Halaman Utama > Tren Topik > 【Kitab Pusaka Gambar Rupang Zhenfo】Trini Arya Dirgahayu


【Kitab Pusaka Gambar Rupang Zhenfo】Trini Arya Dirgahayu


Sabtu, 16 Maret 2019 pukul 15:00 ( Waktu Taiwan ) di Taiwan Lei Tsang Temple (台灣雷藏寺), Dharmaraja Liansheng Shengyen Lu Akan Memimpin Upacara Agung Homa Trini Arya Dirgahayu ( Changshou Sanzun - 長壽三尊 ), menganugerahkan Abhiseka : Sadhana Istadevata Amitayus Buddha, Mahasadhana Avenika Usnisavijaya Bhagavati, Mantra Hati Usnisavijaya Dharani, Sadhana Istadevata Sita Tara, dan Melanjutkan Pengulasan Lamdre.

【Mantra Hati Amitayus Buddha】:
"Om. A-ma-ruo-ni. Zu-wen-di-ye. Suoha." 

【Mantra Hati Usnisavijaya Bhagavati 】:
"Om. Pulong. Suoha. Om. Amida. Ayula. Dadie. Suoha." 

【Mantra Hati Sita Tara】:

Mantra Panjang:“Om. Dalie. Dudalie. Dulie. Mama. Ayou. Buniya. Gana Buqing, Gulu. Suoha.”

Mantra Pendek : “Om. Gu Ru. Ya. Suoha.”
Mantra Pendek : “Om. Biezha. Gu Ru. Ya. Suoha.”

【Pengenalan Singkat Trini Arya Dirgahayu】:

Trini Arya Dirgahayu : Amitayus Buddha, Usnisavijaya Bhagavati dan Sita Tara ( Dakini Putih )

Amitayus Buddha ( Chang-shou Fo /長壽佛 ) berkepala satu berlengan dua, tubuh berwarna merah, rambut bergelung ke atas, mengenakan mahkota Pancadhyani, tubuh bagian atas mengenakan jubah surgawi, tubuh bagian bawah mengenakan rok sutra, berhiaskan untaian ratna manikam, memiliki semua keagungan Sambhogakaya Buddha, kedua tangan membentuk mudra dhyana di atas paha, di atas tangan menopang ratnakalasa panjang usia, kedua kaki dalam postur bersila penuh, duduk di atas cakracandra padmasana.

Tubuh Usnisavijaya Bhagavati berwarna putih terang bagai bulan purnama, berparas cantik, duduk di atas cakra candra padmasana, mengenakan jubah surgawi, untaian bunga, mahkota ratna, dan untaian perhiasan, agung penuh kewelasan, memancarkan cahaya putih yang tak terhingga.

Dharmayudham yang dibawa antara lain : tangan kanan pertama memegang visvavajra di depan dada, tangan kedua menopang Amitabha Buddha yang duduk di atas padmasana, tangan ketiga memegang anak panah, tangan keempat membentuk Mudra Varada di depan lutut kanan. Tangan kiri pertama membentuk mudra krodha memegang pasa, tangan kedua membentuk Mudra Abhaya, tangan ketiga memegang busur, tangan keempat membentuk Mudra Dhyana menopang amrta kalasa.

Bhagavati Sita Tara atau Tara Putih ( Bai Dumu -白度母 ) bertubuh putih, berkepala satu dan berlengan dua, tangan kanan membentuk Mudra Varada ( Mengabulkan harapan ) , tangan kiri memegang utpala merah muda, utpala terdiri dari tiga kuntum, yang satu masih kuncup, yang satu mekar separuh, yang satu lagi mekar penuh. Pada bagian telapak tangan , telapak kaki, dan dahi terdapat mata, keseluruhan berjumlah tujuh mata. Paras Bhagavati bagaikan gadis 16 tahun, terdapat gelungan rambut di atas terarah ke belakang dan terjuntai ke kanan, tubuh mengenakan jubah surgawi, berhiaskan untaian ratna mutu manikam, duduk dalam posisi bersila penuh, di belakang terdapat cakra-candra, kecantikannya luar biasa.
 
【 Kutipan Dharmadesana Dharmaraja Lian-sheng Sheng-yen Lu 】

Trini Arya Dirgahayu dalam Tantra antara lain : Usnisavijaya Bhagavati, Amitayus Buddha, dan Sita Tara, menekuni sadhana ini dapat memperpanjang usia, memperoleh Dharmabala tak terhingga, dan dapat memberikan manfaat kepada semua makhluk.

Usnisavijaya Bhagavati sama dengan Rigsum Gonpo ( Tiga Bodhisattva Pelindung : Avalokitesvara Bodhisattva, Manjusri Bodhisattva, dan Vajrapani Bodhisattva ), Beliau berwajah tiga, yang masing-masing merepresentasikan Dharmabala, maitri-karuna, dan prajna, ketiganya ini sangat penting, Dharmabala, maitrikaruna, dan prajna bermanifestasi menjadi Usnisavijaya Bhagavati. 

Dakini Putih merupakan Guru Vinaya dari Dharmaraja Liansheng, Sita Tara telah membabarkan banyak vinaya Tantrayana kepada Dharmaraja Liansheng. Sita Tara juga merupakan mitra bhavana dari Mahaguru, oleh karena itu, Beliau sangat mulia, dan tidak boleh dilupakan. 

Kita semua mesti bersyukur kepada Dakini Putih yang telah mengajarkan vinaya, serta Usnisavijaya Bhagavati yang memiliki kualitas Rigsum Gonpo, semua sangat penting. 

Mudra dari Amitayus Buddha sama dengan mudra dhyana dari Amitabha Buddha, namun ciri khasnya adalah amrta kalasa di atas mudra dhyana, asalkan Anda berkontak yoga dengan Amitayus Tathagata, dan berhasil mereguk amrta dalam kalasa panjang usia, maka Anda pasti panjang usia. 


【 Amitayus Buddha 】

Amitayus disebut juga Tathagata Usia Tak Terhingga dari Sukhavatiloka, merupakan emanasi Amitbha Buddha, Beliau mempunyai ratnakalasa panjang usia sebagai ciri khasnya ; Bila dapat meminum amrta panjang usia dari ratnakalasa tersebut, pasti dapat memperoleh panjang usia dan kesehatan.

Buddha Amitayus dikelilingi oleh Dakini Catur Karman yaitu : Santika, paustika, vasikarana dan abhicaruka, yang dapat menyerap semua intisari tanah - air - api - angin dan akasha, serta semua usia panjang, berkah dan kebijaksanaan.

Tathagata Amitayus mampu meredakan semua malapetaka, menuntun para arwah terlahir di Negeri Buddha yang suci. Cahaya Tathagata Amitayus memancar sampai jauh, merupakan cahaya terang berwarna merah, dapat meningkatkan kebijaksanaan para insan, meningkatkan berkah karunia, mengikis karma penyakit, meningkatkan keharmonisan, mengharmoniskan dan memberi ketenteraman pada keluarga, semua malapetaka dan musuh akan mundur.

Cahaya terang dari Amitayus juga dapat menjemput para arwah untuk terlahir di Negeri Buddha. Oleh karena itu, Adhinatha ini juga merupakan Adhinatha penyeberangan arwah yang terbaik.

Dalam Amitayus Sutra disebutkan : "Amitayus Buddha memiliki terang yang paling mulia, dan tidak dapat ditandingi oleh Para Buddha yang lain."

Dalam Sutra Buddha dikatakan, menjapa Mantra Buddha Amitayus, dapat memperpanjang usia, meningkatkan berkah dan kebijaksanaan, menghindarkan sadhaka dari kematian sebelum waktunya, bencana, dan segala musibah, mengikis karmavarana, merealisasi Siddhi Tiada Kematian, atau terlahir di Sukhavatiloka. Menekuni Sadhana Amitayus, dapat menyingkirkan sakit penyakit, menumbuhkan berkah dan usia, memeperluas jodoh yang baik dengan khalayak, dan mengikis jalinan jodoh yang buruk, serta memperpanjang usia aktivitas lokiya.

Ciri khas utama-Nya adalah menopang amrtakalasa ( vas berisi amrta ), mudra-Nya adalah mudra dhyana Amitabha Buddha, namun jari telunjuk tidak ditekuk, tangan kanan di atas, tangan kiri di bawah, ujung kedua ibu jari saling bersentuhan. Mantra-Nya adalah : “Om. A-ma-ruo-ni. Zu-wen-di-ye. Suoha” tubuh-Nya berwarna merah, mula Beliau adalah Amitabha Buddha, sedangkan Amitabha Buddha sendiri disebut sebagai Buddha Panjang Usia ( Chang-shou Fo ). Beliau mempunyai wujud, mudra dan mantra, dapat menjadi Sadhana Penjapaan Istadevata Amitayus Buddha.

Lambang utama dari Amitayus Buddha adalah amrtakalasa yang Beliau bawa, amrtakalasa dapat mengadhisthana para insan, juga dapat menjemput para insan ; Beliau memiliki fungsi purifikasi, penyembuhan, kesehatan dan memperpanjang usia, dan masih banyak lagi berbagai macam fungsi lain yang luar biasa. Amitayus Buddha disebut juga sebagai Amrtaraja Tathagata, Amitabha Tathagata, Buddha Usia Tak Terhingga, Buddha Cahaya Tak Terhingga, dan Buddha Cahaya Agung.

Tiap kali umat Buddha saling bertatap muka selalu mengucapkan satu kalimat Amitabha Buddha ( Amituofo ! ), sedangkan para Taoist saat berjumpa mengucapkan : “Wu-liang-shou Fo” ( Amitayus Buddha ), sesungguhnya keduanya sama. Amitabha Buddha adalah Amitayus Buddha, Buddha Usia Tak Terhingga, Buddha Cahaya Tak Terhingga.

Amitayus Buddha, Usnisavijaya Bhagavati dan Sita Tara semua merupakan manifestasi Mahamaitrikaruna, menganugerahi kesehatan , ketenteraman dan berkah bagi umat manusia, ketiganya disebut sebagai Tiga Buddha Panjang Usia, atau Trini Arya Dirgahayu ( Tiga Adhinatha Panjang Usia ).

Amitayus Tathagata sangat penting, mengapa Anda bisa panjang usia ?
Sebab Anda tidak mengalami musibah, tubuh jasmani tidak mengalami musibah, beraktivitas di luar juga tidak mendapat musibah, berkendara juga tidak mengalami musibah.

Oleh karena itu, kita senantiasa memerlukan perlindungan Dharmapala, Anda juga boleh mengenakan liontin Dharmapala, atau liontin Istadevata, atau liontin Mulacarya. Apabila Anda telah berkontak yoga, maka Istadevata senantiasa beserta Anda, Anda tidak akan mengalami musibah, ini sangat penting. Dalam berbhavana, kita mesti menekuninya sampai Dharmapala senantiasa beserta kita, Istadevata senantiasa beserta kita, dan Mulacarya senantiasa beserta kita, berkat keberadaan Trimula, maka jiwa dan raga kita akan tenteram.

Apabila Anda ingin sehat, maka Anda mesti menekuni Sadhana Amitayus Buddha. Sesungguhnya, inilah yang diajarkan oleh Amitayus Buddha kepada Anda : Jangan menipu, jangan bertikai, sebab pertikaian menyebabkan salah satu pihak terluka ; Jangan menghina orang lain, sebab penghinaan bisa melukai orang lain ; Anda tidak boleh membunuh, mesti mengembangkan hati welas asih dan penuh kasih sayang. Mesti memikirkan kebahagiaan orang lain, dengan demikian Anda adalah Bodhisattva, dan Anda pun bisa berusia panjang. Apabila Anda memiliki niat membunuh, niat menghina orang lain, ingin bertikai, ingin berdusta, maka jiwa dan raga Anda tidak akan bisa tenteram, bagaimana mungkin Anda bisa panjang usia ?! Inilah esensi dari Amitayus Tathagata.


【Usnisavijaya Bhagavati】

Usnisavijaya Bhagavati merupakan emanasi dari usnisa ( puncak kepala ) tertinggi dari Shakyamuni Buddha, juga merupakan tubuh, ucapan dan pikiran dari Shakyamuni Buddha. Usnisavijaya Bhagavati adalah perpaduan sinar tak terhingga, Prajna tak terhingga, dan usnisa tak terhingga dari Shakyamuni Buddha, disebut juga sebagai Buddhosnisavijaya Bhagavati.

Usnisa Anuttara dari Shakyamuni Buddha merupakan aspek prajna dari Mahavairocana Tathagata, sekaligus merupakan cahaya tak terhingga dari Amitabha Buddha, merepresentasikan Anuttaraprajna ( Kebijaksanaan Tertinggi ) dari Tathagata, sekaligus merepresentasikan sunya.

Usnisavijaya Bhagavati merupakan perpaduan dari Avalokitesvara Bodhisattva, Vajrapani Bodhisattva dan Usnisavijaya Bhagavati, mengandung berbagai karman, merupakan perpaduan prajna, krodha, penaklukkan dan maitrikaruna, sekaligus merupakan emanasi dari Usnisa Anuttara, memiliki kekuatan agung, merupakan kelengkapan substansi, karakteristik dan fungsi. 

Dalam sutra disebut : Buddhosnisavijaya Bhagavati, disebut juga Usnisavijaya, memiliki gelar Tantra : Vajra Penakluk Mara.

Tiga Adhinatha Panjang Usia dalam Tantra adalah : Usnisavijaya Bhagavati, Amitayus Buddha, Tara Putih, menekuni sadhana-Nya dapat memperoleh panjang usia, menghasilkan Dharmabala dan wibawa yang tak terhingga, dapat memberikan manfaat pada semua makhluk.

Manfaat penekunan Sadhana Usnisavijaya Bhagavati :

1.    Menyingkirkan semua klesa dan karmavarana.
2.    Menghancurkan semua penderitaan para insan di alam rendah.
3.    Membuat para insan memperoleh simpati dan perlindungan dari Para Bodhisattva, dalam kehidupan saat ini tidak akan terintangi oleh sakit -penyakit dan berbagai hal yang merisaukan.
4.    Mantra ini dapat menghancurkan derita alam neraka, Yamaloka, dan alam binatang, kelak terlahir di alam bahagia.
5.    Bagi yang berumur pendek, akan memperoleh panjang usia.
6.    Sadhaka yang menekuni mantra ini dapat menyingkirkan karmavarana ratusan ribu kalpa, dalam setiap kelahirannya senantiasa berjumpa dengan Para Buddha, memperoleh Anuttarabodhi, kelak setelah meninggal dunia dapat terlahir di berbagai Buddhaksetra.
7.    Sadhaka praktisi Dharani ini, dapat memadamkan semua penderitaan alam neraka / Yamaloka, alam binatang, dan alam preta .


【 Sita Tara 】

Bhagavati Sita Tara , Tara Putih , Dakini Putih , disebut juga Saptalocani Bhagavati, dua matanya ditambah dengan satu mata di cakra-ajna, di kedua telapak kaki masing-masing satu, di kedua telapak tangan masing-masing satu, keseluruhan berjumlah : Tujuh Mata. Oleh karena itu Beliau disebut juga Saptalocani Bhagavati.

Bhagavati Sita Tara merupakan emanasi air mata welas asih Avalokitesvara Bodhisattva, juga merupakan salah satu dari 21 Tara, disebut juga Bhagavati Tara Yang Memperpanjang Usia. Beliau termasuk sebagai Trini Arya Panjang Usia bersama Amitayus Buddha dan Usnisavijaya Bhagavati.

Bhagavati Sita Tara merupakan salah satu Istadevata Tantra untuk penyembuhan dan memperpanjang usia. Tubuhnya yang berwarna putih bermakna Santika ( Tolak Bala ), Tujuh Mata bermakna : Mata Ketiga di cakra-ajna dapat mengamati dan menyinari afinitas timbulnya wabah dan sakit penyakit, serta melenyapkannya.

Karena para insan sangat sukar untuk dituntun, Avalokitesvara Bodhisattva yang sangat welas asih meneteskan air mata maitrikaruna, air mata dari salah satu mata berubah menjadi Syama Tara ( Lv Dumu - 綠度母 ), dan dari mata satunya menjadi Sita Tara. Sita Tara merupakan Bhagavati yang bermanifestasi dari air mata Avalokitesvara Bodhisattva. Oleh karena itu, Sita Tara memiliki asal-usul yang sama dengan Avalokitesvara Bodhisattva, penuh maitrikaruna menyeberangkan semua makhluk. Warna putih memiliki keutamaan dalam santika, yaitu memadamkan berbagai petaka, dapat memadamkan semua karma buruk para insan.

Kualitas ikrar dan Mantra Hati Bhagavati Sita Tara yang terutama adalah melenyapkan dukha sakit penyakit para insan, mengikis rintangan karma ikatan dendam, rintangan karma kegelapan batin, serta berbagai wabah penyakit, penyakit menular, berbagai sakit penyakit yang disebabkan oleh rintangan mara, serta menyingkirkan sakit penyakit yang disebabkan oleh serangga beracun dan guna-guna, menolong sadhaka menyingkirkan malapetaka, menambah usia, serta membebaskan dari tumimbal lahir.

Mantra Sita Tara mesti dijapa dengan terpisah : “Om. Gu Ru. Ya. Suoha.”. antara “Gu Ru” dengan “Ya” dipisah.

Bhagavati Sita Tara mempunyai jalinan afinitas yang erat dengan Dharmaraja Lian-sheng, Buku 214 “Pedang Mustika Yogi” Karya tulis dari Dharmaraja Lian-sheng merupakan hasil dari pembabaran oleh Bhagavati Sita Tara, Beliau sendirilah yang mengajarkan mengenai sila dan vinaya Tantra. Dengan saksama mempelajari Buku Pedang Pusaka Yogi, dapat mengokohkan sraddha kita.

Sadhana Kesehatan Sita Tara, visualisasikan Sita Tara menetap di puncak kepala Anda, aksara ‘Vam’ ( Bang ) berubah menjadi padma putih, dan aksara ‘Tam’ ( Dang ) berubah menjadi Sita Tara, kemudian “Zha. Hum. Ban”, menetap di puncak kepala Anda, tangkai padma tertancap pada ubun-ubun Anda, amerta masuk tetes demi tetes, amerta berwarna putih, obat Dharma berwarna putih, amerta menetes sampai ke bagian tubuh yang sakit, apabila jantung Anda yang bermasalah, maka amerta menetes sampai ke jantung Anda, visualisasikan amerta memasuki jantung Anda, visualisasikan amerta bersirkulasi dalam tubuh Anda, visualisasikan amerta berada di jantung, lever, limpa, paru-paru, dan ginjal Anda, amerta berwarna putih juga mengaliri tempat yang sakit. Tiap kali memvisualisasikan Beliau, japa mantra-Nya : “Om. Dalie. Dudalie. Dulie. Suoha. Om. Biezha. Guru. Ya. Suoha.” Japa mantra-Nya. Visualisasikan Sita Tara menetap di puncak kepala, amerta berwarna putih, mengaliri bagian tubuh Anda yang sakit, sekujur tubuh sampai kulit Anda juga berubah menjadi berwarna putih. Sekujur tubuh berwarna putih, Susu Dharma memenuhi sekujur tubuh, dalam satu petikan jari, Anda menjelma menjadi Sita Tara. Saat Anda bermeditasi, Anda telah berubah menjadi Sita Tara. Sita Tara penuh keremajaan, vitalitas, dan sehat, Beliau dapat menganugerahkan panjang usia, dan panjang usia juga merepresentasikan kesehatan, panjang umur yang sehat.

Dahulu, Bhagavati Sita Tara pernah menampakkan diri dan memberi petunjuk kepada Guru Tubten Dhargye , supaya pergi ke Taiwan untuk mencari dan mentransmisikan Dharma kepada seseorang bermarga Luo ; Akhirnya Beliau sungguh mencarinya ke Taiwan, namun tidak kunjung menemukan ; Bhagavati Sita Tara kembali menampakkan diri dan memberitahu Guru Tubten Dhargye : “Siswa itu telah ada di sisi Anda, dialah Sheng-yen Lu, sebab aksara Lu dalam dialek Taiwan adalah Luo.” Dengan demikian Guru Tubten Dhargye tersadar, oleh karena itu Sheng-yen Lu ( Tubten Qimo ) menjadi siswa utamanya, menerima transmisi semua kunci tantra internal, abhiseka yang tak ternilai, serta adhistana yang berkesinambungan.

Dalam karya tulis Dharmaraja Lian-sheng Sheng-yen Lu buku 202 ‘Penglihatan Melampaui Ribuan Li’ tercatat bahwa pada malam hari 1 Januari 2008 Bhagavati Sita Tara hadir dan berpesan : Jika ada siswa Zhenfo yang ingin terlahir di Negeri Buddha, gunakan aksara TAM putih untuk mengundang Aku. Aku duduk di atas usnisa sadhaka Zhenfo, nadi terhubung dengan nadi, siswa Zhenfo menutup delapan lubang, hanya menyisakan lubang usnisa, kemudian bijaksara TAM di hati sadhaka keluar melalui usnisanya dan memasuki nadi Ku. Aku Sita Tara akan terbang sampai ke Alam Suci Amitabha Buddha, dengan demikian siswa tersebut akan terlahir di Negeri Buddha.

◎ Perhatian : Penekunan sadhana tantra Zhenfo harus sesuai kaidah Dharma, yaitu memiliki tekad Bodhicitta, bersarana kepada Dharmaraja Liansheng, menaati sila, menguatkan fondasi Catur-prayoga dan Guru-yoga, kemudian barulah memohon abhiseka sadhana adhinatha ini.

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://indonesia.tbsn.org/modules/news3/article.php?storyid=5

Judul Asli :
【真佛法相寶典】長壽三尊

Sumber : 
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=1&id=3840

◎ Tautan Siaran Langsung Upacara Homa di Taiwan Lei Tsang Temple, setiap hari Sabtu pukul 14:00 ( WIB )

Klik di sini untuk tautan siaran langsung dengan penerjemah bahasa Inggris

Klik di sini untuk tautan siaran langsung bahasa Mandarin

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Buddha Guru.