Dharmaraja Lian-sheng Sheng-yen Lu TBSN
Halaman Utama > Tren Topik > 【Kitab Pusaka Gambar Rupang Zhenfo】Nagarjuna Bodhisattva


【Kitab Pusaka Gambar Rupang Zhenfo】Nagarjuna Bodhisattva


Minggu, 10 Juni 2018 pukul 15:00 ( Waktu Seattle ) di Rainbow Temple ( 彩虹雷藏寺 ), Dharmaraja Liansheng Shengyen Lu Akan Memimpin Upacara Agung Homa Nagarjuna Bodhisattva, mengulas Lamdre, serta menganugerahkan Abhiseka : Sadhana Nagarjuna Bodhisattva.

*Waktu Indonesia : Senin, 11 Juni 2018, pukul 05:00 ( WIB ) Tautan siaran langsung ada di bagian bawah.
 
【 Mantra Hati Nagarjuna Bodhisattva 】:"Om. Biezha. Najia Zhuona. Putisaduo. Suoha"

【 Pengenalan Singkat Nagarjuna Bodhisattva 】

Nagarjuna Bodhisattva berkepala satu , berlengan dua, dengan sepasang kaki, tubuh berwarna putih, Beliau memiliki 32 tanda keagungan utama dan 80 tanda sekunder seperti Buddha. Tubuh mengenakan jubah bhiksu tiga lapis, duduk bersila penuh di atas sebuah matras sadhana, kedua tangan membentuk Mudra Dharmacakra di depan dada. Di belakangnya terdapat 7 naga dengan warna berbeda, menjulurkan kepala di atas kepala Nagarjuna Bodhisattva.

Nagarjuna Bodhisattva, dalam bahasa Mandarin adalah “Longshu Pusa”, karena pernah memasuki istana naga, dan mencapai kesempurnaan berkat suku naga, dan terlahir di bawah pohon Arjuna, oleh karena itulah Beliau memperoleh nama Nagarjuna. 

Nagarjuna Bodhisattva terlahir 700 tahun setelah Parinirvana Sang Buddha ( sekitar abad ke-3 ) di India Selatan, menurut karya tulis Dharmaraja Liansheng, Nagarjuna Bodhisattva adalah siswa dari Asvaghosa Bodhisattva, dan siswa dari Arya Kapimala, asal-usul Beliau adalah Sumeghasvararaja Buddha.

Nagarjuna Bodhisattva bahkan disebut sebagai generasi Guru Sesepuh Buddhisme, Beliau memahami ajaran Hinayana, Mahayana, dan Vajrayana, memiliki pengetahuan luas, dan sempurna dalam teori dan praktik. Demi membabarkan Buddhadharma, Nagarjuna Bodhisattva menuangkan pemikiran Beliau dalam bentuk tulisan, mempersembahkan semua pemahaman spiritual dalam diri kepada semuanya, dan merampungkan banyak karya tulis yang luar biasa, oleh karena itulah Beliau disebut Penguasa Ribuan Sastra. Di antara sekian banyak karya tulis Beliau, yang paling merepresentasikan pandangan Beliau adalah : Madhyamikakarika, begitu sastra ini muncul, langsung menggemparkan dunia agama Buddha, pendekatan Beliau yang berbeda akan filosofi jalan tengah dapat dikatakan telah menunjuk pada kebenaran dibalik esensi dunia material dan bhavana, serta membuka lembaran baru dalam dunia filosofi agama Buddha.

Nagarjuna Bodhisattva pernah memasuki istana naga di dalam samudra, dan membaca pustaka suci Buddhis yang berjumlah 10 kali lebih banyak daripada dunia fana, di antaranya, paling tersohor adalah, membaca tiga kitab : “Sutra Pembebasan Avatamsaka yang Tak Terbayangkan”, dan mencapai pencerahan. 

Berikutnya Nagarjuna Bodhisattva juga berkunjung ke India Selatan, membuka stupa besi yang semenjak Parinirvana Sang Buddha belum pernah dibuka oleh siapa pun, secara langsung berjumpa dengan Guru Sesepuh Tantra : Vajrasattva yang secerah mentari, dan memperoleh anugerah berupa Mahavairocana Sutra , Vajrasekkhara Sutra, Mandala Vajradhatu, dan Mandala Garbhadhatu, memulai nidana siar ajaran Tantra di dunia, oleh karena itulah Nagarjuna Bodhisattva disebut sebagai Guru Sesepuh Tantra. Selain itu, Beliau juga dijunjung tinggi sebagai Guru Sesepuh sekte Vinaya, Trisastra, Tanah Suci, Yogacara, Dhyana ( Chan / Zen ), Tiantai, dan Avatamsaka, merupakan Guru Sesepuh 8 Sekte Sutrayana dan Tantrayana.

【 Kutipan Dharmadesana Mahaguru Liansheng Sheng-yen Lu 】

Mudra yang dibentuk oleh Nagarjuna Bodhisattva adalah Mudra Dharmacakra. Mantra-Nya : “Om. Biezha. Najiazhuona. Putisaduo. Suoha.”, “Kesadaran Mahatinggi Alam Semesta, Siddhi Nagarjuna Bodhisattva yang memiliki Prajna teragung !” inilah makna dari mantra tersebut, ‘Najia’ adalah Naga, ‘Zhuona’ adalah sebuah pohon di India, “Om” adalah Kesadaran Mahatinggi Alam Semesta, “Najiazhuona” Nagarjuna yang penuh Prajna, “Putisaduo” adalah Bodhisattva, “Suoha” adalah Sarva-siddhi ( Segala jenis keberhasilan spiritual ) ; Inilah mantra Beliau. 

Apakah Anda bisa visualisasikan Nagarjuna Bodhisattva ? Sederhana sekali, persis seperti Buddha yang sedang memutar Dharmacakra, akan tetapi berbeda di bagian kepala, ada 7 ekor naga, 7 ekor naga dalam berbagai warna. Tujuh memiliki makna sempurna. Penguasa Seribu Sastra adalah pujian bagi Beliau, karya tulis Beliau sangat banyak, pengetahuan Beliau sangat baik. Beliau adalah Guru Sesepuh bagi 8 aliran Sutrayana dan Tantra.

 Ada visualisasi, mudra, dan penjapaan mantra, dapat menjadi sebuah tata ritual. Barusan kita juga menyaksikan yang ditampilkan di layar, sehamparan permukaan laut, bagaimana proses kemunculan padma, di tengah padma ada cakra surya dan candra, bagaimana menjadi Nagarjuna, aksara “Bang” ( Vam ) menjadi padma, gunakan aksara “A” untuk menjelma menjadi Nagarjuna Bodhisattva, kemudian adhisthana 3 cahaya, dan Anda pun bersih, mohon Nagarjuna Bodhisattva memasuki padma dalam hati Anda, Beliau masuk ke dalam Anda, Anda manunggal dengan-Nya, dalam sekejap Anda berubah menjadi Nagarjuna Bodhisattva, Nagarjuna Bodhisattva adalah Anda, Anda adalah Nagarjuna Bodhisattva, Anda sendiri menjadi Guru Sesepuh 8 aliran, menjadi Sumeghasvararaja Buddha. 

Kira-kira pada abad ke-6, filsafat Vijnaptimatra di India menjadi sangat populer, Vijnaptimatra juga menyelidiki Buddhata, ia bermula dari mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, pikiran, akar pikiran, alaya, dan dalam alaya tersimpan Buddhata, ia tegak lurus, sedangkan Nagarjuna Bodhisattva bersifat horizontal, menggunakan berbagai pemikiran untuk mengajarkan kepada semua. Saat itu, ada dua tokoh, yaitu Buddhapalita dan Bhavaviveka, Buddhapalita dan Bhavaviveka yang memegang teguh Madhyamakakarika memulihkan teori pemikiran dari Nagarjuna Bodhisattva dan Aryadeva. Madhyamika dari Buddhapalita adalah Prasangika, sedangkan Bhavaviveka adalah Svatantrika Madhyamaka. Apa itu Prasangika Mahdyamaka ? Mengatasi dan tidak berdiri sendiri, mengutamakan hetuvidya, menggunakan penalaran dan pengetahuan, kebijaksanaan, untuk menunjukkan sunya dari jalan tengah. Bhavaviveka adalah Svatantrika Madhyamaka : Mengatasi dan berdiri sendiri – mengutamakan nilai perbandingan dalam hetuvidya, menjabarkan sunya atau Buddhata secara aktif.

Pandangan jalan tengah dari Nagarjuna Bodhisattva ada di antara kekal dan nihil, disebut jalan tengah. Contohnya, menurut orang zaman sekarang, Mahaguru pernah menikah, punya istri, punya anak, ini adalah keduniawian. Akan tetapi batin Mahaguru melampaui duniawi, lebih tinggi dari duniawi. Meskipun duniawi, Shakyamuni Buddha juga demikian, istri dari Shakyamuni Buddha bernama Yasodhara, mereka memiliki seorang putra bernama Rahula, akan tetapi Beliau melampaui duniawi, Beliau meninggalkan kehidupan duniawi, menapaki jalan Lokuttara. Beliau telah melalui jalan lokiya ( duniawi ), juga menapaki Lokuttara ( adiduniawi ), setelah keluar dari duniawi, Beliau kembali untuk menyeberangkan para insan dunia, setelah Beliau melampaui keduniawian, Beliau kembali ke kehidupan dunia untuk menyeberangkan insan, inilah jalan tengah. Mengapa demikian ? Sebab Beliau telah melampaui keduniawian, telah cerah, namun kembali lagi ke duniawi untuk menyeberangkan insan, dengan kata lain, Beliau tidak meninggalkan keberadaan, juga tidak meninggalkan sunya, tidak meninggalkan sunya, juga tidak meninggalkan keberadaan, dipadukan menjadi jalan tengah. Inilah doktrin ‘Zhongyong’ ( Doktrin Konfusianisme mengenai jalan tengah dan tidak menyimpang ). Mengenai api, bukankah tadi telah diberikan sebuah contoh ? Memutar kayu untuk menghasilkan api, api, inilah yang disabdakan oleh Shakyamuni Buddha : “Segala sesuatu muncul dan lenyap karena sebab dan kondisi.”, ( Sarvadharma muncul karena hetu-pratyaya, sarvadharma lenyap karena hetu-pratyaya ), ‘Nidana bersifat sunya’, selain menyingkirkan pratyaya tersebut, Anda mencerahi sunyata, mencerahi Buddhata, menyingkirkan semua pratyaya, semua karmavarana, maka Anda dapat melihat Buddhata, inilah pemikiran dari Nagarjuna Bodhisattva. 
 
◎ Perhatian : Penekunan sadhana tantra Zhenfo harus sesuai kaidah Dharma, yaitu memiliki tekad Bodhicitta, bersarana kepada Dharmaraja Liansheng, menaati sila, menguatkan fondasi Catur-prayoga dan Guru-yoga, kemudian barulah memohon abhiseka sadhana adhinatha ini.

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana :
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

Judul Asli :
【真佛法相寶典】龍樹菩薩

Sumber :
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=1&id=3813

◎ Tautan Siaran Langsung Pembabaran Dharma Mahaguru di Seattle ( Waktu Indonesia ) : Puja Bakti di Seattle Ling Shen Ching Tze Temple, setiap hari Minggu pukul 10:00 ( WIB ) ; Upacara Homa di Rainbow Temple, setiap hari Senin pukul 05:00 ( WIB )

Klik di Sini untuk Tautan Siaran Langsung Bahasa Mandarin
Klik di Sini untuk Tautan Siaran Langsung Bahasa Inggris  

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Guru Buddha.