Halaman Utama > Tren Topik > 【 Kitab Pusaka Gambar Rupang Zhenfo 】Atisa Dipamkara Srijnana


【 Kitab Pusaka Gambar Rupang Zhenfo 】Atisa Dipamkara Srijnana

Sabtu, 8 Desember 2018 pukul 14:00 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Dharmaraja Liansheng Shengyen Lu Akan Memimpin Upacara Agung Homa Atisa Dipamkara Srijnana, Menganugerahkan Transmisi Perdana Abhiseka : Sadhana Adinatayoga Atisa Dipamkara dan Bodhipathapradipa ( Termasuk Abhiseka Purifikasi dan Abhiseka Sarana )

Lokasi Upacara :
Indonesia Convention Exhibition ( ICE )
Jalan BSD Grand Boulevard Raya No. 1
BSD City , Tangerang , Indonesia

◎ Makna Abhiseka Dalam Upacara Agung 8 Des 2018 :
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=586549981801509&id=466031497186692

Transmisi Perdana Sadhana Penjapaan Atisa Dipamkara Srijnana oleh Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu :

1.    Tahap Awal :
Mahanamaskara
Mahapujana
Catursarana
Simabandhana Diri
Pertobatan
Dan lain-lain

2.    Tahap Inti :
Membentuk Mudra Dharmacakra ( Sama seperti Mudra Je Tsongkhapa )

Visualisasi :

Di tengah angkasa alam semesta, muncul Gunung Sumeru yang menjulang tinggi, di atas Gunung Sumeru muncul sebuah simhasana. Di atas simhasana terdapat sebuah padmasana dengan cakra-candra.

Di atas cakra-candra muncul bijaksara “A” berwarna merah, bijaksara “A” berputar menjadi Y.A. Atisa dengan tangan membentuk Mudra Dharmacakra, mengenakan jubah Dharma berwarna merah dan topi Dharma berwarna merah. 

Di sebelah kanan terdapat sebuah Stupa Sarira ( Berisi sarira )
Di sebelah kiri terdapat ratnakalasa ( penuh dengan amrta tirta )

Y.A. Atisa duduk bersila penuh di tengah cahaya prajna, sekujur tubuh memancarkan cahaya pelangi laksana benang kapas yang lembut.

Ornamen puncak : Sakyamuni Buddha.
Y.A. Atisa berparas agung, membabarkan Buddhadharma nan mendalam.

“Om” menyinari cakra ajna sadhaka ( cahaya putih )
“A” menyinari cakra visuddha sadhaka ( cahaya merah )
“Hum” menyinari cakra anahata sadhaka ( cahaya biru )

Membersihkan tubuh, ucapan, dan pikiran sadhaka.

Visualisasi Y.A. Atisa menjadi sebuah titik cahaya, masuk ke dalam nadi tengah sadhaka, dan menetap di atas padmasana berkelopak delapan di cakra anahata sadhaka. 

Keduanya manunggal, tiada berbeda.
Sadhaka menjadi Y.A. Atisa.

Japa Mantra : “Om. Ban-za. A-di-xia. Ga-dang. Suoha.” 
( 108 kali atau lebih banyak )

Memasuki samadhi :
Memusatkan perhatian, dhyana-samadhi, memasuki samadhi mendalam.

Keluar dari samadhi.

3.    Melantunkan Gatha Pujian :

敬禮焚燒諸戲論。
Jìnglǐ fénshāo zhū xìlùn.
Sembah puja kepada Yang Membakar Prapanca.

圓證深廣二種身。
Yuán zhèng shēnguǎng èr zhǒng shēn.
Realisasi Sempurna Dvikaya Mahaluas.

事業光明流十方。
Shìyè guāngmíng liú shífāng.
Terang aktivitas mengalir di sepuluh penjuru.

末世法王燃燈智。
Mòshì fǎwáng Rándēngzhì.
Dipamkara Srijnana Sang Dharmaraja di masa penghujung Dharma.

4.    Pelimpahan Jasa :

願一切有情,皆成佛道。
Yuàn yīqiè yǒuqíng, jiē chéng fódào.
Semoga semua makhluk mencapai Kebuddhaan.

願增福增慧增壽,利益眾生。
Yuàn zēng fú zēng huì zēng shòu, lìyì zhòngshēng.
Semoga berkah, kebijaksanaan, dan usia bertambah, memberikan manfaat bagi para insan.

願行者及眾等,共登佛國。
Yuàn xíngzhě jí zhòngděng, gòng dēng foguó.
Semoga sadhaka dan semua insan bersama mencapai Negeri Buddha.

願生生世世轉無上法輪。
Yuàn shēngshēngshìshì zhuǎn wúshàng fǎlún.
Semoga dalam setiap kelahiran senantiasa memutar Dharmacakra.

Catatan :
Y.A. Atisa merupakan titisan dari Raja Pundarika.
Lahir pada tahun 982 di India Timur sebagai seorang pangeran.
Memiliki 20 Guru Sarana.
Mulacarya Beliau adalah :
Acarya Rahulagupta.
Acarya Avadhutipa.
Guru Agung Serlingpa Dharmakirti.
Guru Upasampada Beliau adalah : Silaraksita ( Upasampada pada usia 29 tahun )
Nama Dharma : Dipamkara Srijnana.

Karya tulis : Bodhipathapradipa, Prajna-paramita-pindartha-pradipa, Satya-dvayavatara, Kunci Ekacitta, Kunci Madhyamika, Kunci Pemusatan Pikiran, Hevajra, Guhyasamaja, Arya Tara, dan lain-lain.

Masuk Tibet untuk membabarkan Dharma. ( Bapak Tantra Tibet )

Mantra Atisa Dipamkara - Video Upacara Mohon Dharma :
https://youtu.be/QRZ-BerBSII

◎ Perhatian : Penekunan sadhana tantra Zhenfo harus sesuai kaidah Dharma, yaitu memiliki tekad Bodhicitta, bersarana kepada Dharmaraja Liansheng, menaati sila, menguatkan fondasi Catur-prayoga dan Guru-yoga, kemudian barulah memohon abhiseka sadhana adhinatha ini.

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana :
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

Judul Asli :
【真佛法相寶典】阿底峽尊者

Sumber :
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=1&id=3827

◎ Tautan Siaran Langsung Upacara Homa di Taiwan Lei Tsang Temple, setiap hari Sabtu pukul 14:00 ( WIB )

Klik di sini untuk tautan siaran langsung dengan penerjemah Inggris
Klik di sini untuk tautan siaran langsung Mandarin

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Buddha Guru.