Halaman Utama > Tren Topik > 【Kitab Pusaka Gambar Rupang Zhenfo】Rakta Tara


【Kitab Pusaka Gambar Rupang Zhenfo】Rakta Tara

Sabtu, 3 Maret 2018 pukul 15:00 ( Waktu Taiwan ) di Taiwan Lei Tsang Temple Temple, Dharmaraja Liansheng Shengyen Lu Akan Memimpin Upacara Akbar Homa Rakta Tara ( Hong-du-mu /  紅度母 ), mengulas Lamdre, serta menganugerahkan Abhiseka Mahasadhana Avenika Rakta Tara.

【 Mantra Hati Rakta Tara 】:
“Om. Da-lie. Du-da-lie. Sang-da-re-ni. Xie. Suoha.”
 
【 Mudra Rakta Tara 】:
Terlebih dahulu kedua jari tengah tegak dan saling bersentuhan di bagian ujung, kedua jari telunjuk diluruskan miring ke arah luar, kedua ibu jari saling berjajar dengan ujung menekan ringan ke jari manis. ( Mudra dibentuk di depan dada )

【 Pratima Rakta Tara 】

Wujud Rakta Tara : Berkepala satu dan berlengan dua, Rakta Tara tersenyum. Tangan kanan memegang ankusa ( kait ), di atas lutut ; Tangan kiri memegang bunga utpala berwarna merah di depan dada, bunga mekar di samping telinga. Kaki kanan ditekuk, dan kaki kiri dijulurkan, duduk di atas padmasana merah. Rakta Tara bermata tiga, dan tubuh mengenakan jubah surgawi berlapis.

Pada cakra anahata Rakta Tara terdapat aksara ‘Xie’ ( Atau Chuli / Hrih ). Di antara kedua alis Rakta Tara terdapat aksara ‘Om’. Di tenggorokan Rakta Tara terdapat aksara ‘A’. Di ulu hati Rakta Tara terdapat aksara ‘Hum’. Mengundang : Rakta Tara Istadevata Prajna turun dari tengah angkasa, kemudian manunggal dengan sadhaka. ( Saat bervisualisasi tangan membentuk Mudra Tara ), saat itu berarti sadhaka mengabhiseka diri sendiri, amrta memenuhi tubuh, membersihkan semua karmavarana, Amitabha Buddha bersemayam di puncak kepala.

【 Kutipan Dharmadesana Dharmaraja Liansheng 】

Rakta Tara merupakan Istadevata ritual karman yang paling penting dalam jajaran 21 Tara, dan hari ini hendak diajarkan kepada kalian. Sadhana Penjapaan Rakta Tara mesti ada tahap awal. Apa sajakah tahap awal ini ? Mahanamaskara, mahapujana, Catursarana, pertobatan agung, caturapramanacitta, pengembangan Bodhicitta, simabandhana diri, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, tahap awal ada 7 bagian, ini semua mesti dipelajari oleh para tantrika. Kemudian memasuki tahap inti, tahap inti adalah visualisasi, visualisasi di cakra anahata ( cakra hati ) diri sendiri ada satu aksara “A”, kemudian berubah menjadi cakra candra yang berwarna merah, dengan kata lain, padmasana berkelopak 8 di ulu hati diri sendiri, di ulu hati terdapat aksara “A” yang berubah menjadi cakra candra berwarna merah, di tengah cakra candra terdapat bijaksara, yaitu aksara “Dang” ( TAM ), bijaksara dari 21 Tara ; Aksara “Dang” memancarkan sinar, berubah menjadi padma berwarna merah atau bunga utpala, bunga utpala adalah padma berwarna merah, merupakan salah satu jenis dari bunga padma. Di tengah padma terdapat satu aksara “Dang” yang bersinar, sadhaka berubah menjadi Rakta Tara, lakukan transformasi ini.

Terlebih dahulu sadhaka bervisualisasi di ulu hati terdapat aksara “A”, kemudian berubah menjadi cakra candra berwarna merah, di tengah cakra candra terdapat satu aksara “Dang” yang bersinar dan berubah menjadi padma merah atau bunga utpala, di bagian tengah padma terdapat aksara “Dang” yang bersinar, dan sadhaka berubah menjadi Rakta Tara.

Untuk wujud Rakta Tara bisa melihat thangka Rakta Tara di belakang saya, berkepala satu dan berlengan dua, tersenyum, tangan kanan memegang ankusa ( pengait ), yaitu vajrankusa ( kait vajra ), di atas lutut ; Tangan kiri memegang tangkai padma merah atau bunga utpala di depan dada, bunga mekar di samping telinga, kaki kanan ditekuk dan kaki kiri dijulurkan, duduk di atas padmasana, kaki kanan ditekuk. Beliau bermata tiga, mengenakan jubah surgawi berlapis, di ulu hati terdapat bijaksara “Chuli” ( HRIH ), “Chuli” adalah bijaksara dari Amitabha Buddha. Dari sini dapat kita ketahui bahwa Rakta Tara beremanasi dari Amitabha Buddha.


Pada cakra ajna ( kening ) Rakta Tara terdapat aksara “Om”, pada cakra visuddha ( tenggorokan ) terdapat aksara “A”, pada cakra anahata ( hati ) terdapat aksara “Hum”, saat itu, sadhaka telah menjadi Rakta Tara ; Di tengah angkasa terdapat Istadevata Prajna, yaitu Rakta Tara, Beliau turun dan menyatu dengan sadhaka. Saat bervisualisasi, tangan membentuk Mudra Tara, Mudra Tara sama dengan Mudra Mahadewi Yaochi, berarti saat itu sadhaka mengabhiseka diri sendiri, amrta memenuhi tubuh, semua karmavarana terkikis bersih.

Di atas puncak kepala Beliau terdapat Amitabha Buddha, Amitabha Buddha bersemayam di puncak kepala. Usai bervisualisasi, Anda mesti menjapa mantra : “Om. Dalie. Dudalie. Sangdaruoni. Xie. Suoha” sebanyak 108 kali. Perhatikan ! Meskipun tiap kali bersadhana menjapa sebanyak 108 kali, akan tetapi mantra mesti dijapa genap 1.500.000 ( satu juta lima ratus ribu ) kali baru bisa menghasilkan daya terbesar ; 1,5 juta kali baru bisa menghasilkan daya besar, 500 ribu kali menghasilkan daya menengah, 100 ribu kali menghasilkan daya kecil, jadi ada tiga macam daya, yaitu besar, menengah, dan kecil, tentu saja, yang terbaik adalah menjapanya lebih banyak lagi.

Berikutnya, memasuki samadhi, memasuki samadhi dengan afinitas Rakta Tara, memasuki samadhi dengan metode samathavipasyana. Samatavipasyana adalah, apabila ada delusi, Anda bisa gunakan “Pei” untuk menghentikannya. Visualisasikan diri sendiri adalah Rakta Tara, visualisasikan dengan jelas, apabila delusi masuk, singkirkan dengan menggunakan “Pei”, satu penghentian dan satu pengamatan, kemudian memasuki samadhi. Pada akhirnya, bahkan visualisasi pun tidak perlu, karena telah masuk kondisi lupa ego, saat itulah baru disebut sebagai memasuki sunyata. 

◎ Kiat Utama 

Keluar dari samadhi, lakukan ritual karman, 3 kali putaran vajrankusa, ini adalah kuncinya. Sekarang Mahaguru memegang sebuah vajrankusa, Anda tidak harus memegang vajrankusa yang sama dengan saya, visualisasikan tangan Anda memegang vajrankusa dan putar 3 kali, yang dimaksud dengan putar 3 kali adalah diputar ke sisi kanan 3 kali, dan diputar ke sisi kiri 3 kali, demikianlah kiatnya. ( Catatan : Untuk menghindari kekeliruan, perhatikan gerakan yang diperagakan oleh Mahaguru dalam video tanggal 16 Sept 2017 ). 

Jika Anda hanya bisa memegang vajrankusa, tapi tidak bisa memutarnya 3 kali, atau belum memutarnya 3 kali, maka vajrankusa ini hanya benda mati biasa, dengan 3 kali putaran vajrankusa menjadi hidup. Gunakan pikiran untuk visualisasi sebuah vajrankusa, putar 3 kali ke kanan, dan putar 3 kali ke kiri, sehingga vajrankusa ini hidup, ini sangat penting, ini adalah kiat yang sangat penting, dan harus dilakukan.

◎ Sadhana Santika

Di hadapan Rakta Tara, langit cerah tanpa awan, muncul satu aksara “Hum”, yaitu sebuah titik, kemudian cakra surya, kemudian cakra candra, kemudian sebuah garis, dan berikutnya adalah 3 kaitan. Cakra surya adalah sebuah lingkaran. ( Mahaguru menuturkan bentuk aksara Hum )

Visualisasikan di tengah langit cerah tanpa awan terdapat aksara “Hum” berwarna putih, setelah Anda memutar vajrankusa sebanyak 3 kali, visualisasikan mengait aksara “Hum” dengan menggunakan vajrankusa tersebut, kait cakra surya, saat itu, apabila ada anggota keluarga Anda yang sakit, untuk menyingkirkan karma penyakitnya, maka visualisasikan si sakit, kemudian aksara “Hum” putih menjadi amrta, dan tetes demi tetes memasuki mulut si sakit, mengaliri sekujur tubuhnya yang sakit, supaya sekujur tubuhnya dipenuhi amrta berwarna putih, inilah ritual karman, inilah Sadhana Santika. Anda memiliki karmavarana, caranya juga sama, kait aksara “Hum” Putih, berubah menjadi amrta, memasuki tubuh, maka karmavarana akan keluar melalui pori-pori tubuh dalam wujud air hitam, atau keluar dalam wujud ulat dan semut hitam, supaya sekujur tubuh dipenuhi amrta berwarna putih, ini adalah Sadhana Santika.

◎  Sadhana Paustika 

Putar Vajrankusa ke kanan 3 kali, dan ke kiri 3 kali, mengait aksara “Hum” berwarna kuning di tengah angkasa, kemudian secara perlahan aksara “Hum” sirna, dalam tahap sirna, ia mencurahkan banyak uang di sekeliling Anda, di sekeliling Anda penuh dengan Franklin, ‘One hundred dollars’, Anda duduk di tengah, akhirnya Anda menjadi katak dalam sumur, sebab uang bertumpuk-tumpuk di samping menjadi seperti sebuah sumur, bertumpuk sangat tinggi di sekeliling Anda, semua adalah uang Anda. Ini adalah Sadhana Paustika, sebuah metode untuk meningkatkan keuntungan Anda. Cara melakukan Sadhana Paustika, prinsip yang sama dapat digunakan untuk hal berbeda, setelah Anda mengerti caranya, pikirkan bagaimana cara meningkatkan keuntungan Anda, gunakan vajrankusa untuk mengait aksara “Hum” kuning di tengah angkasa, kemudian aksara “Hum” sirna dan uang berjatuhan dari angkasa, sangat melimpah, inilah Sadhana Paustika.

◎ Sadhana Vasikarana

Jika seorang pria sedang mencari pasangan, dan wanita juga mencari pasangan, tapi tidak kunjung mendapatkannya, ketika melakukan ritual ini, visualisasikan di tengah angkasa, gunakan vajrankusa untuk mengait aksara “Hum” berwarna merah di tengah angkasa, sama halnya, aksara “Hum” terbakar, muncul sosok yang lampai dan menawan, wanita rupawan ada di hadapan Anda, pasangan yang Anda dambakan ada di hadapan Anda. Tapi hanya muncul di hadapan tidak ada artinya, benar tidak ? Semestinya seperti Maharyanandikesvara Deva. Bagaimana dengan Maharyanandikesvara ? Berpelukan, sadhaka memeluknya, dan ia memeluk Anda, kemudian ‘bidong’ ( posisi romantis menahan pasangan di tembok dan menatapnya), setelah melakukan ritual ini. Setelah ‘bidong’, maka pasangan yang Anda dambakan akan bersedia. Inilah Sadhana Vasikarana, bisa ?

◎ Sadhana Abhicaruka

Putar vajrankusa 3 kali ke kiri dan 3 kali ke kanan, mengait aksara “Hum” berwarna biru di tengah angkasa, aksara “Hum” terbakar, apa maksudnya terbakar ? Mulai dari ekor di bagian bawah terus terbakar sampai cakra surya di atas, tersisa sedikit, kemudian menjadi abu, dan lenyap. Bagaimana dengan abu ini ? Apabila ada orang yang keji, dan Anda berharap ia pergi, saat itu abu yang terbentuk dari aksara “Hum” biru memasuki mulut orang itu, kemudian visualisasikan ia pergi keluar, membawa gitar dan mengembara, inilah Sadhana Abhicaruka.

Apabila saya tidak membabarkannya, Anda memegang vajrankusa tapi tidak bisa menggunakannya, Anda tidak mengerti 3 putaran, dan bagaimana mengait aksara “Hum” di angkasa. Apa makna dari aksara “Hum” ? Merepresentasikan segalanya. “Om” adalah angkasa, “A” adalah satu, “Hum” adalah segalanya. Angkasa adalah nol, “Om” adalah nol ; “A” adalah satu ; dan “Hum” menjadi semua, “Hum” merepresentasikan segalanya.

Gunakan vajrankusa untuk mengait aksara “Hum” yang berwarna putih, atau warna merah, biru, dan kuning, semua ada manfaatnya sendiri, bakar aksara “Hum”, menjadi amrta, menjadi bubuk mesiu kuning, atau menjadi bubuk vasikarana yang tercurah turun, atau menjadi berbagai macam perhiasan dan batuan berharga, atau uang bertumpuk di sekeliling Anda, semua menjadi milik Anda ; Tergantung bagaimana Anda melakukan ritual, ini adalah ritual karman, santika, paustika, abhicaruka, dan vasikarana.

◎ Perhatian : Penekunan sadhana tantra Zhenfo harus sesuai kaidah Dharma, yaitu memiliki tekad Bodhicitta, bersarana kepada Dharmaraja Liansheng, menaati sila, menguatkan fondasi Catur-prayoga dan Guru-yoga, kemudian barulah memohon abhiseka sadhana adhinatha ini.

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?

http://indonesia.tbsn.org/modules/news3/article.php?storyid=5

◎ Tata Ritual Sadhana Penjapaan Rakta Tara :
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=33&csid=10&id=127

Judul Asli :
【真佛法相寶典】紅度母

Sumber :
http://tbsn.org/chinese3/news.php?cid=38&csid=1&id=3769

◎ Tautan Siaran Langsung Dharmaraja Liansheng Mengulas Lamdre di Taiwan Lei Tsang Temple, setiap hari Sabtu pukul 14:00 ( WIB ) :

Klik di Sini untuk Tautan Siaran Langsung Bahasa Mandarin
Klik di Sini untuk Tautan Siaran Langsung Bahasa Inggris  

◎ Segera berlangganan (Subscribe) video resmi Zhenfozong :
http://youtube.com/c/truebuddhaschoolnet
https://vimeo.com/truebuddhaschool

◎ Mengapa dan Bagaimana Bersarana ?
http://tbsn.org/indonesia/news.php?cid=26&csid=7&id=1

◎ Pengulasan Sadhana Tantra : 
http://tbsn.org/indonesia/newsList.php?cid=29&csid=36

◎ Kumpulan Ceramah Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=29

◎ Karya Tulis Dharmaraja Lian-sheng :
http://tbsn.org/indonesia/newsClass.php?cid=23

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Indonesia :
https://www.facebook.com/syltbsnindonesia 

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Inggris :
https://www.facebook.com/syltbsnenglish

◎ Laman facebook TBSN Bahasa Mandarin :
www.facebook.com/syltbsn

Mari bookmark situs resmi dan laman facebook Zhenfo Zong TBSN , kami akan senantiasa berusaha menyajikan berita dan Dharmadesana terbaru dari Dharmaraja Lian-sheng, supaya kita semua senantiasa bersama Guru Buddha.