telah membukakan divyacaksu ( mata dewata ) beliau pada usia 26 tahun, Dharmaraja Liansheng menuturkan, Mahadewi Yaochi membawa saya ( Dharmaraja Liansheng ) pergi mengarungi alam surga dan alam baka, juga berkunjung ke Mahapadminiloka untuk menyaksikan kehidupan lampau, dan memberitahu saya : “Kehidupan lampau Anda adalah Padmakumara dari Mahapadminiloka.”. Padmakumara merupakan emanasi Amitabha Buddha di Sukhavatiloka, merepresentasikan kebahagiaan. 

Semenjak Mahadewi Yaochi memberitahu saya, “Anda adalah Padmakumara.”, barulah kemudian ada Padmakumara. Di masa Dinasti Tang ada sebuah gatha :

蓮花童子見金仙,
Liánhuātóngzǐ jiàn jīnxiān,
Padmakumara menemui Suciwan Mahamulia,

落花虛空左右旋,
luòhuā xūkōng zuǒyòu xiǎn,
Hujan bunga turun dari angkasa,

微妙天音迎外聽,
wéimiào tiānyīn yíng wài tīng,
Disambut dengan alunan musik surgawi,
 
盡說極樂勝諸天
jǐn shuō jílè shèng zhūtiān.
Membabarkan Sukhavati yang menggungguli semua surga.

‘Jinxian’ ( Suciwan Mahamulia ) adalah Mahadewi Yaochi. Semenjak usia 26 tahun, Dharmaraja Liansheng mulai belajar Buddhisme, sampai saat ini usia 73 tahun, tidak pernah melupakan akar diri sendiri. Tanpa Mahadewi Yaochi, tidak akan ada Mahaguru Lu saat ini, Mahadewi Yaochi adalah Bunda yang paling saya hormati.

Hari ini mengumukan kepada Anda semua : Kelak di Rainbow Temple akan berdiri Stupa Abu Padminiloka ( Shuang-lian-chi-shi-jie Ling-gu-ta / 雙蓮池世界靈骨塔 ). Abhiseka hari ini meliputi Abhiseka Sadhana Jiufengpohui ( Sadhana Pembersihan 9 Feniks ), sadhana ini dapat mengatasi energi buruk pada tubuh Anda. Juga Abhiseka Mantra dan Fu Jinguang ( Sinar Emas ), yang dapat melindungi Anda, supaya tidak dapat dicelakai oleh orang yang memelihara hantu. 

Minggu depan, tanggal 21 Mei, pukul 3 sore adalah Upacara Homa Manjusri Bodhisattva ( Wenshushili Pusa -文殊師利菩薩 ).

Dharmaraja Liansheng melanjutkan pengulasan Lamdre :

Kita setiap insan memiliki Buddhata, dan Buddhata setiap insan setara tiada berbeda, apabila masih ada perbedaan, itu bukanlah Buddhata.

Sang Buddha menggunakan ‘Burung terbang tinggi di angkasa’ sebagai perumpamaan bagi hukum sebab dan akibat. Artinya adalah : Ketika burung terbang sangat tinggi, meskipun matahari menyinari, bayangan burung itu tidak akan nampak di permukaan tanah. Namun, ketika burung itu hinggap di atas dahan pohon, maka begitu terkena sinar matahari, akan nampak bayangannya. Sebab karma yang dekat akan berbuah terlebih dahulu, sedangkan sebab karma yang jauh akan berbuah kemudian. Ini juga menjelaskan, mengapa ada juga orang yang banyak berbuat jahat, namun ia masih memiliki kedudukan, rumah mewah, meraup banyak uang, dan memiliki istri yang cantik, semua karena berkahnya telah masak terlebih dahulu, dan akibat kejahatannya masih belum berbuah. Kelak ketika kejahatannya telah berbuah, nasibnya akan sangat tragis, bahkan terjerumus ke tiga alam rendah.

Lokiyamarga ( jalan duniawi ) adalah untuk setiap insan, seorang Acarya belum tentu telah berhasil mentransformasikan kesadaran menjadi Prajna, mereka yang memahami liturgi disebut sebagai Acarya Liturgi. Lokiyamarga hanya bisa demikian, Acarya yang belum mentransformasikan kesadaran, masih merupakan insan awam. 

Dalam Lokuttaramarga ( jalan non-duniawi ), ketika seorang Acarya telah berhasil mentransformasikan kesadaran, beremanasi pada 6 bhumi Abhiseka Kalasa, Acarya yang telah mencapai tingkat di atas Abhiseka ke-4 barulah berhasil mentransformasikan kesadaran menjadi Prajna, yaitu dimulai dari Abhiseka Kalasa, Abhiseka Sadhana Internal, Abhiseka Guhya, Abhiseka Anuttaratantra, dan terakhir adalah Abhiseka Mahapurna. Ketika seorang Acarya telah mentransformasikan kesadaran menjadi Jnana ( pengetahuan tertinggi ), nirmanakaya merupakan 6 bhumi Abhiseka Kalasa, sambhogakaya merupakan 4 bhumi Abhiseka Guhya, dan Dharmakaya merupakan 2 bhumi Prajna ( telah mentransformasikan kesadaran menjadi Jnana ), Svabhavikakaya juga merupakan salah satu dari jenis ‘kaya’ ( tubuh ), dan ada pada tingkatan di atas bhumi ke-4.

Lokiyadharma ( Dharma duniawi ) dan Lokuttaradharma ( Dharma non-duniawi ) yang dibabarkan oleh Sang Buddha adalah berbeda, Lokuttaradharma tergolong sebagai Kebenaran Sejati. Lokiyadharma merupakan kebenaran duniawi. Kita umat Buddha mesti memandang penting lokiyadharma dan Lokuttaradharma, sebab lokiyadharma merupakan sebuah fondasi. Sang Buddha mengajarkan supaya kita banyak berbuat kebajikan dan jangan berbuat jahat, karena berbuat jahat berarti tidak berjodoh dengan Sang Buddha. Tanpa kapasitas yang baik, seseorang tidak akan bisa mendengar Buddhadharma, seseorang mesti memiliki kapasitas yang baik baru bisa mendengar Buddhadharma. Orang yang banyak berbuat jahat, kelak akan sangat sukar untuk mendengar Buddhadharma. Demikianlah perbuatan bajik pasti menghasilkan akibat baik, dan perbuatan jahat pasti akan menghasilkan akibat buruk, bukannya tidak ada akibat, akan tetapi saatnya belum tiba.

Dalam menekuni lokiyadharma, ketika seharusnya melepas, maka lepaskanlah, sebab kedudukan, istri cantik, dan uang, semua itu pada hakikatnya tiada yang bisa diperoleh, kelak mesti merelakan segalanya. Dalam Lokiyamarga, yang pertama kali mesti diperhatikan adalah perilaku Anda, pemikiran Anda, dan semua jalan pikiran Anda. 

Tekunlah dalam Lokuttaradharma, dan ini mesti dimulai dari penekunan Sadhana Internal. Bhavana hanya bisa diupayakan sendiri, tidak ada istilah saya menarik Anda ke atas, atau Anda menarik saya ke atas, tidak ada hal yang demikian, mesti berbhavana sendiri, dan diri sendiri yang memperoleh atau merealisasikan Bodhi. Oleh karena itu, dalam segala hal di dunia ini, lepaskanlah segala sesuatu yang mesti dilepaskan, berbhavana dengan tekun dan baik, mencapai keberhasilan homa, keberhasilan japa mantra, dan pada akhirnya yang ditekuni adalah keberhasilan samadhi, dan keberhasilan samadhi ini merupakan Lokuttaradharma yang sesungguhnya.

Usai Dharmadesana, segenap hadirin bertepuk tangan sebagai ungkapan rasa syukur atas Dharmadesana Dharmaraja Liansheng yang sangat berharga. Pada penghujung acara, Dharmaraja Liansheng berwelas asih menganugerahkan Abhiseka Sadhana Istadevata Mahadewi Yaochi, Asta Mahayoga Mahadewi Yaochi ( Yaochijinmu Badafa ), Sadhana Jiufengpohui, dan Jinguang fuzhou. Upacara homa manggala dan paripurna.

Judul Asli :
【TBSN最新】重要的一句話,行者要到佛國淨土,將來要成佛,你所坐的法船就是你自己的身體!一定是自己修行,自己得道,自己去證道!

Sumber :
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=8&id=4290

◎ Jadwal siaran langsung berdasarkan waktu Indonesia :

*Kebaktian di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple : 
Setiap hari Minggu, pukul 10 pagi ( WIB )

*Upacara Homa di Rainbow Temple : 
Setiap hari Senin, pukul 05 pagi ( WIB )

◎ Klik di sini untuk tautan siaran langsung dengan penerjemah Inggris

◎ Klik di sini untuk tautan siaran langsung Mandarin

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

◎ Aplikasi TBSN untuk Andorid dan Apple :

Silakan mengunduh di AppStore atau Google Play dengan kata kunci : 
真佛視頻 : Aplikasi video Zhenfo
真佛書庫 : Aplikasi Gudang Buku Zhenfo
真佛新聞 : Aplikasi Berita Zhenfo
真佛密法 : Aplikasi Sadhana Tantra Zhenfo

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami senantiasa berupaya untuk menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Guru Buddha.