Halaman Utama > Tren Topik > 【Kitab Pusaka Gambar Rupang Zhenfo】Machig Labdron


【Kitab Pusaka Gambar Rupang Zhenfo】Machig Labdron

 


Minggu, 24 November 2019 pukul 15:00 ( Waktu Seattle Amerika Serikat )
Senin, 25 November 2019 pukul 05:45 ( WIB )

Dharmaraja Liansheng Shengyen Lu Akan Memimpin Upacara Agung Homa Machig Labdron ( Majilazun - 瑪吉拉尊 ), Melanjutkan Pengulasan Lamdre, serta Menganugerahkan Abhiseka : Sadhana Istadevata Machig Labdron.

Lokasi Upacara : Rainbow Temple (彩虹雷藏寺), Seattle, Amerika Serikat.

【Mantra Hati Machig Labdron】:"Om. Bie-zha. Ma-ji-la. Xia Xia. Hum. Hum. Pei."

【 Mengenal Pratima Machig Labdron】:

Machig Labdron berkepala satu, berlengan dua, dengan sepasang kaki, sekujur tubuh berwarna putih, bertubuh langsing. Kepala mengenakan mahkota lima tengkorak, dengan mulabhumi Amoghasiddhi Buddha sebagai ornamen puncak. Parasnya adalah gadis berusia 16 tahun, tersenyum, dan di tengah alis terdapat mata ketiga. 

Machig Labdron tampil telanjang, mengenakan selendang surgawi, berhiaskan utaian tulang, kaki kanan ditekuk terangkat, kaki kiri berdiri dalam postur menari di atas padmasana. Tangan kanan diangkat tinggi memegang damaru, tangan kiri memegang ghanta. 

Machig Labdron disebut juga : Labkyi Dronma, merupakan Guru Sesepuh salah satu sekte dalam Tantra : Chod Yul Pa ( Disebut juga Zhi-byed / Xijiepai ). Beliau adalah siswa sekaligus Bhagavati dari seorang Mahasiddha India : Padampa Sangye ( Nama Tibet dari Bodhidharma  / Damo Zushi / Tat Mo Co Su ), Machig Labdron merupakan salah satu dari sedikit Mahasiddha Wanita Tantra Tibet. 

Chod Yul Pa berarti memotong klesha, memotong semua klesha yang menyebabkan kebingungan dan menghasilkan karmavarana, dan yang sekaligus merupakan akar dari samsara. Bodhicitta digunakan untuk memotong alam pikiran yang selalu memikirkan keuntungan ego, pandangan sunyata digunakan untuk memotong alam kemelekatan samsara, dan menggunakan sahadhvana-margam memotong alam empat mara. Gcod Yul Pa mengandalkan pemahaman Prajna-sunyata untuk menyingkirkan kemelekatan ego, memadamkan semua klesha dan akarnya, memperoleh moksa. 

Machig Labdron merupakan pencipta Sadhana Chod ( Sadhana Persembahan Tubuh ) dalam Tantra Tibet. Sadhana Chod mengajarkan kita untuk berdana, untuk menghancurkan kemelekatan kepada tubuh jasmani diri sendiri, mempersembahkan segala milik bahkan tubuh diri sendiri, semua dipotong dan dipersembahkan kepada semua makhluk, demi memberikan manfaat kepada dasadharmadhatu, persembahan bagi tiga alam rendah, ini merupakan pemikiran anatman. Oleh karena itu, Sadhana Chod merupakan visualisasi anatman. 

Sadhana ini merupakan :

Merelakan tubuh.
Mengembangkan Bodhicitta teragung.
Seutuhnya menanggalkan ego, dan mempersembahkannya.
Memadamkan lobha, dvesa, moha.

Sadhana ini dapat dengan sangat mudah mencukupi sambhara ( bekal bersadhana ), merealisasi anatman, dan mencapai keberhasilan sunyata.

Semua kiat dalam sadhana ini adalah mahapurna.
Pemberian yang paling besar adalah berkah yang teragung.

【 Kutipan Dharmadesana Dharmaraja Lian-sheng Sheng-yen Lu 】

Esensi pertama dari Sadhana Persembahan Tubuh adalah : berdana. 

Anda mendanakan tubuh diri sendiri, berubah menjadi amrta berwarna merah dan amrta berwarna putih, dipersembahkan kepada Dasadharmadhatu : Empat Tingkat Suciwan dan sad-gati, didanakan kepada penagih utang karma, kepada Catur-mara, dipersembahkan kepada semua. 

Ini adalah berdana, makna yang pertama. Anda membuat Dasadharmadhatu : Empat Tingkat Suciwan, semua makhluk sad-gati, serta semua penagih utang karma, termasuk Catur-mara, semua bersukacita, ini adalah suatu hal yang sangat sukar, tujuan utama yang pertama adalah berdana. 

Esensi Kedua dari Sadhana Chod : Anatman – Menyingkirkan Klesha Kemelekatan pada Ego

Setelah Anda mendanakan tubuh, muncul makna yang kedua, Anda telah mendanakan sekujur tubuh Anda, ini adalah anatman. Tadi saat membabarkan Bodhisattvasila, banyak yang menerima Bodhisattvasila, tujuannya adalah untuk berlatih anatman. 

Pembabaran Sang Buddha yang terutama adalah : Kemelekatan pada ego sukar untuk dilepaskan, kenapa para insan memiliki kemelekatan ego, dan memiliki cinta dan benci ? Ketahuilah, semua karena kemelekatan ego, karena ada ego, sehingga menghasilkan cinta dan benci, jika tiada ego, mempersembahkan diri, masihkah ada kemelekatan pada ego ? Bahkan kemelekatan pada ego pun telah sirna. 

Sederhana sekali, saya beritahu Anda semua, jika Anda ingin menghancurkan kemelekatan ego, yang menyebabkan adanya cinta, benci, ikatan rasa dan dendam, ini semua muncul dari pikiran Anda sendiri, perasaan Anda, kemelekatan Anda pada diri. Setelah Anda belajar Sadhana Chod dari Machig Labdron, membakar sekujur tubuh Anda, telah mempersembahkan diri, maka dengan sendirinya kemelekatan ego akan sirna, bukankah demikian ?

Tubuh telah mati, apakah masih ada cinta dan benci ? Setelah anatman, apakah masih ada klesha ? Tubuh pun telah tiada, semua telah diberikan kepada Machig Labdron, kepada Dasadharmadhatu : Empat Tingkat Suciwan dan sad-gati, sekujur tubuh Anda telah dibakar, di mana kah klesha Anda ? Sudah tiada ego, di mana kah klesha ? Karena ada ego, barulah timbul klesha, jika tiada ego, tentu tiada klesha. 

Ini yang kedua, makna di dalamnya. Makna ekstrenalnya adalah persembahan, makna internal adalah menyingkirkan ego dan anatman, tiada lagi kemelekatan akan ego. 

Esensi Ketiga Sadhana Chod : Memancarkan Cahaya Mula nan Suci Melebur dan Mencapai Keberhasilan

Makna paling penting yang ketiga, saya beritahu Anda, muncul cahaya mula nan suci. Anda dapat menyaksikan Buddhata diri, melihat cahaya mula nan suci diri sendiri. 

Ada tiga makna utama. Pertama adalah berdana, kedua adalah lenyapnya kemelekatan ego dan klesha, ketiga adalah munculnya cahaya mula nan suci. Anda berbhavana menggunakan Sadhana Chod, dapat dengan sangat cepat memunculkan cahaya mula nan suci. Suatu hari nanti, jika Anda telah menyaksikan cahaya mula nan suci dalam diri, Anda melebur di dalamnya, maka Anda pun mencapai keberhasilan. 

Machig Labdron dan Krodha Kali memiliki jalinan nidana yang erat dengan saya. Yang pertama, di kamar saya di Seattle Amerika ada sebuah thangka Machig Labdron, ada di kamar saya di Taman Arama Zhenfo. Oleh karena itu, Dharmaraja Liansheng sangat berjodoh dengan Machig Labdron, sangat berjodoh dengan Dakini Krodha Kali.

Penampilan Machig Labdron sangat rupawan, sangat cantik, tangan kanan Beliau memegang damaru, tangan kiri Beliau memegang vajraghanta, Beliau berdiri di atas padmasana, dengan postur menari memegang damaru dan vajraghanta. Kaki kiri-Nya berdiri, kaki kanan diangkat, berdiri dalam postur menari. 

Mantra Machig Labdron adalah : “Om. Biezha. Majila. Xia Xia. Hum. Hum. Pei.” Saya beritahu Anda, mantra yang kita Zhenfo Zong japa ada beberapa perbedaan dengan mantra yang dijapa orang lain, “Om. Biezha. Majila. Xia Xia. Hum. Hum. Pei” , “Xia Xia. Hum. Hum. Pei”

Mantra yang dijapa orang Tibet : “Om. Biezha. Majila. Che Che. Qie Qie. Hum. Hum. Pei.” Qie Qie, Qie Qie, Qie Qie, Qie Qie Qie Qie. Hum. Hum. Pei. Mereka menjapa : “Qie Qie”, “Qie Qie” cukup bermakna, yaitu potong, potong, memotong.

Sedangkan kita adalah : “Xia Xia”, pisau itu sangat cepat, Xia, Xia, Xia, langsung putus. “Xia Xia. Hum. Hum. Pei” ini adalah Mantra-Nya. “Om. Biezha. Majila. Xia Xi. Hum. Hum. Pei.” Yang kita Zhenfo Zong japa berbeda dengan cara japa orang Tibet. 

Ada mantra, ada wujud, ada mudra, mudra dari Dakini, kenapa menggunakan mudra dari Dakini ? Sebab Beliau adalah Dakini, Machig Labdron berada di alam suci Dakini di Surga Akanistha, alam suci dari Daka dan Dakini adalah Surga Akanistha. Mudranya sama dengan Mudra Mahadewi Yaochi. 

Dakini Krodha Kali Merupakan Penjelmaan Machig Labdron

Machig Labdron lahir di Tibet, di masa kecil Beliau bersama kakak perempuannya belajar Dharma kepada Sonam Lama, saat itu yang Beliau pelajari dari Sonam Lama adalah empat jenis abhiseka Dorje Phagmo atau Vajravarahi, yaitu abhiseka keempat dari Dorje Phagmo, kemudian belajar metode memasuki samadhi. 

Beliau memiliki dua sekte, sekte yang pertama semestinya tergolong Zhi-byed, semula yang Beliau pelajari adalah metode sekte Zhi-byed, kemudian seorang tokoh yang kita orang Tiongkok sebut sebagai Bodhidharma, Beliau pernah pergi ke Tibet, akhirnya Machig Labdron berjumpa dengan Padampa Sangye, mereka orang Tibet menyebutnya : Padampa Sangye, Padam Sangye.

Ia adalah Guru Sesepuh Chod Yul Pa, di Tibet, hanya sedikit perempuan yang menjadi Mahasiddha, Machig Labdron adalah seorang Mahasiddha, setelah jumpa, Padampa Sangye mentransmisikan metode Chod Yul Pa kepada-Nya. Saat berjumpa dengan Machig Labdron, Padampa Sangye mengamati sadhika tersebut, merasa bahwa ia memiliki empat jenis kebijaksanaan, kebijaksanaan yang sangat agung, Padampa Sangye mengetahui bahwa Ia memiliki silsilah dari Prajnaparamita Bhagavati sampai pada semua Dakini, sampai pada Vajravarahi, di atas Machig Labdron adalah Vajravarahi, di atasnya lagi adalah Prajnaparamita Bhagavati, Guru dari Machig Labdron adalah Dorje Phagmo atau Vajravarahi, kemudian silsilah sampai pada Beliau Machig Labdron. 

Ajaran dari Chod Yul Pa ada satu kata yang paling penting, yaitu : “putus”, ajaran dalam Chod Yul Pa adalah satu kata : “putus”, apa artinya ? Tidak terlibat dalam kelahiran dan kematian, semua telah dipotong, setelah mati, apa lagi yang tidak putus ? Setelah mati semuanya telah putus. Yang paling penting, Anda tidak lagi bertumimbal lahir, kenapa Anda bertumimbal lahir ? Karena kemelekatan ego yang sangat berat, cinta dan benci yang sangat berat, begitu semua itu menjadi berat maka Anda pun bertumimbal lahir !

Satu kata, apa itu “putus” ? Tubuh ini bukan milik saya, kepala ini juga bukan milik saya, pemikiran saya juga bukan milik saya, pikiran saya juga bukan milik saya, hati saya bukan milik saya. Apa yang merupakan milik Anda ? Tidak ada suatu apa pun yang merupakan milik Anda, karena tidak ada sesuatu apa pun yang merupakan milik Anda, barulah Anda mencapai keberhasilan. 

Hal Penting Dalam Penekunan Sadhana Persembahan Tubuh Krodha Kali :

Pada diri umat manusia ada bindu putih dan bindu merah, bindu putih ada di cakra ajna, merupakan bindu yang diwariskan oleh ayah, bindu yang diwariskan di tubuh kita, merupakan bindu yang berwarna putih ; Bindu yang berwarna merah ada di cakra manipura, merupakan bindu merah yang diwariskan oleh ibu. 

Setelah sekujur tubuh kita dibakar di dalam api, berubah menjadi amrta merah dan amrta putih, kapala dipenuhi amrta merah dan amrta putih, merupakan bindu merah dan bindu putih di dalam tubuh kita. Mempersembahkan segalanya pada diri kita, secara eksternal merupakan persembahan, secara internal mengikis kemelekatan, kemelekatan ego dan klesha. 

Makna yang sejati bukan hanya berkah, melainkan setelah kemelekatan ego dan klesha tersingkirkan, maka cahaya mula nan murni muncul. Sesungguhnya cahaya mula nan murni adalah Buddhata, Buddhata Anda akan muncul. 

Amrta putih dan merah dipersembahkan ke atas kepada para Buddha dan Bodhisattva, membuat para Buddha dan Bodhisattva bersukacita.
Amrta putih dan merah dipersembahkan ke alam tengah, yaitu kepada para Dewata.
Amrta putih dan merah dipersembahkan ke alam bawah, yaitu kepada semua makhluk di sadgati. 
Amrta putih dan merah dipersembahkan kepada arwah penagih utang.
Semua menerima dengan penuh sukacita.
Tubuh sadhaka telah kosong.
Masuk samadhi. 

( Dengan demikian, sadhaka telah merelakan tubuhnya, untuk dipersembahkan kepada empat alam suci dan enam alam fana, atau Dasadharmadhatu. )

Mencapai keberhasilan dalam sadhana ini :
Dapat merealisasi anatman.
Amanasikara.
Tiada kemelekatan.

◎ Perhatian : Penekunan sadhana tantra Zhenfo harus sesuai kaidah Dharma, yaitu memiliki tekad Bodhicitta, bersarana kepada Dharmaraja Liansheng, menaati sila, menguatkan fondasi Catur-prayoga dan Guru-yoga, kemudian barulah memohon abhiseka sadhana adhinatha ini.

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana :
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

Judul Asli :
【真佛法相寶典】瑪吉拉尊者

Klik di Sini untuk Versi Bahasa Mandarin

◎ Situs TBSN Terbaru ( Mandarin ) :
https://ch.tbsn.org/

Siaran Langsung Kebaktian dari Ling Shen Ching Tze Temple, setiap Minggu pukul 10:00 ( WIB )
Siaran Langsung Upacara Homa di Rainbow Temple, setiap Senin pukul 05:00 ( WIB )

◎ Klik di sini untuk tautan siaran langsung dengan penerjemah Inggris

◎ Klik di sini untuk tautan siaran langsung Mandarin

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Buddha Guru.