Halaman Utama > Tren Topik > 【Kitab Pusaka Gambar Rupang Zhenfo】Dewa Vishnu Sang Pelindung


【Kitab Pusaka Gambar Rupang Zhenfo】Dewa Vishnu Sang Pelindung


Sabtu, 5 Mei 2018 pukul 15:00 ( Waktu Taiwan ) di Vihara Vajragarbha Faji ( 法記雷藏寺 ), Dharmaraja Liansheng Shengyen Lu Akan Memimpin Upacara Peresmian Vihara, serta menganugerahkan Abhiseka Sadhana Dewa Vishnu ( Subhakrtsna / 遍淨天 / Bian-jing Tian ). 

【Mantra Hati Dewa Vishnu dan Garuda】:
“Om. Biezha. Weishinuya. Suoha. Om. Biezha. Galuda. Zhalie. Zhalie. Hum Pei.”
 
【Mengenal Pratima Dewa Vishnu】

Kepala Dewa Vishnu mengenakan mahkota ratna, tubuh berwarna kuning, berlengan empat, masing-masing lengan memegang : Dharmacakra, gada vajra, sankha pengabul keinginan, padma putih, dan duduk di atas Garuda. 

【 Kutipan Dharmadesana Dharmaraja Liansheng 】
 
Dalam agama Hindu ada Tri-murti, yang satu adalah Mahabrahma atau Dewa Pencipta, kemudian adalah Dewa Vishnu atau Dewa Pelindung, dan berikutnya adalah Shiva atau Dewa Mahesvara atau Dewa Pelebur. 

Shakyamuni Buddha memiliki sebuah Dharmasankha yang sangat istimewa, Beliau mewariskan Dharmasankha ini kepada Sariputra, dan Sariputra wariskan kepada Dewa Vishnu, kemudian Dewa Vishnu menyimpan Dharmasangkha di tempat yang tidak diketahui orang. Je Tsongkhapa adalah orang yang menemukan dan menggali Dharmasankha ini. Setelah Tsongkhapa mendapatkan Dharmasangkha ini, Beliau menyerahkan kepada siswa-Nya, dan berpesan, "Bawalah Dharmasankha ini dan tiuplah di suatu tempat, di mana Dharmasankha ini berbunyi ketika ditiup, di sanalah Anda dirikan sebuah vihara." Siswa ini pun membawa Dharmasankha ke lokasi Biara Drepung, begitu ia meniup Dharmasankha, Dharmasankha berbunyi, sehingga siswa ini mendirikan Biara Drepung. Demikianlah nidana dari Biara Drepung di Tibet.

Tiga Dewa utama India : Shiva, Mahabrahma, dan Vishnu, yang satu adalah Dewa Pelebur, yang satu adalah Dewa Pencipta, dan yang satu adalah Dewa Pelindung. Bagaimana Dewa Pelindung melindungi ? Mahabrahma tadinya berkepala lima, sekarang berubah menjadi dewa berwajah empat yang berkepala empat, tahukah kalian apa sebabnya ? 'I know you don't know' ( Saya tahu apa yang Anda tidak ketahui ). Saat itu, ada Maharabhma, juga ada Shiva Dewa Pelebur, juga ada para Dewata. Mahabrahma tanding daya gaib dengan Shiva. Mahabrahma berkata, "Daya gaib saya besar." Shiva Dewa Pelebur berkata, "Daya gaib saya paling besar, daya gaib Anda Dewa Pencipta, tidak sebanding dengan saya Dewa Pelebur." Mahabrahma lebih welas asih, Ia adalah seorang budiman, juga tidak bisa mengatakan Dewa Pelebur  jahat, namun, ada sebagian orang berkata, "Orang yang lebih dulu turun tangan pasti menang, orang yang belakangan turun tangan akan celaka, yang tidak turun tangan lebih celaka lagi." Mahabrahma justru tidak turun tangan. Shiva menebas dengan pedangnya, memenggal satu kepala Mahabrahma. Sehingga kepala Mahabrahma tinggal empat. 

Saat itu, Shiva hendak lanjut memenggal, Dewa Pelindung merasa tidaklah baik jika menindas Mahabrahma yang budiman. Ia pun mengambil Dharmasankha, Dharmasankha berbunyi, akibatnya, Shiva tidak bisa mendengar suara apa pun, namun, Ia masih bisa melihat. Ia mengambil pedangnya, ingin lanjut menebang kepala Mahabrahma, saat itulah, Vishnu melempar dua kelopak teratai dari tangannya, kelopak teratai yang dilempar menutupi kedua mata Shiva. Namun, Shiva masih memiliki satu mata lagi, yaitu mata ketiga, akan tetapi, tidak dapat melihat kepala Mahabrahma, sehingga, dari mata ketiganya ini, keluar api yang membakar Mahabrahma, saat itu, Vishnu pun melempar gada vajra, memukul mata ketiga Shiva. Shiva berlari cepat sekali, lari kembali ke Kailash di Gunung Himalaya, lari ke puncak yang tertinggi. Menurut kalian, di antara mereka bertiga, daya gaib siapa yang terbesar? Daya gaib Dewa Vishnu sangat besar. (Hadirin tepuk tangan) 

Bahkan Mahabhrama pun terlahir dari Dewa Vishnu. Di antara berbagai surga di dalam agama Buddha, surga tertinggi di kamadhatu adalah Mahesvara, yaitu Shiva; di atasnya adalah rupadhatu, Mahabrahma justru berada di surga rupadhatu; di atas surga rupadhatu, dhyana ketiga, yaitu Surga Śubhakrtsna / Vishnu, segalanya adalah terang, itulah alam Surga Śubhakrtsna, lebih tinggi dari Mahabrahma. Kalian lihat di Nepal, Dewa Pelindung itu berbaring di atas permukaan air, mata pusar-Nya terlihat, kemudian dari mata pusar tumbuh sekuntum padma, di atas padma, lahirlah Mahabrahma. Jadi, Mahabrahma dilahirkan oleh Vishnu, dengan kata lain, Dewa Pencipta dilahirkan oleh Dewa Pelindung.

Metode Memindahkan Tumor

Garuda memiliki Sadhana Memindahkan Tumor, karena Ia menyatu dengan Dewa Vishnu, maka harus menjapa mantra Dewa Vishnu dan mantra Garuda 200 ribu kali. Ketika Anda japa 10 ribu kali, ambil sebutir beras, japa 20 ribu kali, ambil butir beras kedua, japa 30 ribu kali, ambil butir beras ketiga, japa 40 ribu kali, ambil butir beras keempat, japa 50 ribu kali, ambil butir beras kelima, dua puluh butir beras, berarti 200 ribu kali; Mencakup mantra Vishnu dan mantra Garuda, cukup 200 ribu kali saja sudah efektif. 

Saat itu, Anda visualisasikan bagian tubuh Anda yang ditumbuhi tumor, paruh Garuda masuk ke dalam, mengulum tumor tersebut, mengeluarkan tumor tersebut dan ditaruh di dalam beras yang sudah Anda japa 200 ribu kali, kemudian, Anda “HAH !” (lewat mulut) ke atas beras, “HAH !” bukan mengembuskan napas, mengembuskan napas itu meniup, “HAH !” ini tergolong prana dalam, harus “HAH !”, “HAH !” di atas 20 butir beras. 

Anda visualisasi paruh Garuda masuk ke bagian tubuh yang ditumbuhi tumor, satu per satu dikeluarkan dan ditaruh di atas beras, berapa banyak tumor di tubuh Anda, berapa kali pula ia dikeluarkan, semua tumor dipindahkan ke dalam beras, kemudian “HAH !” di atas beras. Saat japa mantra, mesti membentuk mudra Dewa Vishnu, japa terus-menerus, 10 ribu kali, 20 ribu kali, 30 ribu kali, terakhir, bentuk mudra Dewa Vishnu, bungkus 20 butir beras dan “HAH !”, cukup “HAH !” sekali saja. 

Kemudian, Anda ambil ke-20 butir beras ke sebatang pohon besar, atau Anda menjalankan sadhana ini di samping pohon besar, kebanyakan pohon ada lubangnya, paling bagus jika pohon besar itu berlubang, jika tidak berlubang, Anda mesti membuat sebuah lubang, kemudian, masukkan ke-20 butir beras tersebut ke dalamnya, kemudian “HAH !” sekali. Ketika Anda hendak menjalankan sadhana ini, mesti japa mantra Dewa Vishnu 7 kali. Namun, sehari-harinya Anda mesti terlebih dahulu japa mantranya genap 200 ribu kali. 

Jadi, saat melaksanakan sadhana ini, Anda harus bentuk mudra, japa mantra 7 kali, di atas beras “HAH !” sekali, ke-20 butir beras dimasukkan ke dalam lubang pohon, kemudian japa mantra Dewa Vishnu dan Garuda, kemudian “HAH !” sekali ke dalam lubang pohon, terakhir tambal lubang dengan tanah liat hingga rata. Kanker atau tumor di tubuh Anda pun akan pindah ke pohon tersebut, pohon ini akan tumbuh tumor Anda. Sudah mengerti ? Ini menggunakan pohon untuk menanggung tumor di tubuh kita, mulai hari itu, tumor perlahan-lahan akan mengecil, indeks kanker akan terus menurun, kemudian, hilang.

Metode Melahirkan Putra atau Putri Sesuai Harapan

Banyak orang mengalami masalah dalam hal reproduksi, ibu-ibu mengalami masalah saat melahirkan. Beliau khusus melindungi ibu melahirkan, terlebih dahulu Anda mesti menjapa mantra ini genap 200 ribu kali, kemudian, pada penanggalan imlek tanggal 15, mandi dan duduk tenang, japa mantra 7 kali, bentuk mudra, letakkan bunga putih di atas kepala ibu hamil. Pada penanggalan imlek tanggal 15, cukup satu kuntum saja, si ibu mesti mandi terlebih dahulu, duduk tenang, japa mantra 7 kali, ia juga membentuk mudra, letakkan bunga putih di atas kepala ibu hamil, maka ia pasti melahirkan bayi laki-laki. Namun, harus diketahui, metode ini hanya bagi ibu yang sudah hamil. 

Ada juga orang yang ingin melahirkan bayi perempuan, bagaimana ? Letakkan bunga merah di tas kepala ibu hamil. Setelah ia mandi, duduk tenang, mengenakan pakaian bersih, japa mantra 7 kali, tentu saja, pertama-tama harus japa genap 200 ribu kali, baru saat bersadhana cukup japa mantra 7 kali, letakkan bunga merah di atas kepala si ibu, maka ia akan melahirkan bayi perempuan. Oleh karena itu, memohon bayi laki-laki mendapatkan laki-laki, memohon bayi perempuan mendapatkan perempuan, kita mesti mengajarkannya untuk menjapa mantra ini genap 200 ribu kali, saat menjalankan sadhana, pada penanggalan imlek tanggal 15, sehabis mandi, memakai pakaian putih bersih, duduk, japa mantra 7 kali, letakkan bunga putih di atas kepalanya, mendambakan bayi laki-laki mendapatkan laki-laki; letakkan bunga merah di atas kepalanya, mendambakan bayi perempuan mendapatkan perempuan. Bahkan saat melahirkan, semuanya selamat. 

Metode Menyingkirkan Teluh

Ada orang berkata, "Ah! Saya diteluh oleh seseorang." Sudah puluhan tahun, ada juga yang sudah 10 tahun, atau sudah diteluh selama 6 tahun. Bagaimana jika sudah terkena teluh ? Sama saja, japa mantra ini genap 200 ribu kali. Saat menjalankan sadhana, gunakan benang 5 warna, bentuk mudra, dan japa mantra, japa sekali, ikat 1 simpul; japa 7 kali, ikat 7 simpul; japa 14 kali, ikat 14 simpul. Kenakan benang 5 warna ini di badan, teluh pun akan tersingkirkan. Banyak orang kena teluh ! Seketika, tidak sadarkan diri, tiba-tiba pingsan, tiba-tiba seakan-akan bermimpi melihat hantu ! Sering bicara aneh, kerasukan dewa, kerasukan hantu, dewa dan hantu tidak beda jauh! Kekuatan hantu lebih kecil, kekuatan dewa lebih besar, yang berkekuatan besar disebut dewa, yang berkekuatan kecil adalah hantu, kerasukan dewa dan hantu, diusir pun tidak mempan, belasan tahun pun ada. Maka, gunakan metode ini, japa mantra 200 ribu kali, ikat simpul dengan benang 5 warna, ikat 14 simpul, japa 14 kali, digantung di badan, maka ia akan sembuh.

Metode Menurunkan dan Meredakan Hujan

Sekarang, di mana-mana banjir bandang, bagi Anda yang ingin meredakan hujan, ketahuilah, mudah sekali, menitahkan hujan untuk reda, hujan pun reda. Mengapa ? Karena Garuda memangsa naga, naga paling takut Garuda. Kalau begitu, bagaimana cara menghasilkan Dharmabala? Sama saja, Anda japa mantra yang mendasar sampai genap 200 ribu kali, saat melakukan sadhana, tulis sebuah kata ‘Long’ (龍 / naga ) dengan pena, yakni menitahkan supaya naga menurunkan hujan, memohon naga menurunkan hujan, japa lagi mantra Dewa Pelindung 7 kali, naga pun menurunkan hujan. Dulu, makanan Garuda adalah naga, naga disebut berkekuatan besar, namun, kekuatan besar pun kalah dengan Garuda, Garuda lebih kuat lagi, Ia adalah raja burung. Jadi, asalkan Ia muncul, naga pun takut padanya. Memohon turun hujan, tulis sebuah kata ‘Long’ (龍 / naga ) , japa mantra Dewa Vishnu dan Mantra Garuda 7 kali di hadapan kata ‘Long’, maka hujan pun turun, menitahkan naga untuk menurunkan hujan, maka akan turun hujan. Persoalannya adalah, jika hujan turun terlalu banyak, bagaimana? Sama saja, japa mantra ini, naga pun akan lari ketakutan. 

Berikut ini merupakan meredakan hujan yang lebih kuat, ada orang yang memakamkan leluhur di tanah, saat dimakamkan, bukankah tubuh leluhur mengenakan banyak pakaian? Yaitu pakaian yang digunakan untuk membungkus jenazah, jika saat buka peti, baju masih utuh, ada sepotong kain, ambillah kain tersebut, baju itu sangat bermanfaat. Atau, jika jenazah mendiang hendak diberi banyak pakaian, Anda berikan lagi sepotong pakaian untuk dipakainya, tunggu hingga tutup peti, baju tersebut ditanggalkan, dengan kata lain, bajunya kurang sepotong. Karena, baju itu kelebihan, lalu ambillah. Ketika Anda hendak menjalankan sadhana, Anda duduk di atas kain jenazah, japa mantra 7 kali, menitahkan Dewa Naga menyingkir, hujan pun langsung reda. Anda harus duduk di atas kain jenazah. Di India ada kain kafan, kain itu paling bagus. Jika kita orang timur, begitu dimakamkan, tunggu sampai kita lakukan tradisi memungut tulang, saat dibuka, jika ada kain yang masih utuh, ambillah, sangat berguna, saat ingin meredakan hujan, duduk di atas sepotong kain ini dan japa mantra, paling kuat. Apa sebabnya? Saya tidak tahu. Namun, demikianlah sadhana ini dijelaskan, hujan akan langsung reda. Jika, hujan tidak reda, Anda visualisasi Garuda menggigit naga tersebut, penting sekali. Inilah metode menurunkan hujan dan meredakan hujan.

Metode Simabandhana, Perlindungan Diri, dan Penyembuhan

Kita menggunakan metode Vajrapani, bentuk mudra Vajrapani dan memudrai ( menyentuhkan mudra ) ke 5 titik, yaitu menyentuh kening, tenggorokan, cakra hati, pundak kiri, pundak kanan, kembali ke atas kepala, inilah simabandhana. Kita sering melakukan simabandhana. Jika Anda membentuk mudra Dewa Vishnu dan Garuda, dengan kata lain, Anda bentuk mudra Dewa Vishnu, setelah japa 200 ribu kali, Anda bentuk lagi mudra Dewa Vishnu, memudrai diri sendiri, sentuh 5 titik, sama halnya dengan simabandhana untuk diri sendiri.

Memudrai orang lain, berarti simabandhana untuk orang lain; Memudrai rumah, berarti simabandhana rumah; Memudrai orang sakit, bagian tubuh mana yang sakit, misalnya sakit di bagian jantung, sakit di bagian hidung, atau sakit di bagian mana, Anda bentuk mudra ini, menghadap ke bagian tubuhnya yang sakit, japa mantra Garuda dan Dewa Vishnu 7 kali, gunakan bagian segitiga dari mudra, jika kepalanya sakit, mudrai bagian kepala, jika tenggorokan sakit, mudrai tenggorokan, jantung sakit, mudrai jantung, sakit maag, mudrai bagian lambungnya, sakit punggung, mudrai punggung, sakit lutut, mudrai lutut, sakit kaki, mudrai kaki, asalkan telah dimudrai, penyakit pun akan sembuh. Tidak hanya bisa melindungi diri, juga bisa menyembuhkan penyakit, Anda cukup bentuk mudra dan cukup memudrainya.

Metode Menguatkan Daya Ingat

Dewa Vishnu memiliki sankha pengabul keinginan, padma, Dharmacakra dan gada vajra, Ia memiliki 4 Dharmayudham, keempat Dharmayudham ini bisa digunakan. Asalkan Anda japa 200 ribu kali, visualisasi Dharmacakra memancarkan cahaya, memasuki ubun-ubun Anda, berhenti di bagian cakra ajna dan berputar, daya ingat Anda pun akan bertambah kuat. Anda semua akan bertanya mengapa daya ingat Mahaguru tidak bertambah kuat, karena saya tidak ingin mempunyai daya ingat, saya ingin lupakan semua, tidak tahu apa pun, begitu bermeditasi, cepat sekali memasuki sunyata, mudah sekali memasuki samadhi. Mengingat terlalu banyak hal, akan muncul berulang-ulang di dalam otak, terus berguling di sana! Pada umumnya, orang menginginkan daya ingat yang baik, sedangkan Mahaguru menginginkan daya ingat yang kurang baik. Mengapa? Karena jika daya ingat kurang baik, semua persoalan lampau akan terlupa, singkat kata, saya juga tidak risau, saya tidak menonton apapun, ‘television’ (televisi), saya hanya menonton berita bunuh diri, ada orang bunuh diri, saya pun menyeberangkannya, selebihnya saya tidak tonton, semua perselisihan, saya tidak tonton. Saya tidak punya surat kabar, tidak punya internet, tidak ada ‘address’ internet (website), tidak ada e-mail, semua tidak ada, tidak punya apa pun, telepon genggam juga tidak ada, kecuali kalian diam-diam selipkan untuk saya. Sekalipun ada telepon genggam, juga tidak membukanya, kalian tidak dapat menghubungi saya. Saya tidak mendengar apa pun, tidak melihat apapun, apa pun tidak ada, saat seperti ini, saya lupakan segalanya, mudah sekali memasuki samadhi, gampang sekali. Langsung mengosongkan pikiran, langsung memasuki samadhi, langsung dari dhyana pertama, dhyana kedua, dhyana ketiga, dhyana keempat, kembali lagi ke dhyana ketiga dhyana kedua, dhyana pertama, kemudian keluar dari samadhi, mudah sekali, membersihkan seluruh rintangan karma di dalam diri sendiri, termasuk semua benih karma, dibersihkan semua. Jadi, paling bagus tidak ada daya ingat.

Akan tetapi, bagi kalian yang masih bekerja, tidaklah baik jika tidak memiliki daya ingat. Jadi, kita mesti japa 200 ribu kali, visualisasi Dharmacakra masuk ke dalam kening Anda dan berputar, daya ingat pun akan bertambah kuat.

◎ Perhatian : Penekunan sadhana tantra Zhenfo harus sesuai kaidah Dharma, yaitu memiliki tekad Bodhicitta, bersarana kepada Dharmaraja Liansheng, menaati sila, menguatkan fondasi Catur-prayoga dan Guru-yoga, kemudian barulah memohon abhiseka sadhana adhinatha ini.

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana :
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Sadhana Dewa Vishnu  :
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=33&csid=10&id=92

Judul Asli :
【真佛法相寶典】保護神遍淨天

Sumber :
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=1&id=3791

◎ Tautan Siaran Langsung Dharmaraja Liansheng Mengulas Lamdre di Taiwan Lei Tsang Temple, setiap hari Sabtu pukul 14:00 ( WIB ) :

Klik di Sini untuk Tautan Siaran Langsung Bahasa Mandarin
Klik di Sini untuk Tautan Siaran Langsung Bahasa Inggris  

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Guru Buddha.