Halaman Utama > Fokus Internasional > 25 Juli 2015 Dharmaraja Lian-sheng Sheng-yen Lu Memimpin Puja Bakti Sadhana Avalokitesvara, Mengulas Dzogchen : Mahaguru Tidak Mencampakkan Satu Insan Pun, Sebab Tiap Insan Adalah Buddha, Tiap Insan Adalah Padmakumara


25 Juli 2015 Dharmaraja Lian-sheng Sheng-yen Lu Memimpin Puja Bakti Sadhana Avalokitesvara, Mengulas Dzogchen : Mahaguru Tidak Mencampakkan Satu Insan Pun, Sebab Tiap Insan Adalah Buddha, Tiap Insan Adalah Padmakumara

【 Liputan Acarya Shi Lian-dian 】

Tanggal 25 Juli 2015 Dharmaraja Lian-sheng Sheng-yen Lu memimpin Puja Bakti Bersama Sadhana Yidam Avalokitesvara Bodhisattva dan melanjutkan pengulasan Sadhana Dzogchen.

Usai puja bakti, terlebih dahulu Dharmaraja Lian-sheng Berdharmadesana : Yidam puja bakti hari ini adalah Avalokitesvara Bodhisattva, dalam Buddhisme Avalokitesvara merupakan Bodhisattva yang paling termasyhur, juga merupakan Bodhisattva paling agung !

Semenjak adanya agama Buddha hingga saat ini, Buddha yang paling termasyhur adalah Amitabha Buddha, sedangkan Bodhisattva yang paling termasyhur adalah Avalokitesvara Bodhisattva. Ada sangat banyak manifestasi Avalokitesvara Bodhisattva, oleh karena itu di dalam Sutra Raja Agung Avalokitesvara tertulis : “Sepuluh penjuru Avalokitesvara Bodhisattva dan Semua Bodhisattva.”, Sepuluh Penjuru Avalokitesvara berarti di setiap tempat ada Avalokitesvara Bodhisattva. Sepuluh penjuru adalah : Atas, bawah dan delapan penjuru lainnya, dijumlahkan menjadi sepuluh penjuru. Sebelah atas adalah tak terhingga dan tanpa batas, demikian juga dengan sebelah bawah, delapan penjuru yang lain juga tanpa batas, oleh karena itu disebut sebagai sepuluh penjuru.

Di dalam Sutra Raja Agung Avalokitesvara saja telah tertulis empat Avalokitesvara Bodhisattva, selain itu masih banyak lagi manifestasi Avalokitesvara Bodhisattva yang lain, tak terhitung banyaknya. Hayagriva Vidyaraja juga merupakan manifestasi Avalokitesvara Bodhisattva, Mahakala Putih Berlengan Delapan juga merupakan manifestasi Avalokitesvara Bodhisattva, ada sangat banyak Vidyaraja dan Dharmapala yang merupakan manifestasi Avalokitesvara Bodhisattva. Selain itu ada juga banyak dewata yang merupakan manifestasi Avalokitesvara Bodhisattva.

Dharmaraja Lian-sheng juga menuturkan asal-usul Guru-matrka Bodhisattva ( Shima Pusa ) yang adalah ibunda dari Dharmaraja Lian-sheng, beliau merupakan emanasi dari Burung Taiping yang membawa japamala di paruhnya dan berada di samping Avalokitesvara Bodhisattva.

Asalkan Avalokitesvara Bodhisattva menampakkan diri, berarti itu merupakan pertanda akan terjadi sebuah hal yang manggala.

Avalokitesvara Bodhisattva senantiasa mengutamakan maitri-karuna, dalam tantrayana Beliau merupakan satu dari Riksum Gonpo. Apabila Avalokitesvara Bodhisattva berada di tengah, maka di kedua sisi adalah Manjusri Bodhisattva dan Vajrapani Bodhisattva, Avalokitesvara Bodhisattva terutama merepresentasikan maitri-karuna, Manjusri Bodhisattva merepresentasikan Prajna, sedangkan Vajrapani Bodhisattva merepresentasikan Dharmabala.

Oleh karena itu saat kita menekuni tantrayana, kita harus mengingat Riksum Gonpo, apa itu yang disebut sebagai Riksum Gonpo ? Yaitu Buddha Bodhisattva yang dapat menjadi perlindungan kita, berarti kita berlindung kepada Avalokitesvara yang maitri-karuna, Prajna Manjusri Bodhisattva dan Dharmabala Vajrapani Bodhisattva, berlindung kepada tiga adinata, oleh karena itu dalam tantrayana disebut sebagai Riksum Gonpo. 

Dahulu, Avalokitsvara Bodhisattva bukanlah Bodhisattva, Ia adalah Buddha, Samyakdharmaprabhasa Tathagata ( Zheng-fa-ming Rulai ), saat ini Ia bermanifestasi menjadi Avalokitesvara Bodhisattva, terutama adalah demi menuntun semua makhluk. Buddha Maha-paripurna ( Sangat Sempurna ), Bodhisattva Maha-maitri-karuna ( Sangat Welas-asih ), yang sangat welas asih dan berupaya menuntun semua makhluk, kita menyebutnya Bodhisattva. Avalokitesvara Bodhisattva juga merupakan Bodhisattva pimpinan dalam Asta-maha-bodhisattva, kita dapat menyebut Avalokitesvara Bodhisattva sebagai Bodhisattva Ichiban atau Bodhisattva Nomor Satu.

Beliau mempunyai banyak manifestasi, di Tibet ada Chenrezig, Avalokitesvara lengan empat, kedua tangan memegang cintamani atau permata sesuai harapan yang mampu bermanifestasi tak terhingga, sedangkan satu tangan yang lain membawa japamala dan tangan yang satunya membawa padma, oleh karena itu disebut sebagai Catur-bhuja Avalokitesvara, mantra-Nya adalah : “Om. Ma-ni. Bei-mi. Hom.”

Ia juga bermanifestasi menjadi Avalokitesvara Bodhisattva berlengan dan bermata seribu ( Sahasrabhuja-sahasranetra-avalokitesvara ) ; Demikian pula Syama Tara ( Tara Hijau ) dan Sita Tara ( Tara Putih ) juga merupakan manifestasi Avalokitesvara Bodhisattva, saat Avalokitesvara Bodhisattva berwelas kepada semua makhluk, Ia menitikkan air mata, satu tetes menjadi Syama Tara dan satu tetes yang lain menjadi Sita Tara.

Selain itu ada Ekadasamukha Avalokitesvara ( Avalokitesvara Bermuka Sebelas ), sebelas muka merepresentasikan kedudukan Buddha, Sahasrabhuja-sahasranetra Avalokitesvara Bodhisattva juga merupakan Buddha, sebab tingkatan Bodhisattva ada sepuluh bhumi, sedangkan Ekadasamukha memiliki sebelas kepala, sebelas wajah yang melambangkan sebelas bhumi, bhumi kesebelas disebut : Pencerahan Menakjubkan yang berarti Buddha. Oleh karena itu Sahasrabhuja-sahasranetra Avalokitesvara Bodhisattva adalah Buddha.

Selain itu ada juga Cundi Avalokitesvara, Cundi Bodhisattva juga merupakan manifestasi Avalokitesvara Bodhisattva, Ia berlengan delapan belas. Purusa-deva-manusyanam-lokesvara dan Hayagriva Vidyaraja, semua merupakan manifestasi Avalokitesvara Bodhisattva, masih ada lagi Avalokitesvara Keranjang Ikan, Simhamukha-lokesvara ( Avalokitesvara Berwajah Singa ), sangat banyak manifestasi Avalokitesvara Bodhisattva, ini semua menandakan Beliau Maha-maitri-maha-karuna, mendengar suara dan menyelamatkan semua makhluk dari kesukaran dan penderitaan. Dapat dikatakan dalam agama Buddha, Avalokitesvara Bodhisattva merupakan Bodhisattva yang paling agung, ichiban, kita dapat menyebutnya sebagai Bodhisattva Nomor Satu.

Kemudian, Dharmaraja Lian-sheng melanjutkan pengulasan Sadhana Dzogchen, dalam buku Maha-ati Tantrayana ada tertulis : 

“Dalam sekejap saya menyaksikan diri sendiri berada di atas padmasana, sedangkan di sekeliling padmasana terdapat padmasana lain yang tak terhingga banyaknya, saya melihat padmasana disekeliling, ternyata yang duduk di atasnya adalah diri sendiri. Ah ! Ternyata satu padmasana adalah satu diri sendiri, bukankah itu berarti Padmakumara tak terhingga banyaknya, dalam sekejap mencapai Kebuddhaan. Padmakumara memiliki nirmanakaya yang tak terhingga banyaknya, saat itu semua nirmanakaya Padmakumara sedang menjemput dan menuntun para insan di dunia yang banyaknya bagaikan butiran debu.”

Mahaguru Berdharmadesana :
Melihat diri sendiri berada di atas padmasana, ini merupakan poin yang paling penting, apabila Anda melihat diri sendiri duduk di atas padmasana, berarti ada jaminan terlahir di Buddha-ksetra. Sesungguhnya ada sangat banyak Bodhisattva Yang Bermanifestasi Dari Padma, raja pertama Shambala adalah emanasi Manjusri Bodhisattva, raja kedua yaitu Raja Pundarika adalah Padmakumara. Guru Padmasambhava juga terlahir dari padma, Ia juga adalah Padmakumara. Ratnamatikumara , Ratnasamudgatakumara dan Grivaprabhakumara juga adalah Padmakumara. Yang disebut sebagai kumara sesungguhnya adalah Bodhisattva, apabila Anda memahami sutra Buddha, maka Anda akan tahu bahwa kumara adalah Bodhisattva. Sebab kumara merepresentasikan kepolosan hati kanak-kanak, Bodhisattva memiliki hati yang murni, hati-Nya tidak bercabang, Ia satu hati bahkan Acitta.

Yang paling penting adalah satu hati atau sepenuh hati, oleh karena itu saat kita mengatakan : sepenuh hati menghormat, berarti kita menggunakan hati kumara kita untuk menghaturkan penghormatan kepada Maha-maitri-maha-karuna Avalokitesvara Bodhisattva. Padma sangatlah mulia dan berharga, pimpinan padmakula adalah Amitabha Buddha, kelak semua yang terlahir di Buddha-ksetra, tiap Buddha dan Bodhisattva duduk di atas padmasana. Di dalam tiap ceruk Gua Dunhuang dan Gua Seribu Buddha terdapat Padmakumara. Di Tiongkok Daratan bahkan ada penelitian Padmakumara.

Di kehidupan lampau Sakyamuni Buddha adalah Raja Sthamavat, dari dalam padma terlahir dua Padmakumara, yaitu Ratnamati dan Ratnasamudgata , mereka membawa Raja Sthamavat untuk berjumpa dengan Suvarnaprabha Buddha, oleh karena itu kedua Padmakumara Ratnamati dan Ratnasamudgata merupakan Guru pembimbing dari kehidupan lampau Sakyamuni Buddha, Padmakumara sangatlah agung.

Sadhana Mahamudra dalam tantrayana, Adharma Buddha pertama kali mentransmisikannya kepada Ratnamatikumara, sedangkan Ratnamatikumara adalah Padmakumara, oleh karena itu Padmakumara merupakan patriark pertama dari Sadhana Mahamudra. Pada masa Raja Trisong Deutsen, Guru Padmasambhava membawa Sadhana Dzogchen masuk ke Tibet, Guru Padmasambhava adalah Padmakumara, Raja Trisong Deutsen adalah Padmakumara, kehidupan lampau saya, sedangkan Mahaguru Santarakshita merupakan kehidupan lampau dari Acarya Tubten Dhargye. Oleh karena itu Padmakumara juga merupakan Guru Sesepuh dari Sadhana Dzogchen, Padmakumara disebut sebagai Buddha Rahasia, disebut juga sebagai Buddha Rahasia Cahaya Kemurnian ( Jing-guang-mi-mi Fo dalam Sutra Raja Agung ), sedangkan Buddha Rahasia Cahaya Kemurnian juga adalah Adharma Buddha.

Sungguh suatu hal yang sangat unik dan menakjubkan, dahulu Bodhisattva mengatakan di samping telinga saya : “Anda adalah Padmakumara.”, saat itu saya sempat mengunjungi banyak guru-guru sutrayana, juga banyak bhiksu, namun tidak ada yang mengetahui perihal Padmakumara, sampai pada akhirnya barulah diketahui bahwa Padmakumara adalah Buddha Rahasia, kelak akan hadir untuk menuntun para insan.

Di Gua Dunhuang Xi-an, barulah ditemukan Padmakumara, dalam tiap ceruk gua terdapat banyak Padmakumara, saat ini barulah semuanya mengetahui eksistensi Padmakumara.

Dahulu, Buddha Bodhisattva mengatakan kepada saya, “Anda harus kokoh dalam sradha.” , walau semua bhiksu mengatakan tidak ada Padmakumara, semua menyatakan dalam agama Buddha tidak ada Padmakumara, mereka mengatakan saya pasti telah ditipu oleh orang lain, saat itu Ksitigarbha Bodhisattva muncul dan mengatakan kepada saya : “Aku juga adalah Padmakumara, dengarkanlah ucapan-Ku, kelak Anda akan menuntun banyak insan.”

Sekarang saya baru mengetahui, ternyata Ksitigarbha Bodhisattva adalah saudara saya, saya juga membabarkan Dharma di neraka, terserah Anda percaya atau tidak, di alam bardo , saudari dari Sdri. Que Hui-ling telah melihat Mahaguru membabarkan Dharma untuk menuntun para insan di neraka, Mahaguru juga membuka kelas pelajaran tambahan di neraka, juga menyelenggarakan upacara dan membabarkan Dharma.

Padmakumara duduk di atas padmasana, saat ini Padmakumara yang tak terhitung banyaknya muncul bersamaan.

Padmakumara memiliki sangat banyak cobaan, tak terhitung banyaknya, semua telah dilampaui, dan kelak masih akan ada.

Dharmaraja Lian-sheng mengatakan zodiak dirinya adalah cancer, merupakan orang yang menjaga keluarga, yaitu orang yang paling menjaga semuanya. Oleh karena itu Mahaguru tidak mencampakkan satu insan pun, sebab tiap insan adalah Buddha, sebab tiap insan adalah Padmakumara. Om Mani Padme Hum.


Judul Asli :
2015年7月25日 蓮生活佛 盧勝彥法王主持「觀世音菩薩本尊法」同修暨講授「大圓滿法」── 盧師尊不捨一個眾生,因為每一眾生都是佛,每一個眾生都是蓮花童子。

Sumber :
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=8&id=3628

Diterjemahkan Oleh Lianhua Shian

◎ Tautan Siaran Langsung Dengan Penerjemah Inggris : http://www.tbsseattle.org/content/view/814/120/lang,zh/

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Beberapa Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng Yang Telah Diterjemahkan Dalam Bahasa Indonesia :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Mari terus bookmark website :
http://tbsn.org/indonesia/
 
◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Guru Buddha.