Halaman Utama > Tren Topik > 【 Kitab Pusaka Gambar Rupang Zhenfo 】Yamantaka Vajra


【 Kitab Pusaka Gambar Rupang Zhenfo 】Yamantaka Vajra


Sabtu, 16 September 2018 pukul 15:00 ( Waktu Seattle ) di Rainbow Temple, Dharmaraja Liansheng Sheng-yen Lu Akan Memimpin Upacara Agung Homa Yamantaka Vajra, Melanjutkan Pengulasan Lamdre, serta menganugerahkan Abhiseka Mahasadhana Avenika Yamantaka Vajra

【 Mantra Hati Yamantaka Vajra 】:”Om. Chu-li. Ka-la-lu-ba. Hom. Kan. Suo-ha.” 

【 Pratima Yamantaka Vajra 】

Yamantaka, Maha-bhairava-vajra ( Da-wei-de Jin-gang ) – Ekavira Vajrabhairava ( Du-xiong Da-wei-de ) berwajah satu , berlengan dua dan berkaki dua (  kaki kiri diluruskan, kaki kanan ditekuk ) , tangan kanan membawa belati kartika, tangan kiri membawa kapala, sekujur tubuh berwarna biru kehitaman, rambutnya lurus ke atas bagaikan kobaran api, berwujud krodha, kedua kakinya yang satu di depan bagaikan busur dan yang satu di belakang bagaikan anak panah, berdiri di atas padma. 

Yamantaka Vajra ada yang bermuka enam, berlengan enam, berkaki enam menunggangi kerbau biru ; Selain itu ada yang bermuka sembilan, berlengan tiga puluh empat dan berkaki enam belas ; Ada juga yang wujudnya bermuka tiga puluh dua, berlengan tiga puluh enam, disebut 13 Yamantaka.

【 Kutipan Dharmadesana Dharmaraja Lian-sheng Sheng-yen Lu 】

Yamantaka Vajra adalah sasanacakra dari Amitabha Buddha, disebut juga Jigje Dorje, Panca-dhyani Buddha beremanasi menjadi Panca Maha-vajra, sedangkan emanasi dari Manjusri Bodhisattva, disebut sebagai Vajra-bhairava,  Maha-teja Vajra, nama Sansekertanya adalah Yamantaka yang berarti penakluk semua mara, sebutannya adalah : ‘Mengalahkan Kematian’. Beliau disebut juga sebagai Mahasuci Raja Krodha Yang Mengalahkan Kematian, Penakluk Raja Yama dan lain sebagainya. Di dalam Garbhadhatu Mandala, Adinata ini bersemayam di sisi kiri dari Prajna Bodhisattva di dalam Vidyadharasala.

Asal-usul Yamantaka Menurut sejarah Tibet : Suatu ketika Raja Yama muncul dalam wujud manusia berkepala kerbau dan mencelakai banyak insan, Manjusri Bodhisattva memasuki Samadhi Yama Dharmaraja dan beremanasi dalam wujud Maha-teja yang juga manusia berkepala kerbau, kemudian Beliau menaklukkan Raja Yama, oleh karena itu Beliau disebut sebagai Penakluk Raja Kematian.

Yamantaka Vajra mempunyai Mandala 13 Yamantaka, Mandala 13 Adinata menunjuk pada yang terakhir, Dharmabala dari Yamantaka sangat dahsyat.

Sembilan wajah dari Yamantaka Vajra melambangkan 9 Bagian Mahayana Sutranta, 34 lengan dan tubuh – ucapan – pikiran melambangkan menguasai dan menembusi Sapta-trimsa-bodhi-paksya-dharma, 16 kaki melambangkan Mencerahi 16 Sifat Sunya, kobaran api vajra krodha melambangkan kemurnian dan kewelasan dari penaklukkan.

Sekujur tubuh Yamantaka Vajra berwarna biru kehitaman, postur tubuhnya sangat besar, sekujur tubuhnya adalah kobaran api, berwujud Maha Krodha, oleh karena itu mampu menaklukkan semua mara, naga beracun, menyingkirkan segala rintangan, membuat semua mara menghindar dan timbul rasa gentar. Titah dari Yamantaka Vajra berkekuatan besar, dapat meraih keberhasilan santika ( tolak bala ), vasikarana ( keharmonisan ), paustika ( meningkatkan berkah dan usia ) dan abhicaruka ( penaklukkan ). Mampu menaklukkan dewa mara, mara penyakit, mara klesha dan mara kematian, oleh karena itu kekuatan agung-Nya setara dengan Buddha.

Sadhaka yang hendak menekuni Sadhana Yamantaka Vajra mesti terlebih dahulu menekuni Sadhana Manjusri Bodhisattva, sebab Manjusri merupakan akar mula dari Yamantaka Vajra, sebab Yamantaka merupakan emanasi dari batin Manjusri Bodhisattva, dengan demikian sadhaka akan lebih mudah untuk berkontak yoga, apabila sadhaka telah matang dalam Sadhana Manjusri Bodhisattva, berarti akar telah kukuh dan telah menghasilkan Bodhi, dengan sendirinya memiliki afinitas yang sangat erat dengan Yamantaka Vajra, kemudian barulah sadhaka dapat menekuni Sadhana Vajra, dengan demikian akan sangat cepat berkontak yoga.

Hendak menekuni sadhana ini, mesti menguasai metode memutar, yaitu membentuk Mudra Sasanacakra Yamantaka Vajra, kaki kanan berdiri tegak, kaki kiri ditekuk diangkat dan berputar, dari batin krodha menjadi wujud krodha, pahala sadhana ini sangat besar, semua musuh dan penjahat tidak akan sanggup mencelakainya, semua makhluk halus dan dewa harus mendengar titahnya.

Semua sadhana Vajra bertujuan untuk menaklukkan mara dan menghalau kejahatan, supaya insan yang berhati jahat tidak sanggup mencelakai, terlebih kekuatan dari Sadhana Yamantaka Vajra merupakan yang paling ditakuti oleh para mara, Dharmabala dan titahnya dijuluki sebagai yang nomor satu. Sadhaka yang menekuni sadhana ini pasti mencapai Kebuddhaan.

Yamantaka Vajra merupakan Dharmapala dari Je Tsongkhapa Guru Sesepuh Gelugpa, Yamantaka juga merupakan Mula Dharmapala dari Mahaguru Zhenfo Zong Dharmaraja Lian-sheng Sheng-yen Lu.

【 Silsilah Mulia Sadhana Yamantaka dari Dharmaraja Lian-sheng 】

Tubten Nima – Tubten Dali – Tubten Dhargye – Tubten Qimo ( Dharmaraja Lian-sheng, Sheng-yen Lu )

Kitab Sadhana Yamantaka milik Dharmaraja Lian-sheng berasal dari Guru Leluhur : Tubten Nima.

( Untuk ceramah Dharmaraja Lian-sheng dalam transmisi Sadhana Avenika Yamantaka Vajra , silahkan membaca karya tulis Dharmaraja Lian-sheng buku ke 114  )

【 Berikut di bawah ini merupakan beberapa hal khusus yang perlu diperhatikan dan ditaati oleh sadhaka yang hendak menekuni Sadhana Yamantaka Vajra Zhenfo Zong 】

1.    Di antara catur mahabhuta : tanah, air, api dan angin, Yamantaka Vajra merupakan manifestasi dari cakra angin , merupakan manifestasi dari aksara ‘YANG’ yang terdapat dalam Tri-aksara Mantra : “Rang, Yang, Kang” ; Oleh karena itu bagi yang bermarga ‘Yang’ (楊), boleh menerima abhiseka, boleh mendengar Dharma, namun tidak boleh menekuni sadhana ini.
2.    Menekuni Sadhana Yamantaka Vajra harus mentaati sila dengan sangat ketat, barangsiapa melanggar sila berat maupun melanggar pancasila tidak boleh menekuninya ; Kecuali telah memohon pertobatan kepada Vajrasattva, menjapa 21 kali Mantra Sataksara Vajrasattva, setelah menjapanya menyatakan pertobatan, menekuninya hingga muncul tanda-tanda manggala dari buah pertobatan, maka barulah boleh menekuninya.
3.    Penekun Sadhana Yamantaka Vajra harus mempunyai pembawaan dan kualitas agung, sadhaka penekunnya harus mentaati Sila Samaya.

◎ Perhatian : Penekunan sadhana tantra Zhenfo harus sesuai kaidah Dharma, yaitu memiliki tekad Bodhicitta, bersarana kepada Dharmaraja Liansheng, menaati sila, menguatkan fondasi Catur-prayoga dan Guru-yoga, kemudian barulah memohon abhiseka sadhana adhinatha ini.

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana :
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

Judul Asli :
【真佛法相寶典】大威德金剛

Sumber : 
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=1&id=3775

◎ Tautan Siaran Langsung Pembabaran Dharma Mahaguru di Seattle ( Waktu Indonesia ) : Puja Bakti di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu pukul 10:00 ( WIB ) ; Upacara Homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin pukul 05:00 ( WIB )

Klik di Sini untuk Tautan Siaran Langsung Bahasa Mandarin
Klik di Sini untuk Tautan Siaran Langsung Bahasa Inggris  

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Buddha Guru.