Halaman Utama > Tren Topik > 【Kitab Pusaka Gambar Rupang Zhenfo】Nagarjuna Bodhisattva


【Kitab Pusaka Gambar Rupang Zhenfo】Nagarjuna Bodhisattva


Minggu, 4 Agustus 2019 pukul 15:00 ( Waktu Seattle Amerika Serikat ) di Rainbow Temple (彩虹雷藏寺), Dharmaraja Liansheng Shengyen Lu Akan Memimpin Upacara Agung Homa Nagarjuna Bodhisattva ( Longshu Pusa - 龍樹菩薩 ), menganugerahkan Abhiseka : Sadhana Nagarjuna Bodhisattva, dan Melanjutkan Pengulasan Lamdre.

【Mantra Hati Nagarjuna Bodhisattva】:"Om. Biezha. Najiazhuona. Putisaduo. Suoha"

【 Mengenal Pratima Nagarjuna Bodhisattva】:

Nagarjuna Bodhisattva berkepala satu, berlengan dua, dan berkaki dua, tubuh berwarna putih, memiliki 32 tanda keagungan utama seperti Sang Buddha, dan 80 tanda keagungan minor. Tubuh mengenakan tri-civara, duduk bersila di atas matras sadhana, kedua tangan berada di depan dada membentuk Mudra Memutar Dharmacakra. Di belakang terdapat 7 naga, setiap naga memiliki warna yang berbeda, ketujuh naga menjulur di atas kepala Nagarjuna Bodhisattva. 

Nagarjuna Bodhisattva atau “Longshu Pusa” dalam bahasa Mandarin, memasuki istana naga dan termasyhur sebagai Mahasiddha yang mencapai keberhasilan bhavana berkat naga, serta karena lahir di bawah pohon Arjuna, maka Beliau dinamakan Nagarjuna. 

Nagarjuna Bodhisattva bahkan disebut sebagai generasi Guru Sesepuh Buddhisme, Beliau memahami ajaran Hinayana, Mahayana, dan Vajrayana, memiliki pengetahuan luas, dan sempurna dalam teori dan praktik. Demi membabarkan Buddhadharma, Nagarjuna Bodhisattva menuangkan pemikiran Beliau dalam bentuk tulisan, mempersembahkan semua pemahaman spiritual dalam diri kepada semuanya, dan merampungkan banyak karya tulis yang luar biasa, oleh karena itulah Beliau disebut Penguasa Ribuan Sastra. Di antara sekian banyak karya tulis Beliau, yang paling merepresentasikan pandangan Beliau adalah : Madhyamikakarika, begitu sastra ini muncul, langsung menggemparkan dunia agama Buddha, pendekatan Beliau yang berbeda akan filosofi jalan tengah dapat dikatakan telah menunjuk pada kebenaran dibalik esensi dunia material dan bhavana, serta membuka lembaran baru dalam dunia filosofi agama Buddha.

Nagarjuna Bodhisattva pernah memasuki istana naga di dalam samudra, dan membaca pustaka suci Buddhis yang berjumlah 10 kali lebih banyak daripada dunia fana, di antaranya, paling tersohor adalah, membaca tiga kitab : “Sutra Pembebasan Avatamsaka yang Tak Terbayangkan”, dan mencapai pencerahan. 

Berikutnya Nagarjuna Bodhisattva juga berkunjung ke India Selatan, membuka stupa besi yang semenjak Parinirvana Sang Buddha belum pernah dibuka oleh siapa pun, secara langsung berjumpa dengan Guru Sesepuh Tantra : Vajrasattva yang secerah mentari, dan memperoleh anugerah berupa Mahavairocana Sutra , Vajrasekkhara Sutra, Mandala Vajradhatu, dan Mandala Garbhadhatu, memulai nidana siar ajaran Tantra di dunia, oleh karena itulah Nagarjuna Bodhisattva disebut sebagai Guru Sesepuh Tantra. Selain itu, Beliau juga dijunjung tinggi sebagai Guru Sesepuh sekte Vinaya, Trisastra, Tanah Suci, Yogacara, Dhyana ( Chan / Zen ), Tiantai, dan Avatamsaka, merupakan Guru Sesepuh 8 Sekte Sutrayana dan Tantrayana.

【 Kutipan Dharmadesana Mahaguru Liansheng Sheng-yen Lu 】

Nagarjuna Bodhisattva terlahir 700 tahun setelah Parinirvana Sang Buddha ( sekitar abad ke-3 ) di India Selatan, menurut karya tulis Dharmaraja Liansheng, Nagarjuna Bodhisattva adalah siswa dari Asvaghosa Bodhisattva, dan siswa dari Arya Kapimala, asal-usul Beliau adalah Sumeghasvararaja Buddha.

Kisah awal mengenai Nagarjuna Bodhisattva : Beliau sangat pandai dan telah membaca banyak buku, di negerinya ada 3 tokoh lagi yang sangat cemerlang dalam kemampuan akademis. Di masa muda mereka hidup tanpa pengendalian diri, keempatnya belajar ilmu menyembunyikan diri dari Rsi Gunung Barat, kemudian diam-diam menggunakan ilmu menyembunyikan diri untuk memasuki istana raja, dan mengacaukan harem istana, tak berapa lama, para selir istana pun hamil. Raja merasa keheranan dan minta petunjuk Rsi, dan Rsi pun memberitahu raja bahwa itu semua karena ulah ilmu menyembunyikan diri. 

Raja pun memanggil Rsi Gunung Barat, dan Sang Rsi memberikan petunjuk supaya pekarangan di sekeliling istana dilapisi pasir lembut, supaya mereka tidak merasakannya, asalkan nampak jejak kaki berarti mereka telah masuk istana. Begitu mereka masuk, jejak kaki pun nampak, dan raja langsung mengurung semua selir. Saat itu Nagarjuna langsung bersembunyi di samping raja, ke mana pun raja pergi, ia mengikutinya. Sedangkan tiga orang lainnya telah bertindak bodoh, begitu mereka masuk, raja langsung memerintahkan para prajurit untuk menebas udara, sehingga ketiga orang itu pun terbunuh. Hanya Nagarjuna yang selamat, sebab Ia memiliki kewaspadaan tinggi, Ia terus berada di samping raja, sehingga Ia tidak tewas. Setelah berhasil keluar dari istana, Nagarjuna merasa sangat menyesal, Ia menyadari : “Semua kejahatan berawal dari asusila.”, artinya, perbuatan asusila bisa menyebabkan banyak petaka, bahkan bisa menyebabkan kematian. 

Nagarjuna Bodhisattva memutuskan untuk bersarana kepada siswa dari Asvagosha Bodhisattva, yaitu : Arya Kapimala, bertobat, berbhavana, dan menerima upasampada. Beliau menguasai ajaran Hinayana, Mahayana, dan makna Vajrayana, Beliau memiliki pengetahuan yang sangat luas. Oleh karena itu Beliau menulis banyak buku, dan dijuluki sebagai Penguasa Ribuan Sastra, karena Beliau telah menulis ribuan karya tulis Buddhadharma. Terakhir, Beliau menulis "Mulamadhyamakakarika" yang merupakan permulaan dari sekte Madhyamika. Beliau menjadi Guru Sesepuh 8 sekte Buddhis, antara lain : Vinaya, Trisastra, Sukhavati, Yogacara, Chan, Tiantai, Avatamsaka, dan Tantra, menjadi pemimpin 8 sekte. 

Mudra yang dibentuk oleh Nagarjuna Bodhisattva adalah Mudra Dharmacakra. Mantra-Nya : “Om. Biezha. Najiazhuona. Putisaduo. Suoha.”, “Kesadaran Mahatinggi Alam Semesta, Siddhi Nagarjuna Bodhisattva yang memiliki Prajna teragung !” inilah makna dari mantra tersebut, ‘Najia’ adalah Naga, ‘Zhuona’ adalah sebuah pohon di India, “Om” adalah Kesadaran Mahatinggi Alam Semesta, “Najiazhuona” Nagarjuna yang penuh Prajna, “Putisaduo” adalah Bodhisattva, “Suoha” adalah Sarva-siddhi ( Segala jenis keberhasilan spiritual ) ; Inilah mantra Beliau. 

Apakah Anda bisa visualisasikan Nagarjuna Bodhisattva ? Sederhana sekali, persis seperti Buddha yang sedang memutar Dharmacakra, akan tetapi berbeda di bagian kepala, ada 7 ekor naga, 7 ekor naga dalam berbagai warna. Tujuh memiliki makna sempurna.  Ada visualisasi, mudra, dan penjapaan mantra, dapat menjadi sebuah tata ritual. Barusan kita juga menyaksikan yang ditampilkan di layar, sehamparan permukaan laut, bagaimana proses kemunculan padma, di tengah padma ada cakra surya dan candra, bagaimana menjadi Nagarjuna, aksara “Bang” ( Vam ) menjadi padma, gunakan aksara “A” untuk menjelma menjadi Nagarjuna Bodhisattva, kemudian adhisthana 3 cahaya, dan Anda pun bersih, mohon Nagarjuna Bodhisattva memasuki padma dalam hati Anda, Beliau masuk ke dalam Anda, Anda manunggal dengan-Nya, dalam sekejap Anda berubah menjadi Nagarjuna Bodhisattva, Nagarjuna Bodhisattva adalah Anda, Anda adalah Nagarjuna Bodhisattva, Anda sendiri menjadi Guru Sesepuh 8 aliran, menjadi Sumeghasvararaja Buddha. 

Nagarjuna Bodhisattva memiliki ilmu panjang usia, Beliau telah menguasai ilmu panjang usia, hidup selama berapa ratus tahun, sama seperti Guru Padmasambhava, Beliau hidup dalam masa yang sangat lama, sangat panjang. Saya beritahu Anda, jika ingin panjang usia, terlebih dahulu mesti melatih tiga hal, yang pertama adalah Anda mesti latihan 'hidup prana', saat Anda benar-benar telah menguasai hirup dan embus, inilah hal krusial yang pertama dalam ilmu panjang usia, dalam Tantra latihan prana sangat penting. Selain itu, Anda mesti bisa 'reguk cairan', apa maksudnya ? Tubuh Anda bisa menghasilkan dan menyimpan bindu, kemudian meningkatkan bindu Anda. Pada umumnya, bindu selalu tiris, setelah bindu tiris sampai habis, maka manusia pun mati. Bindu adalah hormon dalam tubuh Anda, latihan 'reguk' dapat menyimpan amrta dari angkasa ke dalam tubuh Anda, kemudian meningkatkan bindu Anda, Anda mengubah cairan sekresi menjadi amrta yang mengalir ke sekujur tubuh Anda, ini adalah yang kedua ; Yang ketiga, bindu anasrava, Anda mesti berbhavana sampai kondisi anasrava, bindu tidak akan tiris, selama dalam tubuh Anda hormon masih berlimpah, maka Anda akan nampak muda. Jika hormon Anda kurang, maka Anda akan mulai mengalami penuaan. Apa itu menopause ? Yaitu hormon semakin berkurang, masuk usia tua, sampai berapa lama ? Sampai Anda menua dan mati. Pria juga mengalami andropause, sedangkan wanita menopause, keduanya sama. Kenapa manusia mengalami penuaan ? Sebab hormon dalam tubuh Anda semakin berkurang, sampai organ dalam kekurangan bindu, Anda pun menjadi tua, organ tubuh juga menua, inilah penyebabnya. Oleh karena itu, amrta Buddha dan Bodhisattva mesti dimasukkan ke dalam tubuh Anda, Anda 'reguk' masuk ke dalam tubuh, dan Anda pun mencapai keberhasilan panjang usia. Inilah ilmu panjang usia yang termasyhur dari Nagarjuna Bodhisattva. 'Hirup prana', 'reguk', dan 'bindu anasrava', ketiga hal ini sangat penting. Selain itu, masih ada unsur yang lain, yaitu tiada kerisauan batin, tiada kegelisahan, bisa mengosongkan diri dari segala kerisauan, dengan demikian Anda pun bisa panjang usia. 

Kira-kira pada abad ke-6, filsafat Vijnaptimatra di India menjadi sangat populer, Vijnaptimatra juga menyelidiki Buddhata, ia bermula dari mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, pikiran, akar pikiran, alaya, dan dalam alaya tersimpan Buddhata, ia tegak lurus, sedangkan Nagarjuna Bodhisattva bersifat horizontal, menggunakan berbagai pemikiran untuk mengajarkan kepada semua. Saat itu, ada dua tokoh, yaitu Buddhapalita dan Bhavaviveka, Buddhapalita dan Bhavaviveka yang memegang teguh Madhyamakakarika memulihkan teori pemikiran dari Nagarjuna Bodhisattva dan Aryadeva. Madhyamika dari Buddhapalita adalah Prasangika, sedangkan Bhavaviveka adalah Svatantrika Madhyamaka. Apa itu Prasangika Mahdyamaka ? Mengatasi dan tidak berdiri sendiri, mengutamakan hetuvidya, menggunakan penalaran dan pengetahuan, kebijaksanaan, untuk menunjukkan sunya dari jalan tengah. Bhavaviveka adalah Svatantrika Madhyamaka : Mengatasi dan berdiri sendiri – mengutamakan nilai perbandingan dalam hetuvidya, menjabarkan sunya atau Buddhata secara aktif.

Pandangan jalan tengah dari Nagarjuna Bodhisattva ada di antara kekal dan nihil, disebut jalan tengah. Contohnya, menurut orang zaman sekarang, Mahaguru pernah menikah, punya istri, punya anak, ini adalah keduniawian. Akan tetapi batin Mahaguru melampaui duniawi, lebih tinggi dari duniawi. Meskipun duniawi, Shakyamuni Buddha juga demikian, istri dari Shakyamuni Buddha bernama Yasodhara, mereka memiliki seorang putra bernama Rahula, akan tetapi Beliau melampaui duniawi, Beliau meninggalkan kehidupan duniawi, menapaki jalan Lokuttara. Beliau telah melalui jalan lokiya ( duniawi ), juga menapaki Lokuttara ( adiduniawi ), setelah keluar dari duniawi, Beliau kembali untuk menyeberangkan para insan dunia, setelah Beliau melampaui keduniawian, Beliau kembali ke kehidupan dunia untuk menyeberangkan insan, inilah jalan tengah. Mengapa demikian ? Sebab Beliau telah melampaui keduniawian, telah cerah, namun kembali lagi ke duniawi untuk menyeberangkan insan, dengan kata lain, Beliau tidak meninggalkan keberadaan, juga tidak meninggalkan sunya, tidak meninggalkan sunya, juga tidak meninggalkan keberadaan, dipadukan menjadi jalan tengah. Inilah doktrin ‘Zhongyong’ ( Doktrin Konfusianisme mengenai jalan tengah dan tidak menyimpang ). Mengenai api, bukankah tadi telah diberikan sebuah contoh ? Memutar kayu untuk menghasilkan api, api, inilah yang disabdakan oleh Shakyamuni Buddha : “Segala sesuatu muncul dan lenyap karena sebab dan kondisi.”, ( Sarvadharma muncul karena hetu-pratyaya, sarvadharma lenyap karena hetu-pratyaya ), ‘Nidana bersifat sunya’, selain menyingkirkan pratyaya tersebut, Anda mencerahi sunyata, mencerahi Buddhata, menyingkirkan semua pratyaya, semua karmavarana, maka Anda dapat melihat Buddhata, inilah pemikiran dari Nagarjuna Bodhisattva. 

◎ Perhatian : Penekunan sadhana tantra Zhenfo harus sesuai kaidah Dharma, yaitu memiliki tekad Bodhicitta, bersarana kepada Dharmaraja Liansheng, menaati sila, menguatkan fondasi Catur-prayoga dan Guru-yoga, kemudian barulah memohon abhiseka sadhana adhinatha ini.

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana :
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

Judul Asli :
【真佛法相寶典】龍樹菩薩

Klik di Sini untuk Versi Bahasa Mandarin

◎ Situs TBSN Terbaru ( Mandarin ) :
https://ch.tbsn.org/

Siaran Langsung Kebaktian dari Ling Shen Ching Tze Temple, setiap Minggu pukul 10:00 ( WIB )
Siaran Langsung Upacara Homa di Rainbow Temple, setiap Senin pukul 05:00 ( WIB )

◎ Klik di sini untuk tautan siaran langsung dengan penerjemah Inggris

◎ Klik di sini untuk tautan siaran langsung Mandarin

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Buddha Guru.