Halaman Utama > Tren Topik > 【 Kitab Pusaka Gambar Rupang Zhenfo 】Marici Devi Bodhisattva


【 Kitab Pusaka Gambar Rupang Zhenfo 】Marici Devi Bodhisattva

Sabtu, 10 Maret 2018 pukul 15:00 ( Waktu Taiwan ) di Taiwan Lei Tsang Temple Temple, Dharmaraja Liansheng Shengyen Lu Akan Memimpin Upacara Akbar Homa Marici Bodhisattva ( Ma-li-zhi-tian Pu-sa /  摩利支天菩薩 ), mengulas Lamdre, serta menganugerahkan Abhiseka Mahasadhana Avenika Marici Devi : ( Meliputi : Sadhana Menyembunyikan Diri, Sadhana Menyingkirkan Kantuk, Sadhana Mudra Pelindung Diri, Sadhana Pahat Rupang Menyingkirkan Petaka, Sadhana Menjahit Mata dan Telinga, Sadhana Penyembuhan, Sadhana Mengambil Barang, Sadhana Bantuan Ratusan Roh )

【 Mantra Hati Marici Devi Bodhisattva 】:"Om. Malizhiyi. Suoha"

【 Mengenal Pratima Marici Devi Bodhisattva 】

Marici Devi Bodhisattva mengenakan jubah surgawi berwarna merah, berhiaskan untaian ratna mutu manikam.
 
Marici Devi berkepala tiga, bermata tiga, berlengan delapan ( Tangan kiri : memegang pasa ( tali ) , busur, dahan Pohon Asoka dan benang ; Tangan kanan : memegang Vajra, jarum, ankusa dan anak panah ) 
 
Wajah utama berparas damai, tersenyum dan berwarna kuning tua, mata terbuka, bibir merah, merupakan raut gagah berani dan leluasa ; Wajah kanan berwarna merah tua bagaikan warna padma ratna manikam bulan purnama musim gugur, memancarkan terang teragung, berparas welas asih penuh sukacita, merupakan rupa seorang gadis ; Wajah bagian kiri adalah wajah varahi, mahakrodha ( sangat menyeramkan ), taring mencuat, berwarna biru, alis mata mengrenyit, lidah terjulur ; Bodhisattva berdiri atau duduk di atas sebuah kereta perang yang ditarik oleh babi emas.

【 Marici dalam wujud Devi】

Bodhisattva duduk atau berdiri di atas padmasana, tangan kiri membawa sebuah kipas surgawi, seperti kipas Devi pengiring Vimalakirti, tangan kanan terjulur ke bawah, telapak tangan menghadap depan, membentuk mudra varada. Bodhisattva mengenakan jubah surgawi, dapat divisualisasikan di kedua sisi kiri dan kanan Bodhisattva terdapat Devi pengiring yang membawa vyajana ( kebutan putih ).

【 Kutipan Dharmadesana Dharmaraja Liansheng 】

Marici Devi Bodhisattva merupakan emanasi Mahavairocana Tathagata, memiliki Mahabhijna ( daya batin yang sangat besar ) sanggup menyembunyikan diri dengan leluasa, merupakan kerabat dari Deva Indra, senantiasa menyertai dan berjalan dengan cepat di depan Surya Deva.

Marici Devi merupakan Mahavajra yang melindungi dan mendukung Zhenfozong, gelarnya adalah Vajra Kewibawaan Perang ( Zhanwei Jingang ) ,atau Vajra Yang Memancarkan Kewibawaan ( Yangwei Jingang ), merupakan Aparajita ( Tidak Ada Yang Mampu Mengalahkan ), Beliau memiliki 'power' yang dahsyat, kekuatannya sangat besar. Bodhisattva ini merupakan Devi perang, barangsiapa menekuni Sadhana Devi Marici, mampu meraih kemenangan dalam tanding, setiap pertandingannya tidak ada yang kalah, wibawanya sangat besar, bagaikan Raja Simha Yang Pasti Menang, gagah berani tiada yang dapat mengalahkan. Dulu saat saya ( Dharmaraja Liansheng ) pernah dilindungi oleh Marici Devi, dan diselamatkan dari mara bahaya, sehingga sampai saat ini masih dalam keadaan baik.

Marici Devi Bodhisattva menandatangani kontrak dengan Mahaguru, “Asalkan Anda adalah siswa Zhenfo Zong, maka Ia akan memberikan perlindungan, melindungi tiap siswa Zhenfo Zong.”

Marici Devi menguasai Tujuh Bintang Utara, 28 Konstelasi, 36 Tian-gang, 72 Di-sha, rasi bintang ( Mantian Huagai ), Surya Deva, Candra Deva, Beliau menguasai semua makhluk halus dan devata perbintangan, oleh karena itu dijuluki sebagai Penguasa Perbintangan Dengan Rangkaian Hiasan Rambut ( Fa-man Xing-zhu ) . Dalam ajaran Dao, Marici Devi disebut sebagai Induk Perbintangan ( Dou-mu Xing-jun ), dalam Tantrayana disebut sebagai Bodhisattva Dewi Marici , Agama Hindu juga memuja dan menyebutnya sebagai Dewi Marici. Tantra Timur Jepang paling menghormati Adinata ini, Beliau dipuja oleh para sesepuh ninja, mudra yang dibentuk oleh ninja adalah Mudra Marici, semua ninja di Jepang menghormati-Nya sebagai : ‘Marisi Ten’.

Marici Devi memiliki Sadhana Rupang Pahatan, sadhaka dapat memahat satu , atau dua, atau tiga inchi, bahannya tidak ada ketentuan, bermanfaat untuk menyingkirkan marabahaya dan berbagai malapetaka, antara lain :

1. Bahaya dari Raja, atau bahaya politik.
2. Bahaya perampokan, bahaya dari perampok atau pencuri.
3. Bahaya perjalanan, saat berada di luar, bertamasya, naik perahu atau naik pesawat.
4. Bahaya tanah – air – api dan angin.
5. Bahaya peperangan dan senjata.
6. Bahaya makhluk halus dan devata, bahaya benturan spiritual ( chongfan ).
7. Bahaya racun.
8. Bahaya binatang buas.
9. Bahaya musuh / orang jahat, atau orang yang berniat dan berusaha mencelakai Anda, mereka tidak akan sanggup mencelakai Anda.

Dalam Sutra Marici ada tertulis : “Devi Marici senantiasa berjalan di depan Sang Surya, tidak ada yang sanggup melihatnya, tidak ada yang sanggup menangkapnya, tidak ada yang sanggup mencurangi dan mengelabuinya, tidak ada yang sanggup mengikatnya, tidak ada yang dapat mengambil hartanya, tidak ada musuh yang sanggup mencelakainya.”

Dan juga :
“Marici Devi, senantiasa melindungiku dalam perjalanan, saat tidak dalam perjalanan juga senantiasa melindungi aku, siang dan malam senantiasa melindungiku, melindungiku di wilayah musuh, aku senantiasa dilindungi dari bahaya raja, aku dilindungi dari bahaya perampokan, dimanapun dan kapanpun senantiasa melindungi aku.”
 
“Buddha memberitahukan para bhiksu, bila ada orang yang dapat menyalin dan menjapakan, menyimpannya dalam gelungan rambut, atau di dalam pakaiannya, dibawa kemanapun, maka segala hal yang tidak baik akan tersingkirkan.”

Dharmaraja Liansheng Berdharmadesana :
“Dalam homa Vajra Kewibawaan Perang, diperlukan adanya dua jenis Dharmayudham yang menyimbolkan Vajra Kewibawaan Perang, yaitu busur dan anak panah. Namun yang terbuat dari besi tidak bisa dimasukkan ke dalam tungku, tidak bisa terbakar, oleh karena itu busur dan panah dapat dibuat dari bahan kertas, kemudian di bakar di dalam tungku, ini menyimbolkan Vajra Kewibawaan Perang. Tapi tidak boleh menggunakan daging babi, sebab babi merupakan vahana-Nya. Dharmayudham apa pun yang dipegang oleh Adhinatha, boleh juga digambar di atas kertas putih, begitu dimasukkan ke dalam tungku, akan berubah menjadi Dharmayudham-Nya.”

Jangan meremehkan Marici Devi, Devi ini berada di Surga Tak Terhancurkan, merupakan transformasi dari Dasavajracitta ( 10 Hati Vajra ) memasuki Benteng Suci Keteguhan, Svargaloka non-dualisme.  Menghormati Devi Marici, berdevosi, menghaturkan pujana, berdoa memohon pada Nya, menjapa Mantra Marici, beryukta dengan Nya, ketika berdoa lafalkan : “Om. Malizhi Cheling ( sebutkan hal tertentu ) mencapai keberhasilan Suoha.” Dengan demikian demikian segalanya dapat berhasil. 

Marici Devi dapat menyembunyikan diri, ada Sadhana Menyembunyikan Diri, kekuatan-Nya tak terhingga. Kita para siswa mesti meneladani Marici. Sebab tidak ada siapapun yang mampu memperdaya Marici Devi. Anda menekuni Sadhananya, tidak akan ada yang sanggup melecehkan Anda, tidak akan sanggup mengerjai Anda, tidak akan sanggup mencuri dari Anda ; Tidak ada siapapun yang sanggup mengalahkan Marici. Menekuni Sadhana Marici Devi, dapat mengalahkan serangan besar, Bodhisattva ini sanggup menyempurnakan segala harapan insan.

“Om. Malizhiyi .Suoha” Mantra ini paling sedikit harus dijapa 100,000 atau 300,000 kali. Sehingga setelah itu Anda dapat memperoleh khasiat dari penekunan sadhana. Begitu mengalami kontak batin, maka pasti memperoleh keampuhan dalam berbagai hal. Menekuni Sadhana Marici, dapat mencapai kesuksesan dalam segala hal.

Marici Devi tidak hanya menguasai semua Devata, juga menguasai makhluk halus, oleh karena itu Beliau merupakan Raja dari semua makhluk halus, ini adalah rahasia-Nya. Pada tahun 1999 di Seattle, Dharmaraja Liansheng telah membabarkan Sadhana Bantuan Dari Ratusan Roh, dapat menjadikan kekuatan satu orang menjadi kekuatan ratusan orang, sangat berharga. Namun apakah semua orang dapat menekuninya ? Tentu saja perlu menyesuaikan dengan besarnya tekad diri sendiri, apakah bertekad menuntun para insan ? Sadhana ini merupakan Sadhana Avenika dalam Zhenfozong, ditransmisikan kepada orang yang dipilih. 

Dharmaraja Liansheng telah mentransmisikan : Mahasadhana Avenika Marici, Sadhana Menyembunyikan Diri, Sadhana Menyingkirkan Kantuk, Sadhana Mudra Perisai Perlindungan Diri, Sadhana Pahat Rupang Menyingkirkan Petaka, Sadhana Menjahit Si Jahat, Sadhana Menyingkirkan Penyakit, Sadhana Mengambil Barang Sendiri, Sadhana Bantuan dari Ratusan Roh dan lain sebagainya.

◎ Perhatian : Penekunan sadhana tantra Zhenfo harus sesuai kaidah Dharma, yaitu memiliki tekad Bodhicitta, bersarana kepada Dharmaraja Liansheng, menaati sila, menguatkan fondasi Catur-prayoga dan Guru-yoga, kemudian barulah memohon abhiseka sadhana adhinatha ini.

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana :
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

Judul Asli :
【真佛法相寶典】摩利支天菩薩

Sumber :
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=1&id=3772

◎ Tautan Siaran Langsung Dharmaraja Liansheng Mengulas Lamdre di Taiwan Lei Tsang Temple, setiap hari Sabtu pukul 14:00 ( WIB ) :

Klik di Sini untuk Tautan Siaran Langsung Bahasa Mandarin
Klik di Sini untuk Tautan Siaran Langsung Bahasa Inggris  

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Guru Buddha.