Halaman Utama > Tren Topik > 【 Kitab Pusaka Gambar Rupang Zhenfo 】Guhyasamaja Vajra


【 Kitab Pusaka Gambar Rupang Zhenfo 】Guhyasamaja Vajra

Minggu, 9 September 2018 pukul 15:00 ( Waktu Seattle ) di Rainbow Temple ( 彩虹雷藏寺 ), Dharmaraja Liansheng Shengyen Lu Akan Memimpin Upacara Agung Homa Guhyasamaja Vajra, mengulas Lamdre, serta menganugerahkan Abhiseka : Mahasadhana Avenika Guhyasamaja Vajra.

【Mantra Guhyasamaja Vajra】 :
“Om. Bie-zha. Da-ke. Hum Hum. Suoha.” atau "Om. A. Bie-zha. Da-ke. Hum Hum. Suoha.”
( Kedua mantra ini boleh digunakan )

【Mengenal Pratima Guhyasamaja Vajra】

Guhyasamaja Vajra atau Mi-ji Jin-gang (密集金剛), disebut juga Vajra Himpunan Guhya, atau Guhyasamaja Tantra Aksobhya Vajra, merupakan salah satu dari Pancamahavajra dalam Tantra Tibet, dan Istadevata Pitr-tantra Anuttarayoga-tantra. Merupakan salah satu dari Tri Istadevata utama dalam Gelugpa, sekaligus merupakan Dharmapala dari perintis Gelugpa, Je Tsongkhapa.

Tubuh Guhyasamaja Vajra berwarna biru tua, bermuka tiga, berlengan enam, dan memiliki sepasang kaki, tubuh berhiaskan kain sutra warna-warni, mengenakan untaian perhiasan terbuat dari tulang, duduk bersila penuh di atas padmasana ; Tubuh yang berwarna biru merepresentasikan Kebenaran Tertinggi menurut ajaran Buddha. Berlengan enam, bermuka tiga dengan warna : hitam, putih, dan merah, masing-masing merepresentasikan kualitas maitri-karuna, santika, dan abhicaruka ( menaklukkan mara ). Pada tiap wajah terdapat tiga mata, yang masing-masing merepresentasikan, masa lampau, saat ini, dan yang akan datang. Kepala mengenakan mahkota lima kelopak, merepresentasikan Panca Buddha atau Panca Bodhisattva, dan Aksobhya Buddha sebagai ornamen puncak. Keenam tangan memegang Dharmayudham : Sepasang tangan utama memeluk Bhagavati Vajra, memegang ghanta, merepresentasikan prajna dan upaya untuk mencapai keberhasilan ; Tangan kanan paling atas memegang Dharmacakra, melambangkan Dharmacakra terus berputar ; Tangan kanan bawah memegang padma, melambangkan kebijaksanaan nan suci ; Tangan kiri paling atas memegang cintamani, melambangkan pemenuhan segala harapan ; Tangan kiri bagian bawah memegang ratna-khadga ( pedang mestika ), melambangkan memotong habis semua avidya. 

Melantunkan Gatha Pujian :
Adhinatha Krodha dengan tubuh berwarna biru,
Aksobhya Tathagata sebagai ornamen puncak,
Senantiasa mengamati para insan mencapai Mahasiddhi,
Aku bersembah puja kepada Guhyasamaja Vajra. 

【 Kutipan Dharmadesana Dharmaraja Liansheng 】

Dalam mandala dari Guhyasamaja, semua gunungnya adalah gunung berapi, gunung berapi berbentuk persegi mengitari, di tengah terdapat vajraprakara, ini adalah istana, ada sebuah vajrabhumi, bagian atas istana adalah vajrajala, di tengah muncul padma, di atas padma terdapat aksara Hum, cakra surya, cakra candra, dan aksara Hum berubah menjadi Guhyasamaja. Visualisasinya sangat sederhana, yang pertama, visualisasi Mandala Guhyasamaja, terlebih dahulu visualisasikan vajrajvala, di sekelilingnya adalah pegunungan, semua mandala menggunakan prinsip bentuk langit lingkaran dan bumi persegi, sembilan bagian titah, langit lingkaran, istana di tengah berbentuk lingkaran, dan bagian luar berbentuk persegi, di tengah istana terdapat ratnasana, di atas ratnasana terdapat padma, di atas padma terdapat aksara Hum, kemudian aksara Hum menjelmakan Guhyasamaja berpasangan, Bhagavati dari Guhyasamaja adalah Sparshavajra Bhagavati, di sini saya tulis : “Usai visualisasi kesunyataan, muncul vajrabhumi dari aksara Hum, tembok kerajaan, istana, dan disekelilingnya terdapat pegunungan yang berkobar. Di tengah istana terdapat aksara Hum, muncul padma, di tengah padma terdapat cakra surya, di tengah cakra surya terdapat visvavajra, visvavajra berubah menjadi Guhyasamaja.”

Bagaimana memvisualisasikan Guhyasamaja ? Tubuh berwarna biru, berwajah tiga berlengan enam, wajah berwarna hitam, biru, dan merah, sepasang lengan utama memeluk Sparshavajra Bhagavati, memegang vajra dan ghanta, tangan kanan memegang Dharmacakra, padma, tangan kiri memegang ratna dan ratnakhadga. Parasnya merupakan perpaduan sukha dan krodha, duduk di atas padma. Ekspresi krodha dan sukha sangat sukar, selain krodha, juga mesti sukha, sukar sekali. Dulu saya pernah katakan, lukisan siapa ? Sangat terkenal, ‘Senyum Mona Lisa’, karya Da Vinci ! Senyum Mona Lisa seperti ini, ia sedang  menanti kepulangan suaminya di depan pintu, hari sudah sangat larut, suaminya masih belum pulang, senyuman yang mengandung kemarahan : “Selamat datang.”, hampir memukulnya, ini adalah sebuah ekspresi yang sangat sukar.

Ornamen puncak dari Guhyasamaja adalah Aksobhya Buddha. Mantra-Nya ada dua macam : “Om. A. Biezha. Dake. Hum Hum. Suoha.” Boleh ditambah dengan satu aksara “A”. “Om. Biezha. Dake. Hum Hum. Suoha.” Ini juga boleh, kedua mantra ini boleh ; Kemudian adalah mudra, mudra juga ada dua macam, semua boleh digunakan, yang satu adalah kedua tangan merangkap ke dalam, jari telunjuk tegak lurus saling bersentuhan ; Yang satu adalah kedua tangan merangkap ke dalam, jari telunjuk saling bersentuhan, ibu jari juga merangkap ke dalam. Ada mantra, ada mudra, ada visualisasi, bisa menjadi Sadhana Penjapaan Guhyasamaja.

Barusan bagaimana Gurudara melantunkan gatha pujian ? 

Adhinatha Krodha dengan tubuh berwarna biru,
Aksobhya Tathagata sebagai ornamen puncak,
Senantiasa mengamati para insan mencapai Mahasiddhi,
Aku bersembah puja kepada Guhyasamaja Vajra.

Anda boleh menjadikan gatha ini sebagai doa aspirasi, santika, paustika, vasikarana, dan abhicaruka, semua dapat tercapai sesuai kehendak. 

Pada umumnya, Sadhana Vajra digunakan untuk mengikis ketamakan, sangat penting, dalam Guhyasamaja juga ditambahkan fungsi untuk mengikis kebencian dan kebodohan, dapat mengatasi kebencian dan kebodohan batin. Apa makna dari ‘Guhyasamaja’ ? Secara singkat saya beritahu Anda, “Himpunan guhya dari tubuh, ucapan, dan pikiran Sarvatathagata.” Kenapa disebut sebagai ‘Guhyasamaja’ ? Merupakan himpunan guhya dari tubuh, ucapan, dan pikiran para Buddha di masa lampau, para Buddha masa kini, dan para Buddha mendatang, jika dibalik, menjadi : Guhyasamaja, atau disebut Samajaguhya, ada yang menyebutnya Samajaguhya, ada juga yang menyebutnya Guhyasamaja. 

Ada dua orang yang membawa Sadhana Guhyasamaja kembali ke Tibet, yang pertama adalah Drokmi Lotsawa Shakya Yeshe, Beliau pergi ke Vihara Vikramasila di India, dan mempelajari Sadhana Guhyasamaja Aksobhya Buddha dari Sesepuh Pintu Timur. Kemudian, Marpa Guru Sesepuh Kagyudpa juga pergi ke India, Beliau mempelajari Sadhana Guhyasamaja Manjusri dari Naropa. Oleh karena itu, Marpa, Guru Sesepuh Kagyudpa juga telah mempelajari Sadhana Vajra, kemudian membawanya kembali ke Tibet. Guhyasamaja merupakan akar dari semua Tantra, Vajra Pelindung dari Je Tsongkhapa adalah Guhyasamaja Vajra.

Je Tsongkhapa menulis Sastra 12 Bagian, 5 di antaranya mengenai Guhyasamaja, oleh karena itu Je Tsongkhapa juga mempelajari Guhyasamaja, Beliau adalah Guru Sesepuh Gelugpa, menurut Beliau, Guhyasamaja adalah : “Ajaran Suci Tertinggi, permata tunggal di triloka, terang laksana mentari dan rembulan.” Demikianlah Beliau memuji Guhyasamaja. Dalam Sastra Lima Tahapan karya Nagarjuna Bodhisattva juga membahas perihal Guhyasamaja, dalam Caryasamgrahapradipa karya Aryadeva juga mengulas perihal Guhyasamaja Vajra ; Dalam Sastra 12 Bagian dari Je Tsongkhapa terdapat Sastra Penerang 5 Tahapan Sempurna Guhyasamaja, semua mengenai Guhyasamaja Vajra. 

Jika Anda berkontak yoga dalam penekunan Sadhana Guhyasamaja, maka yang pertama, Anda dapat terlahir di sugati, apa itu sugati ? Anda tidak akan terjerumus ke tiga alam rendah, pasti terlahir di alam suci, sebab Beliau memiliki tiga kualitas, yang pertama adalah moksa, apabila Anda dapat menekuni Sadhana Guhyasamaja sampai kontak yoga, berarti Anda telah moksa ; Yang kedua, Anda dapat merealisasi Bodhi, Anda telah memiliki pencapaian tinggi, Anda dapat merealisasi Bodhiphala, serta memiliki moksaphala. Sesungguhnya, ada dua jenis moksa, yang pertama adalah jalan moksa, disebut Bodhimarga. Hanya dengan menekuni Sadhana Guhyasamaja, Anda dapat memperoleh keduanya, juga dapat memperoleh ketiga kualitas ini.

Aksara ‘Om’, artinya adalah gudang kebijaksanaan , ‘A’ adalah Bodhi atau anatman, ‘Hum’ adalah mandala, latihlah istana diri sendiri ( Tubuh Vajra ). Guhyasamaja dapat membersihkan tubuh, ucapan, dan pikiran Anda, dapat menyingkirkan ketamakan, kebencian, dan kebodohan, apabila Anda dapat memperoleh kebijaksanaan tertinggi Tathagata, maka kemasyhuran, keuntungan materi, dan pangkat, semua tidaklah penting. 

“Permata agung lima warna, ratna kukuh, cakra vajra, angkasa di tengah, mandala laksana padma, segala pelatihan tubuh, ucapan, dan pikiran, serta segala kebijaksanaan, semua dapat diperoleh.” Ketahuilah, hari ini saya telah mengulas makna utama dari Guhyasamaja, yang baru saja saya ucapkan, Anda mendambakan berkah lokiya ( duniawi ), lokiya juga dapat diperoleh, Lokuttara ( adiduniawi ) juga dapat diperoleh. 

Anda dapat mengetahui kehadiran Guhyasamaja Vajra, dan Pancamahavajra yang menyertai, bahkan Kalacakra Vajra juga hadir menyertai, semua Vajra muncul di hadapan saya, semua dapat terlihat, juga mendengar Beliau semua membabarkan makna utama, makna utama dari Sadhana Pancamahavajra tidak berbeda jauh, hanya saja ada sedikit perbedaan dalam hal sadhana, akan tetapi metode bhavana dari Pancamahavajra sesungguhnya adalah sama. 

◎ Perhatian : Penekunan sadhana tantra Zhenfo harus sesuai kaidah Dharma, yaitu memiliki tekad Bodhicitta, bersarana kepada Dharmaraja Liansheng, menaati sila, menguatkan fondasi Catur-prayoga dan Guru-yoga, kemudian barulah memohon abhiseka sadhana adhinatha ini.

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana :
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

Judul Asli :
【真佛法相寶典】密集金剛

Sumber : 
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=1&id=3761

◎ Tautan Siaran Langsung Pembabaran Dharma Mahaguru di Seattle ( Waktu Indonesia ) : Puja Bakti di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu pukul 10:00 ( WIB ) ; Upacara Homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin pukul 05:00 ( WIB )

Klik di Sini untuk Tautan Siaran Langsung Bahasa Mandarin
Klik di Sini untuk Tautan Siaran Langsung Bahasa Inggris  

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Buddha Guru.